Rabu, 29 Apr 2026
light_mode

Membawa Buruh Keluar dari Jebakan Angka Kemiskinan Madina

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month 1 menit yang lalu
  • print Cetak

 

Oleh: Muhammad Ludfan Nasution

 

Sebagai Ketua DPC Konfederasi Serikat Buruh Muslim Indonesia Kabupaten Mandailing Natal, saya menyampaikan Selamat Hari Buruh kepada seluruh pekerja, penggerak serikat, pelaku usaha, dan pemerintah daerah yang menjadi bagian dari ekosistem ketenagakerjaan di daerah ini. May Day bukan sekadar perayaan, tetapi momentum untuk melihat dengan jujur kondisi buruh kita hari ini—dan arah yang harus kita tempuh bersama.

Di Mandailing Natal (Madina), kemiskinan sering disederhanakan menjadi angka. Ia dipresentasikan dalam persentase, diringkas dalam laporan, dan diumumkan sebagai capaian ketika berhasil ditekan. Namun di balik angka-angka itu, ada kenyataan yang lebih sunyi: orang-orang yang tidak pernah tercatat sebagai miskin, tetapi hidup dalam kekurangan setiap hari.

Mereka tetap berpakaian layak. Tetap hadir di acara adat. Tetap menjaga martabat keluarga. Namun diam-diam, mereka mengurangi makan, menunda berobat, dan berutang untuk bertahan hidup.

Di situlah buruh Madina berada.

Mereka bekerja di kebun-kebun sawit, di pabrik pengolahan, di sektor jasa, dan di berbagai pekerjaan informal. Mereka bukan penganggur. Mereka bukan pula penerima bantuan utama. Tetapi kerja yang mereka lakukan belum tentu cukup untuk memastikan hidup yang layak.

Inilah yang luput dari angka.

Upah mungkin tercatat. Pertumbuhan ekonomi mungkin dilaporkan. Tetapi biaya hidup yang terus naik, status kerja yang tidak pasti, serta akses jaminan sosial yang belum merata membuat banyak buruh hidup di batas yang rapuh. Sedikit saja guncangan—sakit, harga naik, pekerjaan terhenti—mereka bisa jatuh tanpa penyangga.

Masalahnya bukan sekadar ekonomi. Ini adalah masalah struktur.

Banyak buruh bekerja dalam status kontrak berulang, kerja harian lepas, atau sistem target yang tidak memberi kepastian. Dalam kondisi seperti ini, keberanian untuk bersuara menjadi mahal. Risiko kehilangan pekerjaan terlalu besar untuk ditukar dengan ketidakpastian hasil.

Akibatnya, masalah-masalah itu tidak pernah naik ke permukaan sebagai tuntutan kolektif. Ia berhenti sebagai keluhan pribadi.

Di sisi lain, kita juga perlu jujur melihat kondisi gerakan buruh itu sendiri. Di Mandailing Natal, organisasi buruh belum sepenuhnya hadir sebagai kekuatan yang mampu mengorganisir dan melindungi anggotanya secara luas. Hambatan administratif, keterbatasan akses, serta belum terbentuknya basis yang kuat menjadi pekerjaan rumah yang tidak bisa diabaikan.

Namun justru di situlah letak persoalan sebenarnya.

Lemahnya gerakan buruh bukan berarti tidak ada masalah. Ia justru menunjukkan bahwa masalah besar sedang berjalan tanpa pengorganisasian yang memadai.

Karena itu, kita perlu menggeser cara pandang. Persoalan buruh bukan hanya urusan kelompok tertentu. Ini adalah persoalan kehidupan sehari-hari masyarakat Mandailing Natal. Ini soal dapur rumah tangga, pendidikan anak, kesehatan keluarga, dan keberlanjutan hidup itu sendiri.

Kerja keras orang Madina tidak pernah kurang. Yang belum kita pastikan adalah apakah kerja keras itu cukup untuk hidup layak.

Jika kita serius ingin membawa buruh keluar dari jebakan angka kemiskinan, maka langkah yang diambil harus konkret dan dapat diuji.

Pertama, keterbukaan kondisi kerja di sektor-sektor utama, terutama perkebunan dan pengolahan sawit. Publik berhak mengetahui standar upah, jam kerja, serta pelaksanaan jaminan sosial.

Kedua, pembentukan ruang pengaduan buruh yang aman dan dapat diakses di tingkat kabupaten. Tanpa itu, banyak persoalan akan tetap menjadi keluhan yang tidak pernah tercatat.

Ketiga, audit menyeluruh terhadap kepesertaan jaminan sosial tenaga kerja. Tidak boleh ada pekerja yang bekerja bertahun-tahun tanpa perlindungan dasar.

Keempat, forum dialog rutin antara buruh, pemerintah daerah, dan pelaku usaha yang benar-benar menghasilkan keputusan—bukan sekadar pertemuan seremonial.

