Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Bahkan Penjarapun Terlalu Ringan Untuk Para Koruptor

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 14 Apr 2020
  • print Cetak

Oleh : Elsa Novia Wita Siregar, S.Si

Elsa Novia Wita Siregar

Pemerintah masih terus berfikir untuk menangani masalah pandemi yang sedang melanda dunia, khususnya yang terjadi Indonesia.

Berbagai pihak menilai Indonesia sangat terlambat merespon kasus ini, sehingga penyebaran virus menjadi tak terkendali. Sudah ada ratusan jiwa yang menjadi korban keganasan virus Corona yang tersebar hampir diseluruh wilayah Indonesia. Sehingga ini menjadi PR besar pemerintah untuk mengambil langkah bijak dan terukur guna menekan angka pertambahan korban.

Sampai saat ini pemerintah masih bertahan pada himbauan pembatasan sosial, dengan harapan meningkatkan keseriusan masyarakat menjaga jarak dan membatasi interaksi sosial selama beberapa hari kedepan.

Himbauan ini ternyata telah menstimulasi Menkumham Yasonna Laoly untuk membuat kebijakan nyeleneh. Ia mengusulkan revisi Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan. Hal ini untuk mencegah penyebaran virus corona(Covid-19) di Lembaga Pemasyarakatan. Tujuannya belagak mulia dan visioner, yaitu ingin menerapkan himbauan pemerintah untuk melakukan pembatasan sosial, dalam hal ini menjaga jarak kontak fisik satu sama lain.

Sungguh ide ini lebih busuk dari bau sampah. Ditengah kepanikan negeri menghadapi wabah bisa-bisanya mengambil kesempatan menyelematkan para penjahat kelas kakap si penjilat uang rakyat. Sangat memalukan sekaligus menunjukkan ketidakadilan sang menteri terhadap hukum negeri ini.

Wacana ini sudah pasti mengundang reaksi bernada kecaman dari masyarakat. Sebab alasan yang disampaikan sulit diterima nalar. Beliau mengatakan penjara terlalu padat buat para napi, sehingga sulit bagi mereka untuk menjaga jarak yang ini sangat rentan untuk penyebaran virus.

Pertanyaannya, apakah Covid 19 sudah sampai ke penjara sehingga dikwatirkan saling menularkan satu dengan yang lainnya? Bukankah justru penjara menjadi tempat paling aman buat mereka mengisolasi diri? Bagaimana penjelasan logisnya Covid 19 bisa menyebar ke penjara? Apakah para napi ada jadwal keluar penjara sehingga sudah ada yang terkena virus Covid 19? Pertanyaan-pertanyaan itu belum mampu dipecahkan oleh akal sehat yang masih menjaga kewarasan. Usulan ini justru mempertlihatkan kecondogan beliau kepada para pencuri berdasi yang tidak punya harga diri itu.

Kebijakan ini harus ditolak karena tidak sesuai dengan hukum yang berlaku. Kalaupun mau memaksakan dengan alasan terdesak karena ada wabah, alasan ini juga tertolak sebab sampai sekarang tidak ada informasi kalau dipenjara sudah terjangkit wabah virus Covid 19.

Membebaskan para napi ditengah kondisi pandemi begini sama saja dengan menambah persoalan baru. Lagian ini juga terlalu enak buat mereka yang terlalu egois dan tidak amanah terhadap negara. Bahkan sebenarnya pejara saja terlalu ringan sebagai hukuman bagi orang-orang tak tahu diri seperti koruptor. Mereka bukan penjahat biasa, mereka juga bukan tindak kriminal yang ecek-ecek. Otak mereka kotor persis perbuatannya, sehingga tak layak dikasihani meski usia mereka telah menua.

Untuk pemerintah khususnya bapak menteri Hukum dan HAM yang terhormat, tolong untuk tidak sembarangan membuat kebijakan yang ngawur dan asal-asalan. Berhentilah bersikap tidak wibawa dengan mengeluarkan lelucon yang menjijikkan seperti ini. Fokus kita sekarang bukan menyelamat para koruptor yang rakus itu. Ada jutaan jiwa tak jelas nasibnya di luar sana yang butuh perhatian dalam menghadapi wabah ini.

