Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Kagumi Konsep Kun Fayakun, Wanita Amerika Ini Memeluk Islam

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 11 Nov 2013
  • print Cetak

“Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan benar. Dan benarlah perkataan-Nya di waktu Dia mengatakan, ‘Jadilah, lalu terjadilah’,” surah al-An’am ayat 73. Inilah ayat yang membuat seorang wanita Amerika, Linda Koloctronis, mulai tertarik dengan Islam.

Pada mulanya, ia membaca Alquran untuk mencari kesalahan di dalamnya. Namun, konsep kun fayakun dalam surah tersebut telah mengubah niatnya. Mengapa? Karena ia telah mengenal konsep kekuasaan Allah itu sejak kecil, jauh sebelum ia mengenal Islam.

Perjalanan Linda hingga mendapat hidayah cukup panjang. Saat ini, ia telah berislam sekitar 26 tahun dan menjadi seorang penulis buku Islam yang didominasi fiksi Islami. Beberapa karyanya, yakni, Islamic Jihad: An Historical Perspective (1990), Innocent People (2003), Echoes (2006), Rebounding (2006), Turbulence (2007), Ripples (2008), dan Silence (2009).

Linda memeluk Islam saat usianya 23 tahun. Hingga mendapat cahaya hidayah, Linda mengalami pengalaman hidup yang tak singkat. Sejak kecil, ia dibesarkan dekat dengan gereja Lutheran. Ia juga mengenyam sekolah dasar di sekolah Lutheran. Ia bahkan bercita-cita menjadi menteri yang kemudian dapat menyebarkan Lutheranisme. Namun, di perjalanannya meraih cita inilah Linda justru menemukan Islam.

Atas keinginannya menjadi menteri Lutheran, Linda pun kuliah di Truman State University (Northeast Missouri State University). Gadis keturunan Yunani-Jerman ini begitu menggebu dalam mendakwahkan paham Luther. “Untuk mengejar mimpiku, aku pindah ke sebuah universitas negeri dua ratus mil jauhnya dari rumah. Di sana aku segera menghubungi pendeta dari gereja Lutheran setempat dan mengatakan kepadanya bahwa aku ingin membantu apa saja yang aku bisa. Sebagai tugas pertama aku dikirim sebagai wakil pendeta untuk menyambut mahasiswa internasional baru. Saat tugas itulah, aku bertemu Muslimin untuk kali pertama,” kisah Linda.

Linda bertemu dengan seorang mahasiswa Muslim asal Thailand bernama Abdul Mun’in. Pertama kali bertemu, Linda merasa asing dengannya. Linda terheran dengan kebiasaan pria Thailand itu yang sering kali menyebut kata “Allah” dalam setiap ucapannya. Itulah kontak pertama Linda dengan Islam.

Linda kemudian mengetahui bahwa pria itu menganut agama Islam. Kesan pertama Linda adalah merasa kasihan dengannya. Ia pun berpikir untuk mendakwahkan Kristen kepada Abdul Mun’im.

“Aku mengajaknya ke gereja. Ia memenuhi ajakanku, namun ia membawa salinan Alquran. Aku pun sangat malu melihatnya. Ia pun justru memberitahuku sedikit tentang apa itu Islam dan Alquran,” ujar Linda mengenang.

Linda tak tahu banyak tentang Islam, kecuali agama yang buruk. Ia selalu mendengar Islam dalam sudut pandang negatif. “Selama tahun 1960-an, banyak kulit putih di Amerika percaya bahwa Muslim kulit hitam berencana menggulingkan masyarakat kulit putih Amerika,” kata Linda.

Setelah kejadian itu, Linda putus kontak dengan Abdul Mun’im. Di saat itu pula, semangat Linda menjadi menteri Lutherian mulai pupus. Ia ditolak banyak gereja dengan alasan ia seorang wanita. “Tahun 1970-an banyak gereja menolak untuk menahbiskan perempuan. Perempuan dilarang berbicara di gereja,” ujar Linda.

Karena mendapat banyak penolakan, Linda pun kemudian belajar di Lutheran School of Theology di Chicago. Di sana ia memulai pelatihan pelayanan gereja. Namun, saat belajar, ia justru mendapatkan kekecewaan dari seorang profesor yang mengatakan bahwa Alkitab tak sempurna. Linda pun kemudian segera meninggalkan Chicago.

Akhirnya, ia memilih bekerja sebagai seorang sekretaris. Ia pun memiliki banyak waktu luang. Di sela-sela waktunya itulah, ia kembali mengingat Islam dan tertarik mengetahuinya lebih lanjut. “Suatu hari aku pergi ke toko buku dan membeli terjemahan paperback dari Alquran. Aku merupakan seorang sarjana filsafat dan agama. Jadi, pastinya aku memiliki keterampilan yang aku butuhkan untuk mengekspos kesalahan dalam Alquran yang dengannya aku dapat membuka mata teman-teman Muslimku bahwa mereka salah,” ujar Linda percaya diri.

Namun, saat membaca Alquran, Linda kalang kabut. Ia tak mendapati kesalahan ataupun inkonsistensi dalam kitabullah. Hingga tiba ia di surah al-An’am ayat 73. Linda begitu terpesona dengan pahamkun fayakun.

“Saat masih kecil, aku sering menghadiri sekolah minggu dan sekolah Alkitab saat liburan. Di sana aku belajar tentang bagaimana Allah menciptakan dunia. Tuhan berkata, ‘Jadilah terang’, dan jadilah ia. Dari situ aku mulai bertanya-tanya, mengapa konsep itu sama. Apakah Allah dalam Islam adalah Tuhan yang sama yang selalu aku sembah?” ujar Linda bertanya-tanya.

