Senin, 9 Mar 2026
light_mode

Ketua DPRD Madina Dicurhati terkait Tambang di Aek Sinaenjon

  • account_circle Muhammad Hanapi
  • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
  • print Cetak

Ketua DPRD Madina Erwin Efendi Lubis saat menerima curhatan warga terkait tambang emas ilegal diwilayah aek sinaenjon ( ist )

Muara Batanggadis ( Mandailing Online ): saat membawa bantuan korban banjir ke wilayah terparah di daerah siulang aling, Kecamatan Muara Batang Gadis, Madina. Ketua DPRD Erwin Efendi Lubis dicurhati warga terkait aktifitas tambang emas ilegal di wilayah aek Sianenjom.

Para kaum ibu desa ke Erwin Efendi Lubis mengaku sawah mereka telah tertimbun material lumpur yang dibawa arus banjir. Mereka menduga lumpur tersebut dari bekas material aktifitas pertambangan emas ilegal di wilayah aek sinaenjon.

“Inda setuju hami masyarakat on tombang di Sinaenjon, On ma banjir bahat maroban bustak tartanom sude saba nami (Kami tidak setuju ada PETI di Sinaenjon, ini sudah banjir banyak lumpur tertimbun semua sawah Kami)” ungkap Boru Pulungan.

Ada 4 desa yang menolak keras aktifitas ilegal tersebut yaitu Desa Huta Rimbaru, Desa Lubuk Kapundung I, II dan Desa Ranto Panjang. Selasa (09/12/25).

Penolakan aktifitas tambang emas ilegal tersebut juga dituangkan dalam surat yang ditanda tangani oleh Kepala Desa se Wilayah Siulangaling, dan juga ditanda tangani warga se siulangaling.

Surat itu langsung diserahkan kepada Ketua DPRD Madina H Erwin Efendi Lubis disela sela pemberian bantuan korban banjir yang dibawa Fraksi Gedindra DPRD Madina.

Kepala Desa Lubuk Kapundung I, Hamzah menjelaskan bahwa surat penolakan aktifitas tambang emas ilegal ini juga sebagai bukti bahwa pihak desa tidak pernah menerima setoran dari pelaku tambang seperti yang ditudingkan selama ini.

” ini sebagai bukti bahwa kami kepala desa wilayah siulang aling membantah tudingan selama ini yang mengataka kami menerima uang dari para pelaku tambang emas ilegal diwilayah ini,” kata Hamzah.

Sementara itu Ketua DPRD Madina H Erwin Efendi Lubis SH, setelah menerima Surat Penolakan aktifitas tambang emas ilegal di wilayah aek Sinaenjon, menyampaikan akan menindak lanjuti keluhan warga dengan sesegara mungkin melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah, Juga Aparat Penegak Hukum dan pemangku kepentingan lainnya.

“Surat penolakan tambang emas ilegal ini Saya terima, dan secepatnya akan dikoordinasikan dengan Pemerintah Daerah serta APH juga pemangku kepentingan lainnya, Agar ini ditangani segera karena telah membuat keresahan masyarakat Saya” Ucap Ketua DPRD Madina H Erwin Efendi Lubis SH.( farel )

  • Penulis: Muhammad Hanapi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peserta PNS Lulus 3 Jam

    Peserta PNS Lulus 3 Jam

    • calendar_month Minggu, 26 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KEBANGGAAN dan kegembiraan Poltak Dobdy Purbatua Manik, pelamar Penyuluh KB di Pemko Medan, hanya bertahan tiga jam. Hari Rabu dini hari pukul 01.00 WIB, dia melihat pengumuman kelulusan CPNS melalui komputer di kosnya bersama seorang temannya. Sekaligus, untuk mengecek kelulusan teman-teman dan adiknya yang mengikuti ujian CPNS di Sibolga dan Siantar. Ketika login nama dan […]

  • Tarutung Tambangan Go Market (1)

    Tarutung Tambangan Go Market (1)

    • calendar_month Jumat, 28 Jan 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kecamatan Tambangan terkenal dengan buah durian. “Keta martarutung tu Tambangan“. (Mari membeli durian ke Tambangan). Kalimat itu akan menjadi kalimat musiman, ketika musim durian tiba. Kecamatan ini pun akan ramai didatangi orang-orang dari berbagai penjuru Mandailing Natal. Para pengunjung akan mendatangi kebun-kebun dan menyantap buah durian di dekat pohonnya. Buah yang baru jatuh. Yang matang […]

  • Mantan Kapolres Siantar Ditahan di Tanjung Gusta

    Mantan Kapolres Siantar Ditahan di Tanjung Gusta

    • calendar_month Jumat, 17 Jan 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    PEMATANGSIANTAR – Mantan Kapolres Pematangsiantar AKBP Fatori resmi ditahan setelah menerima eksekusi dari pihak Kejari Pematangsiantar. Fatori tampak memasuki ruangan Kepala Kejari Rudi H Pamenan dan kemudian memasuki ruangan Jaksa Penuntut Umum (JPU), R Nainggolan, untuk menandatangani berkas eksekusinya, Kamis, (16/1/2014). AKBP Fathori, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Direktur Pengamanan Objek Vital (Pam. Obvit) resmi […]

  • Mayoritas kader Golkar ‘main’ di Pileg 2014

    Mayoritas kader Golkar ‘main’ di Pileg 2014

    • calendar_month Rabu, 10 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO) – Partai Golkar belum dapat memastikan jadwal penyerahan Daftar Caleg Sementara (DCS) ke KPU. Sekira 90 persen politikus Partai Golkar yang kini duduk di parlemen siap kembali bertarung pada Pileg 2014. “Sekitar 90 persen tetap dengan Dapil (daerah pemilihan) yang lama. Kurang dari lima yang tidak maju, saya lupa nama-namanya. Edwin Kawilarang dari […]

  • Monument Jenderal Besar Abdul Haris Nasution

    Monument Jenderal Besar Abdul Haris Nasution

    • calendar_month Kamis, 11 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    Rencana Pembangunan Monument Jenderal Besar TNI Purn. Abdul Haris Nasution (lahir di Kotanopan, Sumatera Utara, 3 Desember 1918 – meninggal di Jakarta, 6 September 2000 pada umur 81 tahun) adalah seorang pahlawan nasional Indonesia yang merupakan salah satu tokoh yang menjadi sasaran dalam peristiwa Gerakan 30 September, namun yang menjadi korban adalah putrinya Ade Irma […]

  • Empati Atika di Zona Banjir

    Empati Atika di Zona Banjir

    • calendar_month Kamis, 23 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pelayanan pemerintah daerah kepada rakyat itu relatif terbatas, karena menyangkut faktor dana dan sistem. Tetapi empati tidak ada batasnya. Karena sumbernya berasal dari hati ke hati. Suatu getaran emosional yang mampu merasakan apa yang orang lain rasakan. Empati membuat seseorang merasa mampu berada dalam posisi orang lain. Melihat dengan mata orang lain, mendengarkan dengan telinga […]

expand_less