Mereka menanti akal sehat dalam menuntaskan penyebaran virus Covid 19 dengan memberi mereka penghidupan yang layak. Lupakan mereka para pencuri tamak yang tidak tahu malu itu. Wallohu’alam.***

Elsa Novia Wita Siregar, S.Si tinggal di Padangsidimpuan

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Analisis BMKG : Gempa Sidimpuan Murni Tektonik

    Analisis BMKG : Gempa Sidimpuan Murni Tektonik

    • calendar_month Jumat, 14 Jul 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      JAKARTA (Mandailing Online) – Berdasar analisisis pihak Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika, gempa Sidimpuan, Sumatera Utara, Jum’at (14/7/2017) disebabkan oleh aktivitas tektonik dan bukan akibat aktivitas vulkanik. Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Tsunami BMKG, Dr Daryono dalam penjelasannya yang dilansir Kumparan.Com dan Tribun Medan, Jum’at, jika ditinjau dari lokasi serta kedalamannya yang dangkal, merupakan […]

  • PT SMGP Harus Beberkan Dampak Negatif Geothermal

    PT SMGP Harus Beberkan Dampak Negatif Geothermal

    • calendar_month Selasa, 29 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) yang akan melaksanakan eksplorasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) diminta melaksanakan sosialisasi secara terbuka terhadap masyarakat. Permintaan itu disampaikan Ketua Pimpinan Pusat Keluarga Besar Mahasiswa Mandailing Natal (PP Gabema Madina) Agussalam Nasution kepada Tim Sosialisasi Pembangunan Sorik Marapi Geothermal saat pelaksanaan sosialisasi geothermal […]

  • Kolaborasi Polisi dan Pemerintah Desa Menekan Angka Kasus Pencurian

    Kolaborasi Polisi dan Pemerintah Desa Menekan Angka Kasus Pencurian

    • calendar_month Minggu, 18 Sep 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Arya Damanik Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh Perkembangan kehidupan masyarakat yang begitu cepat sebagai hasil dan proses pelaksanaan pembangunan di segala bidang kehidupan sosial terutama dalam bidang keamanan telah membawa pula dampak negatif berupa peningkatan kualitas dan kuantitas berbagai macam kejahatan yang sangat merugikan dan meresahkan masyarakat, salah satunya adalah tindak pidana pencurian. Pencurian […]

  • DPRD Madina Masih Bergolak

    DPRD Madina Masih Bergolak

    • calendar_month Selasa, 7 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Konstalasi politik di tubuh DPRD Madina masih panas. Dampaknya, draf Perhitungan APBD 2011 yang sudah sebulan diajukan pemkab ke gedung dewan itu, hingga kini nasibnya terkatung-katung belum dibahas lembaga legislatif itu. Ini mengindikasikan DPRD Madina masih bergolak. Kabar yang hangat di gedung dewan, bahwa terjadi “perang dingin” yang rumit antara dua kelompok di DPRD Madina. […]

  • KPK Punya Bukti Amrun Daulay Terlibat

    KPK Punya Bukti Amrun Daulay Terlibat

    • calendar_month Senin, 20 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ferry Wibisono, menegaskan punya bukti kuat keterlibatan politisi Demokrat, Amrun Daulay, dalam korupsi mesin jahit, sapi import dan pengadaan sarung di Departemen Sosial. Daulay turut bekerja sama dengan Mantan Menteri Sosial yang kini jadi terdakwa Bachtiar Chamsyah. Sebelumnya JPU KPK dalam dakwaannya menyebut nama Amrun […]

  • Jompo Sakit-Sakitan Tapi Tak Dapat Bansos Covid-19

    Jompo Sakit-Sakitan Tapi Tak Dapat Bansos Covid-19

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jompo, miskin, sakit sakitan, tak bisa kerja, makan pun harus dibantu jiran, tapi tak memperoleh bantuan sembako di era Covid-19. Itu yang dialami nenek Rohana umur 64 tahun. Suaminya Sahroni umur 65 tahun. Warga Desa Hutabaringin, Kecamatan Siabu, Mandailing Natal, Sumut. Nenek ini sudah 6 bulan sakit sakitan. Suaminya juga sudah lama sakit sakitan. Selama […]

expand_less