Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

YRKI Desak Pemprovsu Dorong Kemandirian Desa

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 14 Nov 2019
  • print Cetak

Pertemuan YRKI dengan Wakil Ketua DPRD Sumut H. Musthofa Bakri Nasution

MEDAN (Mandailing Online) – Yayasan Rumah Konstitusi Indonesia (YRKI) mengusulkan agar Pemerintah Sumatera Utara melahirkan semacam regulasi atau peraturan gubernur untuk mendorong percepatan kemajuan dan kemandirian desa.

Ketua YRKI, Amir Hamdani Nasution SHI,MH menyatakan perkembangan dan kondisi desa di Sumatera Utara pasca pemberlakuan UU Desa masih miris dan mengecewakan.

Usulan itu disampaikan YRKI dalam pertemuan dengan Wakil Ketua I DPRD Sumut, H. Harun Mustafa Nasution dalam satu audiensi di ruang Wakil Ketua I DPRD Sumut, Selasa (13/11/2019).

Usulan penerbitan regulasi itu mengingat dari total 5.417 jumlah desa di Provinsi Sumatera Utara, hanya terdapat 4 desa yang tergolong desa mandiri; sebanyak 195 desa maju; 2.450 desa berkembang; 2.045 desa tertinggal dan ada 723 desa yang masuk kategori sangat tertinggal.

Saiful Bahri selaku Sekretaris Tim Peneliti YRKI memaparkan bahwa seyogianya dalam batas penalaran yang wajar dengan melihat porsi anggaran besar Dana Desa yang disalurkan secara langsung, seharusnya desa-desa di Sumut sudah mengalami perkembangan yang signifikan dalam lima tahun terakhir.

Saiful Bahri mengungkapkan, berdasar Indeks Desa Membangun 2019, secara umum kawasan Nias masih tertinggi jumlah desa Sangat Tertinggal-nya di Sumatera Utara (Sumut).

Tercatat, desa-desa di Nias Selatan berada di posisi tertinggi yang memiliki status desa Sangat Tertinggal yakni sebanyak 233 desa, menyusul Nias Barat sebanyak 87 desa, Nias sebanyak 67 desa, Nias Utara sebanyak 45 desa, Tapanuli Tengah sebanyak 28 desa, Tapanuli Utara dan Toba Samosir masing-masing 20 desa, Gunungsitoli 5 desa.

Labuhan Batu Utara memiliki 4 desa tertinggal, Dairi memiliki 2 desa tertinggal dan urutan terendah dimiliki Humbang Hasundutan, Karo dan Simalungun yang mempunyai masing-masing 1 desa sangat tertinggal.

Empat kabupaten di kawasa Tabagsel, Sumtatera Utara masih memiliki ratusan desa berkategori Sangat Tertinggal.

Di Kabupaten Padang Lawas Utara terdapat sebanyak 109 desa Sangat Tertinggal, Mandailing Natal sebanyak 62 desa, Padang Lawas 20 desa, Tapanuli Selatan 17 desa.

Wakil Ketua I DPRD Provinsi Sumatera Utara  H. Harun Mustafa Nasution secara prinsip sangat mendukung apapun langkah-langkah yang harus dilakukan dalam memajukan desa-desa di Sumut.

Oleh karena itu, dia juga sangat mendukung program-program YRKI dalam sumbangsihnya membangun Sumatera Utara.

 

 

Editor : Dahlan Batubara

 

 

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tingkatkan Kualitas Wartawan, Pemkab Madina Gelar UKW

    Tingkatkan Kualitas Wartawan, Pemkab Madina Gelar UKW

    • calendar_month Senin, 5 Des 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Sumatera Utara (Sumut) akan menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) bagi jurnalis pada tanggal 21 hingga 23 Desember 2022. UKW yang diselenggarakan Pemkab Madina ini bekerja sama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumut, selaku organisasi wartawan penyelenggara UKW berdasarkan peraturan dewan pers. Kepala Dinas Kominfo Madina Martua […]

  • Al Washliyah Madina Peringati Milad ke-91

    Al Washliyah Madina Peringati Milad ke-91

    • calendar_month Minggu, 5 Des 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Al Jam’iyatul Washliyah Madina mengggelar peringatan milad ke-91 organisasi Islam itu di Gedung Dakwah Al Washliyah Madina Jl. Sutan Soripada Mulia No 19, Kelurahan Kayujati, Minggu (5/12). Ketua PR Al Washliyah Madina Drs. H. Amir Hasibuan dalam arahannya menjelaskan, mendekati usia satu abad Al Washliyah harus punya peran penting dalam memberikan […]

  • QURBAN KABUR

    QURBAN KABUR

    • calendar_month Senin, 17 Jun 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Cerpen: Rina Youlida Nurdina Alloooohuakbar…. Alloooohuakbar…… Alloooohuakbar….. Suara takbir berkumandang di seluruh penjuru dunia menyambut hari raya  Idul Adha atau Qurban bagi seluruh ummat muslim. Merinding dan terharu adalah perasaan yang muncul dari hati, baik itu disebabkan karena di hari raya tahun ini mampu untuk turut serta atau justru juga sedih karena belum mampu untuk […]

  • PP Gabema Madina Beberkan Dampak Negatif Geothermal

    PP Gabema Madina Beberkan Dampak Negatif Geothermal

    • calendar_month Selasa, 29 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Ketua Pimpinan Pusat Keluarga Besar Mahasiswa Mandailing Natal (PP Gabema Madina) Agussalam Nasution mengatakan, sebetulnya banyak sekali dampak negatif dari kehadiran geothermal, diantaranya pengeboran sumur geothermal menghasilkan berbagai macam limbah. Hal itu disampaikan Agussalam di Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Jumat (25/03/2011). Dijelaskannya, dalam eksplorasi geothermal jumlah limbah […]

  • Bukti PT SMGP Tidak Peduli dengan Kehidupan Masyarakat

    Bukti PT SMGP Tidak Peduli dengan Kehidupan Masyarakat

    • calendar_month Senin, 7 Mar 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kejadian berulang terlepasnya gas beracun milik PT SMGP sehingga menyebabkan warga di sekitar WKP jadi korban adalah bukti perusahaan panas bumi itu tidak peduli dengan kehidupan masyarakat. Hal itu disampaikan anggota DPRD Mandailing Natal (Madina) dari fraksi Partai Golkar Arsidin Batubara menanggapi adanya lebih dari 50 orang terpapar gas beracun yang […]

  • Atika: RPJP Harus Selaras dengan Taman Nasional

    Atika: RPJP Harus Selaras dengan Taman Nasional

    • calendar_month Selasa, 4 Mar 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Wabup Madina) Atika Azmi Utammi Nasution meminta Rencana Pembangungan Jangka Panjang (RPJP) kabupaten terkait harus selaras dengan Rencana Pengelolaan Jangka Panjang (RPJP) Taman Nasional Batang Gadis (TNBG). Keselarasan itu diperlukan agar program pembangunan tidak saling bertolak belakang. Hal itu disampaikan Atika saat membuka Konsultasi Publik RPJP TNBG […]

expand_less