Jumat, 16 Okt 2026
light_mode

Kuota Sertifikasi Guru Tabagsel 2.687 Orang

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 5 Jan 2011
  • print Cetak


MEDAN- Pada 2011 ini, jumlah kuota sertifikasi guru Sumatera Utara (Sumut) meningkat hingga lebih dari 300 persen. Jika tahun lalu kuota sertifikasi guru untuk Sumut hanya 7.447 orang, tahun ini sebanyak 23.900 orang. Sementara untuk Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) kuota sertifikasi guru 2.687.
Kepala Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Sumut Mahdi Ibrahim didampingi Sekretaris LPMP Sumut Rudianto mengatakan, kuota tersebut telah dibagi ke 33 kepala Dinas Pendidikan (Disdik) kabupaten/kota.
“Dengan jumlah kuota sebesar ini, kita memerlukan kerja sama yang baik dari ketiga Lembaga Pendidik Tenaga Kependidikan (LPTK) Induk yang ada di Sumut. Yakni Universitas Negeri Medan (Unimed), Universitas HKBP Nomensen (UHN), dan Universitas Muslim Nusantara (UMN),” ungkap Mahdi kepada wartawan, Selasa (4/1).
Lebih lanjut Mahdi mengatakan, setelah kuota dibeberkan ke masing-masing kepala Disdik kabupaten/kota, diharapkan mereka segera melakukan proses rekrutmen peserta sesuai dengan kuota yang telah ditentukan.
“Pada proses rekrutmen ini kita berharap kepala Disdik kabupaten/kota objektif dan transparan dalam menetapkan guru-guru yang berhak mendapatkan kuota tersebut. Sedangkan yang tak berhak harus ditangguhkan, sesuai dengan prasyarat yang ditentukan oleh Direktorat Jendral Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Ditjen PMPTK) Kemendiknas,” jelasnya.
Mahdi menuturkan, saat ini jumlah guru di Sumut mencapai 205.000 orang. Sedangkan yang telah memiliki Nomor Unik Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) baru mencapai 202.000 orang. “Dari jumlah guru yang telah memiliki NUPTK ini, baru 21 persen guru yang telah lulus sertifikasi sebagai guru profesional,” paparnya.
Rudianto menambahkan, pada pelaksanaan sertifikasi guru 2011 ini akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Karena sebagian besar peserta akan mengikuti Pendidikan Latihan Profesi Guru (PLPG) secara massal. Sementara LPMP juga masih menunggu keputusan dari pusat untuk penambahan jumlah LPTK Induk, mengingat jumlah kuota untuk mengikuti PPG tahun ini yang sangat besar.
“Di Sumut saat ini hanya memiliki tiga LPTK Induk. UMN mendiklat sebanyak 3.000 peserta, UHN 4.000 peserta dan sisanya diperkirakan 16.900 peserta akan didiklat oleh Unimed,” tutur Rudianto.
Menurutnya, hal ini dikhawatirkan Unimed akan kewalahan jika harus menggelar diklat kepada 16.900 peserta yang dimungkinkan dapat mengganggu proses perkuliahan di kampus tersebut. “Karena selama ini Unimed hanya melakukan diklat kepada 4.000 peserta,” ujarnya.
Rudianto berharap pemerintah pusat mempertimbangkan untuk menambah jumlah LPTK di Sumut, sehingga proses PLPG yang memakan waktu sembilan hari tak mengganggu pekerjaan lain masing-masing LPTK Induk. “Selain itu, guru juga tak bertumpuk, karena bayangkan seperti Nias Selatan itu kuotanya 900-an. Jika mereka sekaligus diberangkatkan ke satu LPTK Induk dan harus didiklat, dikhawatirkan Nias Selatan akan mengalami kekosongan guru selama sembilan hari,” katanya.
Rudianto menilai, pada 2011 proses pelaksanaan sertifikasi guru akan berbeda, karena 23.900 orang guru akan didiklat secara massal. “Ini bukanlah pekerjaan yang mudah dan Disdik kabupaten/kota harus mengatur siasat agar siswa tak terbengkalai. Kemudian LPTK Induk juga mengatur agar proses perkuliahan di kampus tak terganggu,” ujarnya.
Guru-guru yang akan mengikuti sertifikasi guru tersebut terdiri dari guru TK, pendidikan dasar (Dikdas), pendidikan menengah (Dikmen) yang mencakup SMP, SMA, SMK dan SLB. Kuota untuk guru TK sebanyak 290 peserta, Dikdas (18.563), Dikmen (5.019) dan SLB (28).
Sedangkan untuk kuota masingmasing kabupaten/kota, yaitu Asahan (879), Batu Bara (585), Binjai (536), Dairi (643), Deli Serdang (2.318), Gunung Sitoli (489), Humbahas (482), Karo (539), Labuhanbatu (559), Labuhanbatu Selatan (289), Labuhanbatu Utara (461), Langkat (1.293), Mandailing Natal (1.214), Medan (4.020), Nias (597), Nias Barat (326), Nias Selatan (994), Nias Utara (421), Padanglawas (167), Padanglawas Utara (351), Padangsidimpuan (412), Pakpak Bharat (119), Pematangsiantar (668), Samosir (286), Serdang Bedagai (736), Sibolga (144), Simalungun (1.442), Tanjungbalai (173), Tapanuli Selatan (543), Tapanuli Tengah (658), Tapanuli Utara (779), Tebing Tinggi (277) dan Toba Samosir (500).
Kepala Dinas Pendidikan Tapsel Drs Marasaud Harahap ketika dikonfirmasi terkait kuota sertifikasi guru Tapsel 2011, kemarin (4/1), menyebutkan secara resmi belum sampai ke Disdik Tapsel. “Kita tunggu saja pemberitahuannya,” ucap Marasaud.
Disinggung kuotanya 543, Kadis menyambut positif. “Kita sambut dengan baik,” pungkasnya. (saz/smg/neo)
Sumber : Metro Tabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • 300-an Mahasiswa Desak Kejatisu Panggil Paksa Bupati Madina

