Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

BACALON PEMIMPIN MADINA

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 19 Mei 2024
  • print Cetak

Oleh: Dr.M.Daud Batubara, MSi

Pembahasan tentang masa depan daerah saat ini semakin gencar oleh rakyat di daerah dalam konteks antara harapan dan kekhawatiran terhadap keberadaan daerah dan rakyatnya.

Bukan saja di Mandailing Natal (Madina), diyakini rakyat yang kapasitas budaya politiknya pada di level partisipan, jauh-jauh hari telah menjadikan pilihan topik Pilkada ketika kongko-kongko di berbagai kesempatan.

Di Madina, topik ini juga telah bergulir sejak proses pemilihan legislatif bergulir, karena boleh disebut erat hubungan pemilihan legislatif dengan pemilihan kepala daerah. Ketentuan aturan negara yang menghubungkan secara erat kedua proses politik ini membuat banyak pihak melihat bagian dari peluang pada pemilihan legistaltif sebagai salah satu penentu dalam proses pemilihan kepala daerah.

Keterkaitan yang erat kedua proses ini, kemudian oleh pihak-pihak yang berencana akan mengikuti proses pilkada, sudah berusaha menyiapkan kian jalan masuk yang lebih representatif ke ranah proses pilkada. Berbagai pendekatan dan siasat memang layak dijalankan pada proses pemilihan legislatif untuk memaksimalkan peluang dan mengurangi hambatan-hambatan.

Riilnya, sejak awal banyak orang yang sudah melihat pada fenomena politik praktis dalam pemolaan kepengurusan partai, penataan calon legislatif dan pemenangannya oleh pihahk-pihak tertentu yang berkepentingan. Setidaknya, samar-samar sudah tegambar semangat-semangat pihak-pihak yang berniat akan mengikuti kontestasi pilkada.

Beberapa saat sebelumnya, proses pilkada telah dinyatakan dimulai dengan munculnya pengumuman pendaftaran bakal calon kepala daerah oleh partai-partai di daerah. Hal ini dilakukan untuk menjalankan dan menunjukkan betapa partai-partai politik secara nyata benar-benar pro-demokrasi. Sehingga proses pendaftaran sebagai proses awal seleksi secara sah oleh rakyat terlihat bahwa partai politik menginginkan kualitas sebagai prioritas dalam menentukan caloh kepala daerah ke depannya.

Proses pengambilan formulir telah dilanjutkan dengan penyerahan kembali formulir dari tim bakal calon kepada partai politik. Diyakini bahwa pengembalian formulir, telah terisi data bakal calon dengan semua kelengkapan dengan jaminan tandatangan. Berikutnya oleh internal partai dengan segala ketentuan yang diikatkan oleh partai hasil seleksi pada waktunya akan diantarkan ke KPU secara resmi.

Ada dua hal yang sedang menjadi perbincangan rakyat di daerah tentang bakal calon kepala daerah dan rasanya layak dan menarik direnung-renung.

Pertama, sejumlah nama yang diprediksi sebagai bakal calon sampai saat ini belum sesuai dengan ekspektasi yang muncul. Hal yang sangat menarik bahwa petahana yang dari sisi aturan masih memiliki peluang, ternyata sampai saat ini belum terdeteksi mendaftarkan diri di partai. Bahkan di partai yang dinakhodai beliau sendiri, adahal dipahami bahwa sedemikian besar peluangnya, namun sepertinya belum terdengar terdeteksi di media. Belum lagi peluang mesin politik dengan kekuasaan yang terstruktur.

Tentu hal ini menjadi hal menarik dalam berbagai kongko-kongko rakyat menjadi bahan diskusi. Beranjak dari jadwal pandaftaran yang ada di partai hampir dapat dipastikan bahwa petahana kemungkinan besar tidak lagi turut dalam kontestasi di periode ini.

Akan tetapi, dalam politik praktis boleh saja kalau ini memang disengaja dan dijaga untuk tidak terpublikasi, meskipun sebenarnya secara de fakto dan de jure sudah terdaftar di partai. Bila desainnya seperti ini, mungkin saja ada rencana tertentu seperti upaya menghempang kontestan lain yang sudah berharap, dengan posisi yang dianggap lawan berat, dengan mudah bisa terhalang untuk tidak sampai di parhelatan kontestasi. Karena untuk peroleh perahu berupa partai setidaknya harus mendapat delapan kursi di DPRD, baik gabungan maupun satu partai. Partai sebesar ini, potensial untuk menggagalkan dengan mudah dengan menghilangkan kesempatan menggunakan perahu dari partai besar ini.

Hal yang sama juga sepertinya akan terjadi pada satu lagi partai besar dan menentukan di Madina. Artinya partai-partai besar ini, memang memiliki peran besar mendinamisasi fluktuasi dan kondisi jalannya poros pilkada. Dan sebagai partai besar di Madina tentu hal ini lumrah dilakukan partai-partai besar sebagai kekuatan kekuasaan yang menentukan dalam proses.

