Selasa, 21 Jul 2026
light_mode

Pencuri Lari ke Tapian Adaboru, Dibalbal Warga Dekat Lopo

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 25 Nov 2019
  • print Cetak

 

Pria yang dipanggil Kuang usai dihajar massa di Kayujati, Panyabungan.

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Seorang residivis babak belur dihajar warga Kayujati, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), Sumut.

Beruntung polisi cepat datang, sehingga nyawa lelaki berbadan kecil itu bisa diselamatkan.

Residivis ini juga target operasi (TO) pihak kepolisian selama ini.

Kejadian ini terjadi di Lingkungan 6, Kelurahan Kayujati, Senin (25/11), sekitar pukul 05.30. Belum jelas siapa nama asli sang residivis, namun begitu beberapa polisi datang ke tempat kerumunan massa, mereka langsung mengenalnya.

“O…kau Kuang,” kata seorang polisi yang juga tinggal tak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP) sebagaimana dikutip Beritahuta.

Informasi yang didapat Beritahuta.com, Kuang berasal dari Padangsidimpuan, tapi ia mengontrak sebuah rumah di sekitar Aek Lapan, Sipolu-polu, Panyabungan.

Peristiwa amuk massa terhadap Kuang berawal ketika seorang warga hendak ke aek Sinagosi (sungai Sinagosi). Ketika baru saja menginjak kaki di sungai, tiba-tiba dia melihat dedaunan tanaman liar di dekat jembatan aek Sinagosi bergoyang.

Tak lama kemudian, warga tersebut melihat sosok seorang lelaki hendak bersembunyi  di bawah jembatan. Berselang beberapa menit, diam-diam warga tersebut pulang ke rumah mengambil golok.

Merasa sedang diintai, Kuang lari ke arah tapian adaboru (tempat mandi perempuan). Tentu saja beberapa kaum ibu yang sedang MCK (mandi, cuci dan kakus) di tempat itu kaget dan langsung manyongkir (histeris).

Teriakan usai waktu subuh itu membuat warga sekitar berdatangan. Kuang berusaha kabur, tapi berhasil ditangkap di dekat lopo (warung kopi) yang tak jauh dari tapian adaboru. Tak ayal, ia pun menjadi sasaran amuk warga.

Segala macam jurus pukulan dan tendangan mendarat di tubuh Kuang hingga darah mengalir di beberapa bagian tubuhnya, terutama pada bagian wajah.

Seorang polisi yang rumahnya tak jauh dari TKP mencegah warga agar tidak main hakim sendiri. “Ini resedivis, sedang dicari polisi (TO),” katanya.

Seorang polisi lagi yang juga tinggal tak jauh dari TKP  menyebutkan, Kuang sudah sering masuk penjara. “Dia sudah langganan masuk penjara. Kerjanya keluar masuk penjara,” katanya kepada warga.

Polisi mendapati kunci sepeda motor di kantong Kuang. Selain itu, pelaku juga diketahui membawa gunting seng. Begitu muka Kuang yang penuh darah dibersihkan, ia dibawa ke Polres Madina untuk penyidikan lebih lanjut.

Sebelum diketahui bersembunyi di bawah jembatan, Kuang ternyata berhasil masuk di rumah Astuti alias Umak Nanda (40), juga warga Lingkungan 6.

Kuang diperkirakan masuk ke rumah guru tersebut sekitar pukul 03.00. Belum jelas barang apa yang bisa diambil pelaku, tapi warga menduga dia kesiangan sehingga belum sempat mengambil hasil curian.

Kelurahan Kayujati belakang ini termasuk tidak aman karena kerap terjadi aksi pencurian. Karena itu, penduduk setempat menduga masih ada pelaku lain berkeliaran, termasuk kawan Kuang.

Mengenai Kuang, seorang warga menyebutkan dia termasuk pencuri kelas kakap. Apa saja diambil, seperti: sepeda motor, emas, handphone, televisi, laptop, dan barang berharga lainnya.

