Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Lubuk Larangan : Pecandu Hingga Pembeli (1)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 19 Jun 2019
  • print Cetak

Pembukaan Lubuk Larangan di Mandailing

 

Catatan : Dahlan Batubara

 

Hari panen Lubuk Larangan adalah hari meriah. Orang-orang selalu berjibun ruah di sepanjang aliran sungai dan tepian sungai.

Sejak pukul 6 hingga 7 pagi, ratusan sepeda motor akan menderu-deru di sepanjang jalan raya menuju desa yang memanen Lubuk Larangan.

Sepeda motor-sepada motor itu dikendarai para penangkap ikan yang membawa jala, aup dan tamburan (tempat ikan).

Termasuk saya yang juga pecandu Lubuk Larangan. Saking candunya, tak sabar menunggu kabar : Lubuk Larangan mana gerangan yang akan panen.

Penjualan tiket masuk ke Lubuk Larangan bisanya sudah dimulai sejak pukul 6 pagi. Yang sudah membeli tiket disebut sebagai peserta, mereka akan langusung menuju tepian sungai mencari titik lubuk yang diinginkan.

Sejak pukul 6 itu, barisan orang yang memegang jala sudah berada di tepian sungai mengggu aba-aba pantia. Aba-aba yang menyatakan start lemparan jalan. Aba-aba biasanya dengan suara petasan yang menggema.

Begitu suara petasan meletus, ratusan bahkan seribuan jala dari para peserta akan meriuhkan aliran sungai Lubuk Larangan.

Di kesempatan pertama itu, akan terlihat pemandangan yang meriah. Suara percikan air oleh hempasan rantai menjadi riuh.

Ada yang berlari ke tepian sambil merangkul jala, itu menandakan jalanya memperoleh mera (ikan jurung besar), atau jalanya memperoleh belasan jurung sehingga harus dirangkul membawanya ke tepien. Ada pula yang memperoleh pamarak atau garing godang (jurung menjelang dewasa), ada yang memperoleh garing (jurung ukuran biasa).

Bagi yang memakai aup (jala kecil yang disergapkan ke liang persembunyian ikan) akan menyelam ke dalam air mencari liang bebatuan. Saya selama ini memakai aup.

Lubuk Larangan adalah konsep pelestarian sungai dimana hanya boleh menangkap ikan pada hari yang ditetapkan oleh masyarakat desa setempat. Biasanya hanya sekali atau dua kali dalam setahun.

Setidaknya terdapat 4 kelompok orang yang meramaikan hari panen Lubuk Larangan. Pertama, penangkap ikan. Kedua pembeli ikan. Ketiga, penjual makanan minuman. Keempat, panitia Lubuk Larangan.

Keempat kelompok ini berintegrasi dalam mutualiseme ekonomi.

Para penangkap ikan membeli tiket kepada pantia. Penjual makanan minuman menjual dagangan di lokasi Lubuk Larangan. Para pembeli ikan membeli ikan kepada para penangkap ikan.

Hasil penjualan tiket, sebagian untuk upah panitia, sebagian lainnya biasanya diperuntukkan untuk pembiayaan sosial di desa setempat. Untuk masjid, anak yatim, jompo.

Berdasar amatan saya. Jumlah pecandu Lubuk Larangan untuk kawasan Mandailing Julu dan Mandailing Godang itu mencapai sekitar 2.000 orang. Mereka ini selalu menunggu lubuk larangan yang akan panen. Istilah di Mandailing “mambuka lubuk larangan”.

Tetapi 2.000 orang itu tak semua selalu hadir di Lubuk Larangan tertentu. Faktornya, mereka juga mempertimbangkan mana lubuk larangan yang memiliki banyak ikan, mana yang sedikit.

Oleh karena itu, ada lubuk larangan yang panitianya hanya berhasil menjual sekitar 500 tiket. Ada yang mencapai 800 tiket. Ada yang berhasil menjual 1.500 tiket. Ada juga yang cuma sekitar 300 tiket. (bersambung)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Awas, Ada Permen Bikin Mabuk!