Demikian pula bagi tim yang berencana untuk melakukan panggung praktik politik kontestasi pilkada dengan melawan bumbung kosong (kotak kosong), bisa-bisa saja akan menjadi tersandung. Semuanya tergantung pada rencana pemenangan pilkada yang dirancang partai bersama konstestannya. Boleh saja perhitungan untuk pemenangan akan lebih mudah bila dengan dua kontestan dan strategi seperti ini pasti menjadai alternatif acuan pemenangan.

Ada juga nama yang sudah dielu-elukan masyarakat karena boleh disebut telah disosialisasikan sejak jauh-jauh hari telah dimunculkan di lapangan, namun juga belum muncul namanya di tempat-tempat pendaftaran di partai. Hanya saja beberapa hari ini, bagian keluarga sudah mencalonkan diri di kontestasi perhelatan pilkada di tingkat Gubernur. Bisa saja kemudian akan mendaftar di partai yang sama di tingkat kabupaten. Dan akan lebih menguntungkan pula bila di partai yang sama kemudian menjadi rekan pemenangan di bawah (tandem).

Berbagai hasil kombur dalam kongko-kongko menyebut kemungkinan sebagian dari yang tidak mendaftar, karena masih dalam keraguan dengan dinamika politik yang sangat kental dengan uang saat pemilihan legislatif, sudah mulai dapat dikesampingkan. Banyak pihak percaya dengan bercermin pada proses dan hasil pemilihan legislatif bahwa uang masih dipertuan dalam menentukan pilihan. Kebaikan, keteladanan dan jasa yang ditanam sebelumnya sepertinya tidak menjadi anutan bagi rakyat untuk memilih. Bahkan muncul fenomena perilaku pemilih yang menyesakkan dada, saat rakyat tidak menolak semua uang dari calon atau tim yang mendatanginya, dan mencoblos sang pemberi terbanyak.

Fenomena seperti ini, oleh para calon dan tim, banyak yang mengakui bahwa hal tersebut mereka alami. Ini artinya dalam proses politik demokrasi pemilihan umum, uang di mata para pemilih di Madina merupakan ukuran yang kuat sebagai patokan memilih. Tentulah kalau ukuran ini akan dapat menjadi penggoncang niat baik dari pihak-pihak tertentu dalam meyakinkan dirinya sebagai pemimpin yang berniat tulus memperbaiki masa depan daerah.

Bila indikator ini diprediksi akan menjadi ukuran kekuatan politik di pilkada artinya akan ada dua variabel besar yang tak dapat dipungkiri untuk memenangkan kontestasi politik pilkada di tahun 2024 ini. Selain kualitas diri harus pula kuantitas kekuatan uang yang sangat handal. Berbicara uang pada pilkada rasanya memang belum dapat diyakini untuk lepas dan bebas. Bahkan sepertinya ada kecenderungan malah lebih tinggi kebutuhannya.

Warga masyarakat di group-group media sosial masih banyak mengungkapkan sebagai cerminan masih pentingnya keberadaan uang dalam pilkada bagi pemilih. Terlebih pula bagi relawan-relawan yang secara sederhana dapat ditafsirkan seakan sangat getol mempromosikan pihak-pihak tertentu. Percakapan tentang hal ini sering disinggungkan bahwa semangat ini dilakukan terhadap relawan juga cenderung kuat terhadap pemilik uang telah teruji dan terbukti banyak.

Istilah yang sering terdengar bahwa mereka ini menyebut jumlah banyak dalam istilah ‘uang tak berseri’.  Kontestan setingkat ini akan dikerubungi berbagai pihak yang mengaku siap sebagai Tim Sukses (relawan). Terutama bagi bakal calon yang dianggap Royal dan Loyal. Royal  dalam arti banyak uang dan gemar berbagi, sedangkan Loyal dipahamkan sebagai sering membagi pada orang yang terlihat berkenan kerja.

Kedua, harapan keterbukaan kualitas bakal calon kepala daerah saat seleksi yang sepertinya dapat dilakukan terbuka dalam hal uji kompetensi di ruang publik secara terang benderang dengan betemu langsung bertatap muka dengan rakyat pada forum publik yang difasilitasi oleh partai yang menseleksi. Hal ini penting selain dalam debat yang nantinya dilakukan oleh KPU secara resmi, rakyat sudah terlebih dahulu diberi kesempatan oleh partai calon pengusung menunjukan kapasitas dan kapabilitas calon pemimpin yang ditawarkan partai untuk lima tahun ke depannya.
Bila seleksi dengan pendekatan melibatkan rakyat tentu sejak dini akan banyak manfaat seperti pengenalan kapasitas dan kapabilitas sang calon pemimpin, kesempatan yang lebih dekat dengan rakyat. Proses ini juga memberi proses sharing dengan rakyat sejak awal sehingga sang bakal calon selain menjelaskan rencana strategisnya kepada Tim Seleksi di partai juga sebaliknya akan mendapat masukan dari masyarakar.
Sang bakal calon akan mendapat informasi yang lebih berharga tentang apa yang menjadi harapan rakyat berupa kebutuhan dan keinginan mereka. Sebelum menawarkan visi dan misinya selama masa kampanye. Bagi rakyat juga dapat mengikat komitmen yang lebih kuat terhadap masa tugas dengan renstra yang bermuatan pembangunan yang juga terukur secara politis.

