Rabu, 15 Jul 2026
light_mode

Kawasan Pendidikan Disepakati Masyarakat Tembakau untuk Bebas Rokok

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 21 Agt 2011
  • print Cetak


SEMARANG:
Asosiasi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI) menyepakati jika ada larangan merokok di kawasan tertentu, seperti lingkungan pendidikan dan kesehatan, namun harus diberlakukan secara adil.

“Kami sepakat jika ada larangan semacam itu, seperti di kawasan sekolah, rumah sakit, dan sebagainya. Silakan diatur dalam regulasi yang adil dan berimbang,” kata Wakil Ketua Umum AMTI, Budidoyo, di Semarang, Jumat, 19 Agustus 2011.

Regulasi, kata dia, seharusnya menjadi solusi dari suatu permasalahan, bukan menjadi senjata yang mematikan pihak-pihak tertentu, dalam kaitan ini terutama para petani tembakau dan kalangan industri rokok.

Ia mengakui adanya dampak berbahaya yang diakibatkan oleh rokok, namun di sisi lain keberadaan para petani tembakau dan kelangsungan industri-industri rokok yang masih banyak berskala kecil perlu diperhatikan.

Selama ini, kata dia, larangan merokok di tempat-tempat tertentu, seperti lingkungan pendidikan dan kesehatan masih sebatas peraturan daerah (perda), sehingga penerapannya di masing-masing daerah berbeda.

“Ada daerah yang melarang melalui perda, ada juga yang belum punya perda tentang itu. Berarti masih bersifat parsial, kami setuju jika ada payung hukum yang lebih tinggi mengatur tentang masalah tembakau,” katanya.

Menurut dia, kawasan tanpa asap rokok memang harus dirumuskan dan diberlakukan sama di seluruh daerah, tidak boleh berbeda-beda dalam suatu daerah, sekaligus memberikan solusi atas larangan tersebut.

“Kalau memang ada kawasan larangan merokok, beri tempat khusus bagi mereka yang merokok agar tidak melakukannya di tempat yang dilarang (‘smoking room’) misalnya. Itu salah satu contoh solusi,” katanya.

Ia menjelaskan, permasalahan tembakau dan rokok memang menjadi perdebatan panjang berbagai kalangan, seperti pembahasan rancangan peraturan pemerintah (RPP) dan RUU tentang Pengendalian Produk Tembakau.

“Melihat dari kontennya, kami memang mengkritisi beberapa poin yang dikhawatirkan bisa berdampak pada nasib para petani tembakau, sehingga meminta agar regulasi tentang tembakau harus adil dan berimbang,” kata Budidoyo.

Senada dengan itu, Ketua Bidang Organisasi dan Kaderisasi Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI), Soeseno mengatakan, kelangsungan petani tembakau tak bisa diabaikan dalam pembahasan regulasi tentang tembakau.

“Nasib petani tembakau juga tak selamanya bagus, tergantung cuaca. Sebagai petani tembakau, mereka pasti mengandalkan komoditas yang dihasilkan, yakni daun tembakau. Kalau tidak laku akan jadi sampah,” katanya.

Karena itu, kata Soeseno, pihaknya menilai regulasi tentang tembakau bisa menjadi jaminan kepastian usaha para petani tembakau dan industri rokok, sekaligus bisa mematikan mereka jika tidak adil dan berimbang.(an)
Sumber : eksposnews.com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Alokasi DD Tahun 2016 di Kampung Padang Diduga Tumpang Tindih Dengan Tahun 2015

    Alokasi DD Tahun 2016 di Kampung Padang Diduga Tumpang Tindih Dengan Tahun 2015

    • calendar_month Senin, 3 Okt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Warga Desa Kampung Padang, Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal kecewa terhadap penggunaan Dana Desa tahun ini. Pasalnya, Dana Desa yang dialokasikan tahun 2016 ini diduga dialokasikan pada titik yang sama, yakni pembangunan rabat beton jalan pemukiman tahun 2015. “Tahun 2015 yang lalu Dana Desa Kampung Padang sebesar Rp 46.232.200 dipergunakan untuk […]

