Rabu, 15 Jul 2026
light_mode

Lubuk Larangan : Pecandu Hingga Pembeli (1)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 19 Jun 2019
  • print Cetak

Pembukaan Lubuk Larangan di Mandailing

 

Catatan : Dahlan Batubara

 

Hari panen Lubuk Larangan adalah hari meriah. Orang-orang selalu berjibun ruah di sepanjang aliran sungai dan tepian sungai.

Sejak pukul 6 hingga 7 pagi, ratusan sepeda motor akan menderu-deru di sepanjang jalan raya menuju desa yang memanen Lubuk Larangan.

Sepeda motor-sepada motor itu dikendarai para penangkap ikan yang membawa jala, aup dan tamburan (tempat ikan).

Termasuk saya yang juga pecandu Lubuk Larangan. Saking candunya, tak sabar menunggu kabar : Lubuk Larangan mana gerangan yang akan panen.

Penjualan tiket masuk ke Lubuk Larangan bisanya sudah dimulai sejak pukul 6 pagi. Yang sudah membeli tiket disebut sebagai peserta, mereka akan langusung menuju tepian sungai mencari titik lubuk yang diinginkan.

Sejak pukul 6 itu, barisan orang yang memegang jala sudah berada di tepian sungai mengggu aba-aba pantia. Aba-aba yang menyatakan start lemparan jalan. Aba-aba biasanya dengan suara petasan yang menggema.

Begitu suara petasan meletus, ratusan bahkan seribuan jala dari para peserta akan meriuhkan aliran sungai Lubuk Larangan.

Di kesempatan pertama itu, akan terlihat pemandangan yang meriah. Suara percikan air oleh hempasan rantai menjadi riuh.

Ada yang berlari ke tepian sambil merangkul jala, itu menandakan jalanya memperoleh mera (ikan jurung besar), atau jalanya memperoleh belasan jurung sehingga harus dirangkul membawanya ke tepien. Ada pula yang memperoleh pamarak atau garing godang (jurung menjelang dewasa), ada yang memperoleh garing (jurung ukuran biasa).

Bagi yang memakai aup (jala kecil yang disergapkan ke liang persembunyian ikan) akan menyelam ke dalam air mencari liang bebatuan. Saya selama ini memakai aup.

Lubuk Larangan adalah konsep pelestarian sungai dimana hanya boleh menangkap ikan pada hari yang ditetapkan oleh masyarakat desa setempat. Biasanya hanya sekali atau dua kali dalam setahun.

Setidaknya terdapat 4 kelompok orang yang meramaikan hari panen Lubuk Larangan. Pertama, penangkap ikan. Kedua pembeli ikan. Ketiga, penjual makanan minuman. Keempat, panitia Lubuk Larangan.

Keempat kelompok ini berintegrasi dalam mutualiseme ekonomi.

Para penangkap ikan membeli tiket kepada pantia. Penjual makanan minuman menjual dagangan di lokasi Lubuk Larangan. Para pembeli ikan membeli ikan kepada para penangkap ikan.

Hasil penjualan tiket, sebagian untuk upah panitia, sebagian lainnya biasanya diperuntukkan untuk pembiayaan sosial di desa setempat. Untuk masjid, anak yatim, jompo.

Berdasar amatan saya. Jumlah pecandu Lubuk Larangan untuk kawasan Mandailing Julu dan Mandailing Godang itu mencapai sekitar 2.000 orang. Mereka ini selalu menunggu lubuk larangan yang akan panen. Istilah di Mandailing “mambuka lubuk larangan”.

Tetapi 2.000 orang itu tak semua selalu hadir di Lubuk Larangan tertentu. Faktornya, mereka juga mempertimbangkan mana lubuk larangan yang memiliki banyak ikan, mana yang sedikit.

