Jumat, 5 Jun 2026
light_mode

Gagasan Memproduksi Film “Sibaroar” Kian Menguat

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 2 Feb 2018
  • print Cetak

Adenin Adlan (kiri) dan Askolani Nasution (tengah) dalam pertemuan di Medan yang diprakarsai Ikanas dan Naposo Bulung Medan membahas produksi film “Sibaroar”

 

MEDAN (Mandailing Online) – Gagasan untuk mewujudkan film “Sejarah Sibaroar Nasution” makin menguat dalam pertemuan terbatas di Hotel Madani, Medan, pada Rabu (31/1).

Pertemuan itu digagas oleh Ikatan Keluarga Nasution (Ikanas) Sumatera Utara plus Naposo Nauli Bulung Ikanas Medan.

Sutradara film Mandailing dari Jeges Art, Askolan Nasution diundang mewakili bakal penulis skenario, plus Adenin Adlan, sineas Indonesia yang berpengalaman menulis skenario dan menjadi produser film nasional semacam “Emak Ingin Naik Haji”, “Sayap Kecil Garuda”, “Ummi Aminah”, “Rumah Tanpa Jendela”, “Ada Syurga di Rumahmu”, dan lain-lain.

Semua sepakat bahwa film tentang sejarah marga Nasution harus dibuat dalam bentuk film layar lebar. Tentu dengan pemeran yang juga berskala nasional nantinya.

Marga Nasution yang demikian besar sudah semestinya mampu membuat film berskala nasional. Apalagi Mandailing Natal memiliki sineas seperti Adenin Adlan yang asli Roburan, dan memiliki pengalaman yang matang dalam membuat film, terutama menarik dukungan sponsor. Juga Askolani Nasution sineas Mandailing yang sudah melahirkan banyak film Mandailing semisal “Biola Na Mabugang”, “Lilu”, Sibisuk Naoto”, “Holong Na Tarhalang”.

Askolani Nasution dalam linimasa akun FB-nya menyebukan, bahwa film “Sibaroar” ini sedikitnya membutuhkan biaya produksi tiga milyar itu, dan sudah semestinya didukung pihak sponsor.

“Saya tentu dapat banyak cerita tentang berbagai seluk beluk film nasional dari Adenin Adlan, betapa sebuah film begitu mudah mendapatkan sponsor kalau memajang aktor kawakan, katakanlah sekelas Reza Rahardian,” katanya.

Apalagi kalau dengan skenario yang “gold scen”, skenario yang bisa menunda penonton bioskop untuk “menunda ke WC sepanjang pemutaran film”. (Itu saya bandingkan dengan film “Dilan 1990” yang berhasil memelihara gold scen itu).

Selain itu, penggunaan bahasa Mandailing untuk film tentu membutuhkan kualitas cerita yang menarik dan gambar yang memikat. Tapi Sumatera Selatan berhasil membuat film berbahasa daerah melalui “Mengejar Angin” yang diperankan Lukman Sardi. Tentu dengan tambahan sub title. Kalau begitu, bakal film “Sibaror Nasution” harus juga menggunakan bahasa Mandailing agar kontekstualitas ceritanya lebih kuat. Sekalian promosi bahasa sendiri.

Dan meskipun Adenin Adlan jagoan menulis skenario sebagaimana dalam film “Emak Ingin Naik Haji”, tetap saja yang diminta menulis skenarionya adalah Askolani Nasution. Mengingat Askolani Nasution penutur asli bahasa Mandailing.

Askolani sendiri di petemuan itu menyatakan sedapat mungkin berkomitmen untuk membuat bahasa skenario yang komunikatif tapi berkarakter daerah. Dan itu tugas berat, tapi menantang. Dan filmnya nanti sedapat mungkin juga harus membuka ruang bagi sineas dan aktor pendukung daerah. Kapan lagi kita punya film berskala nasional, itu!

