Jumat, 17 Apr 2026
light_mode

Gagasan Memproduksi Film “Sibaroar” Kian Menguat

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 2 Feb 2018
  • print Cetak

Adenin Adlan (kiri) dan Askolani Nasution (tengah) dalam pertemuan di Medan yang diprakarsai Ikanas dan Naposo Bulung Medan membahas produksi film “Sibaroar”

 

MEDAN (Mandailing Online) – Gagasan untuk mewujudkan film “Sejarah Sibaroar Nasution” makin menguat dalam pertemuan terbatas di Hotel Madani, Medan, pada Rabu (31/1).

Pertemuan itu digagas oleh Ikatan Keluarga Nasution (Ikanas) Sumatera Utara plus Naposo Nauli Bulung Ikanas Medan.

Sutradara film Mandailing dari Jeges Art, Askolan Nasution diundang mewakili bakal penulis skenario, plus Adenin Adlan, sineas Indonesia yang berpengalaman menulis skenario dan menjadi produser film nasional semacam “Emak Ingin Naik Haji”, “Sayap Kecil Garuda”, “Ummi Aminah”, “Rumah Tanpa Jendela”, “Ada Syurga di Rumahmu”, dan lain-lain.

Semua sepakat bahwa film tentang sejarah marga Nasution harus dibuat dalam bentuk film layar lebar. Tentu dengan pemeran yang juga berskala nasional nantinya.

Marga Nasution yang demikian besar sudah semestinya mampu membuat film berskala nasional. Apalagi Mandailing Natal memiliki sineas seperti Adenin Adlan yang asli Roburan, dan memiliki pengalaman yang matang dalam membuat film, terutama menarik dukungan sponsor. Juga Askolani Nasution sineas Mandailing yang sudah melahirkan banyak film Mandailing semisal “Biola Na Mabugang”, “Lilu”, Sibisuk Naoto”, “Holong Na Tarhalang”.

Askolani Nasution dalam linimasa akun FB-nya menyebukan, bahwa film “Sibaroar” ini sedikitnya membutuhkan biaya produksi tiga milyar itu, dan sudah semestinya didukung pihak sponsor.

“Saya tentu dapat banyak cerita tentang berbagai seluk beluk film nasional dari Adenin Adlan, betapa sebuah film begitu mudah mendapatkan sponsor kalau memajang aktor kawakan, katakanlah sekelas Reza Rahardian,” katanya.

Apalagi kalau dengan skenario yang “gold scen”, skenario yang bisa menunda penonton bioskop untuk “menunda ke WC sepanjang pemutaran film”. (Itu saya bandingkan dengan film “Dilan 1990” yang berhasil memelihara gold scen itu).

Selain itu, penggunaan bahasa Mandailing untuk film tentu membutuhkan kualitas cerita yang menarik dan gambar yang memikat. Tapi Sumatera Selatan berhasil membuat film berbahasa daerah melalui “Mengejar Angin” yang diperankan Lukman Sardi. Tentu dengan tambahan sub title. Kalau begitu, bakal film “Sibaror Nasution” harus juga menggunakan bahasa Mandailing agar kontekstualitas ceritanya lebih kuat. Sekalian promosi bahasa sendiri.

Dan meskipun Adenin Adlan jagoan menulis skenario sebagaimana dalam film “Emak Ingin Naik Haji”, tetap saja yang diminta menulis skenarionya adalah Askolani Nasution. Mengingat Askolani Nasution penutur asli bahasa Mandailing.

Askolani sendiri di petemuan itu menyatakan sedapat mungkin berkomitmen untuk membuat bahasa skenario yang komunikatif tapi berkarakter daerah. Dan itu tugas berat, tapi menantang. Dan filmnya nanti sedapat mungkin juga harus membuka ruang bagi sineas dan aktor pendukung daerah. Kapan lagi kita punya film berskala nasional, itu!

