Sabtu, 10 Okt 2026
light_mode

Kentang Hutanagodang, Primadona Yang Mulai Langka

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 31 Mei 2013
  • print Cetak

ULU PUNGKUT (Mandailing Online) – Kentang Hutanagodang sejak dahulu kala sudah menjadi tanaman budidaya pavorit petani Ulupungkut, Mandailing Natal (Madina) dan menjadi kentang yang sangat digemari konsumen.

Hanya saja, sejak dekade terakhir, volume produksi kentang yang memiliki cita rasa gurih ini terus merosot.

“Belakangan minat masyarakat di Ulupungkut ini bertanam kentang mulai surut. Padahal pasarnya sangat menjanjikan” ungkap Mursal, petani kentang di Hutanagodang, Ulu Pungkut, pekan lalu.

Mursal tak mengetauhi data ril luas produk kentang saat ini di Ulu Pungkut. Sementara berdasar data Badan Pusat Statistik Madina, luas tanam dan panen kentang du Ulu Pungkut tahun 2011 seluas 9,00 hektar dengan produksi sekitar 208,98 ton per tahun.

Luas tanaman kentang itu menurun sejak tahun 2007. pada 2007 misalnya, lusa tanaman kentang di Kecamatan Ulu Pungkut seluas 30 hektar, tahun 2008 seluas 42 hektar, tahun 2009 seluas 43 hektar, tahun 2010 seluas 7 hektar.

Menur Mursal, ada beberapa faktor yang menyebabkan minat petani menurun dalam bercocok tanam kentang. Seperti kondisi lahan yang harus berpindah-pindah.

Pasalnya kata Mursal, sesuai dengan pengalamannya, lahan kentang hanya bisa di kelola untuk 3-4 kali masa panen. ” Lebih dari itu, hasil tanaman kentang akan mengalami penurunan hasil produksi. selain itu, kentang juga akan terserang berbagai penyakit” jelas Mursal.

Selain itu tambahnya, belakangan ini muncul penyakit yang menyebabkan tanaman kentang busuk muda atau berbuah tidak sesuai dengan ukuran normalnya. Biasanya penyakit ini datang ketika umur kentang berkisar antara 1 sampai 2 bulan.

“Ciri – cirinya akan terlihat pada saat umur kentang berkisar antar satu sampai dua bulan. Daunnya akan terlihat seperti mengeriting dan berlayuan. Akibatnya umbi kentang bisa mengalami busuk muda. Jikapun tak busuk, buahnya pasti kerdil. Bila tanaman kentang tetap sehat hingga umur 2 bulan, tentunya tidak akan terserang penyakit lagi hingga masa panen ” terang Mursal.

Sebetulnya kata Mursal, pihaknya sudah beberapa kali melakukan konsultasi dengan PPL dinas Pertanian Kab. Mandailing Natal. Namun hingga saat ini, belum ada solusi yang di keluarkan untuk mengatasi permasalahan penyakit ini.

Selain itu permasalahan hama babi hutan dan monyet yang saban hari terus mengalami kenaikan populasi menjadi ancaman serius bagi para petani kentang. Petani harus rela merogoh uang hingga jutaan rupiah untuk melakukan pemagaran lahan.

“Hama monyet mungkin masih bisa sedikit di atasi karna rombongan monyet itu biasanya datang pada siang hari. Jadi, kami masih berada di kebun. Namun untuk hama babi yang beraksi pada malam hari, terpaksa kami harus melakukan pemagaran, agar babi tidak bisa masuk. Untuk kebun ini saja, yang saya perkirakan paling berkisar seperlima hektar ini, sudah lebih dari satu juta rupiah membeli jaring untuk pagar” aku Mursal, sambil menunjukkan pagar kebun miliknya.

Mursal mengaku untuk masa tanam ini, ia hanya menanam kentang dengan 150 kg bibit. Saat ini usia tanamannya sudah 1 setengah bulan lebih, dan baru bisa di panen setelah kentang minimal berumur 3 bulan 1 minggu. Untuk 1 kg bibit kata Mursal, biasanya akan menghasilkan 10 hingga 15 kg kentang.