Diyakini partai akan mampu melakukan hal seperti ini dalam seleksi, karena jauh-jauh hari saat Madina lahir di tahun 90-an, Partai Bintang Reformasi (PBR) telah mampu lakukan hal yang sama. (Dr.M.Daud Batubara, MSi; Sahli Bupati Madina Bid. Pemerintahan & Hukum).

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • 43 Guru Di Madina Raih Penghargaan

    43 Guru Di Madina Raih Penghargaan

    • calendar_month Selasa, 30 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN : PGRI Kabupaten Mandailing natal melaksanakan peringatan hari guru sekaligus HUT PGRI yang ke 65 di lapangan terminal Aek Godang panyabungan kamis,( 25/11 ) dalam peringan hari guru tersebut sejumlah 43 orang memperolah penghargaan dari Kadis pendidikan yang terdiri dari 14 guru, 24 pensiunan guru dan 5 siswa berprestasi yang di serahkan lansung oleh […]

  • Batu Cincin Madina Mulai Diincar Kolektor Luar

    Batu Cincin Madina Mulai Diincar Kolektor Luar

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bahan baku batu cincin dari kawasan Mandailing Natal (Madina) saat ini menjadi incaran kolektor dari Medan dan Sumatra Barat. “Karena yang tercatat saat ini daerah kita memiliki 17 macam jenis batu mulia,” Sarman Amir Nasution MA menjawab wartawan di acara pameran batu cincin di Panyabungan, Minggu (8/2/2015). “Hanya saja batu […]

  • Polisi Gerebek Gudang Pengoplosan Pupuk Bersubsidi di Simalungun

    Polisi Gerebek Gudang Pengoplosan Pupuk Bersubsidi di Simalungun

    • calendar_month Rabu, 17 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN: Kepolisian Daerah (Polda) Sumut menggerebek sebuah gudang pengoplosan pupuk subsidi,di Desa Nagujur Huta Bayu, Kabupaten Simalungun, Selasa 16 Agustus 2011 dini hari. Dalam penggerebekan itu, polisi mengamankan tiga orang yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka.Ketiga tersangka yakni, Rahmadani dan Isnandar Mawi, keduanya sebagai pekerja, serta Doni Sibarani selaku sopir truk. Sedangkan, pemilik gudang, diketahui bernama […]

  • 30 Tahun Beroperasi, Izin Galian C PT KPPN Langkat Mati

    30 Tahun Beroperasi, Izin Galian C PT KPPN Langkat Mati

    • calendar_month Selasa, 15 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Selesai, Izin lokasi pertambangan galian C milik PT Karsa Prima Permata Nusa (KPPN) sudah tidak berlaku lagi alias mati. Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Langkat Iskandarsyah di Stabat, Rabu (09/02/2011). Kata Iskandar, pihaknya telah menyurati pihak PT KPPN supaya memperpanjang izinnya. Jika surat tersebut tidak diindahkan, Pemkab Langkat akan menurunkan tim […]

  • Masuk Islam, Mualaf Ini Tulis Dua Kalimat Syahadat di Twitter

    Masuk Islam, Mualaf Ini Tulis Dua Kalimat Syahadat di Twitter

    • calendar_month Senin, 21 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sejatinya hingga Desember 2011, Arnoud Van Doorn adalah Wakil Ketua Partai Kebebasan di Dewan Kota Den Haag. Sebagian orang tentu tahu kalau Partai Kebebasan sangat resisten dengan kaum Imigran, khususnya muslim. Namun, Maret 2013, bapak dua anak ini dikutip dari Amsterdam Herald, mengumumkan awal yang baru melalui media Twitter. Ia mengaku menjadi seorang Muslim dan […]

  • Diputuskan, Nilai UN Tidak Dipakai untuk Kelulusan SNM PTN

    Diputuskan, Nilai UN Tidak Dipakai untuk Kelulusan SNM PTN

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Menteri Ristek dan Pendidikan Tinggi (Menristek-Dikti) Muhammad Nasir memastikan, nilai ujian nasional tidak dipakai dalam pertimbangan kelulusan SNM PTN. Dengan keputusan itu, Nasir mengatakan segera mengoreksi Peraturan Menristek-Dikti tentang penerimaan mahasiswa baru. Sebab dalam peraturan ini, Nasir menetapkan bobot nilai unas dalam pertimbangan kelulusan SNM PTN sebesar 10 persen. Pertimbangan lainnya dari nilai […]

expand_less