Rabu, 22 Jul 2026
light_mode

Anggaran Miliaran, Seberapa Rusak Ruang Kerja dan Toilet DPR?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 7 Nov 2012
  • print Cetak

JAKARTA, (MO) — Menjelang akhir tahun, Dewan Perwakilan Rakyat kembali “mempercantik diri”. Sekretariat Jenderal DPR pun sudah menganggarkan Rp 6,2 miliar untuk renovasi ruang kerja dan Rp 1,4 miliar untuk perbaikan toilet. Anggaran yang cukup besar ini disebut-sebut sebagai tindak lanjut dari keluhan anggota DPR selama ini.

Kepala Biro Pemeliharaan Bangunan dan Instalasi Sekretariat Jenderal DPR Erry S Achyar mengatakan, ada 192 ruang kerja dan 197 toilet di gedung Nusantara I yang akan diperbaiki dan ditargetkan selesai pada akhir tahun ini. Ia menjelaskan bahwa hampir sebagian besar toilet di gedung Nusantara I rusak. Di gedung itu, setidaknya ada 220 toilet yang sebagian besar terletak di sekretariat fraksi-fraksi yang tersebar mulai dari lantai 1 hingga lantai 23. Seberapa rusakkah kondisi toilet dan ruang kerja anggota Dewan?

Saat Kompas.com menelusuri beberapa lantai di gedung Nusantara I, kondisi toilet nyatanya masih sangat layak dipakai. Di lantai dasar gedung ini, misalnya, toilet yang terletak di samping ruang rapat komisi sudah sangat modern dengan interior dalam yang didominasi dengan konsep minimalis dengan pintu kaca. Sementara toilet di ruang-ruang fraksi, meski interiornya terkesan kuno, tetapi masih bersih dan layak dipakai.

Misalnya saja di toilet ruang Fraksi Partai Golkar yang ada di empat sudut. Toilet di tempat ini terbilang rapi dan bersih. Semua fungsi alat di toilet ini, seperti keran wastafel, selang, dan flush, masih berfungsi dengan baik. Salah seorang petugas kebersihan pun tampak tengah menyikat toilet pada Selasa (6/11/2012) sore.

Saat ditanyakan ke petugas itu soal toilet yang rusak di Fraksi Golkar, petugas kebersihan itu mengatakan, semua toilet yang ada di fraksi pohon beringin ini dalam keadaan baik. “Enggak ada yang rusak, Mbak. Coba saja diperiksa satu-satu,” ujar petugas itu. Ia melanjutkan bahwa kondisi toilet di gedung Nusantara I terbilang masih bagus. Petugas ini pun menilai kondisi toilet yang banyak rusak justru ada di gedung Nusantara II dan Nusantara III.

Kondisi toilet yang masih layak pakai juga ditemui saat Kompas.com memeriksa ke kantor Fraksi PDI-Perjuangan di lantai 5, 7, dan 8, serta kantor Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang terletak di lantai 15. Kerusakan kecil terjadi di toilet kantor Fraksi Partai Demokrat. Di salah satu toiletnya, terlihat tempat untuk menyangkutkan kepala selang WC lepas dari tempatnya semula sehingga selang WC itu diletakkan begitu saja di atas tempat sampah. Selebihnya, tidak ada kerusakan apa pun di toilet ini.

Sementara itu, kondisi ruang kerja anggota Dewan memang terbilang sederhana. Ruang kerja anggota Dewan terletak di kantor-kantor fraksi partai. Meski terkesan kuno, kondisi beberapa ruangan yang ditelusuri Kompas.com masih dalam kondisi prima. Misalnya saja di ruang Ketua Badan Kehormatan M Prakosa yang juga merupakan politisi dari Fraksi PDI-Perjuangan. Ruangan Prakosa hanya terdiri dari dua ruang. Ruang pertama di depannya diisi oleh dua orang stafnya. Sementara di bagian dalam adalah ruang Prakosa yang disekat dengan dinding dan pintu.

Ruangan itu berukuran sekitar 5 x 3 meter. Di dalam ruangan Prakosa hanya ada sofa untuk diduduki enam orang, dan sebuah meja kerja beserta kursinya. Tidak ada furnitur mewah di dalamnya. Kondisi karpet, langit-langit, dan jendela yang konon katanya banyak yang rusak pun masih terbilang baik.

Hal yang sama juga terjadi di ruang Usman Ja’far. Politisi dari Partai Persatuan Pembangunan ini juga menempati bentuk ruangan yang serupa dengan Prakosa. Hanya saja, sofa di ruangan Usman cuma bisa diduduki empat orang. Penerangan di ruang Usman pun terbilang baik, demikian juga dengan kondisi langit-langit, lantai, jendela, serta pintu ruangan ini.