 

Editor : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ribuan Warga Madina Dapat Sertifikat Tanah

    Ribuan Warga Madina Dapat Sertifikat Tanah

    • calendar_month Rabu, 22 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebanyak 1.000 lembar sertifikat tanah diterbitkan untuk masyarakat di sejumlah desa di Mandailing Natal (Madina). Masyarakat yang memperoleh sertifikat tanah itu antara lain Desa Banjar Aur Utara, Rantobi, Muara Parlampungan, Batu Sondat, Simpang Koje. Penyerahan secara simbolik dilakukan Bupati Madina, Jakfar Sukhairi Nasution dan Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution […]

  • Penguatan Kebudayaan Melalui Politik Anggaran Daerah

    Penguatan Kebudayaan Melalui Politik Anggaran Daerah

    • calendar_month Kamis, 3 Mei 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh : Mulyadi Hakim Nasution, SH Anggota DPRD Mandailing Natal Disampaikan pada Kegiatan Konsolidasi Organisasi Forum Pelestarian dan Pengembangan Adat dan Budaya Mandailing Natal Hotel Madina Sejahtera, Panyabungan, Kamis 3 Mei 201     Penguatan adat dan budaya daerah memang memerlukan peran berbagai pihak. Tidak memadai lagi kalau hanya semata-mata menjadi beban pelaku-pelaku adat […]

  • Kades dan Sekdes Jambur Baru Batang Natal Milih Bungkam Terkait APBDes 2024-2025

    Kades dan Sekdes Jambur Baru Batang Natal Milih Bungkam Terkait APBDes 2024-2025

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Batangnatal ( Mandailing Online ): terkait pembukaan jalan Unte Albung di Desa Jambur Baru, Kecamatan Batang Natal, Mandailing Natal. Kepala Desa Riswan Haedi memilih bungkam saat dikonfirmasi. Yang sama dilakukan Sekretaris Desa Nurlatifah Nasution. Bumkamnya Kades dan Sekdes terhadap alokasi APBDes tahun 2024-2025 desa jambur baru, memperkuat dugaan warga adanya praktek KKN pada APBDes. Kurang […]

  • Melirik Industri Jala di Desa Gunung Tua Julu

    Melirik Industri Jala di Desa Gunung Tua Julu

    • calendar_month Jumat, 3 Nov 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Industri jala di Desa Gunung Tua Julu, Kecamatan Panyabungan dalam dua tahun terakhir kian bergairah. Kerajinan jala di desa ini tak terlepas dari kebutuhan jala di kalangan penghobi Lubuk Larangan. Ini menunjukkan bahwa keberadaan Lubuk Larangan di berbagai sungai di Mandailing Natal tak lagi melulu dipandang sebagai kearifan lokal masyarakat Mandailing […]

  • Terkait Smart Village, 2 Pejabat Pemkab Madina Tak Hadiri Panggilan Jaksa

    Terkait Smart Village, 2 Pejabat Pemkab Madina Tak Hadiri Panggilan Jaksa

    • calendar_month Kamis, 12 Jun 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ): Kejaksaan Negeri Mandailing Natal (Kejari Madina) telah melakukan pemanggilan pertama terhadap 2 pejabat pemkab Madina terkait “Smart Village”, namun tidak dihadiri. Demikian penjelasan Kajari Madina, Dr Muhammad Iqbal, SH, MH melalui Kasi Pidsus, Herianto, SH kepada wartawan, Kamis (12/06/2025). ”mereka belum datang, kemaren jadwalnya dan akan kita panggil ulang,”pungkas Kasi […]

  • Bentuk Rasa Syukur, SMSI Madina Berbagi Nasi Kotak

    Bentuk Rasa Syukur, SMSI Madina Berbagi Nasi Kotak

    • calendar_month Jumat, 15 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online)- Sebagai bentuk rasa syukur setahun Serikat Media Siber Indonesia ( SMSI ) berdiri di Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ), pengurus bagikan nasi kotak kepada jamaah masjid usai sholad jum’at 15/9/2023. Pembagian nasi kotak ini dilakukan di dua Masjid yang berbeda yakni Mesjid Agung Nur Ala Nur dan Mesjid Raya Al Qurro’ […]

expand_less