Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

Bahkan Penjarapun Terlalu Ringan Untuk Para Koruptor

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 14 Apr 2020
  • print Cetak

Oleh : Elsa Novia Wita Siregar, S.Si

Elsa Novia Wita Siregar

Pemerintah masih terus berfikir untuk menangani masalah pandemi yang sedang melanda dunia, khususnya yang terjadi Indonesia.

Berbagai pihak menilai Indonesia sangat terlambat merespon kasus ini, sehingga penyebaran virus menjadi tak terkendali. Sudah ada ratusan jiwa yang menjadi korban keganasan virus Corona yang tersebar hampir diseluruh wilayah Indonesia. Sehingga ini menjadi PR besar pemerintah untuk mengambil langkah bijak dan terukur guna menekan angka pertambahan korban.

Sampai saat ini pemerintah masih bertahan pada himbauan pembatasan sosial, dengan harapan meningkatkan keseriusan masyarakat menjaga jarak dan membatasi interaksi sosial selama beberapa hari kedepan.

Himbauan ini ternyata telah menstimulasi Menkumham Yasonna Laoly untuk membuat kebijakan nyeleneh. Ia mengusulkan revisi Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan. Hal ini untuk mencegah penyebaran virus corona(Covid-19) di Lembaga Pemasyarakatan. Tujuannya belagak mulia dan visioner, yaitu ingin menerapkan himbauan pemerintah untuk melakukan pembatasan sosial, dalam hal ini menjaga jarak kontak fisik satu sama lain.

Sungguh ide ini lebih busuk dari bau sampah. Ditengah kepanikan negeri menghadapi wabah bisa-bisanya mengambil kesempatan menyelematkan para penjahat kelas kakap si penjilat uang rakyat. Sangat memalukan sekaligus menunjukkan ketidakadilan sang menteri terhadap hukum negeri ini.

Wacana ini sudah pasti mengundang reaksi bernada kecaman dari masyarakat. Sebab alasan yang disampaikan sulit diterima nalar. Beliau mengatakan penjara terlalu padat buat para napi, sehingga sulit bagi mereka untuk menjaga jarak yang ini sangat rentan untuk penyebaran virus.

Pertanyaannya, apakah Covid 19 sudah sampai ke penjara sehingga dikwatirkan saling menularkan satu dengan yang lainnya? Bukankah justru penjara menjadi tempat paling aman buat mereka mengisolasi diri? Bagaimana penjelasan logisnya Covid 19 bisa menyebar ke penjara? Apakah para napi ada jadwal keluar penjara sehingga sudah ada yang terkena virus Covid 19? Pertanyaan-pertanyaan itu belum mampu dipecahkan oleh akal sehat yang masih menjaga kewarasan. Usulan ini justru mempertlihatkan kecondogan beliau kepada para pencuri berdasi yang tidak punya harga diri itu.

Kebijakan ini harus ditolak karena tidak sesuai dengan hukum yang berlaku. Kalaupun mau memaksakan dengan alasan terdesak karena ada wabah, alasan ini juga tertolak sebab sampai sekarang tidak ada informasi kalau dipenjara sudah terjangkit wabah virus Covid 19.

Membebaskan para napi ditengah kondisi pandemi begini sama saja dengan menambah persoalan baru. Lagian ini juga terlalu enak buat mereka yang terlalu egois dan tidak amanah terhadap negara. Bahkan sebenarnya pejara saja terlalu ringan sebagai hukuman bagi orang-orang tak tahu diri seperti koruptor. Mereka bukan penjahat biasa, mereka juga bukan tindak kriminal yang ecek-ecek. Otak mereka kotor persis perbuatannya, sehingga tak layak dikasihani meski usia mereka telah menua.

Untuk pemerintah khususnya bapak menteri Hukum dan HAM yang terhormat, tolong untuk tidak sembarangan membuat kebijakan yang ngawur dan asal-asalan. Berhentilah bersikap tidak wibawa dengan mengeluarkan lelucon yang menjijikkan seperti ini. Fokus kita sekarang bukan menyelamat para koruptor yang rakus itu. Ada jutaan jiwa tak jelas nasibnya di luar sana yang butuh perhatian dalam menghadapi wabah ini.