Sumber : Beritahuta.com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • 9 Rumah Terbakar di Kotasiantar

    9 Rumah Terbakar di Kotasiantar

    • calendar_month Selasa, 12 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Setidaknya 9 rumah hangus dalam musibah kebakaran hebat di Kelurahan Kotasiantar, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), Sumut, Selasa (12/11). Kebakaran terjadi sekitar pukul 03.15 WIB. Saat warga masih tidur. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun hampir semua barang-barang milik para korban nyaris tak bisa diselamatkan akibat api begitu […]

  • Paket Proyek PU Didominasi Jalan dan Jembatan

    Paket Proyek PU Didominasi Jalan dan Jembatan

    • calendar_month Rabu, 28 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 4Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sedotan dana untuk proyek fisik yang sedang ditenderkan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Mandailing Natal (Madina) tahun ini didominasi sektor jalan dan jembatan. Rincian anggaran DAK dan DAU sebanyak 41 paket, meliputi program peningkatan jalan dan jembatan Rp.19,2 milyar, program pembangunan jalan jembatan Rp.3,2 milyar, pengembangan pengelolaan jaringan irigasi, rawa dan jaringan […]

  • MA : Hutan Lundung Tak Boleh Lagi Dijadikan Kebun Sawit

    MA : Hutan Lundung Tak Boleh Lagi Dijadikan Kebun Sawit

    • calendar_month Kamis, 2 Jan 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        JAKARTA – Mahkamah Agung (MA) memerintahkan pemerintah mencabut aturan yang membolehkan hutan lindung diubah menjadi perkebunan. Itu putusan MA yang mengabulkan permohonan judicial review yang diajukan oleh Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) atas Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 104 Tahun 2015. Putusan MA sebagaimana dikutip dari website MA, Selasa (31/12/2019). PP yang dimaksud adalah […]

  • Dugaan Rekayasa Kasus Mantan Dishut Tapsel Mulai Terungkap

    • calendar_month Senin, 2 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Padangsidimpuan, Dugaan adanya rekayasa pada kasus pemalsuan surat dengan terdakwa SS mantan Kadis Kehutanan Tapsel dan HJ mantan pengelola PT. PLS mulai terungkap. Hal itu terlihat dalam sidang lanjutan register perkara No. 200/Pid.B/2012/PN.Psp yang digelar digedung Pengadilan Negeri (PN) Padangsidimpuan, Kamis (28/6) sore. Keterangan saksi-saksi maupun terdakwa HJ, ternyata kayu-kayu yang diklaim Pr dan Bud […]

  • Dina Kayla Masih Perkuat “Biola Na Mabugang 2”

    Dina Kayla Masih Perkuat “Biola Na Mabugang 2”

    • calendar_month Senin, 6 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO)- Meski sudah menyandang status istri, Dina Kayla direncanakan masih akan ikut membintangi film “Biola Na Mabugang 2”. Kepastian itu dikatakan Sutradara “Biola Na Mabugang”, Askolani Nasution, di Panyabungan, Senin (6/2). Kehadiran Dina Kayla di film ke dua ini masih sangat diperlukan karena alur cerita di “Biola Na Mabugang 2” akan menampilkan tokoh wanita […]

  • Marhata-Hata Dalam Upacara Marhorja di Nagari Kota Nopan, Rao Utara, Pasaman (1)

    Marhata-Hata Dalam Upacara Marhorja di Nagari Kota Nopan, Rao Utara, Pasaman (1)

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pendahuluan Pada hakikatnya sastra lisan merupakan bagian dari suatu kebudayaan yang tumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun secara lisan sebagai milik bersama. Menurut Louis (dalam Sudikan, 2001:3) ada tiga unsur pokok suatu kebudayaan, yaitu: (1) Isi yang berupa pola perilaku sosial gaya yang menyatakan sesuatu dan cara memahami sesuatu benda yang diwariskan; […]

expand_less