Erry sebelumnya sempat menjelaskan bahwa pihaknya kerap mendapat keluhan anggota Dewan akan ruang kerja dan toilet yang kondisinya tidak lagi prima. Ia mencontohkan, anggaran renovasi itu digunakan untuk mengganti keramik dengan parquet. “Lalu ada pergantian interior, wallpaper yang diganti karena ada kebocoran air atau dindingnya yang sudah rusak karena terkena matahari, lalu pergantian partisi,” ujarnya. Namun, dari beberapa contoh yang ditemui Kompas.com di tujuh lantai, kerusakan parah tidak ditemui. (kompas)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jika Tak RSU, Minimal Puskesmas Plus

    • calendar_month Selasa, 4 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Camat Siabu, Samsi S.sos menyatakan, jika Puskesmas Siabu tidak bisa dijadikan rumah sakit umum, minimal statusnya ditingkatkan menjadi puskesmas plus. Hal itu dikatakannya menjawab wartawan, Selasa (4/6/2013) terkait desakan warga Kecamatan Siabu agar Puskesmas Siabu dijadikan RSU. “Kalau memang anggaran untuk pembangunan rumah sakit belum memungkinkan saat ini, alangkah baiknya pemerintah […]

  • Harga Buah Impor di Madina Turun

    • calendar_month Sabtu, 1 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dalam dua minggu terakhir ini harga buah impor di tingkat agen mengalami penurunan di Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) setelah sempat naik yang mencapai 100 persen. Rusdi Nasution, seorang pedagang buah di pasar Panyabungan menjawab wartawan, Jum’at (31/5) mengungkapkan penurunan harga sejumlah buah impor mencapai 30 persen. Buah apel misalnya, dua […]

  • Wabup Atika Serahkan RAPD Tahun 2022 kepada DPRD

    Wabup Atika Serahkan RAPD Tahun 2022 kepada DPRD

    • calendar_month Sabtu, 27 Nov 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) melalui Wakil Bupati (Wabup) Atika Azmi Utammi menyerahkan dokumen Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) tahun 2022 kepada DPRD melalui sidang paripurna, Jumat (26/11). RAPBD tersebut diterima Wakil Ketua DPRD Madina Harminsyah Batubara dan Erwin Efendi Nasution. Penyerahan RAPBD dilakukan setelah fraksi-fraksi di DPRD […]

  • Magnitute Wacana Balon Bupati Madina, (Bikin Kriteria atau Cari Tokoh?)

    Magnitute Wacana Balon Bupati Madina, (Bikin Kriteria atau Cari Tokoh?)

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Muhammad Ludfan Nasution Tanpa harus menyoal kenapa harus Pilkada Langsung dan serentak di 2015 ini, bicara tentang bakal calon (Balon) Bupati Madina tetap menantang, bahkan bisa-bisa bikin frustrasi. Kita mengenal Madina sedemikian rupa. Ada problem besar. Butuh resolusi tuntas. Ada perspektif sejarah yang adiluhung. Harus mencapai target-target besar yang terkesan mustahil. Itu satu […]

  • Tujuh Pejabat Pemkab Madina Dilantik

    Tujuh Pejabat Pemkab Madina Dilantik

    • calendar_month Rabu, 3 Nov 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebanyak 7 pejabat eselon III Pemkab Mandailing Natal (Madina) dilantik, Rabu (3/11/2021). Pelantikan dilakukan Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution di aula setdakab Madina. Tujuh pejabat itu, Parmonangan Hutasuhut, ST,MM dilantik untuk jabatan Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak; Arbiuddin Syhaputra Hakim Harahap SSTP,MM (Sekretaris Dinas Pendidikan);  Rahmad Daulay, ST […]

  • Aktifitas Tambang Emas Ilegal di Kotanopan Dekat Kantor Polsek

    Aktifitas Tambang Emas Ilegal di Kotanopan Dekat Kantor Polsek

    • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    KOTA NOPAN – (Mandailing Online) – Aneh, Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Jambur Tarutung, Kecamatan Kota Nopan, Madina leluasa beraktivitas meski hanya sekitar ratusan meter dari polsek, Kantor Camat dan bahkan Kantor Koramil Kecamatan Kotanopan. Bebasnya aktifitas tambang emas ilegal menggunakan alat berat jenis excavator itu diduga memiliki jaringan kuat sehingga kelas Polisi dan […]

expand_less