Rabu, 24 Jun 2026
light_mode

Willem Iskandar dan Kweekschool Tanobato: Pelopor Pendidikan Guru Rakyat di Indonesia

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • print Cetak

Oleh: Rahmat Zubarkah Nasution
Penggiat di Gerep Institute (Pusat Kajian Mandailing Natal)

 

Pendahuluan

Ketika berbicara tentang sejarah pendidikan Indonesia, nama Ki Hajar Dewantara hampir selalu menjadi rujukan utama. Namun, jauh sebelum lahirnya Taman Siswa pada tahun 1922, di sebuah desa kecil di Mandailing telah berdiri sebuah lembaga pendidikan yang memiliki peran penting dalam mencerdaskan masyarakat bumiputra.

Lembaga itu adalah Kweekschool Tanobato yang didirikan oleh Willem Iskander pada tahun 1862.

Dalam historiografi nasional, Willem Iskander belum memperoleh perhatian yang sebanding dengan besarnya kontribusi yang ia berikan. Padahal, melalui Kweekschool Tanobato, ia telah memperkenalkan gagasan pendidikan rakyat, pengembangan guru pribumi, dan penggunaan budaya lokal sebagai sarana pembelajaran jauh sebelum gagasan pendidikan nasional berkembang pada awal abad ke-20.

Willem Iskander dan Gagasan Kemajuan Melalui Pendidikan

Willem Iskander lahir dengan nama Sati Nasution pada tahun 1840 di Mandailing. Pada masa ketika pendidikan masih menjadi hak istimewa kelompok tertentu, ia telah memiliki keyakinan bahwa kemajuan masyarakat hanya dapat dicapai melalui pendidikan.

Pengalaman belajar di Belanda membuka cakrawala berpikirnya mengenai pentingnya pendidikan bagi rakyat. Namun, berbeda dengan banyak tokoh pada zamannya yang memilih berkarier dalam birokrasi kolonial, Willem Iskander justru kembali ke tanah kelahirannya dengan cita-cita besar: mencerdaskan masyarakat melalui pendidikan.

Baginya, pendidikan bukan sekadar sarana memperoleh pengetahuan, melainkan jalan untuk mengangkat martabat masyarakat dan membangun masa depan bangsa.

Berdirinya Kweekschool Tanobato

Pada tahun 1862, Willem Iskander mendirikan Kweekschool voor Inlandsche Onderwijzers atau Sekolah Guru Bumiputra di Tanobato, Mandailing. Sekolah ini dikenal luas sebagai Kweekschool Tanobato.

Keberadaan sekolah ini memiliki arti penting karena didirikan pada masa ketika akses pendidikan bagi masyarakat pribumi masih sangat terbatas. Meskipun sebelumnya telah berdiri sekolah guru di Surakarta dan Fort de Kock (Bukittinggi), lembaga-lembaga tersebut pada umumnya lebih dekat dengan kalangan elite dan bangsawan.

Sebaliknya, Kweekschool Tanobato hadir dengan semangat yang berbeda. Sekolah ini membuka kesempatan bagi masyarakat bumiputra untuk memperoleh pendidikan dan menjadi guru.

Inilah yang membuat banyak peneliti pendidikan menempatkan Kweekschool Tanobato sebagai salah satu pelopor pendidikan guru rakyat di Indonesia.

Keunggulan Kweekschool Tanobato

Terdapat beberapa alasan mengapa Kweekschool Tanobato memiliki posisi yang sangat penting dalam sejarah pendidikan Indonesia.

1. Pendidikan untuk Rakyat.

Sekolah ini tidak dibangun semata-mata untuk melayani kebutuhan birokrasi kolonial, melainkan untuk menciptakan tenaga pendidik yang dapat mengembangkan masyarakat di daerahnya masing-masing.

Semangat pemerataan pendidikan sudah terlihat jelas dalam gagasan yang dibangun Willem Iskander.

2. Mencetak Guru Pribumi

Fokus utama Kweekschool Tanobato adalah melahirkan guru-guru bumiputra yang mampu mengajar masyarakatnya sendiri.

Pada abad ke-19, gagasan ini sangat maju. Willem Iskander memahami bahwa pendidikan tidak akan berkembang tanpa kehadiran guru yang berasal dari lingkungan masyarakat itu sendiri.

