Jumat, 9 Okt 2026
light_mode

Gagasan Memproduksi Film “Sibaroar” Kian Menguat

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 2 Feb 2018
  • print Cetak

Adenin Adlan (kiri) dan Askolani Nasution (tengah) dalam pertemuan di Medan yang diprakarsai Ikanas dan Naposo Bulung Medan membahas produksi film “Sibaroar”

 

MEDAN (Mandailing Online) – Gagasan untuk mewujudkan film “Sejarah Sibaroar Nasution” makin menguat dalam pertemuan terbatas di Hotel Madani, Medan, pada Rabu (31/1).

Pertemuan itu digagas oleh Ikatan Keluarga Nasution (Ikanas) Sumatera Utara plus Naposo Nauli Bulung Ikanas Medan.

Sutradara film Mandailing dari Jeges Art, Askolan Nasution diundang mewakili bakal penulis skenario, plus Adenin Adlan, sineas Indonesia yang berpengalaman menulis skenario dan menjadi produser film nasional semacam “Emak Ingin Naik Haji”, “Sayap Kecil Garuda”, “Ummi Aminah”, “Rumah Tanpa Jendela”, “Ada Syurga di Rumahmu”, dan lain-lain.

Semua sepakat bahwa film tentang sejarah marga Nasution harus dibuat dalam bentuk film layar lebar. Tentu dengan pemeran yang juga berskala nasional nantinya.

Marga Nasution yang demikian besar sudah semestinya mampu membuat film berskala nasional. Apalagi Mandailing Natal memiliki sineas seperti Adenin Adlan yang asli Roburan, dan memiliki pengalaman yang matang dalam membuat film, terutama menarik dukungan sponsor. Juga Askolani Nasution sineas Mandailing yang sudah melahirkan banyak film Mandailing semisal “Biola Na Mabugang”, “Lilu”, Sibisuk Naoto”, “Holong Na Tarhalang”.

Askolani Nasution dalam linimasa akun FB-nya menyebukan, bahwa film “Sibaroar” ini sedikitnya membutuhkan biaya produksi tiga milyar itu, dan sudah semestinya didukung pihak sponsor.

“Saya tentu dapat banyak cerita tentang berbagai seluk beluk film nasional dari Adenin Adlan, betapa sebuah film begitu mudah mendapatkan sponsor kalau memajang aktor kawakan, katakanlah sekelas Reza Rahardian,” katanya.

Apalagi kalau dengan skenario yang “gold scen”, skenario yang bisa menunda penonton bioskop untuk “menunda ke WC sepanjang pemutaran film”. (Itu saya bandingkan dengan film “Dilan 1990” yang berhasil memelihara gold scen itu).

Selain itu, penggunaan bahasa Mandailing untuk film tentu membutuhkan kualitas cerita yang menarik dan gambar yang memikat. Tapi Sumatera Selatan berhasil membuat film berbahasa daerah melalui “Mengejar Angin” yang diperankan Lukman Sardi. Tentu dengan tambahan sub title. Kalau begitu, bakal film “Sibaror Nasution” harus juga menggunakan bahasa Mandailing agar kontekstualitas ceritanya lebih kuat. Sekalian promosi bahasa sendiri.

Dan meskipun Adenin Adlan jagoan menulis skenario sebagaimana dalam film “Emak Ingin Naik Haji”, tetap saja yang diminta menulis skenarionya adalah Askolani Nasution. Mengingat Askolani Nasution penutur asli bahasa Mandailing.

Askolani sendiri di petemuan itu menyatakan sedapat mungkin berkomitmen untuk membuat bahasa skenario yang komunikatif tapi berkarakter daerah. Dan itu tugas berat, tapi menantang. Dan filmnya nanti sedapat mungkin juga harus membuka ruang bagi sineas dan aktor pendukung daerah. Kapan lagi kita punya film berskala nasional, itu!

 

Editor : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tak Ada Air, Pasien RSUD Mengeluh

    Tak Ada Air, Pasien RSUD Mengeluh

    • calendar_month Kamis, 17 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    SIDIMPUAN (Mandailing Online) – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Padangsidimpuan di Jalan FL Tobing, Kecamatan Psp Utara, nyaris mengalami krisis air. Akibatnya, pasien dan pengunjung pun mengeluh atas ketiadaan air di beberapa kamar mandi dalam ruangan perawatan di sana. Kepada wartawan, Rabu (16/10), salah seorang pasien yang dirawat di ruang utama RS tersebut, S […]

  • KECEWA BERHARAP PADA DEMOKRASI

    KECEWA BERHARAP PADA DEMOKRASI

    • calendar_month Senin, 28 Des 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Alfisyah Guru / tinggal di Medan Masyarakat mulai menunjukkan taringnya. Masyarakat ogah ditipu terus oleh demokrasi melalui berbagai ajang Pilkada-nya. Pemilu dirasakan masyarakat sebagai ajang tipu-tipu untuk naiknya komunitas tertentu dalam kekuasaan yang sedang berjalan. Berbagai laporan kecurangan atas satu pasangan calon mulai dilaporkan. Pada Pilkada Medan tampak laporan dari Ahyar – Salman […]

  • Satpol PP Madina dan Polisi Militer Tangkap 11 Pelacur

    Satpol PP Madina dan Polisi Militer Tangkap 11 Pelacur

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebanyak 11 pelacur ditangkap dalam satu operasi penggrebekan tempat-tempat maksiat di kota Panyabungan dan Kecamatan Lembah Sorik Marapi, Mandailing Natal (Madina) oleh Satpol PP dan Polisi Meliter, Jum’at ( 21/11). Kakan Sat Pol-PP Hendra Edi Syaputra kepada wartawan mengatakan para pelacur alias Pekerja Seks Komersil yang berhasil dijaring akan dikirim […]

  • Milad Madina Yang Menyatukan

    Milad Madina Yang Menyatukan

    • calendar_month Rabu, 12 Mar 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sidang paripurna DPRD Madina memperingati ulang tahun (milad) Kabupaten Mandailing Natal ke-15 kali ini merupakan perhelatan yang penuh makna. Milad ini ini dapat dikatakan sebagai salah satu momen menyatunya semua pihak dalam satu titik yang sangat berarti bagi dinamika Madina ke depan. Betapa tidak, kehadiran salah satu tokoh penting penggagas pembentukan Kabupaten Mandailing Natal hadir […]

  • Ribuan Bidan Minta Diangkat Jadi PNS

    Ribuan Bidan Minta Diangkat Jadi PNS

    • calendar_month Senin, 19 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    JAKARTA, – Ribuan bidan berstatus pegawai tidak tetap (PTT) dari berbagai daerah menggelar aksi demonstrasi di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Senin (19/8). Mereka menuntut untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Para bidan ini berkumpul di depan Hotel Grand Hyatt sejak pukul 08.00 WIB. Massa bidan tampak berpakaian seragam putih dan ada yang berseragam cokelat. […]

  • Tanpa Sapujagat

    Tanpa Sapujagat

    • calendar_month Selasa, 26 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Er Gham Kok Malaysia bisa. Padahal masalahnya sama. ———————– Membaca komentar Er Gham di Disway Jumat lalu itu saya langsung menghubungi ahli satu ini: Prof Dr Hendri Saparini. Dia terkenal dalam urusan “menghadirkan kembali fungsi negara dan rakyat untuk menegakkan kedaulatan pangan Indonesia”. Dia bisa bicara fasih apa yang dilakukan oleh Malaysia. Dr Saparini […]

expand_less