Senin, 1 Jun 2026
light_mode

UKM : SUMBER EKONOMI MASA DEPAN INDONESIA

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 3 Jul 2018
  • print Cetak

Oleh : Alghif Aruni Nur Rukman, S.P
Mahasiswa Magister Sains Agribisnis
Fakultas Ekonomi dan Manajemen
Institut Pertanian Bogor

 

Masalah yang dihadapi Indonesia saat ini adalah bagaimana kita bisa keluar dari sebutan negara berkembang menjadi negara yang dapat sejajar dengan negara maju. Persoalan ini menjadipentingkarenapotensi Indonesia menjadi negara majumasihterbukaluas, sehingga Indonesia perlumempertahankanpotensi yang adasekaligus juga mencarienergi lain yang dapatmenjaditulangpunggungperekonomian Indonesia di masa depan.

Kita mengetahui bahwa ekspor merupakan sumber dari pertumbuhan ekonomi negara. Semakin besar ekspor, maka total pendapatan negara naik. Tidak dipungkiri pula bahwa struktur ekspor kita mengalami perubahan dimana ekspor non migas lebih mendominasi daripada ekspor migas yang mana dulu sering kita andalkan. Laporan dari BPSmenyatakan bahwa untuk ekspor bulan maret 2018, nilai ekpsor non migas sebesar 91 %.

Ditengah nilai kurs rupiah yang tidak stabil, berdasarkan laporan PricewaterhouseCoopers (PwC) kita dapat bergembira bahwa tahun 2030 Indonesia diproyeksikan menjadi negara dengan 5 ekonomi terbesar di Dunia dengan estimasi nilai PDB sebesar US$5.424 milliar. Dengan kata lain, dari kondisi sekarang akan mengalami peningkatan signifikan, namun mampukah kita dapat mencapai nilai tersebut? karena untuk mencapainya diperlukan pertumbuhan ekonomi minimal 2 digit yang kemudian proyeksi tersebut belum pasti terwujud jika tidak ada persiapan dan pembenahan elemen-elemen yang dianggap mengganggu pertumbuhan. Misalnya dengan(1) Memperkuat Industri pengolahan barang mentah sekaligus menjadi barang siap pakaidengan kualitas yang tinggi (2) memberdayakan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai kekuatan untuk menunjang perindustrian.

Mengapa UKM?

Ada beberapa alasan kenapa UKM menjadi sektor masa depan unggulan yang perlu diperhatikan dalam menopang ekonomi Indonesia.

Pertama, Usaha kecil dan Mengenah merupakan salah satu dari roda penggerak ekonomi Indonesia yang juga merupakan sektor non-migas yang turut berkontribusi dalam perekonomian Indonesia. Terbukti dengan  kontribusi terhadap PDBpada tahun 2017 mengalami peningkatan dari 1,7% menjadi 4,48%.

Kedua, Dalam sejarahnya UKM mampu bertahan dari guncangan ekonomi dunia yang pada tahun 1998 telah terjadi krisis moneter yang menjadikan nilai rupiah Indonesia merosot tajam. Namunfakta menyatakan bahwa UKM di Indonesia mampu bertahan dalam suasana tersebut. Kondisi ini disebabkan oleh (1) Produk yang diperjualbelikan oleh UKM adalah barang konsumsi yang notabenenya tidak tahan lama (2) Dalam aspek pendanaan biaya yang digunakan relatif kecil dan tidak mengandalkan pada bank(3) Pada umumnya UKM tidak memproduksi berbagai jenis barang, hanya tertentu saja dimana berbeda dengan struktur pasar di konglomerasi, sehingga dia bebas untuk masuk dan keluar pasar.Sehingga latarbelakang sejarah tersebut harus menjadi poin penting dalam menjadikan UKM menjadi sektor utama pembangunan Indonesia. Karena tidak menutup kemungkinan jika krisis itu terjadi kembali,maka UKM lah yang dapat menjadi penopang ekonomi.

Ketiga,mampu berkontribusi mengurangi kemiskinan. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa jalan untuk mengurangi kemiskinan adalah dengan menciptakan lapangan pekerjaan. UKM telah berkontribusi besar dalam memperluas akses masyarakat untuk mendapatkanpekerjaan. Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik tahun 2016, bahwa UKM mampu menyerap tenaga kerja dengan pembagian 44,3% pada usaha mikro dan kecil non-pertanian, 13,5% pada usaha menengah dan besar non-pertanian dan 42,2% pada usaha pertanian atau lainnya. Maka besarnya kontribusi UKM dalam menyerap tenaga kerja perlu dijadikan acuan sebagai potensi kekuatan dari masa depan ekonomi Indonesia.

Digitalisasi UKM

Tak bisa dipungkiri bahwa kontribusi sektor UKM terhadap perekonomian Indonesia membawa dampak yang baik, bahkan mengalami perkembangan yang positif. Namun kontribusi tersebut bisa saja menurun ditengah terpaan dan perubahan dunia, dimana era digitalisasi ini membawa perubahan yang signifikan dalam kondisi bisnis.

