API, BARANG BUKTI DAN BAYANGAN HITAM KRIMINALITAS DI MADINA (Bagian 2)
- account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak
KETIKA KEJAHATAN MENJADI BAGIAN DOMINAN EKOSISTEM EKONOMI

Oleh: Tim Mandailing Epicentrum
Masyarakat sering melihat narkotika dan rokok ilegal sebagai kasus yang berdiri sendiri.
Padahal keduanya bisa menjadi bagian dari satu ekosistem ekonomi gelap yang sedang menguasai denyut kehidupan warga.
Ketika ekonomi legal melemah, logikanya,
ekonomi ilegal mulai tumbuh.
Ketika lapangan kerja menyempit,
jalur kriminal terlihat menggiurkan.
Dan pada saat pengawasan sosial (publik, medsos dan media massa) melemah,
kejahatan mulai dianggap biasa.
Normalisasi penyimpangan (patologi) meluas.
Seperti peredaran rokok ilegal, bisa jadi adalah contoh paling nyata. Ini bukan sekadar pelanggaran kecil.
Mencakup:
• kebocoran cukai negara,
• distribusi ilegal,
• pasar bawah tanah,
• dan yang utama, menjadi pintu potensial untuk masuk jaringan kriminal lain, termasuk praktek cuci uang.
Lalu, narkotika masuk ke ruang yang sama: ruang putus asa ekonomi.
Di sana, ada anak muda tanpa pekerjaan. Desa-desa pun kehilangan kontrol sosial. Keluarga pun makin rapuh dan lemah.
Dan perlahan,
kriminalitas berubah menjadi penentu ekosistem ekonomi dan politik?
Yang paling berbahaya adalah ketika masyarakat mulai terbiasa.
Penangkapan dianggap biasa.
Penggerebekan dianggap biasa.
Berita sabu dianggap biasa.
Di titik itu,
kejahatan tidak lagi mengejutkan!
Berubah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari (normalisasi!).
Madina harus mask ke fase ekstra hati-hati.
Karena daerah yang gagal menjaga ekonomi legal dan kontrol sosial, akan sangat mudah disusupi gurita ekonomi gelap yang bergerak seperti hantu.
Dan jika negara hanya hadir saat penangkapan, maka jaringan kejahatan akan selalu selangkah lebih maju! Ngeriii!***
- Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

