Sabtu, 13 Jun 2026
light_mode

Imbas Lemahnya Nilai Tukar Rupiah, Pengrajin Tahu dan Tempe di Madina Mulai Wanti Wanti

  • account_circle Muhammad Hanapi
  • calendar_month Sabtu, 29 Jun 2024
  • print Cetak

Pengrajin tahu di kawasan aek galoga, Kelurahan Pidoli, Mandailing Natal ( Fikri)

MADINA-Mandailing Online : Melemahnya nilai rupiah terhadap dolar AS mulai diwanti-wanti para pengrajin tahu dan tempe yang bahan bakunya kacang kedelai impor karena akan membuat harga komoditas tersebut naik.

Mandailing Online menyambangi sejumlah pengrajin tempe di kawasan Kota Sianta Panyabungan, Mandailing Natal ( Madina ), Sabtu (29/6). Menurut mereka harga kedelai masih terpantau stabil dan normal.

Jailani pengrajin tempe ini mengaku harga kedelai masih berkisar Rp. 650.000/ karung nya. Untuk penjualan produksi sendiri setelah di potong dengan ukuran 10×12 cm ia menjual tempe pada pengecer diharga Rp 1800 saja, sementara pengecer menjual Rp. 2000.

” Sejauh ini belum ada pengaruh ke produksi meski harga nilai tukar rupiah ke dolla AS melemah. Harga Kedalai sendiri masih normal, namun kalau harga kedelai impor naik, otomatis saya mengikuti saja ” Jelas Jailani.

Sementara itu Adi pengrajin tahu di kawasan aek galoga, Kelurahan Pidoli Panyabungan memberi keterangan serupa. Harga tahu dari hasil produksi pabriknya masih normal. Ia menjual ke pengecer Rp. 900/ potong dengan ukuran 6×6 cm. Pengecer sendiri menjualnya Rp. 1000/ potong nya.

Saat harga kedelai naik, Adi mengaku terpaksa menyiasatinya dengan mengurangi ukuran potongan tahu, namun harga tetap normal. Hanya saja keuntungan yang diperoleh berkurang dari yang biasa.

” Kalau pengalaman ketika harga kedelai naik, keuntungannya hanya dikisaran 20 persen saja, tetapi kalau harga kedelai normal, keuntungan bisa mencapai 50 persen, ” Jelas Adi.

Daya beli sendiri diakui Adi yang sudah membuka usaha produksi tahu sejak 2008 lalu terus menurun. Penurunan drastis itu sejak covid 19 terjadi. Ia memperkirakan penurunan omset mencpai 30 persen.

“Sampai 30% turun. Kedepannya mungkin juga semakin menurun karena tahu juga sudah mulai kurang peminatnya ditambah harga bahan baku yang tidak menentu” Tutur Adi.

Penelusuran Mandailing Online dari sejumlah pengrajin tahu dan tempe mengaku sempat menggunaka bahan baku kedelai lokal. Selain harga lebih murah dari barang kedelai impor kualitas nya juga lebih bagus. Namun hanya bertahan beberapa waktu saja karena produksi kedelai lokal terus tergerus oleh kedelai impor.

Para pengrajin tahu tempe menilai, kondisi ini terjadi akibat tidak adanya kepedulian Pemerintah terhadap petani kedelai, sehingga petani memilih tidak nanam kedelai yang pada akhirnya berdampak pada pengrajin tahu tempe.

Kondisi itulah yang membuat pengrajin tahu dan tempe terpaksa bergantung pada kedelai impor yang harganya lebih mahal. ( fikri)

  • Penulis: Muhammad Hanapi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PKS: Gatot sering diabaikan Syamsul

    PKS: Gatot sering diabaikan Syamsul

    • calendar_month Selasa, 8 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Hubungan Gubernur Sumatera Utara, Syamsul Arifin dengan wakilnya, Gatot Pujo Nugroho, dikabarkan tidak harmonis. Apalagi, sejak ditahan di Rutan Salemba Jakarta, Gubsu ternyata tidak pernah dapat berhubungan dengan Wagubsu baik via telepon maupun pesan singkat (SMS). Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sumatera Utara (Sumut) menyatakan, hubungan Wakil Gubernur Sumut Gatot Pujo […]

  • Uang sitaan KPK setara 91.000 RSS

    Uang sitaan KPK setara 91.000 RSS

    • calendar_month Selasa, 17 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA – Ketua KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) Busyro MUqoddas mengklaim pihaknya menyita Rp6,2 triliun dari tindak pidana korupsi. “Uang sebanyak itu cukup jika digunakan untuk membangun 91.000 rumah sederhana bagi warga miskin,” katanya di Yogyakarta kemarin. Menurut dia, berdasarkan data KPK ada beberapa bidang yang rawan tindak pidana korupsi, di antaranya minyak dan gas, pendidikan, […]

  • Polres Tangani Sejumlah Kasus Korupsi Pemkab Madina

    Polres Tangani Sejumlah Kasus Korupsi Pemkab Madina

    • calendar_month Rabu, 24 Sep 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kapolres Madina AKBP.Mardiaz Kusin.D,S,iK,M.Hum menegaskan pihaknya saat ini konsen dalam menindaklanjuti kasus tindak korupsi yang ada di Pemkab Madina, terutama persoalan pengerjakan proyek yang tidak sesuai dokumen dengan kondisi di lapangan. “Ada beberapa kasus yang saat kita tangani diantaranya kasus program cetak sawah pada Dinas Pertanian, kasus pabrik es pada […]

  • Bupati Madina Hadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung SLTA

    Bupati Madina Hadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung SLTA

    • calendar_month Kamis, 29 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Bupati Madina, Drs Dahlan Hasan Nasution melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung SMA Negeri 2 Kecamatan Muara Batang Gadis, pekan lalu. Pembangunan gedung sekolah ini dalam menjawab kebutuhan infrastrukur sekolah menengah di daerah Sulang Aling yang selama ini merupakan kawasan terisolir. Foto: Hendri Pulungan  

  • Raih Prestasi Dengan Berolahraga

    Raih Prestasi Dengan Berolahraga

    • calendar_month Rabu, 15 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Pusat Kegiatan Olahraga Mengantar Prestasi Provinsi Sumatera Utara (Pugar Mentari Sumut) berkomitmen untuk terus memotivasi siswa di seluruh kabupaten/kota di Sumut terutama di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) untuk lebih menekuni dan giat berolahraga sebagai upaya menerapkan jiwa kreasi bagi anak didik di sekolah. Hal ini disampaikan Ketua Pugar Mentari Sumut Panataran SH MHum di […]

  • Bobby dan Harun Putra Madina Jadi Jagoan Gerindra Untuk Pilkada

    Bobby dan Harun Putra Madina Jadi Jagoan Gerindra Untuk Pilkada

    • calendar_month Rabu, 7 Agt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA- Mandailing Online : Dalam proses penjaringan Pemilihan Kepala Daerah, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Sumatera Utara (Sumut) jagokan dua putra terbaik Mandailing Natal (Madina) dalam Pemilihan Gubernur Sumut (Pilgubsu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada November 2024 mendatang. Ketua DPC Partai Gerindra Madina, H Erwin Efendi Lubis, SH, Rabu […]

expand_less