Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

Bisik-bisik Pengganti Sekda Medan Terkuak, Ada Indikasi Konsolidasi Politik 2029

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month 6 menit yang lalu
  • print Cetak

 

Oleh: Tim Mandailing Epicentrum*

Kota Medan mulai terasa bergerak. Belum gaduh di permukaan, namun suhu politik dan birokrasi perlahan naik menjelang penghujung masa jabatan Sekretaris Daerah Kota Medan, Wirya Alrahman, yang dikabarkan memasuki masa pensiun pada Juli 2026.

Di tengah suasana itu, muncul bisik-bisik yang makin sulit dibendung:
siapa pengganti sekda berikutnya?

Pertanyaan itu terdengar administratif. Tetapi di Medan, jabatan Sekda bukan sekadar urusan administrasi pemerintahan. Kursi itu adalah simpul kekuasaan birokrasi. Ia mengatur denyut organisasi, ritme anggaran, pergerakan ASN hingga arah komunikasi internal pemerintahan kota.

Karena itulah, kabar bahwa Wirya disebut-sebut mulai “menyiapkan pengganti” langsung memancing tafsir politik yang lebih luas.

Apalagi isu tersebut dibarengi narasi bahwa Wirya tidak ingin benar-benar meninggalkan panggung kekuasaan setelah pensiun. Ia bahkan mulai dikaitkan dengan kontestasi Pilkada Medan 2029.

Jika benar demikian, maka publik sedang menyaksikan satu fase penting:
transisi birokrasi yang mulai bersentuhan langsung dengan peta politik masa depan.

 

Sekda dan Mesin Pengaruh

Dalam praktik pemerintahan daerah, posisi sekda sering kali jauh lebih strategis daripada yang terlihat di permukaan.

Wali kota boleh menjadi wajah pemerintahan. Namun sekda adalah pengendali mesin.

Ia mengetahui:

  • peta kekuatan OPD,
  • dinamika pejabat,
  • alur proyek,
  • ritme anggaran,
  • hingga karakter birokrasi sampai level bawah.

Karena itu, pergantian sekda hampir selalu menjadi momen sensitif.

Siapa yang duduk di posisi itu akan menentukan:

  • apakah orbit lama tetap bertahan,
  • atau lahir poros birokrasi baru.

Di titik inilah isu “pengganti sekda” berubah dari sekadar urusan jabatan menjadi pertarungan pengaruh jangka panjang.

 

Medan dan Aroma Konsolidasi

Narasi yang beredar juga menyebut dukungan dari Agus Andrianto, mantan petinggi Polri yang kini berada di lingkar kabinet nasional.

Penyebutan nama besar seperti itu bukan detail kecil.

Dalam politik lokal Sumatera Utara, dukungan elite nasional sering menjadi sinyal:
bahwa seorang aktor tidak sedang bermain sendirian.

Pesan psikologisnya kuat:

  • kepada birokrasi,
  • kepada elite politik,
  • dan kepada lawan-lawan potensial.

Bahwa ada jaringan yang sedang dipelihara.
Ada pengaruh yang ingin dijaga tetap hidup setelah masa jabatan berakhir.

 

ASN Mulai Membaca Arah Angin

Yang paling cepat menangkap perubahan suasana biasanya bukan publik, melainkan birokrasi itu sendiri.

Ketika isu pergantian sekda mulai beredar, maka yang bergerak pertama kali adalah:

  • loyalitas,
  • komunikasi,
  • kedekatan, dan
  • kalkulasi internal para pejabat.

Sebagian mulai membaca: Siapa yang akan naik?

Sebagian lain mulai berhitung: Siapa yang harus didekati?

Dan sebagian lagi mulai waspada: Apakah akan terjadi pergeseran kekuatan besar di tubuh Pemko Medan.

Dalam situasi seperti ini, satu rumor kecil bisa menghasilkan efek besar. Karena, birokrasi selalu sensitif terhadap arah kekuasaan.

 

Medan Sedang Memanas

Barangkali inilah fase awal yang sedang terjadi di Medan hari ini:
belum meledak, tetapi mulai memanas.

Belum terbuka, tetapi bisik-bisiknya makin rapat. Dan ketika isu pengganti sekda mulai dikaitkan dengan Pilkada 2029, maka publik layak bertanya: Apakah ini murni transisi birokrasi,
atau justru awal konsolidasi politik jangka panjang?

