Jumat, 9 Okt 2026
light_mode

Anggaran Miliaran, Seberapa Rusak Ruang Kerja dan Toilet DPR?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 7 Nov 2012
  • print Cetak

JAKARTA, (MO) — Menjelang akhir tahun, Dewan Perwakilan Rakyat kembali “mempercantik diri”. Sekretariat Jenderal DPR pun sudah menganggarkan Rp 6,2 miliar untuk renovasi ruang kerja dan Rp 1,4 miliar untuk perbaikan toilet. Anggaran yang cukup besar ini disebut-sebut sebagai tindak lanjut dari keluhan anggota DPR selama ini.

Kepala Biro Pemeliharaan Bangunan dan Instalasi Sekretariat Jenderal DPR Erry S Achyar mengatakan, ada 192 ruang kerja dan 197 toilet di gedung Nusantara I yang akan diperbaiki dan ditargetkan selesai pada akhir tahun ini. Ia menjelaskan bahwa hampir sebagian besar toilet di gedung Nusantara I rusak. Di gedung itu, setidaknya ada 220 toilet yang sebagian besar terletak di sekretariat fraksi-fraksi yang tersebar mulai dari lantai 1 hingga lantai 23. Seberapa rusakkah kondisi toilet dan ruang kerja anggota Dewan?

Saat Kompas.com menelusuri beberapa lantai di gedung Nusantara I, kondisi toilet nyatanya masih sangat layak dipakai. Di lantai dasar gedung ini, misalnya, toilet yang terletak di samping ruang rapat komisi sudah sangat modern dengan interior dalam yang didominasi dengan konsep minimalis dengan pintu kaca. Sementara toilet di ruang-ruang fraksi, meski interiornya terkesan kuno, tetapi masih bersih dan layak dipakai.

Misalnya saja di toilet ruang Fraksi Partai Golkar yang ada di empat sudut. Toilet di tempat ini terbilang rapi dan bersih. Semua fungsi alat di toilet ini, seperti keran wastafel, selang, dan flush, masih berfungsi dengan baik. Salah seorang petugas kebersihan pun tampak tengah menyikat toilet pada Selasa (6/11/2012) sore.

Saat ditanyakan ke petugas itu soal toilet yang rusak di Fraksi Golkar, petugas kebersihan itu mengatakan, semua toilet yang ada di fraksi pohon beringin ini dalam keadaan baik. “Enggak ada yang rusak, Mbak. Coba saja diperiksa satu-satu,” ujar petugas itu. Ia melanjutkan bahwa kondisi toilet di gedung Nusantara I terbilang masih bagus. Petugas ini pun menilai kondisi toilet yang banyak rusak justru ada di gedung Nusantara II dan Nusantara III.

Kondisi toilet yang masih layak pakai juga ditemui saat Kompas.com memeriksa ke kantor Fraksi PDI-Perjuangan di lantai 5, 7, dan 8, serta kantor Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang terletak di lantai 15. Kerusakan kecil terjadi di toilet kantor Fraksi Partai Demokrat. Di salah satu toiletnya, terlihat tempat untuk menyangkutkan kepala selang WC lepas dari tempatnya semula sehingga selang WC itu diletakkan begitu saja di atas tempat sampah. Selebihnya, tidak ada kerusakan apa pun di toilet ini.

Sementara itu, kondisi ruang kerja anggota Dewan memang terbilang sederhana. Ruang kerja anggota Dewan terletak di kantor-kantor fraksi partai. Meski terkesan kuno, kondisi beberapa ruangan yang ditelusuri Kompas.com masih dalam kondisi prima. Misalnya saja di ruang Ketua Badan Kehormatan M Prakosa yang juga merupakan politisi dari Fraksi PDI-Perjuangan. Ruangan Prakosa hanya terdiri dari dua ruang. Ruang pertama di depannya diisi oleh dua orang stafnya. Sementara di bagian dalam adalah ruang Prakosa yang disekat dengan dinding dan pintu.

Ruangan itu berukuran sekitar 5 x 3 meter. Di dalam ruangan Prakosa hanya ada sofa untuk diduduki enam orang, dan sebuah meja kerja beserta kursinya. Tidak ada furnitur mewah di dalamnya. Kondisi karpet, langit-langit, dan jendela yang konon katanya banyak yang rusak pun masih terbilang baik.

Hal yang sama juga terjadi di ruang Usman Ja’far. Politisi dari Partai Persatuan Pembangunan ini juga menempati bentuk ruangan yang serupa dengan Prakosa. Hanya saja, sofa di ruangan Usman cuma bisa diduduki empat orang. Penerangan di ruang Usman pun terbilang baik, demikian juga dengan kondisi langit-langit, lantai, jendela, serta pintu ruangan ini.