3. Menggunakan Pendekatan Budaya Lokal

Salah satu keunikan Kweekschool Tanobato adalah penggunaan bahasa dan budaya Mandailing sebagai bagian dari proses pembelajaran.

Willem Iskander menyadari bahwa pendidikan akan lebih mudah diterima apabila dekat dengan kehidupan masyarakat. Karena itu, ia menulis berbagai bahan bacaan dalam bahasa Mandailing, termasuk karya terkenalnya Si Bulus-Bulus Si Rumbuk-Rumbuk.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa modernisasi pendidikan tidak harus menghilangkan identitas budaya lokal.

4. Menyebarkan Pendidikan ke Berbagai Daerah

Lulusan Kweekschool Tanobato kemudian menjadi guru di berbagai wilayah Sumatra dan Tapanuli.

Pengaruh sekolah ini tidak hanya terbatas di Tanobato, melainkan menyebar melalui para alumninya yang menjadi agen perubahan sosial di masyarakat.

Willem Iskander dan Ki Hajar Dewantara: Dua Tokoh, Dua Kontribusi Besar

Dalam berbagai diskusi sering muncul pertanyaan: apakah kontribusi Willem Iskander lebih besar daripada Ki Hajar Dewantara?

Secara akademis, pertanyaan tersebut kurang tepat. Kedua tokoh hidup pada periode yang berbeda dan menghadapi tantangan yang berbeda pula.

Willem Iskander adalah pelopor pendidikan guru pribumi pertama pada pertengahan abad ke-19. Ia membangun fondasi awal bagi lahirnya tenaga pendidik bumiputra.

Sementara itu, Ki Hajar Dewantara pada abad ke-20 mengembangkan filosofi pendidikan nasional dan membangun gerakan pendidikan yang memiliki dampak luas terhadap bangsa Indonesia.

Karena itu, keduanya tidak perlu dipertentangkan.

Apabila Ki Hajar Dewantara dikenal sebagai Bapak Pendidikan Nasional Indonesia, maka Willem Iskander layak dikenang sebagai salah satu pelopor pendidikan guru rakyat Indonesia.

Mengapa Willem Iskander Layak Mendapat Pengakuan Lebih Besar?

Terdapat beberapa argumentasi akademik yang dapat diajukan.

1. Willem Iskander merupakan tokoh pendidikan bumiputra yang bekerja jauh sebelum munculnya gerakan kebangsaan Indonesia.
2. Willem Iskandar berhasil mendirikan lembaga pendidikan guru yang berorientasi pada masyarakat luas.
3. Willem Iskandar memadukan pendidikan modern dengan nilai-nilai budaya lokal.
4. Gagasan dan praktik pendidikannya memberikan dampak nyata melalui lahirnya guru-guru pribumi yang menyebarkan pendidikan ke berbagai daerah.
5. kontribusinya selama ini relatif kurang dikenal dalam narasi besar sejarah pendidikan Indonesia.

Atas dasar itulah, banyak kalangan menilai bahwa Willem Iskander layak memperoleh pengakuan yang lebih luas dalam sejarah nasional.

Penutup

Kweekschool Tanobato bukan sekadar sekolah yang berdiri di sebuah desa kecil di Mandailing pada tahun 1862. Sekolah ini merupakan simbol lahirnya kesadaran bahwa kemajuan masyarakat harus dimulai dari pendidikan dan bahwa guru merupakan kunci utama perubahan sosial.

Melalui Kweekschool Tanobato, Willem Iskander telah menunjukkan bahwa pendidikan rakyat bukanlah gagasan baru yang muncul pada abad ke-20. Gagasan tersebut telah diperjuangkan sejak pertengahan abad ke-19 oleh seorang putra Mandailing yang percaya bahwa masa depan bangsanya hanya dapat dibangun melalui ilmu pengetahuan.

