Jumat, 16 Okt 2026
light_mode

Kentang Hutanagodang, Primadona Yang Mulai Langka

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 31 Mei 2013
  • print Cetak

ULU PUNGKUT (Mandailing Online) – Kentang Hutanagodang sejak dahulu kala sudah menjadi tanaman budidaya pavorit petani Ulupungkut, Mandailing Natal (Madina) dan menjadi kentang yang sangat digemari konsumen.

Hanya saja, sejak dekade terakhir, volume produksi kentang yang memiliki cita rasa gurih ini terus merosot.

“Belakangan minat masyarakat di Ulupungkut ini bertanam kentang mulai surut. Padahal pasarnya sangat menjanjikan” ungkap Mursal, petani kentang di Hutanagodang, Ulu Pungkut, pekan lalu.

Mursal tak mengetauhi data ril luas produk kentang saat ini di Ulu Pungkut. Sementara berdasar data Badan Pusat Statistik Madina, luas tanam dan panen kentang du Ulu Pungkut tahun 2011 seluas 9,00 hektar dengan produksi sekitar 208,98 ton per tahun.

Luas tanaman kentang itu menurun sejak tahun 2007. pada 2007 misalnya, lusa tanaman kentang di Kecamatan Ulu Pungkut seluas 30 hektar, tahun 2008 seluas 42 hektar, tahun 2009 seluas 43 hektar, tahun 2010 seluas 7 hektar.

Menur Mursal, ada beberapa faktor yang menyebabkan minat petani menurun dalam bercocok tanam kentang. Seperti kondisi lahan yang harus berpindah-pindah.

Pasalnya kata Mursal, sesuai dengan pengalamannya, lahan kentang hanya bisa di kelola untuk 3-4 kali masa panen. ” Lebih dari itu, hasil tanaman kentang akan mengalami penurunan hasil produksi. selain itu, kentang juga akan terserang berbagai penyakit” jelas Mursal.

Selain itu tambahnya, belakangan ini muncul penyakit yang menyebabkan tanaman kentang busuk muda atau berbuah tidak sesuai dengan ukuran normalnya. Biasanya penyakit ini datang ketika umur kentang berkisar antara 1 sampai 2 bulan.

“Ciri – cirinya akan terlihat pada saat umur kentang berkisar antar satu sampai dua bulan. Daunnya akan terlihat seperti mengeriting dan berlayuan. Akibatnya umbi kentang bisa mengalami busuk muda. Jikapun tak busuk, buahnya pasti kerdil. Bila tanaman kentang tetap sehat hingga umur 2 bulan, tentunya tidak akan terserang penyakit lagi hingga masa panen ” terang Mursal.

Sebetulnya kata Mursal, pihaknya sudah beberapa kali melakukan konsultasi dengan PPL dinas Pertanian Kab. Mandailing Natal. Namun hingga saat ini, belum ada solusi yang di keluarkan untuk mengatasi permasalahan penyakit ini.

Selain itu permasalahan hama babi hutan dan monyet yang saban hari terus mengalami kenaikan populasi menjadi ancaman serius bagi para petani kentang. Petani harus rela merogoh uang hingga jutaan rupiah untuk melakukan pemagaran lahan.

“Hama monyet mungkin masih bisa sedikit di atasi karna rombongan monyet itu biasanya datang pada siang hari. Jadi, kami masih berada di kebun. Namun untuk hama babi yang beraksi pada malam hari, terpaksa kami harus melakukan pemagaran, agar babi tidak bisa masuk. Untuk kebun ini saja, yang saya perkirakan paling berkisar seperlima hektar ini, sudah lebih dari satu juta rupiah membeli jaring untuk pagar” aku Mursal, sambil menunjukkan pagar kebun miliknya.

Mursal mengaku untuk masa tanam ini, ia hanya menanam kentang dengan 150 kg bibit. Saat ini usia tanamannya sudah 1 setengah bulan lebih, dan baru bisa di panen setelah kentang minimal berumur 3 bulan 1 minggu. Untuk 1 kg bibit kata Mursal, biasanya akan menghasilkan 10 hingga 15 kg kentang.