Erry sebelumnya sempat menjelaskan bahwa pihaknya kerap mendapat keluhan anggota Dewan akan ruang kerja dan toilet yang kondisinya tidak lagi prima. Ia mencontohkan, anggaran renovasi itu digunakan untuk mengganti keramik dengan parquet. “Lalu ada pergantian interior, wallpaper yang diganti karena ada kebocoran air atau dindingnya yang sudah rusak karena terkena matahari, lalu pergantian partisi,” ujarnya. Namun, dari beberapa contoh yang ditemui Kompas.com di tujuh lantai, kerusakan parah tidak ditemui. (kompas)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ibukota Baru Untuk Kepentingan Siapa?

    Ibukota Baru Untuk Kepentingan Siapa?

    • calendar_month Sabtu, 29 Jan 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Susi Aisyah Pegiat Literasi Medan   Nasi goreng dimakan malam hari / Tambah lezat dicampur terasi Presenden buruk terjadi berulang kali / Bukti penguasa tak mencintai rakyatnya tulus dari hati Polemik pemindahan Ibukota masih terus berlanjut. Pasalnya banyak pakar dan kalangan yang menilai rencana ini terkesan buru-buru dan memaksakan kehendak. Padahal tidak urgen dan […]

  • Terduga Pelaku Perkosaan di TRB Diamankan Polisi

    Terduga Pelaku Perkosaan di TRB Diamankan Polisi

    • calendar_month Selasa, 26 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Masih ingat 3 terduga pelaku pemerkosaan yakni WF, D dan P terhadap SN (20) Wanita Desa Pidoli Lombang, Panyabungan. Kini 1 diantara 3 pelaku yang sempat buron berhasil diamankan polisi dari Polres Madina. WF (21) diduga salah satu pelaku pemerkosaan diketahui di amankan kepolisian pada Minggu Malam (24/11). Hal itu dibenarkan […]

  • Tambang Kotanopan, Atika: Saya Upayakan yang Terbaik Untuk Masyarakat

    Tambang Kotanopan, Atika: Saya Upayakan yang Terbaik Untuk Masyarakat

    • calendar_month Jumat, 5 Apr 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina), Sumut, Atika Azmi Utammi Nasution mengaku akan mengupayakan solusi terbaik bagi masyarakat Kecamatan Kotanopan terkait persoalan PETI (Pertambangan Emas Tanpa Izin) di sepanjang pinggiran Sungai Batang Gadis yang belakangan menjadi sorotan berbagai pihak. “Saya berupaya mencari solusi terbaik agar masyarakat yang selama ini mendulang emas tidak […]

  • Baru Berumur 1,5 Bulan, Bagunan Jarigan Irigasi Hancur

    Baru Berumur 1,5 Bulan, Bagunan Jarigan Irigasi Hancur

    • calendar_month Rabu, 11 Nov 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bangunan jaringan irigasi di Gunung Baringin, Panyabungan Timur sudah hancur, padahal baru selesai dibangun 1,5 bulan lalu. Irigasi ini sangat dibutuhkan petani untuk mengairi persawahan di kawasan itu. Hancurnya bangunan itu berdampak terganggunya pasokan air ke areal pertanian. Proyek pembangunan jaringan irigasi tersebut diduga bersumber dari APBD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) […]

  • Iskandar Hasibuan : Fungsionaris Abu-abu Silahkan Mundur

    Iskandar Hasibuan : Fungsionaris Abu-abu Silahkan Mundur

    • calendar_month Kamis, 26 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Di tengah kuatnya goyangan dan gangguan, geliat pergerakan konsolidasi PDI Perjuangan Kabupaten Mandailing Natal terus menguat. Fungsionaris yang abu-abu atau setengah hati, silahkan mengundurkan diri. Jangan menjadi duri di dalam tubuh partai. Ketua DPC PDI Perjuangan Mandailing Natal Iskandar Hasibuan mengutarakan sejak Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memberikan amanah […]

  • Calon Pengganti Kapolri Suara Sumbang untuk Sutarman

    Calon Pengganti Kapolri Suara Sumbang untuk Sutarman

    • calendar_month Senin, 30 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    JAKARTA, – Kabareskrim Polri Komjen Pol Sutarman menjadi calon tunggal Kapolri yang diajukan Presiden SBY ke DPR. Aktivis antikorupsi pesimis Sutarman dapat membawa perubahan di tubuh Polri. “Ya kita tidak bisa berharap ada perubahan besar di kepolisian, ya begini-begini saja. Kalau transparansi internasional menyebut lembaga paling korup itu Polri, nanti di masa mendatang sepertinya tidak […]

expand_less