Senin, 20 Apr 2026
light_mode

Generasi Bebas Nan Bablas

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 11 Agt 2020
  • print Cetak

 

Oleh : Sri Handayani, ST

Remaja
Ingatlah masa depanmu
Janganlah kau terlena
Di usia remaja

Kenanglah
Jasa ibu dan ayahmu
Susah payah mereka
Membesarkan kita

Gunakanlah masa yang ada
Dengan sebaiknya
Kuatkanlah tekad di hati
Memajukan diri
Tiada kejayaan yang datang
Tanpa usaha yang gigih
Bersusah-susahlah dahulu
Bersenang kemudian
Jadilah warga yang berguna
Pada keluarga, masyarakat jua negara

Waspada
Jangan mudah terpedaya
Oleh hasutan dunia
Yang bisa merosakkan hidupmu
(Lirik lagu Unic)

Apa sich yang terbesit di benak kita kata “remaja”? Remaja identik memiliki cara berpikir yang brilian, kreatif dan inovatif. Meneropong kondisi remaja makin mengiris hati.
Semakin hari semakin miris melihat realita remaja yang terjadi saat ini. Rapuhnya jati diri generasi anak bangsa.

Jawa Barat merupakan salah satu provinsi penyumbang angka perkawinan bawah umur tertinggi di Indonesia berdasarkan data Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional tahun 2020.

Dosen Departemen Hukum Perdata Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran Susilowati Suparto mengatakan, peningkatan angka pernikahan dini di masa pandemi Covid-19 salah satunya ditengarai akibat masalah ekonomi.

Dan kurangnya pengawasan orangtua terkait kebijakan penutupan sekolah dan pemberlakuan belajar di rumah juga menjadi salah satu pemicu maraknya pernikahan dini.

Susilowati menuturkan, aktivitas belajar di rumah mengakibatkan remaja memiliki keleluasaan dalam bergaul di lingkungan sekitar. Ini terjadi bila pengawasan orangtua terhadap anaknya sangat lemah. “Tidak dapat dihindari terjadinya pergaulan bebas yang mengakibatkan kehamilan di luar nikah dan menyebabkan angka dispensasi meningkat di masa pandemi ini,” tambahnya.(Kompas.com)

Dengan meliburkan anak pada masa pandemi Covid-19 bukan menjadi solusi untuk pendidikan anak-anak. Akan tetapi menimbulkan masalah yaitu pergaulan bebas yang semakin hari semakin menjamur. Kesempatan liburan panjang seakan menjadi moment pendukung kegandrungan para remaja melakukan pergaulan bebas. Gaya hidup bebas para remaja mengantarkan mereka kepada kehidupan bebas dan bablas tidak melihat aturan kehidupan yang benar. Ditambah lagi kasus hamil di luar nikah setiap tahunnya meningkat. Nauzhubillah!!
Para remaja adalah aset negara untuk membangun sebuah peradaban baru untuk bangsa.

Fenomena pergaulan bebas bukan hanya sekali dua kali. Akan tetapi kasus pergaulan bebas laksana “gunung es” yang terlihat hanya sedikit tapi faktanya banyak generasi, mulai dari pelosok sampai dengan kota besar diselimuti atmosfer pergaulan bebas pada stadium tingkat yang paling parah. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa saat ini remaja krisis identitas, hilangnya sopan santun dan krisis budaya malu. Hubungan pacaran (zina) layaknya suami istri mereka go publik tanpa melihat batasan dan aturan Allah swt. Bahkan berbuat zina merupakan hal yang lumrah bagi mereka. Sehingga dispensasi nikah kini dijadikan solusi untuk menutupi perbuatan yang merusak tersebut. Padahal zina adalah perbuatan yang dilarang oleh Allah swt.

“Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al isra : 32)

Sekularisme melahirkan generasi bebas tanpa batas. Karena sekularisme mengajarkan kepada generasi untuk menjauhi aturan Allah swt yaitu islam. Sehingga banyak generasi tidak mengenal aturan kehidupan yang benar, mengatur dalam nizham ijtima’i (interaksi antara laki laki dan perempuan). Sehingga wajar apabila banyak bencana yang terjadi di masyarakat karena tidak melihat lagi aturan Allah sebagai aturan kehidupan. Terjadinya kerusakan di darat dan di laut adalah ulah tangan manusia.

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan Manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. Ar Rum :41)

Jika zina dan riba sudah menyebar di suatu kampung maka sesungguhnya mereka telah menghalalkan azab Allah atas diri mereka sendiri (HR al-Hakim, al-Baihaqi dan ath-Thabrani).

Jelas sudah ayat Allah swt menjadi renungan bagi umat. Islam memberikan pandangan terhadap mengenai nizham ijtima’i. Islam mengatur dengan apik pergaulan antara laki-laki dan perempuan memiliki batasan yang jelas. Dan Islam mampu membangun generasi yang cinta terhadap sang Khaliq wa mudabbir (maha pencipta sekaligus pengatur alam semesta) yang memiliki Akidah islam dan Tsaqafah islam sehingga terbentuk kepribadian islam dalam diri mereka.

