Selasa, 28 Jul 2026
light_mode

Imbas Lemahnya Nilai Tukar Rupiah, Pengrajin Tahu dan Tempe di Madina Mulai Wanti Wanti

  • account_circle Muhammad Hanapi
  • calendar_month Sabtu, 29 Jun 2024
  • print Cetak

Pengrajin tahu di kawasan aek galoga, Kelurahan Pidoli, Mandailing Natal ( Fikri)

MADINA-Mandailing Online : Melemahnya nilai rupiah terhadap dolar AS mulai diwanti-wanti para pengrajin tahu dan tempe yang bahan bakunya kacang kedelai impor karena akan membuat harga komoditas tersebut naik.

Mandailing Online menyambangi sejumlah pengrajin tempe di kawasan Kota Sianta Panyabungan, Mandailing Natal ( Madina ), Sabtu (29/6). Menurut mereka harga kedelai masih terpantau stabil dan normal.

Jailani pengrajin tempe ini mengaku harga kedelai masih berkisar Rp. 650.000/ karung nya. Untuk penjualan produksi sendiri setelah di potong dengan ukuran 10×12 cm ia menjual tempe pada pengecer diharga Rp 1800 saja, sementara pengecer menjual Rp. 2000.

” Sejauh ini belum ada pengaruh ke produksi meski harga nilai tukar rupiah ke dolla AS melemah. Harga Kedalai sendiri masih normal, namun kalau harga kedelai impor naik, otomatis saya mengikuti saja ” Jelas Jailani.

Sementara itu Adi pengrajin tahu di kawasan aek galoga, Kelurahan Pidoli Panyabungan memberi keterangan serupa. Harga tahu dari hasil produksi pabriknya masih normal. Ia menjual ke pengecer Rp. 900/ potong dengan ukuran 6×6 cm. Pengecer sendiri menjualnya Rp. 1000/ potong nya.

Saat harga kedelai naik, Adi mengaku terpaksa menyiasatinya dengan mengurangi ukuran potongan tahu, namun harga tetap normal. Hanya saja keuntungan yang diperoleh berkurang dari yang biasa.

” Kalau pengalaman ketika harga kedelai naik, keuntungannya hanya dikisaran 20 persen saja, tetapi kalau harga kedelai normal, keuntungan bisa mencapai 50 persen, ” Jelas Adi.

Daya beli sendiri diakui Adi yang sudah membuka usaha produksi tahu sejak 2008 lalu terus menurun. Penurunan drastis itu sejak covid 19 terjadi. Ia memperkirakan penurunan omset mencpai 30 persen.

“Sampai 30% turun. Kedepannya mungkin juga semakin menurun karena tahu juga sudah mulai kurang peminatnya ditambah harga bahan baku yang tidak menentu” Tutur Adi.

Penelusuran Mandailing Online dari sejumlah pengrajin tahu dan tempe mengaku sempat menggunaka bahan baku kedelai lokal. Selain harga lebih murah dari barang kedelai impor kualitas nya juga lebih bagus. Namun hanya bertahan beberapa waktu saja karena produksi kedelai lokal terus tergerus oleh kedelai impor.

Para pengrajin tahu tempe menilai, kondisi ini terjadi akibat tidak adanya kepedulian Pemerintah terhadap petani kedelai, sehingga petani memilih tidak nanam kedelai yang pada akhirnya berdampak pada pengrajin tahu tempe.

Kondisi itulah yang membuat pengrajin tahu dan tempe terpaksa bergantung pada kedelai impor yang harganya lebih mahal. ( fikri)

  • Penulis: Muhammad Hanapi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Idianto : Kejatisu Tegak Lurus Ungkap Kasus Dugaan Korupsi Stunting dan Smart Village di Madina

    Idianto : Kejatisu Tegak Lurus Ungkap Kasus Dugaan Korupsi Stunting dan Smart Village di Madina

    • calendar_month Jumat, 23 Mei 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online )- “Semua kasus yang saat ini sedang dilidik atau disidik oleh penyidik akan segera diungkap secara profesional dan sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Kami tetap tegak lurus dalam pengungkapan kasus tersebut,” ungkap Idianto selaku Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara ( Kajatisu ) saat ditanyai wartawan seputar dua dugaan  kasus korupsi  yang […]

  • Mahasiswa dan Pelajar Galang Dana Untuk Korban Banjir Siabu

    Mahasiswa dan Pelajar Galang Dana Untuk Korban Banjir Siabu

    • calendar_month Sabtu, 26 Okt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PADANGSIDEMPUAN (Mandailing Online) – Sejumlah organisasi kemahasiswaan dan pelajar melakukan gerakan pengumpulan dana, Sabtu (26/10/2019) untuk korban banjir di Kecamatan Siabu, Mandailing Natal. Penggalangan dilakukan di pusat kota Padangsidimpuan. Organisasi yang bergiat itu meliputi Ikatan Mahasiswa Mandailing Natal (IMMAN); Serikat Mahasiswa Tapanuli Selatan (Serma Tapsel); Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Tapsel. Aksi penggalangan dana […]

  • Presiden Diminta Hentikan Pungli di Malaysia

    Presiden Diminta Hentikan Pungli di Malaysia

    • calendar_month Kamis, 11 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didesak untuk meminta Pemerintah Malaysia melakukan tindakan hukum menghentikan praktik pungutan liar terhadap tenaga kerja Indonesia yang tengah mengikuti program pemutihan tenaga kerja di Malaysia. “Caranya, Presiden Yudhoyono harus berani menekan Pemerintah Malaysia untuk melakukan law enforcement terhadap para calo dan menghentikan praktik pungli tersebut. Sebab, yang bisa dilakukan […]

  • DCS Dapil 4 PBB Madina

    DCS Dapil 4 PBB Madina

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 4 PBB Madina

  • Sambut Ramadhan: MUI Madina Keluarkan 12 Himbauan

    Sambut Ramadhan: MUI Madina Keluarkan 12 Himbauan

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Dalam menyambut Ramdhan 1436, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Muspida Madina mengeluarkan 12 poin himbauan kepada kaum muslimin. Himbauan ini dikeluarkan untuk kekhusyukan dan kenyamanan umat Islam melaksanakan ibadah puasa. Hal itu dikatakan Ketua MUI Madina Drs. H. Syamsir Batubara didampingi Sekretaris, Ahmad Asrin,S.Ag.MA kepada wartawan Selasa (16/6). Himbauan itu : […]

  • Lima Pelajar SMK Negeri 1 Siabu Terjaring Operasi Sayang

    Lima Pelajar SMK Negeri 1 Siabu Terjaring Operasi Sayang

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      SIABU (Mandailing Online) – Sebanyak 5 pelajar terjaring dalam Operasi Sayang terhadap pelajar di wilayah Kecamatan Siabu, Mandailing Natal (Madina), Kamis  (30/7). Kelima pelajar itu adalah laki-laki yang berkeliaran di luar sekolah pada waktu belajar berlangsung. mereka diciduk dari salah satu warung. Kelimanya siswa SMK Negeri 1 Siabu. Operasi ini dilakukan Satpol PP Madina […]

expand_less