Jumat, 17 Apr 2026
light_mode

ISIS hanya jadi komoditas politik asing

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Rabu, 6 Agt 2014
  • print Cetak

JAKARTA – Isu Islamic State of Iraq and Suriah (ISIS) mulai merebak ditengah kisruh hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014. Pengamat politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah (UIN), Pangi Syarwi Chaniago menilai ada misi tertentu dari pihak asing untuk bisa menyetir dan menguasai Indonesia di tengah situasi politik yang sedang memanas.

"Jelas asing menghendaki Indonesia yang lemah sehingga bisa mereka (asing) setir. Nah, kasus ISIS dijadikan komoditas politik untuk kepentingan mereka (asing)," kata Pangi saat berbincang dengan wartawan, hari ini.

Selain itu, lanjut Pangi, kemunculan ISIS berdampak pada pecahnya konsentrasi masyarakat mengawal gugatan hasil Pilpres oleh Prabowo Subianto yang akan mulai disidangkan oleh Mahkamah Konstitusi (MK).

"Bisa saja misi asing untuk memecah konsentrasi publik terhadap peristiwa Pilpres yang sedang dalam sengketa," terang Pangi.

Dia menambahkan, campur tangan pihak asing sudah terlihat jelas sejak awal Pilpres diselenggarakan demi menguasai Sumber Daya Alam (SDA) Indonesia.

"Dalam pertarungan Pilpres kemarin, kental sekali campur tangan dan intervensi asing. Jelas asing punya kepentingan terhadap SDA Indonesia. Asing tidak rela Indonesia menjadi negara kuat, mandiri dan lepas dari ketergantungan," tukasnya.

Dikabarkan, perkembangan ISIS di Indonesia semakin mengkhawatirkan, apalagi sejumlah kelompok telah menyatakan bergabung dengan kelompok ekstremis itu. Tak hanya itu, Ustaz Abu Bakar Baasyir diduga juga ikut mendukung ISIS.

Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) minta pemerintah mengambil sikap tegas kepada para pengikut ISIS. Terlebih Indonesia sudah menyatakan menolak kelompok tersebut.

"Supaya yang berbaiat itu dicabut kewarganegaraannya. Ada dasar hukumnya, UU no 12 th 2003, pasal 23 ayat 6. Bunyinya, warga negara Indonesia kehilangan kewarganegaraannya bila dengan sukarela bersumpah atau berjanji setia kepada negara asing," jelas Kepala BNPT Ansyad Mbai ketika dihubungi wartawan, hari ini.

Menurut Ansyad hukuman seperti ini akan membuat masyarakat berpikir ulang bergabung dengan ISIS.

"Kalau tidak WNI ya tidak ada KTP. Tidak bisa urus nikah, atau nikah lagi. Enggak bisa ngurus apa-apa kan hilang hak perdatanya. Ini bisa berdampak juga kepada keluarganya, anak-anaknya. Mungkin kepemilikannya terhadap aset-asetnya juga hilang," tegasnya.
(dat06/okz/merdeka)

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jalan Longsor, 9 Desa di Ulu Pungkut Sempat Terisolasi

    Jalan Longsor, 9 Desa di Ulu Pungkut Sempat Terisolasi

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      ULU PUNGKUT (Mandailing Online) – Curah hujan yang masih cukup tinggi menyebabkan tanah longsor melanda jalur Kotanopan-Ulupungkut, Mandailing Natal (Madina), menyebabkan 9 desa di Kecamatan Ulu Pungkut terisolasi sejak Jum’at hingga Minggu pagi (22-23/11). Sejak Jum’at, pihak Dinas Bina Marga Provsu UPTD Kotanopan terus melakukan pembersihan material longsor dari jalan raya. Dan pada Minggu, jalur […]

  • Maslin Batubara dan Pandapotan Nasution Dukung Brigjend Sofwat

    Maslin Batubara dan Pandapotan Nasution Dukung Brigjend Sofwat

    • calendar_month Kamis, 1 Agt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MEDAN (Mandailing Online) – Bakal Calon Bupati Madina, Brigjend TNI (Purn) M. Sofwat Nasution bersilaturrahmi dengan dua tokoh perantau Madina di Medan. Kedua tokoh Madina itu, H. Pandapotan Nasution (tokoh pemekaran Kabupaten Mandailing Natal) serta H. Maslin Batubara (pengusaha) asal Madina. Silaturrahim dengan berlangsung H. Pandapotan Nasution Rabu malam (31/7/2019) di kediaman H. Pandapotan […]

  • Jejak Arsitektur Rumah di Mandailing

    Jejak Arsitektur Rumah di Mandailing

    • calendar_month Senin, 27 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Rumah tua berumur lebih satu abad masih dapat ditemukan di kawasan Mandailing. Meski tak banyak lagi. Rumah-rumah tua itu menjadi jejak peninggalan arsitektur perumahan penduduk Mandailing masa lampau. Rumah berkolong tinggi, tiang-tiangnya yang kokoh, dinding bertulang kuat, atap menjulang. Beberapa rumah tua itu terdapat di Desa Simalagi, Kecamatan Hutabargot, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut. Belum […]

  • Polda: BAP korupsi migor Tapsel P21

    Polda: BAP korupsi migor Tapsel P21

    • calendar_month Senin, 18 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara ( Kejati Sumut) menyatakan berkas Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kasus korupsi dalam penyaluran minyak goreng (migor) bersubsidi yang terjadi di Pemerintah Kabupetan( Pemkab) Tapanuli Selatan Tahun Anggaran (TA) 2012 yang sebelumnya dilimpahkan oleh penyidik Tindak Pidana Korupsi ( Tipikor) Polda Sumut sudah lengkap (P21). Artinya, tersangka Junaim Nasution, yang […]

  • 4,7 Juta Rupiah Terkumpul Untuk Kurniawan Bocah Tanpa Anus

    4,7 Juta Rupiah Terkumpul Untuk Kurniawan Bocah Tanpa Anus

    • calendar_month Kamis, 26 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online)  – Bantuan kepada Karniawan, bocah usia 15 bulan yang mengalami penyakit Atresia (lahir tanpa lobang anus, red) terus mengalir. Beberapa pimpinan media masaa dan organisasi mahasiswa serta organisasi kepemudaan menyerahkan bantuan dana kepada kepada orangtua Karniawan, Kamis (26/5) di RSU Panyabungan, Mandailing Natal (Madina) Karniawan yang berasal dari Muara Bangko, Kecamatan Ranto […]

  • SKATTER… SKATTERRR…

    SKATTER… SKATTERRR…

    • calendar_month Kamis, 16 Jun 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Cerpen RINA YOULIDA Nasi sudah jadi bubur. Tak guna lagi disesali, tak perlu… Mungkin itulah kalimat yang pantas disampaikan terhadap Jaultop yang sudah jatuh bangkrut karena kebiasaan barunya yang ia lakoni, hanya sekitar lima bulan belakangan ini. Skatter… ya skatter. Sebuah permainan dengan aplikasi Higgs Domino yang sedang viral di masyarakat dan sangat digandrungi anak-anak, […]

expand_less