Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Mendagri: Pembahasan Pemekaran Tak Mendesak

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 4 Jan 2011
  • print Cetak


57 Pemekaran tak Ada Masuk Kategori Baik

JAKARTA-Mendagri Gamawan Fauzi menjelaskan, grand design penataan daerah yang akan dijadikan acuan pemekaran daerah, telah dimasukkan dalam draf rancangan revisi UU Nomor 32 Tahun 2004. Hal ini dianggap penting agar ada payung hukum bagi grand design sebagai acuan pemekaran.

“Karena ketika grand design akan diaplikasikan, maka harus ada payung hukum. Konsep sudah masuk draft revisi UU Nomor 32 Tahun 2004,” terang Gamawan Fauzi saat memberikan keterangan pers refleksi dan evaluasi pelaksanaan otonomi daerah 2010 di gedung Kemendagri, Jumat (31/12).

Mengenai perkembangan rencana revisi UU 32, Gamawan menjelaskan, telah selesai dilakukan penyelarasan pasal-pasal batang tubuh hasil konsultasi publik dengan stakeholders terkait, baik kementrian/lembaga, pemprov, pemko seluruh Indonesia dan pemkab bagian barat, tengah, dan timur. Draf revisi saat ini dalam proses harmonisasi di kemenkumham.

“Untuk selanjutnya akan digunakan sebagai dasar mengeluarkan amanat presiden (ampres) pada 2011,” terangnya.
Bagaimana dengan nasib aspirasi pemekaran yang masih terus bermunculan? Gamawan menjelaskan, aspirasi yang muncul tidak akan distop. Nantinya jika revisi UU 32 sudah selesai dan terbit PP yang baru, maka aspirasi pemekaran yang sudah terdata, akan diukur dengan ukuran-ukuran baru yang ada di UU 32 hasil revisi dan PP terkait.
“Jadi ini bukan sesuatu yang mendesak harus selesai pada 2010,” kata Gamawan. Sebelum aturan baru keluar, sesuai kesepakatan, untuk sementara tidak ada pembahasan pemekaran alias moratorium.

Di tempat yang sama, Dirjen Otda Kemendagri, Djohermansyah Djohan, mengatakan, pihaknya sudah melakukan kajian terhadap sejumlah aspirasi pemekaran yang sudah ada. Sebagian besar, katanya, belum memenuhi persyaratan.

“Lebih banyak kepentingan politiknya,” cetus mantan deputi bidang politik setwapres itu.
Dijelaskan pula, telah dilakukan evaluasi terhadap 57 daerah otonom baru yang berusia di bawah tiga tahun. Saat ini sedang disusun finalisasi laporan akhir evaluasi perkembangan daerah otonom baru yang berusia di bawah iga tahun untuk tahun kedua. Hasil sementara, dari 57 daerah itu, yang mendapat katori baik tidak ada, kategori sedang 48 daerah, kategori kurang baik 9 daerah, dan kategori tidak baik tidak ada. (sam)
Sumber : Sumut pos

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Inspektorat Madina Enggan Beberkan Hasil Pemeriksaan Kades Sirambas

    Inspektorat Madina Enggan Beberkan Hasil Pemeriksaan Kades Sirambas

    • calendar_month Senin, 30 Sep 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Inspektorat Madina terkesan tutup tutupi Sejumlah persoalan yang di adukan warga Desa Sirambas, Kecamatan Panyabungan Barat terkait Dana Desa. Diketahui, bulan lalu, warga dan Naposo Bulung desa itu mengadukan sejumlah persoalan dana desa ke Inspektorat dan Bupati Madina. Persoalan dana desa yang di permasalahkan yakni dugaan penyelewengan Dana Desa seperti […]

  • Jalan Masih Amburadul, Warga Tanjung Mompang Tagih    Janji Politik Anggota DPRD Madina

    Jalan Masih Amburadul, Warga Tanjung Mompang Tagih Janji Politik Anggota DPRD Madina

    • calendar_month Senin, 15 Agt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN UTARA (Mandailing Online) – Infrastruktur jalan di Desa Tanjung Mompang, Kecamatan Panyabungan Utara, Madina, sama sekali amburadul tak perah diperbaiki pemerintah. Masyarakat desa berpenduduk 423 KK tersebut pertanyakan janji politik keenam Anggota DPRD Madina yang berasal dari Dapil Madina 5. Kepala Desa (Kepdes) beserta Sekretaris Desa (Sekdes) Tanjung Mompang mengungkapkan hal itu kepada […]

  • Fraksi Golkar Batu Korban Kebakaran Kotasiantar

    Fraksi Golkar Batu Korban Kebakaran Kotasiantar

    • calendar_month Sabtu, 16 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Fraksi Partai Golkar DPRD Madina menyalurkan bantuan kepada para keluarga korban kebakaran di Kelurahan Kotasiantar, Panyabungan. Penyerahan bantuan diwakili oleh Sekretaris Fraksi Golkar, Sobir Lubis,SH dan Bendahara Fraksi Golkar Zubaidah Nasution, S.sos, Sabtu (16/11/2019) di lokasi bekas kebakaran. Bantuan yang disalurkan berupa material bangunan meliputi kayu sebanyak 2 kubik, viber […]

  • Satu Rumah Di Malintang Julu Habis Terbakar

    Satu Rumah Di Malintang Julu Habis Terbakar

    • calendar_month Selasa, 21 Jan 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MALINTANG (Mandailing Oline) – Satu unit rumah di Desa Malintang Julu, Kecamatan Bukit Malintang, Mandailing Natal (Madina) habis dilalap si jago merah, Senin malam (20/1/2014) sekira pukul 20.00 Wib. Api dapat dijinakkan oleh masyarakat sekitar satu jam kemudian memakai ember. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut, sementara kerugian materi diperkirakan ratusan juta rupiah. Keterangan […]

  • Menelisik Asal Nama ‘Sumatra’ dalam Catatan Penjelajah Barat dan Islam

    Menelisik Asal Nama ‘Sumatra’ dalam Catatan Penjelajah Barat dan Islam

    • calendar_month Senin, 22 Nov 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tak selamanya Pulau Sumatra bernama Sumatra. Nama ‘Sumatra’ sejatinya tidak diketahui oleh penduduk di pulau itu. Berbagai nama dibubuhkan untuk pulau terbesar keenam di dunia ini oleh para penjelajah asing. Nama yang dikenal justru adalah Pulau Perca (atau Pritcho dalam dialek Melayu selatan) dan Indalas berdasarkan karya sastra Melayu yang merujuk pada pulau-pulau sekitar semenanjung […]

  • Rumput Laut Strategis sebagai Bahan Bakar Utama

    Rumput Laut Strategis sebagai Bahan Bakar Utama

    • calendar_month Minggu, 7 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta. Komoditas rumput laut dinilai sangat strategis dijadikan sebagai bahan bakar nabati utama dan Indonesia harus menetapkan strategi penggunaan rumput laut sebagai bahan bakar nabati utama. Kepala Pusat Data, Statistik dan Informasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Soen`an H Poernomo dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat menyebutkan, rumput laut harus dijadikan prioritas antara […]

expand_less