 

Editor : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kualitas Tanggul Sungai Aek Pohon Disorot DPRD Sumut

    Kualitas Tanggul Sungai Aek Pohon Disorot DPRD Sumut

    • calendar_month Rabu, 22 Jun 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kualitas tanggul penahan banjir di Sungai Aek Pohon, Kelurahan Pidoli Dolok, Kecamatan Panyabungan, Madina menjadi perhatian serius 9 legislator DPRD Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Ketahanan tanggul yang dibangun tahun 2021 itu dinilai rendah. Kasus ini akan menjadi bagian dari beberapa poin perhatian DPRD Sumut dalam menilai LPJP (Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan Pembangunan) […]

  • Carut Marut Negeri Akibat Sombong Kepada PenciptaNya

    Carut Marut Negeri Akibat Sombong Kepada PenciptaNya

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Essay : Siti Khadijah Sihombing   Tidakkah kamu merasakan kerusakan negeri ini? Taukah kamu bahwa negeri ini telah rusak? Sudah tampak jelas duhai saudara semuanya, kerusakan ini telah nampak di depan mata, baik di kota sampai pelosok desa. Tak ada kesejahteraan dan kebahagiaan lagi yang dirasakan umat. Umat hari ini dipaksa untuk tunduk dan patuh […]

  • 10,46% kosmetik di Sumut tak aman

    10,46% kosmetik di Sumut tak aman

    • calendar_month Minggu, 6 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Kaum wanita di Sumatera Utara diingatkan dalam menggunakan kosmetik. Pasalnya, kosmetik yang beredar di Sumut masih belum aman Dari hasil uji kosmetik tahun 2010 yang dilakukan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Sumut, sebanyak 10,46 persen kosmetik tidak memenuhi syarat kesehatan. Sebagian terbukti mengandung pewarna yang dilarang. Bahkan, masih ada yang mengandung […]

  • Tympanum Novem Garap Film ” Holong Natarhalang”

    Tympanum Novem Garap Film ” Holong Natarhalang”

    • calendar_month Selasa, 4 Feb 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Tympanum Novem Films kembali menggarap film terbaru ditahun 2014 ini, salah satunya adalah Film yang berjudul Holong Natarhalang (Siboru Tulang). Film ini mengisahkan tentang tanggung jawab anak namboru terhadap boru tulangya dalam pandangan adat Mandailing. Film ini nantinya juga dibintangi oleh  Dahlan Batubara, Desy Hariaty dan Lila Lumongga Nasution dan kawan-kawan.(hol)

  • Hari Pertama, Sukhairi Himbau Pejabat Fokus Kejar Ketertinggalan Madina

    Hari Pertama, Sukhairi Himbau Pejabat Fokus Kejar Ketertinggalan Madina

    • calendar_month Senin, 26 Jul 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Hari pertama menjalankan tugas, Bupati Mandailing Natal (Madina) Jakfar Sukhairi Nasution dan Wakil Bupati Atika Azmi mengundang seluruh kepala OPD di aula kantor bupati, Senin (26/7/2021). Bupati menekankan kepada seluruh OPD meningkatkan profesionalitas dan saling bersama-sama memajukan kembali pembangunan Madina. Sukhairi menghimbau untuk segera menghilangkan semua perbedaan. Dan tidak ada […]

  • Kentang Hutanagodang, Primadona Yang Mulai Langka

    • calendar_month Jumat, 31 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    ULU PUNGKUT (Mandailing Online) – Kentang Hutanagodang sejak dahulu kala sudah menjadi tanaman budidaya pavorit petani Ulupungkut, Mandailing Natal (Madina) dan menjadi kentang yang sangat digemari konsumen. Hanya saja, sejak dekade terakhir, volume produksi kentang yang memiliki cita rasa gurih ini terus merosot. “Belakangan minat masyarakat di Ulupungkut ini bertanam kentang mulai surut. Padahal pasarnya […]

expand_less