Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Mafia dibalik rusuh KJRI Jeddah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 13 Jun 2013
  • print Cetak

JAKARTA – Ketua Badan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Jumhur Hidayat menduga pembakaran Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah didalangi mafia Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Ilegal.

“Para mafia TKI ilegal ini ingin agar program pemutihan TKI yang melanggar batas izin tinggal di Arab Saudi gagal,” katanya dalam dialog publik pada Jambore Buruh Migran Indonesia di Sidaurip Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, tadi malam.
Jumhur menambahkan, para mafia berbisnis mempekerjakan TKI yang bermasalah, terutama yang masa izin tinggalnya habis. Dari bisnis ini, mafia mampu mengeruk keuntungan luar biasa besar.

Program pemutihan membuat mafia khawatir kehilangan para pekerja ilegalnya. TKI legal tentu lebih memilih tidak bekerja pada mafia, melainkan pada jalur yang sesuai.

“Banyak penampungan TKI ilegal yang beroperasi secara tersembunyi di kota-kota besar Arab Saudi seperti di Madinah, Mekkah dan Jeddah,” jelasanya.

Soal program pemutihan, berdasar data hingga Senin sore, 54 ribu orang lebih telah dilayani dalam program ini. Namun masih ada puluhan ribu lainnya yang belum terlayani. “Nantinya program pemutihan akan berlanjut supaya tenaga kerja kita yang berada di luar negeri legal semua,” tegasnya.

Pemerintah menegaskan, kerusuhan yang terjadi di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, Arab Saudi, terjadi karena tenaga kerja Indonesia (TKI) hilang kesabaran saat mengurus Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP).

“Kan bisa saja marah, karena lama menunggu,” ujar staf ahli Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Abdul Wahid Maktub saat wawancara di salah satu televisi kemarin.

Menurut mantan Dubes RI untuk Qatar itu, tradisi menunggu lama pasti membuat siapa saja akan pusing, kecewa dan akan menimbulkan emosi. “Saya saja pasti akan pusing,” ungkap Wahid.

Ia meminta pemerintah perlu memperhatikan jumlah KJRI, SDM dan peralatan agar pelayan kepada TKI berjalan lancar. Selama ini kata Wahid di Arab Saudi hanya ada dua KJRI, yaitu KJRI Jeddah dan KJRI Riyadh.

“Kita minta ada penambahan lah, dan ini perlu dianggarkan,” tandasnya.(Rmol)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Calon Anggota DPRD Madina Bawa Perempuan Dinikahkan Paksa

    Calon Anggota DPRD Madina Bawa Perempuan Dinikahkan Paksa

    • calendar_month Kamis, 24 Jul 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Sahbana salah seorang Anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal terpilih periode 2014-2019 dari PAN bersama seorang kawannya bernama Sangkot terpaksa dinikahkan secara paksa dengan dua perempuan kencan mereka karena dicurigai berbuat tak senonoh di Desa Hutagodang Muda, Senin (21/7/2014). Kedua perempuan tersebut berinisial LM berstatus gadis dan DL status janda. Keduanya warga […]

  • Ini Konsep Polri Hadapi Situasi Rawan Saat Pilpres

    Ini Konsep Polri Hadapi Situasi Rawan Saat Pilpres

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menyebut Provinsi Jawa Timur merupakan satu dari 10 provinsi dengan indeks kerawanan tertinggi terkait dengan Pemilihan Presiden (Pilpres). Meski demikian, Polri tidak akan memberi perhatian lebih pada provinsi itu.   Asisten Operasi (Asops) Kapolri Irjen Pol. Arif Wachyunadi, Sabtu 5 Juli 2014, mengatakan dengan kekuatan optimal dan maksimal, anggota Polri bakal […]

  • Rumput Laut Strategis sebagai Bahan Bakar Utama

    Rumput Laut Strategis sebagai Bahan Bakar Utama

    • calendar_month Minggu, 7 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta. Komoditas rumput laut dinilai sangat strategis dijadikan sebagai bahan bakar nabati utama dan Indonesia harus menetapkan strategi penggunaan rumput laut sebagai bahan bakar nabati utama. Kepala Pusat Data, Statistik dan Informasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Soen`an H Poernomo dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat menyebutkan, rumput laut harus dijadikan prioritas antara […]

  • Riadi Husnan: Empat Sektor Bagi Perluasan Lapangan Kerja Baru

    Riadi Husnan: Empat Sektor Bagi Perluasan Lapangan Kerja Baru

    • calendar_month Selasa, 31 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO)-Anggota DPRD Madina dari PKS, H.Riadi Husnan menilai pemerintahan Hidayat-Dahlan belum memperlihatkan secara kongkrit terobosan bagi perluasan lapangan kerja bari di Mandailing Natal (Madina). Kepada Mandailing Online di gedung DPRD Madina, Riadi melihat setidaknya ada 4 sektor  yang memerlukan terobosan-terobosan bagi perluasan lapangan kerja baru. Terobosan-terobosan itu terkait dengan pertumbuhan ekonomi serta merangsang munculnya […]

  • Satu Rumah Terbakar di Natal

    Satu Rumah Terbakar di Natal

    • calendar_month Senin, 16 Jan 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    NATAL (Mandailing Online) – Satu rumah di Desa Setia Karya Pasar IV Kecamatan Natal, Mandailing Natal musnah terbakar, (Madina), Minggu (15/1/2016). Peristiwa yang terjadi sekira pukul 11.20 WIB diduga akibat korsleting listrik. Tidak ada korban jiwa karena pemilik rumah itu bernama Yus (40) dan anak-anaknya sedang di kebun ketika kebakaran terjadi. Warga setempat mengungkapkan, kejadian diketahui […]

  • Mutasi Pejabat Bergulir di Madina

    Mutasi Pejabat Bergulir di Madina

    • calendar_month Selasa, 8 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Mutasi jabatan di Pemkab Madina masih terus bergulir, khususnya mulai dari pejabat eselon III hingga eselon II. Mutasi ini sebagai penyesuaian perda tentang susunan organisasi tata pemerintahan (suorta) baru yang telah disetujui Gubernur Sumatera Utara. Pebruari ini dimungkinkan ada dua kali lagi mutasi. Rinciannya, mutasi pertama yakni pejabat eselon III, terdiri dari Kabag dan […]

expand_less