Rabu, 15 Jul 2026
light_mode

Longsor di Silaiya, 2 Tiang Listrik Tumbang

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 19 Nov 2010
  • print Cetak


Listrik Padam 20 Jam di Sayurmatinggi

SIDIMPUAN-Hujan yang mengguyur Desa Silaiya, Kecamatan Sayurmatinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan sejak beberapa hari belakangan ini mengakibatkan pinggiran Sungai Batang Angkola di Silaiya, Selasa (16/11) sekitar pukul 16.10 WIB tergerus air sungai yang meluap dan menumbangkan dua tiang listrik. Akibatnya, listrik di Sayurmatinggi, dan sebagian besar di Kabupaten Mandailing Natal pun padam selama 20 jam lebih.

Informasi yang dihimpun METRO, Rabu (17/11), hujan yang turun di Desa Silaiya, Kecamatan Sayurmatinggi, mengakibatkan air Sungai Batang Angkola di Silaiya yang memiliki lebar sekitar 20 meter meluap. Luapan air sungai hingga ke pinggir badan Jalinsum yang hanya setengah meter dari pinggir sungai, dan membuat tanah di pinggir badan jalan longsor sekitar setengah meter.

Satu tiang listrik yang letaknya di pinggir badan jalan tersebut pun tumbang karena tanahnya terkikis air sungai. Tumbangnya tiang listrik ini juga mengakibatkan satu tiang listrik lainnya yang jaraknya sekitar 10 meter ikut tumbang. Aliran listrik di daerah itu pun dan sejumlah kecamatan di Kabupaten Madina seperti Siabu, Panyabungan, Kotanopan, dan Natal seketika langsung padam.

Maswar (22), salah seorang warga Silaiya kepada METRO, kemarin (17/11) mengatakan, hujan sudah melanda Kecamatan Sayurmatinggi selama beberapa hari belakangan ini.”Beberapa hari ini hujan terus turun meskipun tidak deras. Akibatnya dua tiang listrik yang berada di Jalinsum Psp-Madina atau persis di pinggir aliran Sungai Batang Angkola, tumbang karena pinggiran jalan tanah longsor karena hujan dan air sungai,” ujar Maswar melalui telepon selulernya. Ditambahkannya, listrik di daerahnya padam pada Selasa (16/11) sejak pukul 16.20 WIB, dan kembali menyala Rabu (17/11) sekitar pukul 13.00 WIB.

Arifin Siregar, warga Pasar Sayur Matinggi, Kecamatan Sayur Matinggi, memperkirakan listrik PLN mulai padam Selasa (16/11) sekira pukul 18.00 WIB sampai Rabu (17/11) sekira pukul 15.00 WIB. Sementara itu, listrik di sejumlah daerah di Kabupaten Madina, sejak Selasa sore (16/11) pukul 17.00 WIB hingga Rabu (17/11) pukul 15.30 WIB padam. Akibatnya penyambutan hari raya kurban tahun ini relatif sunyi tanpa suara takbir bergema seperti tahun sebelumnya. Hal ini diungkapkan sejumlah warga Madina kepada METRO, kemarin (17/11).

Ardi (32), warga Kelurahan Simangambat, Kecamatan Siabu kepada METRO mengatakan, hari raya Idul Adha tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, karena tahun ini tidak terdengar kumandang takbir akibat padamnya listrik sehari semalam. Amatan METRO, waktu nyalanya listrik di Madina berbeda antara suatu desa dengan desa lain. Semisal di Desa Lumban Dolok Kecamatan Siabu, sesuai amatan METRO, listrik baru menyala sekira pukul 13.00 WIB. Namun di Kelurahan Simangambat, listrik menyala sekitar pukul 16.00 WIB atau sama dengan di Panyabungan. Sedangkan untuk wilayah Kotanopan ketika METRO mengonfirmasi salah seorang warga menyebutkan, di Kecamatan Kotanaopan listrik menyala sekira pukul 17.00 WIB.

Humas PLN Cabang Padangsidimpuan (Psp) yang membawahi wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel), Untung kepada METRO, Rabu (17/11), meminta maaf sebesar-besarnya atas padamnya listrik kepada seluruh masyarakat Kecamatan Sayurmatinggi dan Madina, khususnya umat muslim yang merayakan malam takbiran pada malam hari raya Idul Adha. “Padamnya listrik itu akibat gangguan alam. Kami meminta maaf kepada seluruh umat muslim yang merayakan hari raya Idul Adha,” ujarnya.

