Selasa, 10 Mar 2026
light_mode

Bolos, 15 Siswa & Dua PNS Dijaring

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 11 Nov 2010
  • print Cetak


MADINA-; Personel satuan polisi pamong praja (Satpol PP) Pemkab Mandailing Natal (Madina) menjaring 15 siswa SMP dan SMA dari berbagai sekolah di Kecamatan Panyabungan, dalam operasi kasih sayang yang digelar Rabu (10/11). Selain itu, Satpol PP juga berhasil menjaring dua PNS yang berkeliaran saat jam kerja.

Kepala Satpol PP Pemkab Madina Nurkholis SH saat ditemui METRO, Rabu (10/11) mengatakan, operasi kasih sayang tersebut merupakan operasi untuk penertiban siswa sekolah dan PNS atau honor yang berada di luar kantor saat jam belajar dan dinas. Operasi itu berdasarkan perintah Pj Bupati Madina Ir Aspan Sopian Batubara dan sesuai tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) Satpol PP.

“Operasi ini akan dilakukan secara rutin dua kali dalam seminggu. Ini adalah minggu pertama, dan kita berhasil menjaring 15 siswa yang bolos dan dua orang PNS, yakni 1 orang PNS dari Dinas Pariwisata Madina dan seorang guru SDN di Desa Gunung Baringin Kecamatan Panyabungan Timur,” ujar Nurkholis.

Dijelaskannya, ke-15 pelajar tersebut dijaring dari sejumlah warnet yang ada di Panyabungan dan warung play station (PS). Sedangkan dua PNS yakni oknum PNS di Dinas Pariwisata terjaring di salah satu salon di Pasar Lama Panyabungan saat sedang berpangkas ketika masih jam berdinas, dan oknum guru SDN terjaring di samping Masjid Raya Pasar Lama Panyabungan saat sedang duduk santai.

“Siswa yang terjaring akan diamankan di kantor untuk diberikan pembinaan sebagai upaya efek jera, dan akan boleh pulang setelah dijemput keluarganya. Di samping itu siswa itu juga harus menandatangani surat perjanjian lengkap dengan materai, yakni berjanji untuk tidak mengulanginya lagi. Dan kalau masih terulang maka akan dilaporkan kepada kepala sekolah masing-maasing. Jika untuk ketiga kalinya akan dilaporkan ke Dinas Pendidikan Madina dan akan dikeluarkan dari sekolahnya,” tutur Nurkholis. Sedangkan untuk kedua oknum PNS tersebut, lanjut Nurkholis, tidak dibawa ke Kantor Satpol PP, melainkan akan dimintai data atau identitas diri serta identitas instansi. “Kemudian data tersebut akan dilaporkan kepada Bupati melalui BKD untuk ditindaklanjuti atau diberikan sanksi,” jelasnya lagi.

Diungkapkan Nurkholis, operasi tersebut akan terus dilanjutkan, sehingga nantinya siswa tak ada lagi yang berkeliaran atau membolos pada saat jam sekolah. Begitu juga dengan PNS yang bolos kerja. (wan)
Sumber : Metro Tabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • 1,5 Juta Peserta Tes CPNS

    1,5 Juta Peserta Tes CPNS

    • calendar_month Selasa, 24 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Yang Lolos 65 Ribu Sebagian Wilayah Timur Tunda Pengumuman JAKARTA – Kendati pengumuman hasil tes kompetensi dasar (TKD) CPNS akan dilakukan serentak pada 24 Desember, namun sebagian wilayah timur Indonesia tidak bisa melaksanakannya. Rencananya diundur hingga pekan kedua Januari. “Ada beberapa daerah yang tidak bisa diumumkan hasil TKD-nya besok. Terutama di wilayah timur seperti Papua […]

  • Kementan Antisipasi Ancaman Banjir

    Kementan Antisipasi Ancaman Banjir

    • calendar_month Rabu, 11 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta. Kementerian Pertanian (Kementan) telah menyiapkan berbagai hal untuk mengantisipasi ancaman banjir yang diperkirakan akan menimpa berbagai wilayah Indonesia pada musim penghujan tahun 2012 kali ini. “Saya telah meminta Dirjen PSP (Prasarana dan Sarana Pertanian) untuk segera meminta laporan dari berbagai daerah,” kata Menteri Pertanian Suswono, di Jakarta, Selasa (10/1). Menurut Suswono, laporan tersebut akan […]

  • Polisi Sebut Pelaku Pengubur Bayi di Aek Galoga Berinisial UP 21 Tahun

    Polisi Sebut Pelaku Pengubur Bayi di Aek Galoga Berinisial UP 21 Tahun

    • calendar_month Jumat, 7 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ) Orang yang mengubur bayi yang ditemukan di lorong aek galoga, Desa Pidoli Lombang, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) ternyata ibu kandung nya sendiri berinisial UP ( 21) warga Kecamatan Panyabungan. Dari pengakuan UP pada Polisi, ia mengubur bayi nya karena sudah meninggal dunia saat dilahirkan. Keterangan ini […]

  • Revisi SK 44, Batas Hutan Madina Bakal Digaris Ulang

    Revisi SK 44, Batas Hutan Madina Bakal Digaris Ulang

    • calendar_month Rabu, 30 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Mandailing Natal (Madina) mulai menyiapkan pemencangan batas sementara hutan di seluruh kawasan Madina. Upaya ini menjawab kungkungan SK 44 yang kontroversial. Itu terungkap dalam rapat dihadiri oleh Plt. Bupati Madina Dahlan Hasan, Kepala Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) wilayah I Medan, Kadis Kehutanan Madina, BPN Madina, para camat, kepala desa […]

  • Manindo Mart di Kayujati Menjadi Perhatian Menko Perekonomian RI

    Manindo Mart di Kayujati Menjadi Perhatian Menko Perekonomian RI

    • calendar_month Jumat, 11 Mei 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Minimarket Manindo Mart yang terletak di Kayujati, Panyabungan, Mandailing Natal, Sumut menjadi perhatian Menteri Kordinator Perekonomian RI, Darmin Nasution. Darmin Nasution melakukan tinjauan ke Manindo Mart, Jum’at (11/5/2018). Keberadaan Manindo Mart bukan karena sisi minimarketnya, tetapi eksistensi Koperasi Mitra Madindo yang mendirikan Manindo Mart. Koperasi Mitra Manindo sendiri adalah koperasi […]

  • Bupati Himbau Warga Tidak Terhasut Provokasi

    Bupati Himbau Warga Tidak Terhasut Provokasi

    • calendar_month Sabtu, 19 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Panyabungan (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal, Hidayat Batubara menghimbau masyarakat agar tidak mudah terhasut dan terprovokasi untuk menjaga kekondusifan daerah demi kelancaran pembangunan yang sedang berjalan. Menurutnya, sudah menjadi kebiasaan bahwa pemimpin itu sering dihujat, di demo. Itu terjadi karena tidak semua kelompok di masyarakat memiliki pandangan yang sama terhadap kebijakan pembangunan yang dilaksanakan. […]

expand_less