Jumat, 21 Agu 2026
light_mode

Ramadan dan Covid-19: Meneguhkan Iman dan Imun

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 15 Mei 2020
  • print Cetak

Oleh : Prof. Dr. H. Duski Samad, M.Ag

 

“Dan mereka tidak mengagungkan Allah sebagaimana mestinya padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Maha Suci Dia dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka sekutukan.”(QS. Az-Zumar 39: Ayat 67).

Ayat di atas menjadikan titik pangkal iman dan sikap hidup seorang mukmin saat menghadapi keadaan yang dahsyat, bahwa hanya kuasa Allah yang Maha Agung di atas segalanya dan apapun jua.

Pengertian bahwa peristiwa dalam kehidupan, termasuk Covid-19, adalah atas kehendak Allah, tidaklah boleh dipahami dengan pasrah sepenuhnya, tanpa ada ikhtiar dan usaha maksimal, dan tidak pula boleh disikapi dengan pongah, memandang enteng dan merasa paling tahu.

Bimbingan Islam mengajar untuk mengerti qadrullah sama artinya dengan mengimani qadarullah. Ada beberapa makna dan kandungan yang terkandung di dalamnya, antara lain;

1. Menghilangkan rasa putus asa saat menemui halangan dan kegagalan.

2. Tidak lupa daratan atau bersikap sombong ketika meraih kenikmatan dan keberhasilan.

3. Selalu merasa dekat dengan Allah sehingga akan tercipta ketenangan dan ketentraman hati.

4. Selalu berprasangka baik terhadap rencana dan keputusan Allah.

5. Kesadaran bahwa apa yang menurut kita baik, belum tentu baik juga menurut Allah, begitupun sebaliknya.

6. Bukti kelemahan kita sebagai seorang hamba di hadapan Allah SWT.

Memudahkan Amal Saat Bahaya Mengancam

Pemahaman utuh dan mendalam tentang hakikat ibadah, akan mengurangi beragamnya sikap keagamaan umat menghadapi pengantian salat Jumat dengan Zuhur, meniadakan salat berjamaah, berhentinya wirid harian di masjid dan mushalla, begitu juga tarawih, tadarus, itikaf sebagai cara memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Ulama dipercaya sebagai pewaris Nabi. Jika fatwa, maklumat dan taushiyah mereka diragukan, adalah musibah bagi agama dan umat.

Ada mubaligh dan dai yang membangun opini dan wacana di luar maksud MUI, seperti menyebutkan mengunci masjid itu kesalahan besar, masjid itu tempat suci, tidak mungkin menyebarkan virus, dan komentar yang sepertinya menyangsikan otoritas ulama yang melembaga dalam Majelis Ulama Indonesia dari pusat, provinsi dan kabupaten kota adalah bentuk kekurang paham mengapa ulama mentaushiyah ibadah berbeda dengan lazimnya, sebab paling dasar karena memang sunnah mengajarkan meringan ibadah saat ada bahaya yang mengancam nyawa.

Menyangsikan fatwa, maklumat dan taushiyah ulama adalah salah satu bencana atau musibah yang merusak taqwa. Taqwa itu definisinya imtisalan anil amir waj tanabi anin nawahi, mengikuti sepenuhnya apa yang diperintahkan Allah, dan menjauhi segala yang dilarang.

Taqwa itu adalah loyal, patuh, taat dan tentu termasuk mematuhi anjuran ulama. Bila nasehat ulama yang berkaitan dengan agama, tidak dipatuhi, itu sama artinya orang sudah melakukan apa yang tidak diketahuinya. “Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya.”(QS. Al-Isra’ 17: Ayat 36).

Entitas ulama yang disebut al Qur’an sebagai hamba yang paling takut pada Allah, sangat lah rugi umat bila nasehatnya diperdebatkan pula. “Dan demikian (pula) di antara manusia, makhluk bergerak yang bernyawa, dan hewan-hewan ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya, hanyalah para ulama. Sungguh, Allah Maha Perkasa, Maha Pengampun.”(QS. Fatir 35: Ayat 28).

Memandang remeh fatwa, maklumat dan nasehat agama adalah sumber kerusakan dan kerugian agama, manistakhafal ulama’, khasratuddin, siapapun yang memandang enteng ulama maka agama menjadi rugi.

Covid-19 telah menjadi sebab banyaknya umat yang mengugat dan memandang remeh ulamanya, ini tentu akan merusak ketaqwaan. Ulama telah menetapkan kemudahan ibadah itu dalam memenuhi kaidah almasaqah tejlibut taisir (kesulitan itu membawa kemudahan) dan kaidah-kaidah syari’i lainnya sesuai nash.

Iman, Taqwa dan Imun

Ramadhan yang membawa pasan taqwa diperuntukkan bagi umat yang beriman, maknanya ada kaitan langsung antara iman dan taqwa. Iman dasar taqwa, taqwa hasil iman.