“Untuk produksi panen kali ini diperkirakan sekitar 1,5 ton saja, bila dilihat dari jumlah bibit yang ditanam. Masyarakat di sini belum mampu melakukan pengelolaan lahan kentang hingga hitungan hektar. Lagi pula pengelolaan kami masih sangat tradisional” ujar Mursal. (pen/dab)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Indonesia-Australia Bahas Peningkatan Kerja Sama Pendidikan

    Indonesia-Australia Bahas Peningkatan Kerja Sama Pendidikan

    • calendar_month Jumat, 11 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Perth, Pemerintah Indonesia dan Australia sepakat untuk meningkatkan hubungan pendidikan kedua negara yang selama ini telah berjalan baik. “Pendidikan memainkan peranan penting bagi hubungan kedua negara dalam upaya membangun hubungan masyarakat dengan masyarakat serta mengembangkan saling pengertian lebih besar antara dua negara,” kata Menteri Pendidikan Australia Senator Chris Evans, di Perth, Australia, Kamis [10/03]. Hal […]

  • Ketika Pencuri pun Malas Mengambil Buku

    Ketika Pencuri pun Malas Mengambil Buku

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
    • account_circle Moecktar Nasution
    • 0Komentar

    Oleh: Moechtar Nasution Forum Lintas Studi Tulila*     Titi Gantung  Pernah mendengar ungkapan lama ini? “Pembaca tidak mencuri, dan pencuri tidak membaca.” Ada benarnya juga, ya. Kalau kita menengok ke belakang, ada satu tempat legendaris di Kota Medan yang menjadi bukti nyata dari kebenaran kalimat itu: Titi Gantung. Bagi anak Medan, terutama para pemburu […]

  • AR: KPK terlalu boros

    AR: KPK terlalu boros

    • calendar_month Sabtu, 23 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA – Mantan Ketua MPR Amien Rais menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum berhasil menindak kasus korupsi besar dan justru melakukan korupsi halus. “KPK saya sebut justru korupsi halus karena selama ini dalam operasionalnya boros luar biasa,” katanya di rumahnya Pandeansari, Desa Condongcatur, Depok, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, kemarin. Ia mengatakan, saat dia menjabat Ketua MPR, […]

  • Polres Madina Terbitkan SP2HP, Saipullah Nasution Bakal Diperiksa

    Polres Madina Terbitkan SP2HP, Saipullah Nasution Bakal Diperiksa

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ||Mandailing Online – Kasus dugaan pemerasan dan pencemaran nama baik yang dilaporkan Ketua Tim Gordang Sambilan Center (TGSC) Miswaruddin Daulay mulai bergerak. Polres Madina resmi menerbitkan SP2HP dan telah memeriksa dua saksi. Surat bernomor B/215/IV/RES.1.24./2026/Reskrim tertanggal 9 April 2026 itu diterima langsung Miswaruddin. Isinya, penyidik Satreskrim sudah memeriksa Khairul Fahmi Lubis, S.T. bin H. […]

  • Bupati Himbau Warga Tidak Terhasut Provokasi

    Bupati Himbau Warga Tidak Terhasut Provokasi

    • calendar_month Sabtu, 19 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Panyabungan (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal, Hidayat Batubara menghimbau masyarakat agar tidak mudah terhasut dan terprovokasi untuk menjaga kekondusifan daerah demi kelancaran pembangunan yang sedang berjalan. Menurutnya, sudah menjadi kebiasaan bahwa pemimpin itu sering dihujat, di demo. Itu terjadi karena tidak semua kelompok di masyarakat memiliki pandangan yang sama terhadap kebijakan pembangunan yang dilaksanakan. […]

  • Warga 4 Desa di Natal vs PT.DIS, Bupati Harus Progresif Memediasi

    Warga 4 Desa di Natal vs PT.DIS, Bupati Harus Progresif Memediasi

    • calendar_month Senin, 16 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    NATAL (Mandailing Online) – Bupati Madina diminta lebih progresif memediasi antara 4 desa di Kecamatan Natal dengan PT. DIS agar kebun plasma yang tak terrealisasi besalan tahun, bisa tuntas. Dan, konflik antara warga Sikara-Kara, Buburan, Bintuas dan Sundutan Tigo dengan PT.DIS bukanlah persoalan yang rumit jika ada kemauan masing-masing pihak untuk menyelesaikannya. Yakni kemauan yang […]

expand_less