Sabtu, 13 Jun 2026
light_mode

Mengapa Perkampungan Mandailing Banyak Ditemukan di Muara Dua Sungai

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 19 Jan 2022
  • print Cetak

Pertemuan Sungai Klang dan Sungai Gombak di Kuala Lumpur. Masa 1800-an kawasan ini bernama Muara Bustak ketika dibuka kaum Mandailing dipimpin Sutan Naposo Lubis atau Sutan Puasa. (Foto: My Metro/ Ihsan Md Ismail Isnin)

Keluarga Sutan Naposo mendiami  Sungai Kelang dan menemui titik tempat pertemuan 2 sungai yang merupakan tempat yang ideal bagi orang-orang Mandailing untuk membuka penempatan baru.

Tempat tersebut merupakan tempat pertemuan Sungai Kelang dan Sungai Gombak (kini berada di Kuala Lumpur, Malaysia). Kawasan begini dipanggil ‘muara’ dalam bahasa Mandailing. Jika kita tinjau dan kaji kembali, orang-orang Mandailing Julu sering memilih tempat pertemuan 2 sungai sebagai penempatan mereka.

Pala marsuo dohot hamu muara na patontang, di sima hamu mian, magabe, mauli, martua markaratan ma hamu sogot.’ Begitulah kata-kata Namora Pande Bosi, yang merupakan nenek-moyang kepada marga Lubis. (137) – Mangaraja Lelo Lubis (66) – Muhammad Arbain Lubis

Terjemahan kalimat Pande Bosi itu kurang lebih: Bila bertemu dengan muara yang menjadi tempat pertemuan dua sungai (muara na patontang), maka di situlah kamu berkampung. Semoga kamu dan anak-cucu kamu kelak menjadi orang yang berguna dan mendapat rahmat dari Tuhan yang Maha Kuasa.’

Begitulah pesanan nenek-moyang orang-orang Mandailing Julu sebagai bekal dalam menempuh perjalanan baru yang jauh dan kehidupan baru yang tidak menentu. Kata-kata tersebut lebih merupakan kata-kata perpisahan yang mengharukan yang dianggap oleh orang-orang Mandailing sebagai petua atau amanat kehidupan.

Ini selaras dengan tabiat orang-orang Mandailing yang sangat gemar membuka penempatan baru di kawasan pertemuan 2 sungai.

Secara turun-temurun, orang-orang Mandailing percaya di tempat pertemuan 2 sungai itu terdapat 4 hal positif:

a. punca rezeki yang mewah;

b. pelbagai jenis ikan yang bermain di situ;

c. banyak bahan-bahan galian seperti emas dan bijih timah yang mendak di dalam dasarnya;

d. menjadi tempat pertemuan pedagang-pedagang dan penduduk-penduduk kampung kerana sungai pada masa dahulu menjadi jalan pengangkutan yang utama.

The rivers and streams were the critical geographic features in the nineteenth century. They acted as avenues of communication; they were a means of transport; they provided water for wet-rice growing and tin-mining; and they were the sites of alluvial tin and gold.’ (6) – Tugby.

Ini terbukti di mana banyak kampung-kampung Mandailing di Tanah Semenanjung Melayu banyak pemukiman dibuka di tempat pertemuan 2 sungai, antara lain:

a. Kuala Lumpur atau Muara Bustak yang terletak di antara Sungai Kelang dan Sungai Gombak.

b. Kampung Changkat Piatu yang terletak di antara Sungai Pinji dan Sungai Kinta.

c. Kampung Gombak yang asalnya terletak di antara Sungai Mulia dan Sungai Gombak.

d. Kampung Ampang (Kuala Ampang) yang terletak di antara Sungai Ampang dan Sungai Kelang

e. Kampung Damar Sara (kini Damansara) yang dibina di antara Sungai Damar Sara dan Sungai Kelang.

f. Kampung Sungai Chincin yang terletak di antara Sungai Chincin dan Sungai Gombak.

g. Kampung Ulu Slim yang asal yang terletak di antara Sungai Gelinting dan Sungai Slim.

Malahan di Tanah Besar Sumatera juga terdapat banyak kampung-kampung orang-orang Mandailing yang dibuka di tempat pertemuan 2 sungai seperti:

a. Panyabungan yang diapit muara Aek Pohon dan muara Aek Mata yang dua-duanya bermuara ke Aek Batang Gadis.

b. Kota Nopan (Muara Patontangan) yang terletak di antara Aek Singengu dan Aek Singagir.

c. Muara Pungkut (Huta Pungkut atau Muara Pardomuan) di tempat pertemuan Aek Batang Gadis dan Aek Batang Pungkut.

d. Muara Soma di tempat pertemuan Aek Soma dan Aek Batang Natal.

e. Muara Parlampungan di tempat pertemuan Aek Parlampungan dan Aek Batang Natal.

f. Huta Raja di tempat pertemuan Aek Batang Bangko dan Aek Batang Rantau.