Boleh jadi satu dekade lalu kita tidak pernah terpikirkan bahwa dunia yang serba online dapat menguasai kehidupan manusia diberbagai lini kehidupan, namun fakta hari ini menyatakan bahwa budaya masyarakat sudah berubah, perkembangan teknologi telah menjadikannya lebih bebas dalam melakukan kegiatan, jika kita tidak segera mengubah cara bisnis yaitu menyesuaikannya dengan zaman, maka kita yang akan terkikis dan tereliminasi dari zaman itu sendiri.

Hal itulah yang menjadi tantangan bagi pemerintah dan para penggiat UKM. Pergerseran tren bisnis menjadikkan kita untuk menguasai teknologi dengan baik. Sehingga, selain modal yang dibutuhkan pun juga kemampuan dalam mengelola penggunaan teknologi, misalnya dalam hal pemasaran produk. Tantangan tersebut digambarkan melalui survei yang telah dilakukan oleh Kementrian Koperasi dan UKMbeberaptahunlalu bahwa sekitar 36% pemilikUKM belum memiliki komputer dan dan internet, 12% pemilik UKM menggunakan komputer dan Internet untuk bisnis dan hanya 6% saja yang sukses.

Peliknya persoalan yang dihadapi Indonesia tidak menyurutkan kita untuk pesimis dalam membangun Indonesia yang lebih baik. Pembangunana sejatinya bertolak dari nilai-nilai demokrasi yang universal dimana manusia sebagai objek vital pembangunan dengan mengeluarkan potensi yang dimiliki olehnya, bukan untuk dihilangkan apalagi dinistakan. Perlu dicatat bahwadalam laporan Competitiveness Index 2017-2018 dimana tahun 2017  Indonesia berada pada peringkat ke-36 dari 137 negara, atau naik lima peringkat dari tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan terdapat perubahan yang lebih baik bagi bangsa ini.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Video: Pesan Ketua DPRD Madina dalam Peringatan Hari Jadi ke-77 GPI

    Video: Pesan Ketua DPRD Madina dalam Peringatan Hari Jadi ke-77 GPI

    • calendar_month Minggu, 2 Okt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dalam rangka peringatan hari jadi ke-77 tahun Gerakan Pemuda Islam (GPI), Ketua DPRD Madina Erwin Efendi Lubis berpesan agar kader organisasi ini terus memperkuat sinergi dan merawat kebangsaan dan nilai-nilai keislaman. (Roy Adam)

  • Situs Islam di Barus dihantam banjir

    Situs Islam di Barus dihantam banjir

    • calendar_month Senin, 3 Des 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO) – Salah satu situs bersejarah, yakni makam para aulia (ulama) pengembang Agama Islam di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, mengalami rusak dihatam arus Sungai Sirahar, akibat banjir yang melanda daerah tersebut. “Makam aulia berlokasi di Desa Kinali, Kecamatan Barus tergerus banjir sepanjang 386 meter, dan rubuh,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) […]

  • Rapel Gaji Guru Ditahan Disdik

    Rapel Gaji Guru Ditahan Disdik

    • calendar_month Jumat, 7 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIMALUNGUN-Rapel gaji guru 100 persen PNS angkatan 2009 selama 3 bulan yang seharusnya dibayar Januari, diduga ditahan Dinas Pendidikan Simalungun. Salah seorang guru PNS di salah satu SMP di Raya, Kamis (6/1), mengatakan, dia heran kenapa gaji tidak kunjung dibayarkan. Ironisnya, seluruh guru PNS seangkatannya di sekolah lain sudah dibayarkan. “Teman-teman kami PNS angkatan 2009 […]

  • Langgar Aturan, Sekdes PNS Terancam Diberhentikan

    Langgar Aturan, Sekdes PNS Terancam Diberhentikan

    • calendar_month Selasa, 16 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Bupati Madina mengultimatum sekretaris desa (sekdes) yang telah menerima SK Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan menerima gaji yang melanggar aturan. Salahsatunya, apabila pengangkatannya melanggar aturan, akan diberhentikan. Hal tersebut ditegaskan Bupati Madina, HM Hidayat Batubara SE dalam surat yang disampaikannya kepada camat se Madina dan juga seluruh kepala desa terkait dengan maraknya pembicaraan di tengah-tengah […]

  • Polri Kantongi Ciri Pelaku Tragedi Lapas Sleman

    Polri Kantongi Ciri Pelaku Tragedi Lapas Sleman

    • calendar_month Rabu, 27 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta (MO) – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) sudah mengantongi ciri-ciri para pelaku bersenjata laras panjang dan bertopeng dalam penyerangan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Cebongan, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (23/3). “Jelas kita sudah punya info itu dari keterangan saksi, cuma kita belum bisa sampaikan kepada publik karena akan digunakan lagi untuk penyelidikan. Itu […]

  • Penundaan Pemilu Tindakan Inkonstiusional

    Penundaan Pemilu Tindakan Inkonstiusional

    • calendar_month Selasa, 29 Mar 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Halvionata Mahasiswa Tak lama setelah permasalahan Surat Edaran Menag tentang toa mesjid dan pernyataan menteri agama yang menyinggung umat Islam, kini kita mendapatkan lagi sensasi politik di tanah air yaitu tentang wacana penundaan pemilu. Penundaan pemilu pertama kali disebutkan oleh Menteri Investasi/ Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia yang mengatakan penundaan pemilu 2024 […]

expand_less