Dijelaskan Untung, akibat tumbangnya dua tiang listrik itu, listrik padam Selasa (16/11) sejak pukul 16.30 WIB dan kembali menyala Rabu (17/11) pukul 13.00. “Ketika kita dapat info ada dua tiang listrik tumbang di Silaiya, tim tekhnis langsung turun ke lapangan saat itu juga. Beruntung material yang dibutuhkan ada di kantor cabang, sehingga pengerjaan bisa dilangsungkan meskipun hujan pada malam itu (Selasa malam, red). Namun karena tidak selesai juga malam itu, maka kita lanjutkan hari ini (Rabu, red). Alhamdulillah berkat dukungan dan doa seluruh masyarakat, akhirnya selesai juga dan listrik kembali menyala,” ucapnya. (phn/wan)
Sumber : Metro Tabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jangka Dekat, Jalan Tabuyung – Manuncang Akan Dikerjakan

    Jangka Dekat, Jalan Tabuyung – Manuncang Akan Dikerjakan

    • calendar_month Jumat, 11 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ) sesuai Inpres Nomor 3 Tahun 2023 Pemerintah Pusat kucurkan dana Rp. 50 Milyar untuk pembangunan jalan sepanjang 11 Km di Kecamatan Muara Batang Gadis, Mandailing Natal ( Madina ). Hal ini dikatakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 33 Balai Jalan Nasional Kementerian PUPR Sumatra II M.Fauzan Azima Lubis saat melaporkan kegiatan itu […]

  • 69 tewas selama Lebaran di Sumut

    69 tewas selama Lebaran di Sumut

    • calendar_month Senin, 27 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN- (MO), Hingga hari ke-14 selama Lebaran, pelaksanaan Operasi Ketupat Toba 2012 yang digelar di wilayah hukum Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) terjadi 249 kasus kecelakaan lalulintas dengan mengakibatkan 69 orang tewas akibat kecelakaan lalulintas (Lakalantas) dan 188 orang mengalami luka berat serta 332 orang cidera ringan dengan kerugian materi mencapai Rp786.570.000,-. “Selama 14 hari […]

  • Nasib Penangkar Kopi Luwak ‘Gelap’, Sehitam Kopinya

    Nasib Penangkar Kopi Luwak ‘Gelap’, Sehitam Kopinya

    • calendar_month Minggu, 7 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pemerintah boleh bangga dengan kehebatan Kopi Luwak Indonesia yang mampu ‘menghipnotis’ para pecinta kopi di seluruh dunia seperti di ajang World Expo Shanghai China 2010. Namun kondisi ini justru berlawanan dengan nasib para produsen kopi luwak Liwa Lampung Barat. Setidaknya sepanjang tahun 2010 ini, para produsen kopi luwak Liwa Lampung Barat mengeluh sulitnya menjual produk […]

  • Wisata Memikat, Upaya Minim

    Wisata Memikat, Upaya Minim

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Kabupaten Mandailing Natal memiliki banyak potensi wisata yang mampu menghipnotis wisatawan, baik waisatawan lokal maupun manca negara. Hanya saja konsentrasi pemerintah daerah, kalangan swasta dan masyarakat luas belum begitu besar mengembangkannya. Dari sisi promosi, brosur pariwisata yang dikeluarkan Pemkab Madina sejauh ini masih Bendungan Batang Gadis, Air Panas Siabu, Gordang Sambilan, Bagas dan Sopo […]

  • Malam Tadi, Tiga Habib Isi Acara Tablik Akbar di Masjid Al Munawaroh Panyabungan III

    Malam Tadi, Tiga Habib Isi Acara Tablik Akbar di Masjid Al Munawaroh Panyabungan III

    • calendar_month Selasa, 30 Mei 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ): Meski datangnya telat dan tak sesuai jadwal akibat perjalanan jauh, kedatangan Habib Reyhan Al Qadry, Habib Haydar Al Atthas dan Habib Ahmad Thoha Alaydrus senin malam 29/5/2023  ke Masjid Almunawaroh Kelurahan Panyabungan III, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal dalam rangka Tablik Akbar Madina Bersholawat, tidak menurunkan niat warga muslim yang ingin […]

  • 75 % anggota DPRD Sumut “wajah baru”

    75 % anggota DPRD Sumut “wajah baru”

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Sejumlah 75 persen anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumatera Utara periode 2014-2019 yang dilantik di Medan, merupakan “wajah baru”. Sedangkan 25 persen lagi merupakan “wajah lama” karena menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut periode 2009-2014 yang berasal dari tujuh partai politik (parpol). Ke-25 wajah lama itu adalah Ajib Shah, Helmiati, […]

expand_less