Sabtu, 22 Agu 2026
light_mode

Mengapa Perkampungan Mandailing Banyak Ditemukan di Muara Dua Sungai

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 19 Jan 2022
  • print Cetak

Pertemuan Sungai Klang dan Sungai Gombak di Kuala Lumpur. Masa 1800-an kawasan ini bernama Muara Bustak ketika dibuka kaum Mandailing dipimpin Sutan Naposo Lubis atau Sutan Puasa. (Foto: My Metro/ Ihsan Md Ismail Isnin)

Keluarga Sutan Naposo mendiami  Sungai Kelang dan menemui titik tempat pertemuan 2 sungai yang merupakan tempat yang ideal bagi orang-orang Mandailing untuk membuka penempatan baru.

Tempat tersebut merupakan tempat pertemuan Sungai Kelang dan Sungai Gombak (kini berada di Kuala Lumpur, Malaysia). Kawasan begini dipanggil ‘muara’ dalam bahasa Mandailing. Jika kita tinjau dan kaji kembali, orang-orang Mandailing Julu sering memilih tempat pertemuan 2 sungai sebagai penempatan mereka.

Pala marsuo dohot hamu muara na patontang, di sima hamu mian, magabe, mauli, martua markaratan ma hamu sogot.’ Begitulah kata-kata Namora Pande Bosi, yang merupakan nenek-moyang kepada marga Lubis. (137) – Mangaraja Lelo Lubis (66) – Muhammad Arbain Lubis

Terjemahan kalimat Pande Bosi itu kurang lebih: Bila bertemu dengan muara yang menjadi tempat pertemuan dua sungai (muara na patontang), maka di situlah kamu berkampung. Semoga kamu dan anak-cucu kamu kelak menjadi orang yang berguna dan mendapat rahmat dari Tuhan yang Maha Kuasa.’

Begitulah pesanan nenek-moyang orang-orang Mandailing Julu sebagai bekal dalam menempuh perjalanan baru yang jauh dan kehidupan baru yang tidak menentu. Kata-kata tersebut lebih merupakan kata-kata perpisahan yang mengharukan yang dianggap oleh orang-orang Mandailing sebagai petua atau amanat kehidupan.

Ini selaras dengan tabiat orang-orang Mandailing yang sangat gemar membuka penempatan baru di kawasan pertemuan 2 sungai.

Secara turun-temurun, orang-orang Mandailing percaya di tempat pertemuan 2 sungai itu terdapat 4 hal positif:

a. punca rezeki yang mewah;

b. pelbagai jenis ikan yang bermain di situ;

c. banyak bahan-bahan galian seperti emas dan bijih timah yang mendak di dalam dasarnya;

d. menjadi tempat pertemuan pedagang-pedagang dan penduduk-penduduk kampung kerana sungai pada masa dahulu menjadi jalan pengangkutan yang utama.

The rivers and streams were the critical geographic features in the nineteenth century. They acted as avenues of communication; they were a means of transport; they provided water for wet-rice growing and tin-mining; and they were the sites of alluvial tin and gold.’ (6) – Tugby.

Ini terbukti di mana banyak kampung-kampung Mandailing di Tanah Semenanjung Melayu banyak pemukiman dibuka di tempat pertemuan 2 sungai, antara lain:

a. Kuala Lumpur atau Muara Bustak yang terletak di antara Sungai Kelang dan Sungai Gombak.

b. Kampung Changkat Piatu yang terletak di antara Sungai Pinji dan Sungai Kinta.

c. Kampung Gombak yang asalnya terletak di antara Sungai Mulia dan Sungai Gombak.

d. Kampung Ampang (Kuala Ampang) yang terletak di antara Sungai Ampang dan Sungai Kelang

e. Kampung Damar Sara (kini Damansara) yang dibina di antara Sungai Damar Sara dan Sungai Kelang.

f. Kampung Sungai Chincin yang terletak di antara Sungai Chincin dan Sungai Gombak.

g. Kampung Ulu Slim yang asal yang terletak di antara Sungai Gelinting dan Sungai Slim.

Malahan di Tanah Besar Sumatera juga terdapat banyak kampung-kampung orang-orang Mandailing yang dibuka di tempat pertemuan 2 sungai seperti:

a. Panyabungan yang diapit muara Aek Pohon dan muara Aek Mata yang dua-duanya bermuara ke Aek Batang Gadis.

b. Kota Nopan (Muara Patontangan) yang terletak di antara Aek Singengu dan Aek Singagir.

c. Muara Pungkut (Huta Pungkut atau Muara Pardomuan) di tempat pertemuan Aek Batang Gadis dan Aek Batang Pungkut.

d. Muara Soma di tempat pertemuan Aek Soma dan Aek Batang Natal.

e. Muara Parlampungan di tempat pertemuan Aek Parlampungan dan Aek Batang Natal.

f. Huta Raja di tempat pertemuan Aek Batang Bangko dan Aek Batang Rantau.