Iman atau kepercayaan merupakan dasar utama seseorang dalam memeluk sesuatu agama karena dengan keyakinan dapat membuat orang untuk melakuakan apa yang diperintahkan dan apa yang dilarang.

Rukun iman adalah dasar, inti atau pokok-pokok kepercayaan yang harus diyakini oleh setiap pemeluk agama islam. Kata iman juga berasal dari kata kerja amina-yu’manu-amanan yang berarti percaya.

Keimanan adalah suatu keyakinan yang tertanam dalam hati yang dibuktikan melalui sikap, tindakan, setiap manusia yang sepenuh hati beriman kepada Allah swt memenuhi semua perintah-Nya dan menjauhi segala  apa yang dilarang-Nya.

Iman bukan hanya percaya, melainkan keyakinan yang mendorong seorang muslim berbuat amal shaleh. Seseorang dinyatakan beriman bukan hanya percaya terhadap sesuatu, melainkan mendorongnya untuk mengucapkan dan melakukan sesuatu sesuai keyakinan. Adapun orang yang beriman disebut mukmin.

Tahap-tahap keimanan dalam Islam adalah dibenarkan di dalam qalbu (keyakinan mendalam akan Kebenaran yang disampaikan). Diikrarkan dengan lisan (menyebarkan Kebenaran). Diamalkan (merealisasikan iman dengan mengikuti contoh Rasul). Iman menanamkan semangat berani menghadapi maut. Iman memberikan ketentraman jiwa.Iman mewujudkan kehidupan yang baik. Iman melahirkan sikap ikhlas dan konsekuen. Iman memberikan keberuntungan dan orang beriman dengan mudah mematuhi sunah dan nasehat ulama, tak terkecuali dalam ibadah.

Implementasi itu ada pada taqwa. Taqwa berasal dari kata waqa, yaqi, wiqayah. Yang berarti takut, menjaga, memelihara dan melindungi. Sesuai dengan makna tersebut, maka taqwa dapat diartikan sikap memlihara keimanan yang diwujudkan dalam pengamalan ajaran agama islam secara utuh dan konsisten (istiqomah).

Karakteristik orang-orang yang bertaqwa, secara umum ia dapat memelihara iman. Mencintai sesama umat manusia yang diwujudkan melalui kesanggupan mengorbankan harta. Mendirikan shalat dan menunaikan zakat. Menepati janji, yang dalam pengertian lain memelihara kehormatan diri. Sabar disaat kepayahan atau mendapat cobaan.

Iman Menguatkan Imun

Merawat iman dan meneguhkan taqwa diyakini dapat membuat diri orang memiliki daya tahan diri atau imun dari serangan virus. Dalam artikel ilmiah ahli kesehatan yang dipublish di medsos bahwa setiap manusia yang sehat memiliki daya tahan tubuh alias imunitas untuk melawan berbagai mikroba: bakteri, virus, dan jamur.

Setiap hari tubuh manusia menghirup mikroba, tetapi tidak langsung sakit. Dalam tubuh manusia ada namanya neutrophil yang melawan bakteri dan  limfosit  yang melawan virus. Neutrofil  ibarat seperti polisi, sedangkan limfosit seperti TNI. Semua bekerja sama melawan musuh yang masuk dalam tubuh.

Muthmainah dalam artikel 11 April 2020 menyampaikan cara menjaga iman dan imun. Menurutnya ada lima cara yang dapat diterapkan dan tertera pada ulasan berikut:

1. Salat In Time, sebelum adzan sudah bersiap diri untuk melakukan salat.

2. Tadabbur Al-Qur’an, membaca dan memahami arti dari ayat-ayat suci Al-Qur’an.

3. Dzikrullah, berdzikir kepada Allah setiap saat.

4. Berdoa, berdoa meminta selalu dijaga iman dan imunnya.

5. Memperbanyak sodaqoh, mencintai fakir miskin dan anak yatim.

Mengapa iman dan taqwa dapat menguatkan imun, alasan mudahnya dapat dikatakan ketika keyakinan pada taqdir menghujam kuat, lidahnya basah dengan dzikrullah, pikirannya fokus pada realitas hidup tidak sepenuhnya dapat dirancang. Maka ia siap hidupnya dipenuhi optimisme. Keselarasan hidup dan kelurusan pola berfikir banyak dibentuk oleh jiwa optimis (al raja’), sabar, syukur, tawakkal dan ridha pada kehendak Allah.

Akhirnya dapat ditegaskan bahwa menyambut Ramadhan 1441/2020 Ini tetap optimis, sabar, syukur dan bersemangat untuk mendapat taqwa, karena taqwa yang benar dapat membuat matangnya jiwa, dan lurusnya pikiran, dan akhirnya menguatkan imun, daya tahan tubuh menghadapi virus.