Sebagai bagian dari gerakan buruh di Mandailing Natal, kami juga menyadari bahwa perubahan tidak bisa hanya dituntut ke luar. Ia harus dibangun dari dalam. Membangun basis, merapikan organisasi, serta menghadirkan manfaat nyata bagi anggota adalah langkah yang harus dikerjakan dengan konsisten.

May Day harus menjadi pengingat bahwa kekuatan buruh dibangun dari kerja-kerja sunyi yang berlangsung setiap hari—bukan hanya dari perayaan sesaat.

Akhirnya, melalui momentum Hari Buruh ini, saya mengajak seluruh pihak—buruh, pemerintah daerah, dan pelaku usaha—untuk bersama-sama keluar dari jebakan angka, dan mulai membangun kenyataan yang lebih adil bagi semua.

Selama buruh hanya hadir dalam angka—dan tidak hadir sebagai kekuatan—maka kemiskinan akan terus terlihat menurun di laporan, tetapi tetap terasa dalam kehidupan.

Sudah saatnya kita keluar dari jebakan itu.

Selamat Hari Buruh. Hidup Buruh.***

Muhammad Ludfan Nasution adalah Ketua DPC Konfederasi Sarbumusi NU Madina dan Anggota DPRD Madina Periode 2014-2019.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ratusan Kader IMA MADINA Latihan Kepemimpinan

    Ratusan Kader IMA MADINA Latihan Kepemimpinan

    • calendar_month Jumat, 19 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – DPP IMA MADINA (Ikatan Mahasiswa Mandailing Natal)megadakan training leadership terhadap kader se- Kota Medan berlangsung dari 12 hingg 14 Oktober 2012 di perkemahan Sibolangit. “Peserta training leadership ini berjumlah 300 orang terdiri dari berbagai cabang Ima Madina se-Kota Medan yaitu UNIMED, IAIN, UMSU, ITM, USU, UMA dan UISU, ungkap ketua panitia, […]

  • Ini Dia Kasus Terminal Panyabungan Yang Menyeret Kadis Perhubungan Sebagai Tersangka Korupsi 1,7 Milyar

    Ini Dia Kasus Terminal Panyabungan Yang Menyeret Kadis Perhubungan Sebagai Tersangka Korupsi 1,7 Milyar

    • calendar_month Rabu, 3 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Polres Madina menetapkan Kepala Dinas Perhubungan Madina sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan lahan terminal Panyabungan. Dan sejatinya Harlan ditahan pada Serlasa Malam, tetapi karena adanya surat permohonan penangguhan penahanan dari bupati Madina dan dan Plt sekda Madina dan jaminan dari istri tersangka mengakibatkan polisi tak jadi menahan Harlan. Lalu bagaiamana […]

  • Soal Sekeluarga Tinggal di Samping Kandang Kambing

    Soal Sekeluarga Tinggal di Samping Kandang Kambing

    • calendar_month Selasa, 19 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pj Bupati Madina akan Bantu Husin MADINA- Husin alias Jaidup (50) warga miskin di Desa Sarakmatua, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal merasa lega. Soalnya, ayah yang tinggal di samping kandang kambing bersama anaknya itu akan menerima bantuan dari pemerintah. Pj Bupati Madina Ir Aspan Sofian Batubara MM berjanji dalam waktu dekat akan memberikan bantuan kepada […]

  • Warga Desa Laru Dolok Terima BLT DD Tahap I

    Warga Desa Laru Dolok Terima BLT DD Tahap I

    • calendar_month Kamis, 27 Mei 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAMBANGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Desa Laru Dolok Kecamatan Tambangan,  Mandailing Natal (Madina) menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) tahap I Tahun 2021. Penyaluran berlangsung pada Senin (24/05/21) di desa itu dihadiri Pendamping Kecamatan, Pendamping Lokal Desa (PLD), tokoh masyarakat, tokoh agama serta jajaran Pemdes Laru Dolok. Pada kesempatan itu Kepala Desa Laru […]

  • Bupati Hadiri Penyerahan DIPA di Medan

    Bupati Hadiri Penyerahan DIPA di Medan

    • calendar_month Jumat, 2 Des 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Jafar Sukhairi Nasution menghadiri penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Transfer Ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Sumatera Utara (Sumut) tahun 2023 di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41, Medan, Jumat (2/12/2022). Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menyampaikan DIPA dan TKDD Sumut tahun […]

  • KNPI  Madina Dukung Puskesmas Buka 24 Jam

    KNPI Madina Dukung Puskesmas Buka 24 Jam

    • calendar_month Selasa, 30 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Rencana Bupati Mandailng Natal (Madina) Hidayat Batubara untuk membuka seluruh puskesmas buka siang malam atau 24 jam, mencapat dukungan dari KNPI. DPD Kmite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI ) Madina menyatakan mendukung sepenuhnya niat bupati tesebut sebagai upaya peningkatan layanan kesehatan kepada rakyat. “Kita sepenuhnya mendukung program ini, sebab masalah kesehatan termasuk […]

expand_less