Ia pun mengaku makin mempelajari Islam setelah membaca ayat tersebut. Itulah kali pertama Linda merasakan ketertarikan akan Islam. “Aku merasa seolah-olah aku telah menginjak-injak air dan akhirnya aku menemukan tanah,” demikian perasaan Linda setelah banyak mengetahui tentang Islam.

Memeluk Islam
Setelah memiliki banyak pertanyaan, Linda mendapat jawaban dari teman-teman Muslimnya, termasuk Abdul Mun’im. Tak lama, Linda pun memutuskan bersyahadat. Saat itu, tepat pada Ramadhan, ia mengucapkan syahadat di masjid kampus tempatnya menempuh gelar master.

Linda pun mengubah namanya menjadi Jamilah. Ia tak langsung mengenakan jilbab. Setelah beberapa bulan berislam, ia baru merasakan keinginannya untuk menutup aurat. Bertahap, Linda memantapkan diri menjadi seorang Muslimah. Lalu setelah beberapa waktu, Linda menikah dengan Abdul Mun’im. Keduanya membangun rumah tangga yang dipenuhi pendidikan Islam.(rmol)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengatasi Kejahatan Anak Dengan Mengembalikan Fungsi Semua Pihak

    Mengatasi Kejahatan Anak Dengan Mengembalikan Fungsi Semua Pihak

    • calendar_month Kamis, 6 Apr 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Hadi Kartini Penganiayaan dan kejahatan yang dilakukan anak-anak terus meningkat. Kasus yang menjadi sorotan publik saat ini adalah kasus penganiayaan yang dilakukan anak seorang penjabat pajak. Dilansir dari CNNIndonesia.com, 25 Februari 2023, menyatakan kasus penganiayaan anak pejabat pajak Mario Dendy Satrio terhadap putra petinggi GP Ansor Jonathan Lutumahina David, memasuki babak baru. Penganiayaan secara […]

  • Kasus Tewasnya Ferdiansyah Belum Terungkap. Polisi Masih Melakukan Penyelidikan

    Kasus Tewasnya Ferdiansyah Belum Terungkap. Polisi Masih Melakukan Penyelidikan

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA||Mandailing Online- Kasus dugaan pengeroyokan yang mengakibatkan tewasnya Fardiansyah Sitompul (36) pada Rabu dinihari 8/4/2026  di Desa Runding, Kecamatan Panyabungan Barat, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) masih belum terungkap. Sampai saat ini Polisi masih melakukan penyelidikan. ” kasus tersebut sedang dalam penanganan Polsek Panyabungan dan Sat Reskrim Polres Madina,” kata Kapolres Madina AKBP. Bagus […]

  • Upayakan Legalitas Tambang Rakyat

    Upayakan Legalitas Tambang Rakyat

    • calendar_month Minggu, 10 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sejauh ini pemerintah Mandailing Natal masih mengalami kendala dalam melegalkan tambang rakyat di Huta Bargot. Sebab, memiliki dilema yang rumit. Di satu sisi, titik tambang itu berada di wilayah Kontrak Karya PT.Sorikmas Mining yang diberikan pemerintah Indonesia. Di sisi lain, ribuan rakyat Mandailing Natal sudah terlanjur menggantungkan pendapatan keluarga dari bertambang […]

  • 2011, cukai rokok naik 10 persen

    2011, cukai rokok naik 10 persen

    • calendar_month Minggu, 28 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA Pemerintah akan menaikkan tarif cukai rokok mulai 1 Januari 2011 dengan besaran bervariasi tergantung dari golongan rokok yaitu antara empat hingga 10 persen. “Kenaikan riilnya empat hingga 10 persen tapi rata-ratanya lima hingga enam persen disesuaikan dengan perkiraan laju inflasi 2011,” kata Dirjen Bea dan Cukai Kemenkeu, Thomas Sugijata di Jakarta, siang ini. Ia […]

  • Pemkab Gratiskan 25 Kios Parbukoan

    Pemkab Gratiskan 25 Kios Parbukoan

    • calendar_month Senin, 23 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PALAS-Untuk membantu masyarakat khususnya pedagang makanan dan minuman (mamin) berbuka puasa, dan untuk membuat suasana kota terlihat tertib, rapi, dan lalu-lintasnya lancar, Plt Bupati Padang Lawas (Palas) membuat satu kebijakan yang sangat positif.. Sejak hari pertama dan 15 hari ke depan di bulan Ramadan, Pemkab Palas membuka 25 kios tempat parbukoan, yang dipusatkan di Lapangan […]

  • Ketua DPRD Madina: Pemerintah Harus Tunaikan Janji kepada Penjaga Mess di Batahan

    Ketua DPRD Madina: Pemerintah Harus Tunaikan Janji kepada Penjaga Mess di Batahan

    • calendar_month Jumat, 24 Sep 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Keberadaan mess Pemkab Madina di Batahan, Kec. Batahan hampir terlupakan sejak berdiri sekitar 18 tahun silam. Hal itu terungkap dalam rapat paripurna dengan agenda mendengarkan jawaban pemerintah atas pandangan fraksi-fraksi di gedung DPRD Madina pada Jumat (24/9). Ketua DPRD Madina Erwin Efendi Lubis sebelum menutup sidang meminta sedikit waktu untuk […]

expand_less