Jumat, 12 Jun 2026
light_mode

Copot Kapolres Madina

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 9 Des 2010
  • print Cetak


Panyabungan, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Oegroseno diminta mencopot Kapolres Madina AKBP Hirbak Wahyu Setiawan karena dinilai banyak kasus yang tidak bisa dituntaskan.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Eksecutif Mandailing Natal Development Watch (Mata Dewa) Miftahuddin kepada wartawan di Panyabungan, Ahad (05/12/2010).

“Kita melihat banyak sekali permasalahan yang tidak tuntas mengakibatkan kita sebagai masyarakat Madina sudah tidak merasa nyaman dan tenang lagi di daerah ini,” ujarnya.

Kasus yang tidak jelas penanganannya sampai sekarang antara lain, pembunuhan di Desa Aek Horsik, pembunuhan ibu dan anak di Dalan Lidang dan kasus pengeroyokan oleh warga Desa Aek Banir terhadap dua orang warga Pasar Hilir beberapa hari lalu.

“Kita melihat kinerja Kapolres sebagai pucuk pimpinan di Polres Madina tidak begitu efisien sehingga para pelaku tindak kejahatan tetap bebas berkeliaran membuat masyarakat Madina resah dan merasa tidak nyaman di Kabupaten Madina,” beber Miftahuddin.

Belum lagi kasus 6 orang tersangka pengisap ganja, 2 diantaranya berstatus sebagai PNS dan salah seorang diantaranya adalah anak mantan Kadis PU Madina yang ditangkap di Desa Pidoli Dolok, Kecamatan Panyabungan Kota.

Meski keenam pelaku terbukti mengisap ganja namun tidak dilakukan penahanan oleh Polres Madina. Barulah setelah kasusnya dilimpahkan, 4 dari 6 tersangka ditahan oleh Kejaksaan Negeri Panyabungan dan sekarang keempat terdakwa sedang menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri Panyabungan.

Merujuk kepada penanganan sejumlah kasus yang tak kunjung tuntas, Kapolda diminta mengevaluasi kinerja Kapolres Madina saat ini. Bila perlu, Hirbak dicopot dari jabatannya sebagai Kapolres Madina, karena dianggap hanya mampu menghadapi pengunjukrasa dengan mendatangkan 2 truk personil dalmas.

Sedangkan untuk melakukan pengusutan atas pengeroyokan yang dilakukan warga Aek Banir terhadap dua orang warga Pasar Hilir Panyabungan dan berbagai kasus lainnya, Kapolres Madina terkesan tidak mampu. (BS-026)
Sumber : Beritasumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubsu lantik Hasban Ritonga jadi Sekda

    Gubsu lantik Hasban Ritonga jadi Sekda

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho, Rabu, melantik H Hasban  Ritonga menjadi Sekretaris Daerah Provinsi setelah Surat Keputusan  Presiden Joko Widodo atau Jokowi No 214/M Tahun 2014yang dikeluarkan 29 Desember 2014. "Hasban diharapkan bisa mengemban tugas membantu Pemerintah Provinsi membawap  Sumut ke arah lebih baik.Peran Sekda sangat strategis," kata Gubernur Sumut H Gatot […]

  • MEMERDEKAKAN RAKYAT

    MEMERDEKAKAN RAKYAT

    • calendar_month Kamis, 17 Agt 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: M. Daud Batubara, Dr., MSi Maharddhika (Sanskerta) sebagai asal kata merdeka dengan makna bebas dari segala belenggu, kekangan, kekuasaan atau aturan dari pihak penguasa yang tidak sah pada satu zona. Dalam konteks negara, diartikan merdeka dari penjajah seperti Nusantara yang telah bebas dari penghambaan dan penjajahan yang diproklamirkan pada 17 Agustus 1945. Rocky Gerung, […]

  • CANDI SIMANGAMBAT, RIWAYATMU KINI

    CANDI SIMANGAMBAT, RIWAYATMU KINI

    • calendar_month Rabu, 12 Okt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Catatan Ringkas : Askolani Nasution Ketua Pendiri Gerep Institute Candi Simangambat diyakini telah ada sejak abad ke-9 masehi dari masa Hindu-Budha klasik. Lebih tua dari candi-candi lainnya di kawasan Mandailing, misalnya Candi Bahal atau Candi Portibi yang selama ini lebih populer di wilayah bekas kabupaten Tapanuli Bagian Selatan. Kawasan candi di Padang Lawas baru dibangun […]

  • Bupati Madina Tinjau Banjir Hutabargot dan Panyabungan Barat

    Bupati Madina Tinjau Banjir Hutabargot dan Panyabungan Barat

    • calendar_month Sabtu, 18 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Bupati Mandailing Natal Ja’far Sukhairi Nasution sore ini, Sabtu (18/12/2021) meninjau beberapa titik banjir di Kecamatan Hutabargot dan Panyabungan Barat. Dia meminta pemerintah kecamatan dan intansi setingkat untuk bahu membahu memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Banyak desa di seluruh kecamatan di Madina dilanda banjir sejak Jum’at malam akibat curah hujan yang intens dalam sepekan […]

  • BST Terpotong, Warga Hutagodang Muda Ngadu ke Polres Madina

    BST Terpotong, Warga Hutagodang Muda Ngadu ke Polres Madina

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Warga Desa Hutagodang Muda Kecamatan Siabu mengadukan kepala desa terkait dugaan pemotongan dana BST. Pengaduan disampaikan ke Polres Mandailing Natal (Madina), Rabu (3/6/2020). Kepada wartawan di depan Mapolres, warga menyatakan dana BST (Bantuan Sosial Tunai) hanya diterima sebesar Rp150 ribu dari pejabat desa yang seharusnya Rp600 ribu. BST adalah bantuan dari […]

  • Setelah 44 Tahun Dipenjara, Dibebaskan Karena Tak Terbukti Bersalah

    Setelah 44 Tahun Dipenjara, Dibebaskan Karena Tak Terbukti Bersalah

    • calendar_month Senin, 29 Nov 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SEJAK umur 18 tahun ia sudah masuk penjara. Ia sial. Entah di mana letak ”sial” itu dalam peta kehidupan manusia. Ia baru dibebaskan dari penjara pekan lalu. Ketika umurnya sudah 62 tahun. Ia dinyatakan tidak bersalah –setelah 44 tahun di dalam penjara. Itulah nasib Kevin Strickland. Ia dituduh ikut melakukan pembunuhan tiga orang di Kansas […]

expand_less