Minggu, 31 Mei 2026
light_mode

Copot Kapolres Madina

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 9 Des 2010
  • print Cetak


Panyabungan, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Oegroseno diminta mencopot Kapolres Madina AKBP Hirbak Wahyu Setiawan karena dinilai banyak kasus yang tidak bisa dituntaskan.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Eksecutif Mandailing Natal Development Watch (Mata Dewa) Miftahuddin kepada wartawan di Panyabungan, Ahad (05/12/2010).

“Kita melihat banyak sekali permasalahan yang tidak tuntas mengakibatkan kita sebagai masyarakat Madina sudah tidak merasa nyaman dan tenang lagi di daerah ini,” ujarnya.

Kasus yang tidak jelas penanganannya sampai sekarang antara lain, pembunuhan di Desa Aek Horsik, pembunuhan ibu dan anak di Dalan Lidang dan kasus pengeroyokan oleh warga Desa Aek Banir terhadap dua orang warga Pasar Hilir beberapa hari lalu.

“Kita melihat kinerja Kapolres sebagai pucuk pimpinan di Polres Madina tidak begitu efisien sehingga para pelaku tindak kejahatan tetap bebas berkeliaran membuat masyarakat Madina resah dan merasa tidak nyaman di Kabupaten Madina,” beber Miftahuddin.

Belum lagi kasus 6 orang tersangka pengisap ganja, 2 diantaranya berstatus sebagai PNS dan salah seorang diantaranya adalah anak mantan Kadis PU Madina yang ditangkap di Desa Pidoli Dolok, Kecamatan Panyabungan Kota.

Meski keenam pelaku terbukti mengisap ganja namun tidak dilakukan penahanan oleh Polres Madina. Barulah setelah kasusnya dilimpahkan, 4 dari 6 tersangka ditahan oleh Kejaksaan Negeri Panyabungan dan sekarang keempat terdakwa sedang menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri Panyabungan.

Merujuk kepada penanganan sejumlah kasus yang tak kunjung tuntas, Kapolda diminta mengevaluasi kinerja Kapolres Madina saat ini. Bila perlu, Hirbak dicopot dari jabatannya sebagai Kapolres Madina, karena dianggap hanya mampu menghadapi pengunjukrasa dengan mendatangkan 2 truk personil dalmas.

Sedangkan untuk melakukan pengusutan atas pengeroyokan yang dilakukan warga Aek Banir terhadap dua orang warga Pasar Hilir Panyabungan dan berbagai kasus lainnya, Kapolres Madina terkesan tidak mampu. (BS-026)
Sumber : Beritasumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bus Pariwisata Jatuh di Jurang Jalinsum Titik Tambangan

    Bus Pariwisata Jatuh di Jurang Jalinsum Titik Tambangan

    • calendar_month Senin, 8 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAMBANGAN (Mandailing Online) – Satu bus pariwisata mengalami kecelakaan di jalur Lintas Tengah Sumatera titik jembatan kecil simpang Angin Barat Lamo, Senin (8/2/2021) sekira pukul 12.15 WIB. Belum diketahui jumlah korban. Juga belum terpastikan penyebab kecelakaan. Lokasi kecelakaan itu berada di perbatasan Desa Muara Mais Jambur dengan Desa Lumban Pasir, Kecamatan Tambangan, Mandaililing Natal, Sumut. […]

  • KEK Batahan Antara Harapan dan Kenyataan

    KEK Batahan Antara Harapan dan Kenyataan

    • calendar_month Selasa, 17 Nov 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Tiba-tiba nama Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batahan di Mandailing Natal (Madina) populer pasca debat Pilkada Madina 13 November 2020 lalu. KEK Batahan pun menjadi santapan hangat publik di media sosial-Facebook dan WhatsApp. Popularitas KEK Batahan itu melejit setelah calon wakil bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution,B.AppFin,M.Fin di debat itu menyatakan bahwa KEK di Pantai […]

  • Ketidakpastian Nasib Honorer

    Ketidakpastian Nasib Honorer

    • calendar_month Rabu, 20 Apr 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Natal) – Ketidakpastian nasib sedang menyelimuti honorer Tenaga Suka Rela (TKS) di Mandailing Natal (Madina). Situasi ini bermula saat kepala OPD mengeluarkan surat edaran pada awal januari 2022 yang menyebutkan masa bakti tenaga honorer untuk tahun 2021 telah berakhir. Sejak saat itu sampai hari ini, Rabu (20/4) baik gaji maupun SK penugasan untuk […]

  • Ketua DPRD Madina: Pemkab Harus Bantu Warga Korban Banjir Mompang

    Ketua DPRD Madina: Pemkab Harus Bantu Warga Korban Banjir Mompang

    • calendar_month Rabu, 8 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO)- Ketua DPRD Madina, As Imran Khaytami Daulay, SH kepada wartawan, Rabu (08/ 02) menyampaikan dengan tegas agar Pemerintah Kabupaten Madina bisa dengan segera menormalisasi warga yang terkena bencana di Mompang. “Saya juga meminta kepada Pemerintah Kabupaten Madina dan Instansi yang terkait dalam hal ini Kantor Badan Penanggulangan Bencana untuk sesegera mungkin terjun kelapangan […]

  • Pilkada Simalungun, KPU Sumut Tunggu Instruksi Pusat

    Pilkada Simalungun, KPU Sumut Tunggu Instruksi Pusat

    • calendar_month Senin, 28 Des 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      MEDAN– KPU Provinsi Sumatera Utara masih menunggu petunjuk dari KPU Pusat terkait langkah yang akan ditempuh pasca putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara yang membatalkan Surat Keputusan Pembatalan Calon Bupati/Wakil Bupati Simalungun JR Saragih-Amran Sinaga. Anggota KPU Sumut Benget Silitonga, Senin (28/12), menyebutkan, ada dua opsi yang bisa dilakukan KPU terkait putusan tersebut yakni […]

  • Praktisi Hukum Sorot Penundaan Penetapan Tersangka Taman Raja Batu

    Praktisi Hukum Sorot Penundaan Penetapan Tersangka Taman Raja Batu

    • calendar_month Senin, 21 Jan 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MEDAN (Mandailing Online) : Penundaan penetapan tersangka kasus Taman Raja Batu dan Tapian Sirisiri di Mandailing Natal tak seharusnya dikaitkan dengan agenda Pilpres. Tidak ada korelasi antara agenda politik pemerintah dengan penetapan tersangka. Ini diduga hanya alasan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) untuk menunda-nunda penetapan tersangka. Itu dikatakan praktisi hukum, Dr. Redyanto Sidi,SH.MH di […]

expand_less