  • Dengan Semangat HUT Madina Ke 15 Mari Kita Lanjutkan Pembangunan Untuk Kesejahteraan Rakyat

    Dengan Semangat HUT Madina Ke 15 Mari Kita Lanjutkan Pembangunan Untuk Kesejahteraan Rakyat

    • calendar_month Kamis, 6 Mar 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Oleh : Maradotang Pulungan Salah satu upaya untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat adalah dengan cara meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Sebagai sasaran utama strategi pembangunan, laju pertumbuhan ekonomi merupakan hal penting yang selalu dikedepankan oleh pemerintah Kabupaten Mandailing Natal. Pencapaian pertumbuhan ekonomi yang tinggi merupakan tujuan utama, mengingat Mandailing Natal sebagai Kabupaten yang berkembang, pertumbuhan ekonomi merupakan hal […]

  • Butuh Pembenahan Tata Kelola Penarikan PAD Sektor Pasar

    Butuh Pembenahan Tata Kelola Penarikan PAD Sektor Pasar

    • calendar_month Senin, 30 Agt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Perolehan PAD dari sektor pasar di Mandailing Natal sejauh ini masih belum maksimal. Untuk itu harus dilakukan pembenahan dan perbaikan tata kelola agar capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor ini bisa berkembang ke depan. Rapat kordinasi yang dipimpin Wakil Bupato Madina, Atika Azmi Utammi Nasution, Senin (30/8/2021) di aula […]

  • Mengunjungi Penghuni Gubuk di Sekitar Pemakaman Dusun Tanjung Tua

    Mengunjungi Penghuni Gubuk di Sekitar Pemakaman Dusun Tanjung Tua

    • calendar_month Jumat, 19 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Hidup Nomaden setelah Ayah Meninggal dan Ibu Sakit Jiwa Sungguh tragis kehidupan yang dijalani kakak beradik, Kholia Harahap (35) dan Dian Harahap (7). Di tengah kemajuan zaman yang serba canggih, keduanya justru hidup serba kekurangan dalam segala hal. eduanya tinggal di gubuk reyot seadanya di dekat kuburan umum Dusun Tanjung Tua, Desa Marsada, Kecamatan Sipirok, […]

  • Solusi Memberantas Kasus Perundungan di Kalangan Pelajar

    Solusi Memberantas Kasus Perundungan di Kalangan Pelajar

    • calendar_month Senin, 20 Nov 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Nurmala Sari, S.Pd Aktivis Dakwah tinggal di Tarutung, Sumut Tiada hari tanpa adanya masalah. Kejahatan yang terus menjelma di sistem kehidupan hari ini. Masalah yang terjadi bukan hanya menimpa masyarakat, tetapi juga merambah ke kalangan anak-anak termasuk pelajar. Permasalahan yang paling banyak terjadi dan terus meningkat yakni tentang perundungan (bullying) terhadap sesama pelajar, […]

  • Iskandar Hasibuan: DPRD Madina Bukan Penghianat

    Iskandar Hasibuan: DPRD Madina Bukan Penghianat

    • calendar_month Selasa, 4 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    Pansus Palmaris Menunggu Paripurna Panyabungan (MO) – Sekretaris Komisis I DPRD Mandailing Natal (Madina), Iskandar Hasibuan menyatakan tak tepat DPRD Madina disebut penghianat. Sebab, Panitia Khusus (Pansus) Palmaris telah merumuskan hasil kerjanya dan menunggu untuk diparipurnakan. Hal ini dikatakan Iskandar menjawab wartawan di gedung dewan, Selasa (4/9) terkait tudingan Sugianto, mewakili warga Batahan yang menilai […]

expand_less