Bengkak Rp199,8 Juta! Anggaran Perjalanan Dinas Disdik Madina Naik 57% di 2026, Abaikan Inpres Efisiensi
- account_circle Muhammad Hanapi
- calendar_month 1 menit yang lalu
- print Cetak

Karikatur istimewa
PANYABUNGAN | Mandailing Online- Anggaran Belanja Perjalanan Dinas Dalam Kota Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mandailing Natal melonjak tajam. Dari Rp345.750.000 di tahun 2025, naik jadi Rp545.550.000 di APBD 2026.
Kenaikannya Rp199.800.000 atau 57,8 persen dalam setahun. Padahal Presiden Prabowo lewat Inpres 1/2025 memerintahkan efisiensi belanja, termasuk memangkas perjalanan dinas 50%.
Data yang di upload resmi oleh Dinas Pendidikan mencatat tahun 2025 Disdik Madina menganggarkan 13 paket perjalanan dinas dalam kota di Kecamatan Panyabungan. Deskripsinya Biaya Uang Harian perjalanan dinas dalam kota sampai 8 jam.
Dari 13 paket perjalanan dinas tahun 2025 dengan total anggaran Rp.345.750.000. Anggaran nya berpariasi. Terbesar yakni diangka Rp.93.000.000 dan terkecil diangka 4.500.000. Deskripsinya sendiri“ biaya uang harian perjalanan dinas dalam kota sampai 8 jam ,”.
Setahun kemudian, 2026 anggaran perjalanan dinas dalam kota naik. Total pagu Rp545,550.000. Disdik Madina tetap buat 13 paket perjalanan dinas dalam kota di Panyabungan. Tapi deskripsinya berubah “Uang harian perjalanan dinas dalam kota yang melebihi 8 jam.”
Untuk tahun 2026 sendiri dari 13 paket, angkanya berpariasi. Tertinggi tercatat senilai Rp 97.200.000 dan biaya terendah Rp.6.300.000.
Artinya, uang harian pegawai Disdik untuk tugas di Panyabungan naik Rp199,8 juta hanya karena durasi dinas “lebih 8 jam”. Jika standar uang harian Rp150 ribu/orang, kenaikan ini setara 1.332 hari perjalanan dinas tambahan.
Kenaikan 57,8% ini berlawanan dengan Inpres 1/2025 tentang Efisiensi Belanja yang minta perjalanan dinas dipangkas 50%.
Biaya perjalanan dinas ini kerap menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan ( BPK ) pengalokasian anggaran ini juga rawan mark-up dan SPJ fiktif. Inspektorat Madina wajib audit, siapa yang dinas lebih 8 jam di Panyabungan sampai habis Rp545 juta. Kemudian output kenaikan anggaran perjalanan dinas ini untuk peningkatan mutu pendidikan juga tidak diketahui. Belum lagi urgensi kenaikan anggaran tersebut ditengah inpres yang meminta pemangkasan perjalanan dinas.
Sejumlah Kepala Bidang Dinas Pendidikan Madina diduga tidak tau soal anggaran perjalanan dinas dalam kota tersebut. Sementara Ayandi selaku Bendahara Dinas Pendidikan yang dikonfirmasi lewat aplikasi whatsApp belum menjawab konfirmasi terkait kebenaran anggaran dan apa saja urgensi kenikan anggaran tersebut serta out put kenaikan anggaran terhadap peningkatan kualitas pendidikan
Muncul dugaan bahwa anggaran perjalanan dinas dalam kota ini hanya diketahui Kepala Dinas dan Bendahara saja. (*)
- Penulis: Muhammad Hanapi

