Minggu, 30 Agu 2026
light_mode

Polri Kantongi Ciri Pelaku Tragedi Lapas Sleman

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 27 Mar 2013
  • print Cetak

Jakarta (MO) – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) sudah mengantongi ciri-ciri para pelaku bersenjata laras panjang dan bertopeng dalam penyerangan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Cebongan, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (23/3).

“Jelas kita sudah punya info itu dari keterangan saksi, cuma kita belum bisa sampaikan kepada publik karena akan digunakan lagi untuk penyelidikan. Itu bagian dari pendalaman penyelidikan,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas), Brigjen Pol Boy Rafli Amar di Jakarta, Rabu.

Boy membenarkan kalau pelaku penyerangan di Lapas mengunakan bahasa daerah tertentu, karena lokasi kejadiannya berlangsung di Pulau Jawa.

“Ya ada, tapi itu bagian dari penyelidikan. Artinya apakah dialek, perawakan, ciri-ciri, alat-alat apa yang dipakai pasti digali disitu, itu namanya proses olah tempat kejadian perkara (tkp),” kata Boy.

Aksi yang dilakukan 17 orang bertopeng sudah terencana rapi. “Dibilang terencana iya betul. Ini direncanakan dengan baik,” ucap Boy.

Hal tersebut dikarenakan dalam aksinya tersebut para pelaku hanya dalam waktu singkat kurang lebih 15 menit, tuturnya.

Pada Sabtu, 23 Maret terjadi insiden penembakan di Lapas Cebongan terhadap empat tersangka kasus pembunuhan anggota TNI AD dari Kesatuan Kopassus Kandang Menjangan, Kartasura, Sersan Satu Heru Santoso (31) di “Hugo`s Cafe” Maguwoharjo.

Mereka yang tewas akibat insiden itu adalah Angel Sahetapi alias Deki (31), Adrianus Candra Galaga alias Dedi (33), Gameliel Yermiayanto Rohi alias Adi (29) dan Yohanes Yuan (38).(rr)(Antara)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Setahun Pengganti Jakfar Sukhairi Tak Ada, PKB Kebiri Hak Politik Rakyat

    Setahun Pengganti Jakfar Sukhairi Tak Ada, PKB Kebiri Hak Politik Rakyat

    • calendar_month Jumat, 2 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Nyaris setahun sudah PKB tak bergeming menetapkan pengganti Jakfar Sukhairi Nasution di DPRD Madina. Sikap PKB itu dinilai mengkebiri hak politik konstituen PKB. Akibatnya, dari lima orang kader PKB di DPRD, kini hanya 4 orang yang duduk setelah Jakfar Sukhairi Nasution mundur dari DPRD karena mencalonkan diri sebagai wakil bupati Madina […]

  • Lahirkan Krisis Tenaga Kerja Global, Kapitalisme Gagal Wujudkan Kesejahteraan

    Lahirkan Krisis Tenaga Kerja Global, Kapitalisme Gagal Wujudkan Kesejahteraan

    • calendar_month Senin, 8 Sep 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Mariani Siregar, M.Pd.I Dosen Pendidikan Islam Fenomena krisis lapangan kerja kini tengah meningkat di beberapa negara. Pasalnya, krisis tersebut tidak hanya menimpa negara-negara berkembang, tetapi juga melanda negara-negara maju. Ekonomi pasar terbuka yang selalu diwacanakan sebagai solusi masyarakat global dalam arus pertukaran barang dan jasa tak terbatas, ternyata tidak bekerja ideal bagi semua orang […]

  • Lagi, Orok Bayi Dibuang di Madina

    Lagi, Orok Bayi Dibuang di Madina

    • calendar_month Sabtu, 16 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kabupaten Mandailing Natal (Madina) kembali dihebohkan kasus pembuangan orok bayi. Warga Desa Pidoli Lombang, Kecamatan Panyabungan, Madina menemukan orok bayi sudah meninggal, Sabtu (16/11/2019) di saluran irigasi Pardu Bondar Godang. Orok itu ditemukan sekira pukul 18.00 WIB. Saluran irigasi itu tergolong panjang dan melintasi desa tersebut. Pihak polisi telah […]

  • Copot Kapolres Madina

    Copot Kapolres Madina

    • calendar_month Kamis, 9 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Oegroseno diminta mencopot Kapolres Madina AKBP Hirbak Wahyu Setiawan karena dinilai banyak kasus yang tidak bisa dituntaskan. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Eksecutif Mandailing Natal Development Watch (Mata Dewa) Miftahuddin kepada wartawan di Panyabungan, Ahad (05/12/2010). “Kita melihat banyak sekali permasalahan yang tidak tuntas mengakibatkan kita sebagai masyarakat Madina […]

  • Produk Kentang Masih 208 Ton

    • calendar_month Jumat, 31 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kentang Hutanagodang terus merosot produksinya sejak tahun 2007 lalu. Padahal, kentang produk Hutanagodang memiliki cita rasa tinggi, kualitasnya jauh diatas kentang petani Kabupaten Karo. Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) Mandailing Natal (Madina), satu-satunya kawasan di Madina yang membudidayakan kentang hanya Ulu Pungkut. Pada tahun 2007 luas tanam dan luas panen […]

  • 11 Poin Kesepakatan Penyelesaian Polemik Sorikmas Mining

    11 Poin Kesepakatan Penyelesaian Polemik Sorikmas Mining

    • calendar_month Rabu, 5 Mar 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pada Kamis (27/2/2014) lalu dilakukan pertemuan tiga pihak di aula kantor bupati Mandailing Natal (Madina) antara Muspida, PT.Sorikmas Mining dan perwakilan Naga Juang. Dalam pertemuan itu dilahirkan 11 poin penyelesaian masalah yang diyakini menjadi titik awal membangun formula-formula baru dalam menyelesaikan masalah kontrak karya pertambangan yang menguntungkan semua pihak. Ke- 11 […]

expand_less