    300-an Mahasiswa Desak Kejatisu Panggil Paksa Bupati Madina

    • calendar_month Kamis, 3 Okt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MEDAN (Mandailing Online) – Ratusan mahasiswa tergabung dalam IMA-Tabagsel berunjukrasa di Kejatisu, Medan, Kamis siang (3/10/2019) menuntut agar bupati Madina diperiksan dalam kasus Taman Raja Batu. Massa yang berkisar 300 mahasiswa itu naik angkutan kota menuju depan gedung Kejasaaan Tinggi Sumut (Kejatisu). Aksi mahasiswa di Kejatisu ini bersamaan waktu dengan sidang kasus Taman Raja […]

  • Ribuan Teller Bank Bakal Menganggur

    Ribuan Teller Bank Bakal Menganggur

    • calendar_month Senin, 2 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta. Ribuan tenaga kerja outsourcing yang bekerja di sektor perbankan sebagai customer service (cs) dan teller saat ini masih belum jelas nasibnya. Pada 2013 mereka terancam menganggur dikarenakan keluarnya Peraturan Bank Indonesia (PBI) No 13/52/PBI/2011 pada tanggal 9 Desember 2011 lalu. Peraturan tersebut melarang perbankan menggunakan jasa outsourcing untuk beberapa bidang inti pelayanannya yaitu customer […]

  • GETAH SULANG ALING

    GETAH SULANG ALING

    • calendar_month Sabtu, 1 Apr 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    GETAH SULANG ALING – Seorang pekerja sedang membuka ikatan rangkaian pengikat karet alam di sisi luar lambung perahu robin di pelabuhan Desa Singkuang Kecamatan Muara Batang Gadis, Mandailing Natal, pekan lalu. Karet alam atau bokar itu diangkut dari kawasan Sulang Aling menunju pantai laut Singkuang. Kawasan pedalaman Sulang Aling merupakan satu kawasan penghasil karet alam […]

  • Pengembangan Kebudayaan Melalui Inklusif Museum

    Pengembangan Kebudayaan Melalui Inklusif Museum

    • calendar_month Jumat, 14 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUGAN (Mandailing Online) – Masyarakat Mandailing Natal sudah saatnya didorong mengkonversi kebudayaan melalui pola inklusif museum. Itu diungkapkan dosen di Universitas Utrecht, Blanda, Dr.Hayyan Ul Hag SH, LL.M kepada Mandailing Online, usai berkunjung ke KKM, Panyabungan, Mandailing Natal, Jum’at (14/6/2013). Inklusif museum itu adalah model pengembangan dan media pembelajaran bagi masyarakat, dimana setiap anggota masyarakat […]

  • Harapkan Perbaikan.

    Harapkan Perbaikan.

    • calendar_month Jumat, 20 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Masyarakat Desa Ranto Panjang, Kecamatan Ranto Baek, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), mengharapakan perbaikan jembatan rambin menjadi permanen. Jembatan rambin ini selain dilewati warga, juga sebagai sarana mengangkut hasil pertanian masyarakat. (MB)

  • Puluhan Anak-anak Keracunan di Muarasipongi

    Puluhan Anak-anak Keracunan di Muarasipongi

    • calendar_month Jumat, 12 Mei 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Peliput  : Salman Rais Daulay  / Editor      : Dahlan Batubara   MUARASIPONGI (Mandailing Online) – Setidaknya 25 anak-anak keracunan di Desa Simpang Mandepo, Kecamatan Muarasipongi, Mandailing Natal, Jum’at (12/5/2017). Mereka keracunan diduga akibat makan jajanan jenis siomai yang dijual pedagang keliling. Wartawan Mandailing Online, Salman Rais Daulay melaporkan dari Muarasipongi, sebagian anak-anak yang keracunan […]

expand_less