Sebab di Medan, sejarah sering menunjukkan:
pertempuran besar biasanya tidak dimulai di panggung kampanye.

Pelan-pelan panas merambat.
Dari lorong birokrasi.
Dari meja kekuasaan.
Dan dari bisik-bisik yang awalnya dianggap angin lalu. ***

*)Wadah pemikiran, gerakan kritis dan motivasi untuk sinergi yang energik.

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sungai Parlampungan  dan Batang Natal Terus Digarap Pelaku Tambang Emas Ilegal

    Sungai Parlampungan dan Batang Natal Terus Digarap Pelaku Tambang Emas Ilegal

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Batangnatal ( Mandailing Online )- Daerah aliran sungai ( DAS ) di wilayah Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) nampaknya tidak ada yang selamat dibuat para pelaku tambang emas ilegal.  Mereka terus merusak ekosistem sungai dan sekitarnya. Sungai parlampungan yang berada di desa aek baru jae saat ini menjadi lahan subur pelaku […]

  • Bupati dan Wakil Bupati Madina Terima Audiensi DPC Khusus Ikanas

    Bupati dan Wakil Bupati Madina Terima Audiensi DPC Khusus Ikanas

    • calendar_month Selasa, 19 Apr 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Baik Bupati Mandailing Natal (Madina) H. M. Ja’far Sukhairi Nasution maupun Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution menerima audiensi Dewan Pengurus Cabang (DPC) Khusus Ikanas (Ikatan Keluarga Nasution) di ruang kerja masing-masing, Selasa (9/4). Kedatangan pengurus Ikanas ini selain untuk temu ramah dengan pimpinan daerah juga menyampaikan kegiatan Gema Ramadhan 2022 […]

  • Pasca Putusan MK, KPU Madina Akan Plenokan Penetapan Cakada Terpilih

    Pasca Putusan MK, KPU Madina Akan Plenokan Penetapan Cakada Terpilih

    • calendar_month Senin, 24 Feb 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      JAKARTA (Mandailing Online) – Pasca putusan MK, Komisi Pemilihan Umum Mandailing Natal (KPU Madina) segera menggelar rapat pleno penetapan calon bupati dan wakil bupati Madina terpilih hasil Pilkada Madina 2024. Mahkamah Konstitusi (MK), Senin (24/2/2025) menolak seluruh permohonan Paslon nomor urut 1, Harun Mustafa Nasution–M. Ichwan Nasution (ON MA). Dengan demikian, Pilkada Madina 2024 […]

  • Banyak Desakan Produksi Film “Biola Namabugang 2”

    Banyak Desakan Produksi Film “Biola Namabugang 2”

    • calendar_month Sabtu, 18 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 5Komentar

    Film “Senandung Willeam” Butuh Setting Asli Tahun 1800-an Panyabungan (MO) – Sutradara film “Biola Na Mabugang”, Askolani Nasution, Jum’at (17/2) mengakui bahwa saat ini banyak desakan untuk lebih dulu meluncurkan film “Biola Namabugang II” dan membelakangkan produksi film film “Senandung Willeam”. Desakan itu berdasar banyaknya publik yang menunggu lanjutan kisah hidup Maliki dan Hanapi. Selain […]

  • KKN di Sumbar, Mahasiswa STAIN Madina Dilibatkan Musdes

    KKN di Sumbar, Mahasiswa STAIN Madina Dilibatkan Musdes

    • calendar_month Selasa, 6 Agt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Kuliah Kerja Nyata kelompok 19 dari Mahasiswa STAIN Madina saat dilibatkan Musdes di Desa Lubuk Gadang, Kecamatan Koto Balingka Kabupaten Pasaman Barat ( fikri)SUMBAR -Mandailing Online : ada sejumlah program yang ditawarkan kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 19 dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Madina saat dilibatkan langsung dalam Musyawarah Desa Lubuk […]

  • Ketua PDIP Medan dipolisikan

    Ketua PDIP Medan dipolisikan

    • calendar_month Selasa, 19 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Merasa nama baiknya dicemarkan, seorang kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Zakir Husin alias Zakir, mengadukan Ketua DPC PDIP Medan, Henry Jhon Hutagalung ke Polresta Medan. Zakir tidak senang atas pernyataan Henry Jhon Hutagalung di media massa yang menuding dirinya mengedarkan narkoba dan dibeking polisi. Tidak hanya itu, Jhon juga menyurati Kapolda Sumut […]

expand_less