Jumat, 16 Okt 2026
light_mode

Bisik-bisik Pengganti Sekda Medan Terkuak, Ada Indikasi Konsolidasi Politik 2029

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
  • print Cetak

 

Oleh: Tim Mandailing Epicentrum*

Kota Medan mulai terasa bergerak. Belum gaduh di permukaan, namun suhu politik dan birokrasi perlahan naik menjelang penghujung masa jabatan Sekretaris Daerah Kota Medan, Wirya Alrahman, yang dikabarkan memasuki masa pensiun pada Juli 2026.

Di tengah suasana itu, muncul bisik-bisik yang makin sulit dibendung:
siapa pengganti sekda berikutnya?

Pertanyaan itu terdengar administratif. Tetapi di Medan, jabatan Sekda bukan sekadar urusan administrasi pemerintahan. Kursi itu adalah simpul kekuasaan birokrasi. Ia mengatur denyut organisasi, ritme anggaran, pergerakan ASN hingga arah komunikasi internal pemerintahan kota.

Karena itulah, kabar bahwa Wirya disebut-sebut mulai “menyiapkan pengganti” langsung memancing tafsir politik yang lebih luas.

Apalagi isu tersebut dibarengi narasi bahwa Wirya tidak ingin benar-benar meninggalkan panggung kekuasaan setelah pensiun. Ia bahkan mulai dikaitkan dengan kontestasi Pilkada Medan 2029.

Jika benar demikian, maka publik sedang menyaksikan satu fase penting:
transisi birokrasi yang mulai bersentuhan langsung dengan peta politik masa depan.

 

Sekda dan Mesin Pengaruh

Dalam praktik pemerintahan daerah, posisi sekda sering kali jauh lebih strategis daripada yang terlihat di permukaan.

Wali kota boleh menjadi wajah pemerintahan. Namun sekda adalah pengendali mesin.

Ia mengetahui:

  • peta kekuatan OPD,
  • dinamika pejabat,
  • alur proyek,
  • ritme anggaran,
  • hingga karakter birokrasi sampai level bawah.

Karena itu, pergantian sekda hampir selalu menjadi momen sensitif.

Siapa yang duduk di posisi itu akan menentukan:

  • apakah orbit lama tetap bertahan,
  • atau lahir poros birokrasi baru.

Di titik inilah isu “pengganti sekda” berubah dari sekadar urusan jabatan menjadi pertarungan pengaruh jangka panjang.

 

Medan dan Aroma Konsolidasi

Narasi yang beredar juga menyebut dukungan dari Agus Andrianto, mantan petinggi Polri yang kini berada di lingkar kabinet nasional.

Penyebutan nama besar seperti itu bukan detail kecil.

Dalam politik lokal Sumatera Utara, dukungan elite nasional sering menjadi sinyal:
bahwa seorang aktor tidak sedang bermain sendirian.

Pesan psikologisnya kuat:

  • kepada birokrasi,
  • kepada elite politik,
  • dan kepada lawan-lawan potensial.

Bahwa ada jaringan yang sedang dipelihara.
Ada pengaruh yang ingin dijaga tetap hidup setelah masa jabatan berakhir.

 

ASN Mulai Membaca Arah Angin

Yang paling cepat menangkap perubahan suasana biasanya bukan publik, melainkan birokrasi itu sendiri.

Ketika isu pergantian sekda mulai beredar, maka yang bergerak pertama kali adalah:

  • loyalitas,
  • komunikasi,
  • kedekatan, dan
  • kalkulasi internal para pejabat.

Sebagian mulai membaca: Siapa yang akan naik?

Sebagian lain mulai berhitung: Siapa yang harus didekati?

Dan sebagian lagi mulai waspada: Apakah akan terjadi pergeseran kekuatan besar di tubuh Pemko Medan.

Dalam situasi seperti ini, satu rumor kecil bisa menghasilkan efek besar. Karena, birokrasi selalu sensitif terhadap arah kekuasaan.

 

Medan Sedang Memanas

Barangkali inilah fase awal yang sedang terjadi di Medan hari ini:
belum meledak, tetapi mulai memanas.

Belum terbuka, tetapi bisik-bisiknya makin rapat. Dan ketika isu pengganti sekda mulai dikaitkan dengan Pilkada 2029, maka publik layak bertanya: Apakah ini murni transisi birokrasi,
atau justru awal konsolidasi politik jangka panjang?