Mereka menanti akal sehat dalam menuntaskan penyebaran virus Covid 19 dengan memberi mereka penghidupan yang layak. Lupakan mereka para pencuri tamak yang tidak tahu malu itu. Wallohu’alam.***

Elsa Novia Wita Siregar, S.Si tinggal di Padangsidimpuan

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Hadiri Penyerahan DIPA di Medan

    Bupati Hadiri Penyerahan DIPA di Medan

    • calendar_month Jumat, 2 Des 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Jafar Sukhairi Nasution menghadiri penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Transfer Ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Sumatera Utara (Sumut) tahun 2023 di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41, Medan, Jumat (2/12/2022). Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menyampaikan DIPA dan TKDD Sumut tahun […]

  • Mayat Pria 20-an Tahun Hanyut di Batang Gadis

    Mayat Pria 20-an Tahun Hanyut di Batang Gadis

    • calendar_month Selasa, 14 Mar 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Satu mayat pria berusia sekitar 20 tahun ditemukan hanyut mengapung di Sungai Batang Gadis, Selasa (14/3/2017). Jenazah pria itu ditemukan mengapung di titik Desa Muara Batang Angkola, Kecamatan Siabu,  Kabupaten Mandailing Natal. Seorang yang sedang mengail ikan di pinggiran Sungai Batang Gadis yang pertama melihat jenazah itu lalu memberitahu warga seterusnya […]

  • Tembak Mati Terduga Teroris, Kegagalan Status Negara Hukum Untuk Indonesia?

    Tembak Mati Terduga Teroris, Kegagalan Status Negara Hukum Untuk Indonesia?

    • calendar_month Rabu, 7 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamat Politik Kasus aksi teror kembali mengguncang negeri. Tidak tanggung-tanggung, aksi teror tersebut beruntun terjadi dalam kurun waktu satu minggu. Aksi pertama yang membuat geger adalah ledakan bom bunuh diri di Makassar. Tepat di samping gereja. Pelakunya tewas dan dikabarkan bahwa petugas menemukan potongan-potongan tubuh korban di lokasi kejadian […]

  • Harga Raskin di Batu Sondat Batahan Tembus Rp2.120/Kg

    Harga Raskin di Batu Sondat Batahan Tembus Rp2.120/Kg

    • calendar_month Selasa, 12 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Program pemerintah membantu masyarakat miskin melalui program beras untuk rakyat miskin (Raskin) ternyata belum dinikmati masyarakat dengan baik. Hal itu terbukti dari investigasi wartawan di Desa Batu Sondat, Kecamatan Batahan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sabtu (09/07/2011) lalu. Berdasarkan pantauan wartawan di Batu Sondat pada saat aparat Desa Batu Sondat menyalurkan raskin, harga jual raskin […]

  • Rehab Penahan Arus Sungai di Panyabungan Timur Diharap Selesai Tepat Waktu

    Rehab Penahan Arus Sungai di Panyabungan Timur Diharap Selesai Tepat Waktu

    • calendar_month Rabu, 27 Okt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN TIMUR (Mandailing Online) – Rehabilitasi bangunan dek penahan arus sungai di Kecamatan Panyabungan Timur Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sedang berlangsung. Diharapkan pekerjaannya selesai tepat waktu. Dek ini urgen karena sejumlah titik jalan raya di Panyabungan Timur selalu rawan diterjang arus Sungai Aek Pohon. Jalur jalan raya di Panyabungan Timur relatif mengikuti alur tepian sungai […]

  • Bertabur Prestasi, MAN 1 Madina Juara Robotik Tingkat Nasional

    Bertabur Prestasi, MAN 1 Madina Juara Robotik Tingkat Nasional

    • calendar_month Jumat, 22 Okt 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kabupaten Mandailing Natal (Madina) kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat Nasional pada ajang Inovasi Robotik Tingkat Nasional Tahun 2021. Ini merupakan kali pertama siswa MAN 1 Madina keluar sebagai juara 1 dan 2 pada bidang robotik. Sebelumnya, sudah banyak siswa madrasah ini yang berprestasi di bidang […]

expand_less