Rabu, 9 Sep 2026
light_mode

Hukum Dipermainkan, Kejaksaan Mentawai Abaikan Putusan Pengadilan

  • account_circle Muhammad Hanapi
  • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
  • print Cetak

Ilustrasi istimewa

Sumbar || Mandailing Online –Meski memenangkan praperadilan, Kamser Sitanggang justru tetap mendekam di balik jeruji. Kondisi ini memantik tanda tanya besar: apakah putusan pengadilan masih memiliki kekuatan, atau justru bisa diabaikan begitu saja oleh aparat penegak hukum?

Kasus yang menjerat mantan Direktur Perusda Kemakmuran Mentawai itu kembali menjadi sorotan publik. Ia sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Mentawai pada 24 Oktober 2025 dalam perkara dugaan korupsi dana penyertaan modal daerah tahun 2018 – 2019, dengan nilai kerugian negara yang disebut mencapai Rp7,87 miliar.

Namun, titik krusial muncul saat Pengadilan Negeri Padang melalui putusan praperadilan Nomor 17 Tahun 2025 tertanggal 9 Desember 2025 menyatakan penetapan tersangka terhadap Kamser tidak sah dan tidak mengikat secara hukum.

Alih-alih membebaskan, pihak kejaksaan justru tetap melanjutkan proses hukum, termasuk mempertahankan penahanan dan membawa perkara ke tahap persidangan.

Kuasa hukum Kamser, Syurya Alhadi, menilai tindakan tersebut sebagai bentuk pengabaian serius terhadap putusan pengadilan.

“Bagaimana mungkin seseorang yang telah dinyatakan tidak sah sebagai tersangka oleh pengadilan, tetap ditahan dan diadili? Ini preseden buruk bagi penegakan hukum,” ujarnya, Minggu (12/4).

Ia juga menyoroti dasar perhitungan kerugian negara yang digunakan dalam kasus ini. Menurutnya, penghitungan tersebut dilakukan oleh internal kejaksaan, bukan oleh lembaga yang berwenang seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Padahal, lanjut Syurya, konstitusi melalui Pasal 23E UUD 1945 serta UU Nomor 15 Tahun 2006 telah menegaskan bahwa BPK adalah satu-satunya lembaga yang berwenang menetapkan kerugian negara. Bahkan, Mahkamah Konstitusi juga telah memperkuat hal tersebut melalui sejumlah putusan.

Selain itu, ia menilai terdapat kejanggalan dalam metode perhitungan, termasuk memasukkan gaji Kamser sebagai bagian dari kerugian negara, yang menurutnya tidak berdasar karena merupakan hak sah yang diterima berdasarkan keputusan resmi.

“Ini bukan hanya soal prosedur, tapi soal keadilan. Kalau dasar hukumnya saja sudah keliru, bagaimana nasib seseorang yang diproses dengan cara seperti ini?” tegasnya.

Hingga kini, Kamser telah menjalani penahanan lebih dari lima bulan. Situasi ini memperkuat kekhawatiran publik bahwa praktik penegakan hukum masih membuka ruang bagi tindakan sewenang-wenang.

Kasus Mentawai pun kini bukan sekadar perkara dugaan korupsi, melainkan telah berkembang menjadi ujian serius bagi integritas sistem hukum itu sendiri, apakah masih berpijak pada aturan, atau mulai bergeser pada kekuasaan.(*)

  • Penulis: Muhammad Hanapi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Utusan HAM PBB kembali kunjungi Myanmar

    Utusan HAM PBB kembali kunjungi Myanmar

    • calendar_month Senin, 30 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Yangon (MO) – Utusan hak asasi manusia PBB, Tomas Ojea Quintana, dijadwalkan akan tiba di Nay Pyi Taw melalui Yangon pada Senin malam, dalam perjalanan ke Myanmar untuk melanjutkan menilai situasi hak asasi manusia di negara tersebut. Ini adalah kunjungan keenam Quintana ke Myanmar sejak ia ditunjuk sebagai Pelapor Khusus PBB tentang Hak Asasi Manusia […]

  • Klaim Menang di Arab dan Mesir, Jokowi-JK Malah Kalah

    Klaim Menang di Arab dan Mesir, Jokowi-JK Malah Kalah

    • calendar_month Sabtu, 12 Jul 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Klaim kemenangan yang dilakukan kubu Joko Widodo-Jusuf Kalla dinilai terlalu dini. Belajar dari pengalaman sebelumnya tim Jokowi-JK menggunakan data tidak valid untuk mengklaim kemenangan di luar negeri, seperti Arab Saudi dan Mesir. “Prabowo justru menang di Mesir dan Jeddah. Sebaiknya kubu Jokowi hati-hati menggunakan data. Publik disodori informasi tidak valid,” kata pengamat […]

  • Satu Anak Wafat Ditabrak Truk

    Satu Anak Wafat Ditabrak Truk

    • calendar_month Senin, 16 Jan 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MALINTANG (Mandailing Online) – Seorang anak yang masih kelas V SD meninggal dunia digilas truk di Jalan Lintas Sumatera titik Desa Malintang Jae, Kecamatan Bukit Malintang, Mandailing Natal, Senin (16/1/2016). Informasi yang dihimpun, peristiwa yang terjadi sekira pukul 12.00 Wib itu bermula ketika mobil truk cold diesel datang dari arah Padang Sidimpuan menuju Panyabungan menabrak […]

  • Gara-gara Isu Penculikan Anak, Satu Tewas Dimassa, Satu Meninggal Ditabrak

    Gara-gara Isu Penculikan Anak, Satu Tewas Dimassa, Satu Meninggal Ditabrak

    • calendar_month Senin, 13 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Mau Berobat Dituduh Penculik TEBING TINGGI– Isu bahaya penculikan anak untuk mengambil dan menjual organ tubuh, menimbulkan kecemasan di sejumlah daerah. Isu yang tersebar melalui pesan singkat (short message system/SMS)berantai itu bahkan mengakibatkan dua orang tewas di Serdang Bedagai (Sergai) dan melukai lima orang di Percut Sei Tuan, Deli Serdang, di hari yang sama, Jumat […]

  • Diperkuat Hanura, Pengusung Saifullah-Atika Total 7 Parpol

    Diperkuat Hanura, Pengusung Saifullah-Atika Total 7 Parpol

    • calendar_month Jumat, 30 Agt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Menyusul penyerahan rekom dari Partai Hanura, kini jumlah partai politik yang mengusung pasangan Saifullah Nasution- Atika Azmi Utammi Nasution bertotal 7 partai politik. Penyerahan dokumen Model B Persetujuan KWK dari Hanura diserahkan langsung oleh pasangan bakal calon bupati Madina/bakal calon wakil bupati Madina Saifullah Nasution- Atika Azmi Utammi Nasution dan Ketua […]

  • Lebih Seminggu Pohon Tumbang Tertahan Kabel PLN di Samping Gedung Disperindag Madina

    Lebih Seminggu Pohon Tumbang Tertahan Kabel PLN di Samping Gedung Disperindag Madina

    • calendar_month Rabu, 18 Sep 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pohon jati yang tumbang di pekarangan gedung Dinas Perindustrian Perdagangan Mandailing Natal (Madina), Sumut, sudah mengkhawatirkan. Meski telah tumbang sejak sekira 10 hari lalu, namun belum ditangani pemkab. Pohon yang tumbang itu masih tergelayut di udara karena tertahan kabel listrik dan tiang PLN yang sewaktu-waktu dapat menyebabkan kabel terputus. Bahaya lain […]

expand_less