Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Lubuk Larangan : Pecandu Hingga Pembeli (1)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 19 Jun 2019
  • print Cetak

Pembukaan Lubuk Larangan di Mandailing

 

Catatan : Dahlan Batubara

 

Hari panen Lubuk Larangan adalah hari meriah. Orang-orang selalu berjibun ruah di sepanjang aliran sungai dan tepian sungai.

Sejak pukul 6 hingga 7 pagi, ratusan sepeda motor akan menderu-deru di sepanjang jalan raya menuju desa yang memanen Lubuk Larangan.

Sepeda motor-sepada motor itu dikendarai para penangkap ikan yang membawa jala, aup dan tamburan (tempat ikan).

Termasuk saya yang juga pecandu Lubuk Larangan. Saking candunya, tak sabar menunggu kabar : Lubuk Larangan mana gerangan yang akan panen.

Penjualan tiket masuk ke Lubuk Larangan bisanya sudah dimulai sejak pukul 6 pagi. Yang sudah membeli tiket disebut sebagai peserta, mereka akan langusung menuju tepian sungai mencari titik lubuk yang diinginkan.

Sejak pukul 6 itu, barisan orang yang memegang jala sudah berada di tepian sungai mengggu aba-aba pantia. Aba-aba yang menyatakan start lemparan jalan. Aba-aba biasanya dengan suara petasan yang menggema.

Begitu suara petasan meletus, ratusan bahkan seribuan jala dari para peserta akan meriuhkan aliran sungai Lubuk Larangan.

Di kesempatan pertama itu, akan terlihat pemandangan yang meriah. Suara percikan air oleh hempasan rantai menjadi riuh.

Ada yang berlari ke tepian sambil merangkul jala, itu menandakan jalanya memperoleh mera (ikan jurung besar), atau jalanya memperoleh belasan jurung sehingga harus dirangkul membawanya ke tepien. Ada pula yang memperoleh pamarak atau garing godang (jurung menjelang dewasa), ada yang memperoleh garing (jurung ukuran biasa).

Bagi yang memakai aup (jala kecil yang disergapkan ke liang persembunyian ikan) akan menyelam ke dalam air mencari liang bebatuan. Saya selama ini memakai aup.

Lubuk Larangan adalah konsep pelestarian sungai dimana hanya boleh menangkap ikan pada hari yang ditetapkan oleh masyarakat desa setempat. Biasanya hanya sekali atau dua kali dalam setahun.

Setidaknya terdapat 4 kelompok orang yang meramaikan hari panen Lubuk Larangan. Pertama, penangkap ikan. Kedua pembeli ikan. Ketiga, penjual makanan minuman. Keempat, panitia Lubuk Larangan.

Keempat kelompok ini berintegrasi dalam mutualiseme ekonomi.

Para penangkap ikan membeli tiket kepada pantia. Penjual makanan minuman menjual dagangan di lokasi Lubuk Larangan. Para pembeli ikan membeli ikan kepada para penangkap ikan.

Hasil penjualan tiket, sebagian untuk upah panitia, sebagian lainnya biasanya diperuntukkan untuk pembiayaan sosial di desa setempat. Untuk masjid, anak yatim, jompo.

Berdasar amatan saya. Jumlah pecandu Lubuk Larangan untuk kawasan Mandailing Julu dan Mandailing Godang itu mencapai sekitar 2.000 orang. Mereka ini selalu menunggu lubuk larangan yang akan panen. Istilah di Mandailing “mambuka lubuk larangan”.

Tetapi 2.000 orang itu tak semua selalu hadir di Lubuk Larangan tertentu. Faktornya, mereka juga mempertimbangkan mana lubuk larangan yang memiliki banyak ikan, mana yang sedikit.

Oleh karena itu, ada lubuk larangan yang panitianya hanya berhasil menjual sekitar 500 tiket. Ada yang mencapai 800 tiket. Ada yang berhasil menjual 1.500 tiket. Ada juga yang cuma sekitar 300 tiket. (bersambung)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Madina Intruksikan 12 Kecamatan Hentikan Praktek Tambang Emas Ilegal

    Bupati Madina Intruksikan 12 Kecamatan Hentikan Praktek Tambang Emas Ilegal

    • calendar_month Senin, 26 Mei 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online ): Pasca tewasnya  3 penambang emas ilegal sebulan terakhir, Bupati Madina Saipullah Nasution melalui Kadis Kominfo Ashar Paras Muda Nasution mengintruksikan kepada Camat di 12 Kecamatan untuk memastikan bahwa kegiatan penambangan tidak beroperasi lagi. ” Bupati Madina meminta kepada Camat di 12 Kecamatan untuk memastikan bahwa kegiatan penambangan tidak beroperasi lagi […]

  • DCS Dapil1 PKS Madina

    DCS Dapil1 PKS Madina

    • calendar_month Sabtu, 6 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    DAFTAR CALON SEMENTARA ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT PEMILIHAN UMUM TAHUN 2014 Partai Keadilan Sejahtera ( PKS ) Dapil 1 Madina.

  • DPRD Madina Puji Bupati Motivasi Kebersihan Kota Panyabungan

    DPRD Madina Puji Bupati Motivasi Kebersihan Kota Panyabungan

    • calendar_month Senin, 15 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online) – Anggota DPRD Mandailing Natal memuji bupati yang mendorong peningkatan kebersihan kota Panyabungan. Apresisasi itu diungkapkan anggota DPRD Mandailing Natal (Madina) Dodi Martua S.Pi  dan Syafri Siregar, kepada Mandailing Online, Senin (15/2) terkait bupati yang langsung turun memimpin kegiatan pembersihan parit kota Panyabungan, pekan lalu. Menjurut Dodi dan Syafri, upaya yang […]

  • Mata Guru Roa Sisean

    Mata Guru Roa Sisean

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Nanisuratkon: Djasinaloan 20 Desember 2000   malos mali-mali i topi dalan laos tu roba parjolo do au marsantabi di sipanangion sipambege na martua laoskon jolo inang induri pamiari ni lapung dohot bota on ma sada turi jamitahon bisuk dohot poda sinondang ni bulan tula alak manduda marsidua tona ni ompunta ompu na martua na […]

  • RSU Natal kurang diperhatikan Pemkab

    RSU Natal kurang diperhatikan Pemkab

    • calendar_month Senin, 24 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA – Keberadaan Rumah Sakit Umum (RSU) Natal, kurang mendapat perhatian seius dari pihak Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal. Hal ini terlihat minimnya anggaran yang diberikan pada tahun 2011 lewat APBD Madina, serta tidak adanya penempatan tenaga medis ke rumah sakit tersebut. Demikian disampaikan anggota DPRD Madina, Ali Nafiah yang merupakan Putra Daerah Pantai Barat, malam […]

  • Kabut Asap Landa Madina

    Kabut Asap Landa Madina

    • calendar_month Rabu, 26 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wilayah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) diselimuti kabut asap sejak Rabu pagi (26/6/2013). Sejauh ini belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait tentang tingkat ketebalan kabut asap ini. Meski belum mengganggu arus lalu lintas karena jarak pandang masih normal, sejumlah warga kota Panyabungan mengaku sangat resah terhadap asap ini karena bisa berdampak […]

expand_less