Oleh karena itu, ada lubuk larangan yang panitianya hanya berhasil menjual sekitar 500 tiket. Ada yang mencapai 800 tiket. Ada yang berhasil menjual 1.500 tiket. Ada juga yang cuma sekitar 300 tiket. (bersambung)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Yayasan Mataniari Suplay Bibit Buah di Madina

    Yayasan Mataniari Suplay Bibit Buah di Madina

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    HUTABARGOT (Mandailing Online) – Pemberdayaan ekonomi rakyat yang terintegrasi dengan pelestarian lingkungan hidup patut dikembangkan. Interaksi kedua aspek ini sangat urgen dan memiliki nilai yang sangat mulia di tengah kian tingginya ancaman kerusakan ekosistem global. Dan kedua aspek itu menjadi bagian dari beberapa program Yayasan Mataniari di Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut). Yayasan Mataniari […]

  • Naposo Bulung Kota Siantar Tanyakan Rekomendasi PKB

    Naposo Bulung Kota Siantar Tanyakan Rekomendasi PKB

    • calendar_month Rabu, 2 Nov 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kalangan Naposo Bulung Kelurahan Kota Siantar Kecamatan Panyabungan mendatangi kantor DPC PKB Mandailing Natal (Madina), Selasa (1/11) mendesak pelantikan anggota DPRD  Madina dari PKB. Sebab, sudah lebih setahun pihak DPC Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Madina enggan merekomendasi persetujuan pengangkatan kadernya mengisi kursi kosong DPRD Madina setelah ditinggalkan Jakfar Sukhairi Nasution. Pengisian […]

  • H. Awaluddin, Galakkan Santunan Jompo dan Yatim

    H. Awaluddin, Galakkan Santunan Jompo dan Yatim

    • calendar_month Jumat, 12 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Anggota DPRD Mandailing Natal dari PKS, H. Awaluddin terus menggalakkan silaturrahmi sekaligus penyantunan jompo dan anak yatim. Hari ini, Jum’at (12/3/2021) santunan berlangsung di Desa Huta Bargot Dolok, Kecamatan Hutabargot. Penyerahan santunan dipusatkan di rumah Solahuddin Pulungan. Dalam kesempatan tersebut H. Awaluddin menyampaikan bahwa penyantunan anak yatim dan jompo tersebut untuk […]

  • Faslah, Ketua Tim Langganan MK

    Faslah, Ketua Tim Langganan MK

    • calendar_month Rabu, 21 Jul 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Besok HM Jakfar Sukhairi Nasution-Atika Azmi Utammi Nasuton, B.App.Fin, M.Fin akan dilantik menjadi bupati dan wakil bupati Mandailing Natal priode 2021-2024. Pasangan yang populer dengan sebutan SUKA ini adalah pemenang Pilkada Madina 2020, pilkada yang tergolong panjang dan melelahkan karena dua kali masuk Mahkamah Konstitusi (MK). Ada catatan menarik menjelang detik-detik pelantikan ini. Catatan […]

  • Riadoh Gantikan Suami di DPRD

    Riadoh Gantikan Suami di DPRD

    • calendar_month Minggu, 14 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Hj Riadoh Rangkuti dilantik menjadi anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menggantikan suaminya H Abdurrahman Mustafa Nasution yang meninggal dunia 3 Agustus lalu. Pelantikan anggota dewan dari Pergantian Antar Waktu (PAW) itu digelar di gedung DPRD Madina, Kamis (11/11). Abdurrahman Nasution saat duduk di lembaga legislatif menjabat sebagai Wakil Ketua […]

  • Ribuan Warga Madina Dapat Sertifikat Tanah

    Ribuan Warga Madina Dapat Sertifikat Tanah

    • calendar_month Rabu, 22 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebanyak 1.000 lembar sertifikat tanah diterbitkan untuk masyarakat di sejumlah desa di Mandailing Natal (Madina). Masyarakat yang memperoleh sertifikat tanah itu antara lain Desa Banjar Aur Utara, Rantobi, Muara Parlampungan, Batu Sondat, Simpang Koje. Penyerahan secara simbolik dilakukan Bupati Madina, Jakfar Sukhairi Nasution dan Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution […]

expand_less