Dan keluarga adalah madrasah utama untuk mendidik dan mewujudkan pribadi yang bertakwa. Keluarga sangat memiliki peran penting untuk pertumbuhan remaja menjadi pribadi yang senantiasa menjaga diri dari pergaulan bebas. Sedangkan masyarakat sebagai pengawas dan mencegah terjadinya kemaksiatan yang melanda para remaja. Dan negara paling utama memberikan sanksi tegas atas perbuatan yang di lakukan. Karena dalam Islam bahwa sanksi (hukuman) adalah sebagai penebus dan pencegah atas perbuatan yang dilakukan.

Oleh karena itu mari kita kembalikan hukum yang mulia yaitu islam kaffah dalam bingkai kehidupan dibawah naungan “laa ilaha illaha illallah”. Islam memiliki aturan yang sempurna untuk mengatur bagaimana cara pergaulan antara laki-laki dan perempuan yaitu nizham ijtima’i fil islam. Islam menjadi pelindung bagi manusia untuk tidak melakukan perbuatan yang dilarang oleh agama.

Wallaahua’lam bish showab.***

 

Penulis adalah guru tinggal di Padangsidimpuan

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hari Ketujuh Serangan Israel, 172 Tewas, 1.230 Terluka

    Hari Ketujuh Serangan Israel, 172 Tewas, 1.230 Terluka

    • calendar_month Senin, 14 Jul 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Serangan –  Zionis Israel ke Palestina sudah memasuki hari ketujuh, Senin (14/7). Meskipun upaya diplomatik dan kecaman dunia internasional terus berdatangan, namun tak menghentikan kebengisan Yahudi menumpahkan darah para warga sipil di Jalur Gaza, Palestina. Sejauh ini, korban meninggal dunia sudah mencapai 172 dan korban luka mencapai 1.230 orang. Mereka yang menjadi korban adalah warga […]

  • Pemerintah Arab Saudi Tak Akan Pindahkan Makam Rasulullah

    Pemerintah Arab Saudi Tak Akan Pindahkan Makam Rasulullah

    • calendar_month Sabtu, 6 Sep 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Republika Online, MAKKAH – Pihak Masjidi Al Haram dan An Nabawi akhirnya memberikan tanggapan mengenai kabar pemindahan makam Muhammad SAW. Menurut mereka, pemerintah Arab Saudi tak pernah memerintahkan hal itu. Al Arabiya melaporkan, Sabtu (6/9), jubir kepemimpinan umum untuk urusan Masjid Al Haram dan Masjid An Nabawi, Ahmad Al Manshur membantah informasi tentang makam nabi […]

  • Pelajaran “Markobar” Wajib Dimasukkan ke Dalam Muatan Lokal

    Pelajaran “Markobar” Wajib Dimasukkan ke Dalam Muatan Lokal

    • calendar_month Kamis, 24 Des 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – Markobar atau marhata-hata wajib dimasukkan ke dalam muatan lokal pendidikan formal untuk tingkat SLTP dan SLTA di Mandailing Natal. Sebab, belakangan ini warga Mandailing yang pandai markobar hanya tinggal sedikit, sedangkan di sisi lain markobar merupakan satu item penting dalam sistem sosial di Mandailing. Markobar adalah kegiatan menyampaikan ucapan-ucapan di forum […]

  • Airin-Benyamin Menangkan Pilkada Tangsel

    Airin-Benyamin Menangkan Pilkada Tangsel

    • calendar_month Selasa, 1 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TANGERANG : Hasil perhitungan cepat terhadap pemilu kepala daerah di Tangerang Selatan yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia Konsultan Citra Indonesia (LSI KCI) menyimpulkan bahwa pasangan Airin Rachmi Diany – Benyamin Davnie menang. “Pasangan Airin – Benyamin berhasil memperoleh suara 54,34 persen,” kata M Barkah Pattimahu, Ketua LSI KCI, pada konferensi pers yang digelar di Hotel […]

  • Orang Malaysia tertarik bahasa Madura

    Orang Malaysia tertarik bahasa Madura

    • calendar_month Rabu, 28 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tidak tampak kebanggaan berlebihan pada diri Ayu Kusuma atas keberhasilannya mempengaruhi perilaku orang lain di luar negeri. Ceritanya terkesan datar meskipun sebetulnya ia tak bisa menutupi kebanggaannya itu. Ayu bersama lima teman lainnya, siswa kelas III SMKN 2 Bondowoso, telah berhasil memperkenalkan salah satu kekayaan budaya bangsa Indonesia yakni bahasa dan logat Madura. Ayu Kusuma […]

  • DPRD Siantar Dinilai Mandul

    DPRD Siantar Dinilai Mandul

    • calendar_month Kamis, 28 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIANTAR- Berbagai masalah yang terjadi di DPRD Siantar memunculkan penilaian bahwa lembaga legislatif itu mandul dalam melaksanakan peran. Kepada METO, Rabu (27/10) Ketua Studi Otonomi Politik dan Demokrasi (SoPO), Christian Silitonga mengatakan, sikap DPRD yang tidak menjalankan fungsi dan tugas sebagai lembaga legislatif menjadikan lembaga itu dianggap tidak penting dalam pelaksanaan pemerintahan. Christian mengatakan, seharusnya […]

expand_less