Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Pencuri Lari ke Tapian Adaboru, Dibalbal Warga Dekat Lopo

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 25 Nov 2019
  • print Cetak

 

Pria yang dipanggil Kuang usai dihajar massa di Kayujati, Panyabungan.

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Seorang residivis babak belur dihajar warga Kayujati, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), Sumut.

Beruntung polisi cepat datang, sehingga nyawa lelaki berbadan kecil itu bisa diselamatkan.

Residivis ini juga target operasi (TO) pihak kepolisian selama ini.

Kejadian ini terjadi di Lingkungan 6, Kelurahan Kayujati, Senin (25/11), sekitar pukul 05.30. Belum jelas siapa nama asli sang residivis, namun begitu beberapa polisi datang ke tempat kerumunan massa, mereka langsung mengenalnya.

“O…kau Kuang,” kata seorang polisi yang juga tinggal tak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP) sebagaimana dikutip Beritahuta.

Informasi yang didapat Beritahuta.com, Kuang berasal dari Padangsidimpuan, tapi ia mengontrak sebuah rumah di sekitar Aek Lapan, Sipolu-polu, Panyabungan.

Peristiwa amuk massa terhadap Kuang berawal ketika seorang warga hendak ke aek Sinagosi (sungai Sinagosi). Ketika baru saja menginjak kaki di sungai, tiba-tiba dia melihat dedaunan tanaman liar di dekat jembatan aek Sinagosi bergoyang.

Tak lama kemudian, warga tersebut melihat sosok seorang lelaki hendak bersembunyi  di bawah jembatan. Berselang beberapa menit, diam-diam warga tersebut pulang ke rumah mengambil golok.

Merasa sedang diintai, Kuang lari ke arah tapian adaboru (tempat mandi perempuan). Tentu saja beberapa kaum ibu yang sedang MCK (mandi, cuci dan kakus) di tempat itu kaget dan langsung manyongkir (histeris).

Teriakan usai waktu subuh itu membuat warga sekitar berdatangan. Kuang berusaha kabur, tapi berhasil ditangkap di dekat lopo (warung kopi) yang tak jauh dari tapian adaboru. Tak ayal, ia pun menjadi sasaran amuk warga.

Segala macam jurus pukulan dan tendangan mendarat di tubuh Kuang hingga darah mengalir di beberapa bagian tubuhnya, terutama pada bagian wajah.

Seorang polisi yang rumahnya tak jauh dari TKP mencegah warga agar tidak main hakim sendiri. “Ini resedivis, sedang dicari polisi (TO),” katanya.

Seorang polisi lagi yang juga tinggal tak jauh dari TKP  menyebutkan, Kuang sudah sering masuk penjara. “Dia sudah langganan masuk penjara. Kerjanya keluar masuk penjara,” katanya kepada warga.

Polisi mendapati kunci sepeda motor di kantong Kuang. Selain itu, pelaku juga diketahui membawa gunting seng. Begitu muka Kuang yang penuh darah dibersihkan, ia dibawa ke Polres Madina untuk penyidikan lebih lanjut.

Sebelum diketahui bersembunyi di bawah jembatan, Kuang ternyata berhasil masuk di rumah Astuti alias Umak Nanda (40), juga warga Lingkungan 6.

Kuang diperkirakan masuk ke rumah guru tersebut sekitar pukul 03.00. Belum jelas barang apa yang bisa diambil pelaku, tapi warga menduga dia kesiangan sehingga belum sempat mengambil hasil curian.

Kelurahan Kayujati belakang ini termasuk tidak aman karena kerap terjadi aksi pencurian. Karena itu, penduduk setempat menduga masih ada pelaku lain berkeliaran, termasuk kawan Kuang.

Mengenai Kuang, seorang warga menyebutkan dia termasuk pencuri kelas kakap. Apa saja diambil, seperti: sepeda motor, emas, handphone, televisi, laptop, dan barang berharga lainnya.

