Jumat, 16 Okt 2026
light_mode

Di STAIN Madina, Dosen Hukum Pidana Islam Pimpin Prodi Perbankan Syariah & Ilmu Hadist. Seleksinya Jadi Sorotan

  • account_circle Muhammad Hanapi
  • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Heboh! Proses seleksi pejabat di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal (STAIN Madina) diduga sarat Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Sorotan tajam mengarah pada penempatan Kepala Program Studi hingga Sekretaris Pusat yang dinilai janggal dan tidak sesuai kompetensi.

Dugaan ini mencuat usai seleksi dan pelantikan Ka. Prodi, Sekretaris Pusat Penjaminan Mutu (P2M), Sekretaris Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M), serta Sekretaris Satuan Pengawas Internal. Proses yang digelar 11-19 Juni 2026 itu kini menuai polemik.

Seorang sumber terpercaya di lingkungan kampus mengungkap, banyak dosen potensial gagal menjabat akibat aturan yang tiba-tiba muncul di tengah jalan.

“Dari awal pengajuan formasi, tidak pernah ada syarat bahwa dosen yang masih melanjutkan pendidikan tidak bisa menjabat. Tapi anehnya, saat wawancara, statuta itu mendadak ada. Ini tidak masuk akal,” ungkap sumber tersebut kepada wartawan, Selasa 23 Juni 2026.

Yang lebih memantik kecurigaan, Ketua STAIN Madina disebut melantik pejabat yang latar belakang akademiknya jauh dari prodi yang dipimpin.

“Bagaimana bisa dosen jurusan Hukum Pidana Islam memimpin Prodi Perbankan Syariah? Lebih parah lagi, ada juga dari Hukum Pidana Islam memimpin Prodi Ilmu Hadist. Jauh sekali. Apa ini bukan KKN?” tegas sumber itu.

Adapun tahapan seleksi dibuka 11–15 Juni 2026, wawancara 17 Juni, dan dilantik 19 Juni 2026. Waktu yang singkat itu juga jadi sorotan.

Pihak Kampus Bantah KKN, Sebut “Kebijakan Ketua”

Terpisah, Wakil Ketua III STAIN Madina, Dr. Faisal Musa, S.Ag, M.Pd, membenarkan adanya pergantian pejabat. Namun ia membantah keras tudingan KKN.

“Benar ada penerimaan Ka. Prodi. Tapi penempatan sudah sesuai kebijakan Ketua. Saat penjaringan, ada syarat bersedia ditempatkan di mana saja, tidak harus sesuai formulir pendaftaran,” jelas Faisal Selasa 23 Juni 2026 seperti dikutip dari bulat.co.id.

Faisal menegaskan para Ka. Prodi yang dilantik sudah bergelar Lektor dan sesuai jabatan fungsional, sehingga tidak menyalahi aturan.

“Meski ada calon yang sedang studi lanjut, yang dilantik sudah Lektor. Pak Ketua juga akan evaluasi berkala. Jika tidak mampu, itu hak Ketua mengganti,” tandasnya.

Hingga berita ini diturunkan, polemik penempatan pejabat STAIN Madina masih jadi perbincangan hangat di kalangan dosen dan mahasiswa. Desakan transparansi proses seleksi pun terus menguat.(*)

 

 

  • Penulis: Muhammad Hanapi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MANDAILING DALAM LINTASAN SEJARAH (3)

    MANDAILING DALAM LINTASAN SEJARAH (3)

    • calendar_month Kamis, 14 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    oleh : Z. Pangaduan Lubis Pengaruh Hindu Terhadap Pribumi Mandailing Pada uraian yang di atas sudah dikemukan mengenai peninggalan-peninggalan dari zaman pra sejarah yang ditemukan di beberapa tempat di Mandailing. Peninggalan-peninggalan ini membuktikan bahwa sudah ada manusia yang mendiami wilayah Mandailing pada masa tersebut. Sebagai pribumi Mandailing, mereka terus berkembang sampai orang-orang Hindu datang dan […]

  • Bupati Madina Didesak Sertakan 254 Desa di Pilkades 2022

    Bupati Madina Didesak Sertakan 254 Desa di Pilkades 2022

    • calendar_month Sabtu, 20 Agt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal, Sumatera Utara didesak menjadwalkan pemilihan kepala desa (pilkades) untuk 254 desa. Desakan ini muncul karena bulan  September 2022 seharusnya sudah memasuki tahapan pilkades di 254 desa sesuai amanah Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Sebanyak 254 kepala desa defenitif di Mandailing Natal (Madina) akan berakhir masa […]

  • Kadin-Pemkab Bahas Pemetaan Potensi Ekonomi Madina

    Kadin-Pemkab Bahas Pemetaan Potensi Ekonomi Madina

    • calendar_month Rabu, 23 Jul 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Madina dituntut melakukan pemetaan potensi ekonomi berdasar geografis untuk pengembangan ekonomi. Pemetaan itu bertujuan agar diketahui apa saja yang bisa dikembangkan sesuai potensi wilayah masing-masing. Itu salah satu poin yang disampaikan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Madina Bahran Saleh Daulay pada pertemuan Kadin Madina dengan Bupati Madina Saipullah Nasution dan […]

  • Pj Bupati Madina Harus Lirik Dunia Pendidikan

    Pj Bupati Madina Harus Lirik Dunia Pendidikan

    • calendar_month Senin, 4 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Pj Bupati Madina Ir Aspan Sopian Batubara MM diamanatkan menjalankan roda pemerintahan serta memfasilitasi pemilukada ulang harus melihat dunia pendidikan Mandailing Natal yang diduga bobrok selama dipimpin Kadis Pendidikan Madina Drs Musaddad Daulay MM. Pengamat Pendidikan Madina, Ahmad Diapari Pulungan di Panyabungan, Rabu (29/9) meminta pendidikan Madina harus menjadi perhatian perbaikan bagi Pj bupati […]

  • Pemkab Madina Minta Semua Desa Aktifkan BUMDes untuk Program Ketahanan Pangan

    Pemkab Madina Minta Semua Desa Aktifkan BUMDes untuk Program Ketahanan Pangan

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut, Irsal Pariadi, SSTP mengaku sudah memberikan instruksi kepada seluruh Kepala Desa di agar segera membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk persiapan menjalankan program nasional yakni Ketahanan Pangan (Ketapang). “Melalui Camat sudah kita rapatkan berkali-kali, arahannya adalah Pemda meminta seluruh […]

  • Terkait Banjir Bandang di Ranto Baek

    Terkait Banjir Bandang di Ranto Baek

    • calendar_month Jumat, 3 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Warga Duga Akibat Perambahan Hutan MADINA- Warga korban banjir bandang di lima desa di Kecamatan Ranto Baek, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang terjadi Senin (29/11) lalu, menduga penyebab banjir karena adanya perambahan hutan di sekitar hulu Sungai Simpang Talap. M Idris Nasution, warga Desa Manisak yang menjadi salah satu desa yang diterjang banjir banding, Kamis […]

expand_less