Memandangkan pada masa itu tempat pertemuan Sungai Kelang dan Sungai Gombak masih belum didiami orang, maka keluarga Sutan Naposo mengambil keputusan untuk membuka penempatan baru di situ.

Adalah menjadi kelaziman bagi golongan bangsawan dan anak-anak raja Mandailing untuk mencari dan membuka penempatan baru mereka sendiri. Mengikut adat orang-orang Mandailing, hanya anak sulung dan anak bongsu sahaja yang berhak menerima warisan pusaka termasuklah menjadi pemilik kampung warisan mereka. Manakala putera-putera yang tengah biasanya akan keluar merantau dari kampung asal mereka untuk membuka perkampungan baru atau ‘harajaon’ dalam bahasa Mandailing.

Sumber: Dikutip dari sebagian artikel Marwan Dalimunthe berjudul “LAHIRNYA RAJA-RAJA (HARAJAON) DI-MANDAILING”  di Apakabarsidimpuan.com

Marwan Dalimunthe

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Madina Sudah Memproduksi Sejumlah Merek Bubuk Kopi

    Madina Sudah Memproduksi Sejumlah Merek Bubuk Kopi

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Saat  ini ada beberapa daerah penghasil bubuk kopi di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), yakni Desa Simpang Banyak Kecamatan  Ulu Pungkut dengan merek dagang “Langgam Tama” Selain itu juga di desa Ulu Pungkut Kecamatan Kotanopan dengan merek “Torsijanggut” dan merek “Kopi Sakti”. Dan dari Panyabungan ada merek “Lopo Mandailing”. Selain itu […]

  • Lilik Riadi Dalimunthe Pimpin Forum Pemred SMSI Sumut. Ini Susunan Kepengurusannya

    Lilik Riadi Dalimunthe Pimpin Forum Pemred SMSI Sumut. Ini Susunan Kepengurusannya

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MEDAN ||Mandailing Online- Lilik Riadi Dalimunthe resmi dilantik sebagai Ketua Forum Pemimpin Redaksi (Pemred) Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Sumatera Utara periode 2026–2030. Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua SMSI Sumut, Erris Julieta Napitupulu, Sabtu (14/3/2026), di Big Papa Cafe. Pelantikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Pengurus SMSI Provinsi Sumatera Utara Nomor 001/KPTS/SMSI-SUMUT/III/2026 tentang Susunan Kepengurusan […]

  • Gagasan Memproduksi Film “Sibaroar” Kian Menguat

    Gagasan Memproduksi Film “Sibaroar” Kian Menguat

    • calendar_month Jumat, 2 Feb 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MEDAN (Mandailing Online) – Gagasan untuk mewujudkan film “Sejarah Sibaroar Nasution” makin menguat dalam pertemuan terbatas di Hotel Madani, Medan, pada Rabu (31/1). Pertemuan itu digagas oleh Ikatan Keluarga Nasution (Ikanas) Sumatera Utara plus Naposo Nauli Bulung Ikanas Medan. Sutradara film Mandailing dari Jeges Art, Askolan Nasution diundang mewakili bakal penulis skenario, plus Adenin […]

  • Hasil Quick Count, ON MA Raih 70% Suara Masyarakat Madina

    Hasil Quick Count, ON MA Raih 70% Suara Masyarakat Madina

    • calendar_month Rabu, 27 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ) – Ucapan syukur disampaikan oleh Ketua Tim Kampanye Paslon Harun-Ichwan yang memiliki slogan ON MA. Ucapan syukur ini, karena berdasarkan hitungan cepat yang dilakukan oleh tim menunjukkan trend positif atas suara padangan calon nomor urut 1 Harun-Ichwan di hampir seluruh wilayah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dalam Pilkada 2024 ini. Ketua […]

  • 2,5 hektar ladang ganja ditemukan

    2,5 hektar ladang ganja ditemukan

    • calendar_month Senin, 6 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Operasi Antik Toba 2010 yang digelar Satuan Narkoba Kepolisian Daerah Sumatera Utara dan Polres Mandailing Natal menemukan 2,5 hektar ladang ganja siap panen di Pegunungan Tor Sihite, Kabupaten Mandailing Natal. Sedikitnya 10 ribu batang ganja berhasil diamankan polisi dalam operasi itu dan selanjutnya dijadikan barang bukti. Ladang ganja seluas sekitar 2,5 hektare itu […]

  • Ratusan Hektar Padi Usia Panen Terrendam Banjir

    Ratusan Hektar Padi Usia Panen Terrendam Banjir

    • calendar_month Senin, 22 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Curah hujan yang tinggi dalam satu minggu terakhir mengakibatkan ratusan hektar padi siap panen di Desa Huraba, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terendam oleh banjir. Sejumlah petani menyebutkan, Minggu (21/10) bahwa tanaman padi mereka sudah terrendam sejak Jum’at. Hamparan sawah terrendam air akibat meluapnya dua sungai di kawasan itu, yakni […]

expand_less