Salat tarawih, tadarus alquran, buka bersama, bersalam-salam, pengajian ramadhan, idul fitri tidak mungkin dilakukan secara terbuka di masjid seperti selama ini, tetapi yakinkan diri bahwa peluang meraih taqwa melalui rumah masing-masing terbuka lebar.

Saatnya bapak menjadi imam sepenuhnya, waktunya tarawih secara berkeluarga. Tempatnya lomba khatam Al Quran bapak, ibu dan anak. Waktunya pula memberikan bantuan kepada faqir miskin, utamakan tetangga yang menjadi miskin baru, karena efek Covid-19.

Sungguh tidak akan berkurang lahan ibadah di bulan Ramadhan 1441 H walau harus super hati-hati menjaga diri, keluarga dan lingkungan dari penularan virus. Marhaban ya Ramadhan. Amin.***

Prof. Dr. H. Duski Samad, M.Ag, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Sumatra Barat

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • APBD 2013 Belum Merangsang Agribisnsi

    APBD 2013 Belum Merangsang Agribisnsi

    • calendar_month Selasa, 12 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Wawancara dengan: Dia Ulhaq Nasution, Sekretaris HIPMI Madina Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Mandailing Natal tahun 2013 oleh banyak pihak belum menyentuh pengembangan sektor swasta, terutama agribisnis. Pagu-pagu dana belanja terlihat lebih menajam ke program pendidikan gratis dan kesehatan gratis, infrastruktur dan lainnya. Lalu, bagimana sebenarnya gambaran agribisnis ini dan implikasinya terhadap pembangunan daerah […]

  • Ratusan Pemuda di Madina Ikuti Seminar Internasional

    Ratusan Pemuda di Madina Ikuti Seminar Internasional

    • calendar_month Senin, 11 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online)- Penyelenggaraan seminar kepemudaan di aula Gedung Serbaguna, Panyabungan, Mandailing Natal, Sukses dihadiri 700 anak muda Madina, Syafi’i Efendi M.M (Motivator Muda Indonesia) berikan pemahaman pentingnya mindset serta mental wirausaha bagi Peserta yang hadir. Minggu, (10/9/2023). Event Internasional Seminar Youth Power dengan sub tema ” Kekuatan Pemuda dalam tatanan Kewirausahaan”, berlangsung meriah […]

  • Alumni Musthafawiyah Purba Baru Dukungan Paslon SAHATA

    Alumni Musthafawiyah Purba Baru Dukungan Paslon SAHATA

    • calendar_month Sabtu, 26 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      SIABU (Mandailing Online) – Dukungan untuk kemenangan pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2, H. Saipullah Nasution dan Atika Azmi Utammi Nasution (SAHATA) terus mengalir. Kali ini tekad memenangkan SAHATA ditegaskan oleh para alumni Ponpes Musthafawiyah Purba Baru yang berdomisi di Kecamatan Siabu dan Kecamatan Bukitmalintang. Mereka menyatakan […]

  • Inilah Tiga Masalah Kader Demokrat yang Akan Dibela SBY

    Inilah Tiga Masalah Kader Demokrat yang Akan Dibela SBY

    • calendar_month Senin, 29 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA- Dalam pidato politiknya, Ketua Dean Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan kadernya untuk pandai-pandai menjaga diri dari tindakan yang menyimpang seperti korupsi. SBY menginginkan kalau semua kadernya selamat dari jerat pidana tindak korupsi. “Ingat juga semua, untuk pelanggaran hukum saya tidak bisa menyelamatkan dan tidak boleh membelanya,” kata SBY di Hotel Crowne […]

  • DPRD Madina Temukan 18 Proyek Tidak Selesai

    DPRD Madina Temukan 18 Proyek Tidak Selesai

    • calendar_month Selasa, 12 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    foto Binsar Nasution PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Fraksi Perjuangan Reformasi DPRD Mandailing Natal (Madina) menemukan 18 proyek fisik tahun 2012 tidak selesai dikerjakan, sementara dananya sudah dicairkan Pemkab Madina 100 persen. “Kita mendesak Pemkab Madina memberikan penjelasan secara resmi terhadap 18 paket proyek pada anggaran 2012 yang belum selesai dikerjakan sampai dengan Pebruari 2013, sementara […]

  • Lampu Jalan di Kecamatan Panyabungan Barat Tidak Beres

    Lampu Jalan di Kecamatan Panyabungan Barat Tidak Beres

    • calendar_month Kamis, 7 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tiap Bulan Rakyat Bayar PPJ, Kemana Dananya? PANYABUNGAN BARAT (Mandailing Online) – Lampu penerangan jalan di sepanjang jalur utama Kecamatan Panyabungan Barat banyak tak hidup akibat bola yang mati tak diganti. “Kita tak tahu manajemen pengelolaan lampu jalan ini, sebab para pelanggan listrik tiap bulan membayar Pajak Penerangan Jalan, tapi lampu jalan tak nyala” kata […]

expand_less