Sebab di Medan, sejarah sering menunjukkan:
pertempuran besar biasanya tidak dimulai di panggung kampanye.

Pelan-pelan panas merambat.
Dari lorong birokrasi.
Dari meja kekuasaan.
Dan dari bisik-bisik yang awalnya dianggap angin lalu. ***

*)Wadah pemikiran, gerakan kritis dan motivasi untuk sinergi yang energik.

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Empat Penambang Emas di Hutabargot Tewas Keracunan

    Empat Penambang Emas di Hutabargot Tewas Keracunan

    • calendar_month Senin, 9 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Biarkan alam yang menjawab. Mungkin kata-kata itulah yang tepat terkait keberadaan tambang emas ilegal di Kecamatan Hutabargot, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Keberadaan tambang emas ilegal kian hari kian tidak terkoordinir. Tinggal menunggu waktu terjadinya bencana? Sebenarnya, tanda-tanda bencana sudah mulai tampak. Seperti baru-baru ini, empat penambang dari Jawa, meninggal dalam lubang tambang diduga karena […]

  • Andi Kembali Diancam Fatori

    Andi Kembali Diancam Fatori

    • calendar_month Selasa, 7 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIANTAR- Kontributor Trans TV Andi Siahaan kembali mendapat ancaman dari Kapolresta Siantar AKBP Fatori SIk, Minggu (5/12) pagi. Kabar ini diketahui melalui berita yang beredar ke email sejumlah wartawan di Siantar. Dalam email tersebut, Andi mengatakan bahwa Fatori mengancam akan menghabisi nyawanya jika keluar dari tahanan. “Sekitar pukul 8.10 WIB, Minggu (5/12), Fatori mendatangi ruang […]

  • Wali Kota Takut Temui Korban Kebakaran

    Wali Kota Takut Temui Korban Kebakaran

    • calendar_month Minggu, 6 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIANTAR- Satu hari pasca kebakaran Pasar Parluasan, Senin (28/2) Wali Kota Pematangsiantar, Hulman Sitorus belum berkunjung ke lokasi. Padahal, puluhan pedagang yang kiosnya terbakar ingin mendapat dukungan moral dari orang nomor satu di Pemko Pematangsiantar tersebut. Beredar informasi, ketidakhadiran Hulman Sitorus dikarenakan ‘takut’ dengan pedagang. Apalagi beredar juga kabar bahwa kebakaran ratusan kios itu, ada […]

  • Ikan Jurung di Lubuk Larangan Aek Pohon

    Ikan Jurung di Lubuk Larangan Aek Pohon

    • calendar_month Minggu, 28 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Manndailing Online) – Lubuk larangan di Sungai Aek Pohon, Pidoli, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina) dibuka untuk halayak umum, Minggu (28/4/2013). Daya tarik lubuk larangan benar-benar selalu memikat sejak dahulu. Ratusan penduduk Madina dari berbagai penjuru kecamatan tumpah ruah di sepanjang aliran sungai dan bergerombol dalam titik-titik lubuk. Mereka membawa jala. Tetapi ada juga yang […]

  • Dishut tak punya data kerusakan hutan

    Dishut tak punya data kerusakan hutan

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIBUHUAN – Tingkat kerusakan hutan (deforestasi) di Kabupaten Padanglawas tergolong tinggi akibat perambahan dan adanya dugaan penyalahgunaan HPH, sehingga mengarah pada pembalakan liar. “Ternyata Dinas Kehutanan dan Perkebunan tidak mempunyai data tentang kerusakan hutan itu,” ungkap Kepakla Dinas Hutbun Padanglawas, Sulaiman Harahap, siang ini. Dia mengatakan, pihaknya belum mempunyai data tetang deforastasi. Mereka juga belum […]

  • Kapoldasu: Demo pengaruhi investasi Medan

    Kapoldasu: Demo pengaruhi investasi Medan

    • calendar_month Minggu, 23 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO) – Penutupan Konjen Amerika Serikat akan berdampak pada investasi di kota Medan. “Lihat sekarang pemerintah Amerika Serikat sudah menutup konsulatnya di Medan. Sebenarnya kita malu tidak dapat memberi rasa aman di wilayah ini. Dengan begini, investor yang akan ke Medan juga takut,” Kapolda Sumut, Irjen Wisjnu Amat Sastro, hari ini. Menyikapi berbagai unjuk […]

expand_less