“Untuk produksi panen kali ini diperkirakan sekitar 1,5 ton saja, bila dilihat dari jumlah bibit yang ditanam. Masyarakat di sini belum mampu melakukan pengelolaan lahan kentang hingga hitungan hektar. Lagi pula pengelolaan kami masih sangat tradisional” ujar Mursal. (pen/dab)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Solusikah Melawan Covid Dengan UKS?

    Solusikah Melawan Covid Dengan UKS?

    • calendar_month Jumat, 18 Jun 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Susi Ummu Ameera Pegiat Literasi Melawan covid adalah kewajiban semua pihak, terlebih pemerintah, yang memiliki wewenang penuh atas kebijakan untuk rakyatnya. Dalam  24 jam terakhir, Satuan Tugas Penanganan Covid mencatat 8.189 kasus harian terkonfirmasi positif. Peningkatan itu membuat akumulasi kasus positif covid bertambah menjadi 1.919.547 kasus. Oleh karena itu, pemerintah daerah di masing-masing wilayah […]

  • 4 Desa di Muara Batang Gadis Dihantam Arus Bandang

    4 Desa di Muara Batang Gadis Dihantam Arus Bandang

    • calendar_month Senin, 9 Okt 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online) – Sebanyak 4 desa di Kecamatan Muara Batang Gadis, Madina dihantam banjir bandang Sungai Parlampungan, Minggu (8/10) sekira pukul  20.00 Wib, akibat curah yang tinggi. Keempat desa itu adalah Desa Hutaimbaru, Lubuk Kapundung I, Lubuk Kapundung II dan Desa Ranto Panjang. Pihak berwenang Madina melaporakan, di  Desa Rantau Panjang 50 […]

  • Gas Langka dan Mahal dalam Pengaruh Kapitalisme

    Gas Langka dan Mahal dalam Pengaruh Kapitalisme

    • calendar_month Jumat, 23 Jun 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Saridah Aktivis Muslimah Di ibukota Provinsi Kalimantan Timur, Kota Samarinda terlihat ada antrean membeli gas elpiji subsidi ukuran 3 kilogram pada Kamis 8 Juni 2023. Hal ini tampak di kawasan Jalan M. Said, RT 28, Kelurahan Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda. Warga antre demi mendapatkan gas elpiji 3 kilogram, atau yang biasa […]

  • CPNS: Pukul 01.30 Lulus, Pukul 07.00 Kalah

    CPNS: Pukul 01.30 Lulus, Pukul 07.00 Kalah

    • calendar_month Minggu, 26 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Pengumuman Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (DPRD) Kota Medan menuai konflik. Lima peserta yang dinyatakan lulus melalui situs www.pcpns.pemkomedan.go.id, namun tidak tercantum di berbagai media yang ada pengumuman CPNSD Kota Medan, mendatangi Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan, Kamis (23/12), untuk mengungkapkan kekesalan mereka dan berharap wakil rakyat bisa menindaklanjuti. Kelima […]

  • Pembahasan APBD Madina Diprediksi Lawak-Lawak

    Pembahasan APBD Madina Diprediksi Lawak-Lawak

    • calendar_month Rabu, 20 Des 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pembahasan Rancangan APBD 2018 di DPRD Mandailing Natal diprediksi bakal menjadi pembahasan lawak-lawak. Pasalnya, jadwal yang ditetapkan pihak DPRD terlalu singkat, yakni antara tanggal 21 hingga 29 Desember 2017. “Waktu sesingkat itu akan sulit bagi anggota DPRD mencerna dan menganalisa ratusan program pemerintah daerah yang dianggarkan di RAPBD,” sebut  Latif Lubis, […]

  • Generasi Taat Syariat, Radikal?

    Generasi Taat Syariat, Radikal?

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Siti Rima Sarinah Kerusakan remaja yang mengarahkan pada dekadensi moral yang sangat parah tengah dialami oleh remaja saat ini. Setiap hari kita dipertontonkan berbagai macam pola tingkah remaja yang membuat orang tua dan masyarakat mengelus dada melihat tingkah pola generasi bangsa ini yang semakin memprihatinkan. Bullying, tawuran, narkoba, dan pergaulan bebas, menjadi tren gaya […]

expand_less