Selasa, 14 Jul 2026
light_mode

Pemindahan Pedagang Untuk Tata Kota Panyabungan yang Nyaman dan Bersih

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
  • print Cetak

Bupati Madina Saipullah Nasution di kegiatan dialog dengan pedagang di jalan keliling Panyabungan, Jumat (26/9/2025)

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Jalan keliling kawasan pasar lama Panyabungan selama ini kumuh dan sumpek merusak citra ibu kota Kabupaten Mandailing Natal (Madina) itu.

Di sisi lain, kota Panyabungan sebagai wajah ibu kota kabupaten harus berbenah, menata diri menuju kota yang nyaman dan bersih.

Kekumuhan jalan kelilinng itu akibat aktivitas pasar tidak teratur, jorok dan kumuh. Lapak-lapak pedagang tumpah ruah di badan jalan.

Pedagang berjualan tidak pada tempatnya, menumpuk barang, tidak memiliki lapak yang jelas, sehingga membuat pasar terlihat tidak teratur, sempit, sesak.

Pasar keliling ini adalah sisa dari program pemindahan seluruh pedagang pasar lama Panyabungan ke Pasar Baru Panyabungan era tahun 2000-an.

Masa itu pasar bawah dan pasar balairung di kawasan pasar lama berhasil dipindahkan ke Pasar Baru Panyabungan. Tetapi pedagang pasar keliling tetap membuka lapak di pasar keliling diluar pengaturan Pemkab Madina.

Tahun ini, sebagai rangkaian penataan kota, Pemkab Madina membuka lokasi pasar di lahan bekas bioskop Tapanuli, dinamai Pasar Tapanuli, sekitar 300 meter dari jalan keliling.

Pasar Tapanuli ini diplot untuk menampung pedagang dalam program pemindahan pedagang dari jalan keliling.

Titik jalan keliling ini menjadi satu dari beberapa prioritas penataan kota Panyabungan oleh Pemkab Madina.

Tetapi, program pemindahan pedagang dari jalan keliling belum membuahkan hasil. Sebagian pedagang sudah pindah ke Pasar Tapanuli, namun masih banyak juga pedagang yang bertahan di jalan kelilling dengan cara menyewa teras toko dan teras rumah-rumah di sepanjang jalan keliling.

Akibatnya, pedagang yang pindah ke Pasar Tapanuli dan yang bertahan di jalan keliling sama-sama mengeluh. Volume penjualan sama-sama menurun karena pengunjung pasar terbelah menjadi dua titik.

Oleh karena itu, Bupati Madina Saipullah Nasution dalam dialog dengan pedagang Jum’at (26/9/2025) lalu berharap kepada pedagang yang bertahan di jalan keliling agar bersedia memindahkan lapak ke Pasar Tapanuli.

Bahkan bupati menggratiskan biaya lapak selama 3 bulan di Pasar Tapanuli sebagai sitimulus.

Keseriusan pemindahan ini menjadi penting dalam menata kota Panyabungan menuju kota yang nyaman dan bersih.

Bupati menyatakan, penataan kota Panyabungan merupakan prioritas, karena statusnya ibu kota kabupaten.

Bupati berharap kepada pedagang yang bertahan di jalan keliling turut berpartisipasi membantu pemda dalam penataan kota Panyabungan dengan cara pindah ke Pasar Tapanuli.

Para pemilik toko dan rumah di sepanjang jalan keliling juga diimbau bupati agar tidak lagi menyewakan lapak kepada pedagang sayur mayur dan basah. (dab)

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hari Ketujuh Serangan Israel, 172 Tewas, 1.230 Terluka

    Hari Ketujuh Serangan Israel, 172 Tewas, 1.230 Terluka

    • calendar_month Senin, 14 Jul 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Serangan –  Zionis Israel ke Palestina sudah memasuki hari ketujuh, Senin (14/7). Meskipun upaya diplomatik dan kecaman dunia internasional terus berdatangan, namun tak menghentikan kebengisan Yahudi menumpahkan darah para warga sipil di Jalur Gaza, Palestina. Sejauh ini, korban meninggal dunia sudah mencapai 172 dan korban luka mencapai 1.230 orang. Mereka yang menjadi korban adalah warga […]

  • 10,46% kosmetik di Sumut tak aman

    10,46% kosmetik di Sumut tak aman

    • calendar_month Minggu, 6 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Kaum wanita di Sumatera Utara diingatkan dalam menggunakan kosmetik. Pasalnya, kosmetik yang beredar di Sumut masih belum aman Dari hasil uji kosmetik tahun 2010 yang dilakukan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Sumut, sebanyak 10,46 persen kosmetik tidak memenuhi syarat kesehatan. Sebagian terbukti mengandung pewarna yang dilarang. Bahkan, masih ada yang mengandung […]

  • Di Siulangaling Tambang Emas Ilegal Resahkan Warga

    Di Siulangaling Tambang Emas Ilegal Resahkan Warga

    • calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Siulangaling ( Mandailing Online ):  Aktifitas tambang emas ilegal di Kecamatan Muara Batang Gadis tepatnya di Desa Rantopanjang, Lubuk Kapundung dan Hutaimbaru terus meraja lela. Tak ada penghentian aktifitas dari aparat penegak hukum. Padahal aktifitas tambang emas ilegal ini sudah berjalan satu tahunan. Kondisi ini pun membuat warga semakin resah. Mereka takut akan peristiwa banjir […]

  • Sampuran Caroke Yang Eksotis (foto 5)

    Sampuran Caroke Yang Eksotis (foto 5)

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sampuran (air terjun) Caroce di Desa Tandikek, Kecamatan Ranto Baek, Mandailing Natal. Lokasi Sampuran Caroce berjarak sekitar 500 meter di sisi kanan pemukiman Desa Tandikek. Masuk ke lokasi tergolong mudah karena pengunjung dapat menaiki kenderaan roda 2 dan mobil roda 4. Desa Tandikek berjarak sekitar 30 Km dari Simpang Gambir. Simpang Gambir berjarak sekitar 41 […]

  • Calon Bupati Bisa Dibatalkan

    Calon Bupati Bisa Dibatalkan

    • calendar_month Rabu, 22 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Puluhan aktivis tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Tapanuli Tengah (AMMP-Tapteng) melakukan aksi unjukrasa di depan Kantor KPU Sumatera Utara, Jalan Perintis Kemerdekaan, Medan, Senin (20/12/2010). Unjukrasa sebagai bentuk protes para aktivis yang meragukan ketidaktransparansian dan akuntabilitas yang dilakukan oleh KPU Tapteng ketika melakukan verifikasi dan penetapan Calon Bupati dan Wakil Bupati Tapteng […]

  • 20 Tahun Madina : Arah Kebijakan Pembangunan Tak Jelas

    20 Tahun Madina : Arah Kebijakan Pembangunan Tak Jelas

    • calendar_month Minggu, 10 Mar 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Madailing Online) : Kebijakan arah pembangunan Kabupaten Mandailing Natal dewasa ini tak jelas kemana arahnya. Itu diungkap Anggota DPRD Sumut, H. Fahrizal Efendi Nasution,SH saat menjadi pemateri di Talkshow “Refleksi Dan Rekomendasi 20 Tahun Kabupaten Mandailing Natal” di Abara Hotel, Panyabungan, Minggu (10/3/2019). Dalam dua tahun terakhir saja, dimana anggaran APBD Mandailing Natal […]

expand_less