Memandangkan pada masa itu tempat pertemuan Sungai Kelang dan Sungai Gombak masih belum didiami orang, maka keluarga Sutan Naposo mengambil keputusan untuk membuka penempatan baru di situ.

Adalah menjadi kelaziman bagi golongan bangsawan dan anak-anak raja Mandailing untuk mencari dan membuka penempatan baru mereka sendiri. Mengikut adat orang-orang Mandailing, hanya anak sulung dan anak bongsu sahaja yang berhak menerima warisan pusaka termasuklah menjadi pemilik kampung warisan mereka. Manakala putera-putera yang tengah biasanya akan keluar merantau dari kampung asal mereka untuk membuka perkampungan baru atau ‘harajaon’ dalam bahasa Mandailing.

Sumber: Dikutip dari sebagian artikel Marwan Dalimunthe berjudul “LAHIRNYA RAJA-RAJA (HARAJAON) DI-MANDAILING”  di Apakabarsidimpuan.com

Marwan Dalimunthe

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ada Pejabat Pelanggan Artis PSK? Ini Jawaban Kadivhumas Polri

    Ada Pejabat Pelanggan Artis PSK? Ini Jawaban Kadivhumas Polri

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kadivhumas Mabes Polri Irjen Anton Charliyan menyebut prostitusi sebagai fenomena gunung es. Yakni, kelihatannya sedikit namun sebenarnya begitu banyak dan tersebar dimana-mana. Dia menjelaskan, memang ada indikasi banyak sindikat prostitusi. "Semua itu sedang didalami," ujar jenderal bintang dua tersebut, kemarin. Apakah ada pejabat yang menjadi pelanggan PSK artis dan model tersebut, Anton menjelaskan, […]

  • Anak Madina Ipong Brothers Ikut Seleksi IMB 2 ke Jakarta

    Anak Madina Ipong Brothers Ikut Seleksi IMB 2 ke Jakarta

    • calendar_month Selasa, 2 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Anak-anak Madina Ipong Brothers akan berangkat ke Jakarta untuk mengikuti seleksi terahkir setelah lulus seleksi di Medan dalamajang bergengsi Indonesia Mencari Bakat 2 (IMB 2) yang di adakan di Jakarta dan akan di gelar beberapa hari lagi di saluran televise swasta TransTV. Masyarakat Sumatera Utara umumnya dan Kabupaten Madina Khususnya di minta untuk mendukung Ipong […]

  • Suryadharma Ali: Jangan Haramkan APBD untuk Pendidikan Agama

    Suryadharma Ali: Jangan Haramkan APBD untuk Pendidikan Agama

    • calendar_month Senin, 11 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TANGERANG (Mandailing Online) — Menteri Agama Suryadharma Ali meminta pemerintah daerah tidak ragu-ragu mengalokasikan anggaran dari APBD untuk meningkatkan pendidikan agama di daerahnya masing-masing. Menurut Suryadharma, dikotomi yang terjadi pada pendidikan agama dalam semua hal harus diselesaikan. Suryadharma menjelaskan, lembaga pendidikan agama, seperti pesantren, merupakan lembaga pendidikan tertua di Indonesia. Sebelum keberadaan sekolah di Indonesia […]

  • KPU Tetapkan Hasil: Saipullah-Atika Menang

    KPU Tetapkan Hasil: Saipullah-Atika Menang

    • calendar_month Rabu, 4 Des 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menetapkan perolehan suara pasangan calon (Paslon) pada pemilihan bupati dan wakil bupati Madina, Selasa (3/12/2024) pukul 22.15 Wib di aula kantor KPU Madina. Hadir dalam penetapan perolehan suara Paslon yakni, lima orang komisioner termasuk Ketua KPU Madina Muhammad Ikhsan Matondang, Ketua Bawaslu Madina […]

  • Oknum Dewan Terjaring Razia Mesum

    Oknum Dewan Terjaring Razia Mesum

    • calendar_month Selasa, 7 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BINJAI, (MO)- Tim gabungan Polres Binjai dan Pemko Binjai, kembali melakukan razia hotel-hotel kelas melati dan hiburan karaoke di Kota Rambutan, Sabtu (4/8) tengah malam. Dari operasi ini, petugas mengamankan sejumlah pasangan tanpa identitas resmi dari kamar hotel, termasuk diantaranya oknum wakil rakyat Langkat. Keterangan diperoleh, razia pertama kali dilakukan di Jalan T Amir Hamzah, […]

  • Tahun ini Pemerintah Anggarkan 2 M lebih Untuk Jaminan Sosial Kades dan Perangkatnya di Madina

    Tahun ini Pemerintah Anggarkan 2 M lebih Untuk Jaminan Sosial Kades dan Perangkatnya di Madina

    • calendar_month Senin, 30 Jun 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) alokasikan dana Rp.2.029.636.050 Untuk belanja jaminan sosial Kepala Desa dan Perangkatnya sepanjang Tahun 2025. Irsal Pariadi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) melalui Kepala Bidang (Kabid) Pemerintah Desa Anjur Brutu membenarkan hal tersebut. “Ya benar, namun dari jumlah anggaran […]

expand_less