Kamis, 22 Okt 2026
light_mode

Tradisi Marturi Nyaris Punah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 9 Mei 2017
  • print Cetak

 

Askolani Nasution

Tradisi Marturi, sebagai salah satu sastra lisan Mandailing, sudah nyaris punah. Itu terjadi akibat minimnya regenerasi dalam tradisi Marturi.

Hal itu diungkap budayawan Mandailing, Askolani Nasution di Panyabungan, Mandailing Natal usai mendampingi tim peneliti dari Pusat Pengembangan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kamis (4/5/2017).

Padahal, menurutnya, hanya melalui tradisi Marturi berbagai kaidah dan etika kebudayaan Mandailing diturunkan secara lisan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Apalagi karena kebudayaan Mandailing adalah kebudayaan yang menjadikan Aksara Tulak-Tulak sebagai sarana untuk bercerita. Karena itu banyak entitas Mandailing yang tidak terwariskan secara benar.

Askolani juga menjelaskan tentang ungut-ungut sebagai sajak yang dilagukan, semacam musikalisasi puisi.

“Jadi jauh sebelum musikalisasi puisi dikenal secara modern, kebudayaan Mandailing sudah memiliki tradisi itu,” ujarnya.

Ungut-ungut selain merupakan ekspresi perasaan, juga keterampilan menggunakan persajakan dan ritme yang memiliki nilai estetika yang luar biasa.

Tim peneliti dari Pusat Pengembangan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan hari ini, Kamis (4/5) melalukan penelitian tentang tradisi sastra lisan dalam kebudayaan Mandailing. Dua orang peneliti tersebut didampingi oleh Hasan Al-Banna dari Balai Bahasa Medan dan beberapa pendamping mahasiswa peneliti lain. Mereka diterima oleh H. Baginda Kari Manonga dari Panyabungan dan Askolani Nasution.

H. Baginda Kari Manonga menjelaskan berbagai hal mengenai tradisi lisan dalam prosesi Marhata-hata dalam kebudayaan Mandailing. Bahwa dalam Marhata-hata yang digunakan adalah tataran paling halus dalam ragam bahasa Mandailing, yakni ragam bahasa Adat. Ragam bahasa lainnya adalah ragam Somal, ragam Andung, ragam Bura, dan ragam Parkapur. Disebutkan bahwa masing-masing ragam itu menggunakan pilihan kata (diksi) yang berbeda.

Hasan Al-Banna, dari Balai Bahasa Medan membantu menerjemahkan berbagai idiomatik kebudayaan Mandailing dalam konsep ilmu sastra dan bahasa. Beliau memang selain sebagai peneliti bahasa, juga dikenal sebagai sastrawan muda Indonesia yang selalu menguatkan kebudayaan Mandailing dalam berbagai kesempatan.

Dengan penelitian bahasa ini setidaknya kita berharap agar kebudayaan sastra lisan Mandailing dapat dikembangkan. Selain untuk menghindari kepunahan, juga untuk menguatkan kebudayaan Mandailing dalam berbagai dimensi keilmuan. Dalam konteks seperti itu, pemerintah daerah seharusnya juga tampak perannya.

 

Editor        : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perpustakaan Hutapungkut Jae Menyimpan Peninggalan Sejarah Mandailing

    Perpustakaan Hutapungkut Jae Menyimpan Peninggalan Sejarah Mandailing

    • calendar_month Kamis, 3 Des 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – Ketua  Pusat Informasi dan Dokumentasi Mandailing (PIDM), Imran Nasution menyatakan Rabu (2/12),  perpustakaan ini didirikan  pada  bulan Juli 2010. Keunikan Perpustakaan ini, selain berfungsi sebagai perpustakaan juga ada museum yang menyimpan barang-barang kebudayaan masyarakat etnis Mandailing tempo dulu, termasuk foto-foto yang menunjukkan ketinggian budaya Mandailing sejak zaman dahulu. “Masyarakat yang berkunjung […]

  • Di Madina, Dana Desa Telah Gagal Membangun Ekonomi Desa

    Di Madina, Dana Desa Telah Gagal Membangun Ekonomi Desa

    • calendar_month Senin, 3 Okt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Penggunaan Dana Desa di Mandailing Natal sejauh ini telah gagal membangun perekonomian warga desa. Indikasi kegagalan itu berdasar data pengalokasian yang menunjukkan mayoritas pemerintah desa di Mandailing Natal (Madina) masih fokus menetapkan Dana Desa di sektor pemukiman, baik pembangunan gang pemukiman atau parit gang pemukiman. “Hanya ada satu dua desa […]

  • Masyarakat Madina Mayoritas Ahlussunnah Waljamaah

    Masyarakat Madina Mayoritas Ahlussunnah Waljamaah

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PUNCAK SORIK MARAPI (Mandailing Online) –  Secara kultural mayoritas masyarakat Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mayoritas berfaham Ahlussunnah Waljamaah. Hal ini dibuktikan dengan mayoritas masyarakat ketika beramal ibadah mengamalkan ajaran Ahlussunnah Waljamaah. “Fakta ini sudah terjadi sejak dahulu,” demikian dikatakan Ketua Tandfidz Nahdlatul Ulama Madina, Drs.H.Zainal Arifin Nasution,MM di Hutatinggi, Puncak Sorik Marapi, Selasa, (7/7) […]

  • Perlindungan Anak di Ruang Digital Dengan PP Tunas, Solutifkah?

    Perlindungan Anak di Ruang Digital Dengan PP Tunas, Solutifkah?

    • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Hj. Nuryati Apsari, S.Hut, M.M Kondisi anak negeri ini sedang tidak baik-baik saja, berbagai permasalahan melanda mereka. Bak bencana yang menimpa tak ubahnya seperti bencana alam yang dahsyat seperti yang barusan menimpa saudara kita di Sumatera telah menimbulkan korban dan kerugian yang teramat besar. Bencana sosial yang menimpa anak negeri ini pun telah menyebabkan […]

  • Talenta Dari Seorang  Munir Lubis Memainkan Alat Musik Budaya Mandailing

    Talenta Dari Seorang Munir Lubis Memainkan Alat Musik Budaya Mandailing

    • calendar_month Senin, 15 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) : Mungkin  bagi anda  yang terbiasa melihat penampilan Gordang Sambilan, pesta adat  atau acara- acara penyambutan Pejabat dan  tamu-tamu penting yang  memakai Gordang Sambilan sebagai musik pengiring,  anda mungkin kenal dengan sosok yang satu ini. Betapa tidak, hampir di setiap acara-acara  seperti itu,  beliau tidak pernah absen mempersembahkan Tor-tor Sabe-sabe atau Gondang […]

  • Atika Wakili Indonesia di Internasional Economic Developmen di Amerika Serikat

    Atika Wakili Indonesia di Internasional Economic Developmen di Amerika Serikat

    • calendar_month Kamis, 18 Apr 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal, Sumatera Utara, Atika Azmi Utammi Nasution terpilih sebagai perwakilan Indonesia dalam forum Internasional Economic Development and the Environment for ASEAN Municipal Leaders yang diselenggarakan di Amerika Serikat. Forum yang berlangsung di kota Washington DC, Boise, dan Seattle ini diikuti satu perwakilan dari masing-masing negara ASEAN. Atika mengaku […]

expand_less