    Awas, Ada Permen Bikin Mabuk!

    • calendar_month Selasa, 3 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Orang tua kini harus semakin waspada terhadap jajanan untuk anak mereka. Pasalnya, Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) mengindikasi adanya peredaran permen yang mengandung narkoba. “Petugas terus melakukan penyelidikan di lapangan. Informasinya ada beberapa merek. Namun sampai saat ini yang termonitor baru satu, mereknya Magic Pop,” kata Direktur Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut, […]

  • Bupati Madina Harusnya Tak Lindungi Tersangka Koruptor

    Bupati Madina Harusnya Tak Lindungi Tersangka Koruptor

    • calendar_month Senin, 8 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIDEMPUAN (Mandailing Online) : Bupati Mandailing Natal seharusnya tidak melindungi pejabat yang tersangka korupsi. “Jika benar bupati anti korupsi, tidak membuat surat permohonan/jaminan kepada Kadishub Madina,” ujar Ketua Persatuan Advokat Indoensia (Peradi) Tabagsel, H. Ridwan Rangkuty,SH.MH yang dilansir surat kabar Malintang Pos edisi pekan ini. Sekedar dikethaui, Polres Madina sejatinya sudah melakukan penahanan badan terhadap […]

  • Rebutan Lahan Eks PTPN II, 1 Tewas

    Rebutan Lahan Eks PTPN II, 1 Tewas

    • calendar_month Kamis, 2 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Ditikam di Depan Anak Kandung LABUHAN DELI, (MO)- Persoalan sengketa tanah sepertinya tidak ada habisnya, kembali satu nyawa melayang dan dua lainnya kritis akibat bentrokan memperebutkan lahan eks PTPN II. Peristiwa tersebut terjadi di lahan garapan Pasar X Desa Manunggal Kecamatan Labuhan Deli Kabupaten Deliserdang, Rabu (1/8) kemarin. Keterangan dihimpun Sumut Pos di sekitar lokasi […]

  • IKANAS Sumut Antara Panggung dan Manuver 90 Hari

    IKANAS Sumut Antara Panggung dan Manuver 90 Hari

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Tim Mandailing Epicentrum   Hari ini (Ahad, 3 Mei 2016), DPD Ikatan Keluarga Nasution dohot Anakboruna (Ikanas) Sumatera Utara periode 2026-2031 menjalani prosesi pelantikan. Momentum ini kerap dianggap sebagai puncak kerja dan beban terbesar dalam berorganisasi. Suasana tentu meriah. Heboh. Tamu penting dan undangan kehormatan menempati jejeran sopa di baris terdepan. Yang jauh […]

  • Pemkab Madina Bagikan Beasiswa

    Pemkab Madina Bagikan Beasiswa

    • calendar_month Kamis, 6 Feb 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Plt Bupati Madina :”Silahkan Laporkan Bila Dipotong” PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Mandailing Natal (Madina) membagikan beasiswa kepada 280 orang mahasiswa/i asal Madina yang kuliah di perguruan tinggi negeri, Rabu (5/2/2014). Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Plt. Bupati Madina Dahlan Hasan di lapangan SMA Negeri I Panyabungan. Kepala Dinas Pendidikan Madina, Imron Lubis di kesempatan […]

  • Harga Karet Naik 500 Rupiah

    Harga Karet Naik 500 Rupiah

    • calendar_month Selasa, 19 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) : Harga karet alam di Kecamatan Siabu naik sekitar 500 rupah per kilo gram. Penjualan di tingkat pedagang pengumpul, Selasa (19/4/2016) di kawasan Huta Puli mencapai 6.500 hingga 7.500. pekan sebelumnya masih di level 6.500 hingga 7.000 per kilo gram. Kenaikan juga terjadi di Kotanopan. Perdagangan di pasar Kotanopan Sabtu lalu tercatat […]

expand_less