Maka dalam sejarah pendidikan Indonesia, Willem Iskander tidak hanya layak dikenang sebagai tokoh daerah Mandailing. Ia layak ditempatkan sebagai salah satu pelopor pendidikan guru pribumi dan pendidikan rakyat Indonesia yang kontribusinya mendahului banyak perkembangan pendidikan nasional pada masa-masa berikutnya.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • LKPJ dan LPJ Disidangkan di Hari Yang Sama

    LKPJ dan LPJ Disidangkan di Hari Yang Sama

    • calendar_month Selasa, 6 Agt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – DPRD Madina hari ini melakukan dua rapat paripurna. Satu penyampaian LKPJ Bupati Madina. Kedua untuk LPJ Bupati Madina. Paripurna penyampaian LKPJ (Laporan Keterangan Pertanggungjawaban) APBD TA 2018 dilakukan Selasa siang (6/8/2019). Sedangkan penyampaian LPJ (Laporan Pertangggungjawaban) Bupati Madina TA 2018 dilakukan sore usai Asar. Nota pengantar LKPJ dan LPJ disampaikan […]

  • Alasan Sakit, Ali Makmur Gagal Dieksekusi

    Alasan Sakit, Ali Makmur Gagal Dieksekusi

    • calendar_month Rabu, 29 Jan 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kejaksaan Negeri Panyabungan kembali gagal melakukan eksekusi terhadap Ali Makmur Nasution Alias Jaganding salah seorang anggota DPRD Mandailing Natal (Madina). Pasalnya, pria yang divonis 2 tahun penjara oleh Mahkamah Agung itu disebut masih dirawat di RSU Bunda Tamrin, Medan. Kuasa hukum Ali Makmur Nasution, Elpi Juni Samudra Dalimunthe,SH.MH di gedung Kejaksaan […]

  • Ribuan Rakyat Penambang Tuntut Pemkab Madina Terbitkan Regulasi

    Ribuan Rakyat Penambang Tuntut Pemkab Madina Terbitkan Regulasi

    • calendar_month Kamis, 12 Des 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekitar 5000 orang rakyat penambang melakukan unjukrasa ke DPRD Madina, Kamis (12/12/2019). Mereka menuntut Pemkab Mandailing Natal (Madina) melakukan pembinaan tambang rakyat, bukan membinasakan penambang. Karena ribuan kepala keluarga di Madina telah terbantu oleh rezeki dari tambang emas ditengah kegagalan pemerintah daerah menciptakan lapangan kerja untuk rakyatnya. Pemkab Madina diminta […]

  • Fahrizal Efendi Nasution: Umaro dan Ulama Harus Tetap Sejalan

    Fahrizal Efendi Nasution: Umaro dan Ulama Harus Tetap Sejalan

    • calendar_month Selasa, 6 Jul 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Anggota DPRD Sumut, H.Fahrizal Efendi Nasution menyatakan umaro dan ulama harus tetap sejalan dalam mengayomi rakyat serta penyelenggaraan kebutuhan umat. Itu dikatakan politisi Hanura ini saat melakukan reses di Mandailing Natal, Selasa (6/7/2021). Reses ini adalah Reses III Tahun Sidang II 2020-2021Daerah Pemilihan Sumut VII (Kabupaten Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Padang […]

  • Ketua Komisi I Apresiasi Kesigapan Bupati dan Wakil

    Ketua Komisi I Apresiasi Kesigapan Bupati dan Wakil

    • calendar_month Rabu, 19 Jan 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua Komisi I DPRD Mandailing Natal (Madina) Zubaidah Nasution mengapresiasi kesigapan Bupati dan Wakil Bupati mengatasi gejolak yang timbul akibat surat edaran Kepala Dinas Pendidikan. Apresiasi itu disampaikan Zubaidah ketika dimintai tanggapannya terkait instruksi Bupati yang meminta vaksinasi anak dilakukan dengan pendekatan persuasif. “Kita juga apresiasi kesigapan Bupati dan Wakil dalam […]

  • Olimpiade Sains Nasional, MAN 1 Raih Emas

    Olimpiade Sains Nasional, MAN 1 Raih Emas

    • calendar_month Senin, 6 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing online) – Madrasah Aliah Negeri (MAN) 1 Mandailing Natal (Madina) seperti tiada hari tanpa prestasi. Kali ini, Husny Abdillah, utusan MAN 1 Madina meraih emas di ajang Olimpiade Sains #2 Global Youth Action (OSN GYA) bidang matematika, 28 November 2021 lalu secara online melalui g-from. Padahal, baru beberapa hari lalu sejumlah pelajar MAN 1 […]

expand_less