Sumber : Beritahuta.com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPP Ima Madina Minta Keberadaan PT SMGP Ditinjau Ulang

    DPP Ima Madina Minta Keberadaan PT SMGP Ditinjau Ulang

    • calendar_month Selasa, 17 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    |Panyabungan, Rencana pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik Panas Bumi di kaki Gunung Sorik Merapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) oleh PT Sorik Merapi Geothermal Power (PT SMGP) perlu ditinjau ulang kembali. Karena dampak lingkungan yang akan ditimbulkan PT SMGP dianggap sangat berbahaya bagi masyarakat. Hal itu disampaikan Ketua DPP Ikatan Mahasiswa Mandailing Natal (Ima Madina) Ahmad Irwandi […]

  • Parlindoengan Loebis, Orang Indonesia di Kamp Konsentrasi NAZI

    Parlindoengan Loebis, Orang Indonesia di Kamp Konsentrasi NAZI

    • calendar_month Senin, 14 Agt 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Parlindoengan Loebis berangkat ke Negeri Belanda untuk belajar Kedokteran, setelah lulus Kandidat I di Betawi (begitu dia menuliskannya). Di Leiden, tak lama ia direkrut Perhimpoenan Indonesia. Sepeninggal Hatta cs, PI bersifat kekirian, dengan garis Stalinis yang jelas. Sempat Loebis menjadi ketua, selama 3 tahun, dan membawa PI ke arah yang tak begitu kiri. Kerjasama dengan […]

  • Puluhan Tenaga Medis RSU Panyabungan Mogok Kerja

    Puluhan Tenaga Medis RSU Panyabungan Mogok Kerja

    • calendar_month Rabu, 9 Mei 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Puluhan tenaga medis terdiri dari perawat, bidan, apoteker dan pegawai lainnya mengadakan aksi unjukrasa dan mengancam mogok kerja, sebab dana Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) mereka selama 5 bulan tidak cair. Aksi demo mereka lakukan di depan RSUD Panyabungan, Rabu pagi (9/5/2018). Para tenaga medis itu meninggalkan pekerjaan mereka dan berkumpul di […]

  • Bupati Madina Safari Jumat di Masjid Al-Abror Simangambat

    Bupati Madina Safari Jumat di Masjid Al-Abror Simangambat

    • calendar_month Jumat, 5 Nov 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

      SIMANGAMBAT (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal H. M. Ja’far Sukhairi Nasution melakukan Safari Jumat kali ini di Masjid Al-Abror Desa Simangambat, Siabu. Seperti biasa, selain melaksanakan salat Jumat, Bupati Sukhairi juga memberikan bantuan untuk kemakmuran masjid.   Peliput: Jakfar Nasution

  • Dana Desa Perlu Dievaluasi Nomenklatur dan Metode Pengelolaannya

    Dana Desa Perlu Dievaluasi Nomenklatur dan Metode Pengelolaannya

    • calendar_month Senin, 24 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Sekitar delapan tahun Dana Desa ( DD ) ditransfer ke daerah dengan jumlah rata rata per desa per tahun sekitar 1 milliar rupiah, anggap satu desa sudah menerima aliran dana segar ini 8 milliar rupiah kemudian coba dicek ke lapangan apa dampaknya terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat desa, ternyata dana sebesar itu tidak memberikan dampak signifikan […]

  • Jembatan Rantopuran Hampir Rampung

    Jembatan Rantopuran Hampir Rampung

    • calendar_month Rabu, 23 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pembangunan jembatan Rantopuran, Gunungtua, Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) hampir rampung. Jembatan yang berada di jalur Jalan Lintas Sumatera ini ambruk akibat terjangan banjir bandang pada 26 Pebruari 2012 sehingga harus diganti dengan jembatan baru. Pembangunan pengganti jembatan ini menghabiskan dana sekitar 6 milyar rupiah. Pantauan wartawan, Rabu (23/1), saat ini, […]

expand_less