Selasa, 11 Agu 2026
light_mode

STA dan Willem Iskander Diseminarkan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
  • print Cetak

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tokoh bahasa Sutan Takdir Alisjahbana dan tokoh pendidikan abad 19 Sutan Iskandar alias Willem Iskander di seminarkan di Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), Jum’at (19/6/2026).

Seminar berlangsung di aula Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Madina. Pesertanya dari berbagai kalangan: akademisi, mahasiswa, organisasi masyarakat dan profesi.

Diselenggarakan Dinas Sosial Madina bekerjasama dengan Gerep Institute (pusat kajian Mandailing), dibuka Sekertaris Daerah Kabupaten Madina Afrizal Nasution.

Drs. Askolani Nasution, budayawan yang juga penulis buku “Tata Bahasa Mandailing” tampil sebagai pemateri di seminar “Merintis Indonesia Modern, Jejak Pemikiran, Bahasa dan Kebudayaan Sutan Takdir Alisjahbana”.

Askolani dalam paparan mengurai Sutan Takdir Alisjahbana (STA) tentang episode sastra Melayu klasik, era Balai Pustaka dan lahirnya Pujangga Baru (1930-1933). Ketika tata bahasa Indonesia mulai tumbuh liar, STA menolak itu, berupaya mengembalikan ke tata bahasa semula.

STA lahir 1908 di Natal. Peletak pondasi Bahasa Indonesia (1936), menerbitkan buku “tata bahasa baru bahasa Indonesia”.

STA membongkar tata bahasa dan kosakata bahasa Indonesia agar bisa mengikuti perkembangan teknologi dan bahasa internasional lainnya.

Drs. Askolani Nasution saat menyampaikan materi tentang Sutan Takdir Alisjahbana.(Dok. Mandailing Online/Dahlan Batubara)

Sementara di seminar “Menelusuri Jejak Kepahlawanan Willem Iskander dalam Membangun Pendidikan dan Kesadaran Bangsa”, Patuan Mandailing Hasanul Arifin Nasution tampil sebagai pemateri.

Patuan Mandailing merupakan rumpun keluarga Willem Iskander.

Berdasar catatan pihak keluarga, Sati Nasution gelar Sutan Iskandar atau Willem Iskander memperoleh dididikan secara adat dan agama sejak remaja oleh Sutan Kumala Yang Dipertuan Hutasiantar.

Sutan Kumala Yang Dipertuan Hutasiantar selain sebagai seorang raja juga merupakan ulama terkemuka masa itu, dan menjadi salah satu figur penting bagi Sati Nasution.

Didikan secara adat dan agama itu membentuk karakter dan mental spritual Sati Nasution.

“Bahkan di pase remajanya Sati Nasution lebih banyak waktunya di Hutasiantar,” ujar Patuan Mandailing.

Di era Sutan Kumala Yang Dipertuan Hutasiantar itu Hutasiantar memiliki arah kebijakan pada adat, ilmu agama dan kemajuan.

Patuan Mandailing pemateri Willem Iskander (kiri). Dr. Datuk Imam Marzuki, M.A (kanan). (Dok. Mandailing Online/Dahlan Batubara)

Dr. Datuk Imam Marzuki, M.A tampil sebagai pembanding pada dua seminar tersebut.

Meski telah banyak data-data sejarah yang dapat dikumpul para sejarahwan, namun upaya-upaya penggalian masih harus terus dilakukan. Oleh karena itu, kata Datuk Marzuki, sudah banyak negara yang menggugat negara-negara kolonial agar mengembalikan manuskrip-manuskrip yang dibawa dan tersimpan di negara para penjajah.

Banyak daerah di Indonesia menghadapi kendala mengusulkan tokoh-tokoh pahlawan dari daerahnya akibat kekurangan data otentik, karena data-data penting dan naskah-naskah tersimpan di negara penjajah. (dab)

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengangguran Era Gen-Z, Menagih Tanggungjawab Negara Ciptakan Lapangan Kerja

    Pengangguran Era Gen-Z, Menagih Tanggungjawab Negara Ciptakan Lapangan Kerja

    • calendar_month Senin, 3 Jun 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Dewi Soviariani Ibu dan Pemerhati umat Potret generasi hari ini dikejutkan dengan berita membludaknya pencari kerja dari golongan Gen-Z. Antrian panjang pencari kerja terlihat hampir di setiap kota. Gen-z yang berusia antara 15-24 tahun banyak menjadi pengangguran atau tanpa kegiatan (not in employment, education, and training/NEET), lantaran sedikitnya peluang lapangan kerja yang tersedia. (Kompas.Com […]

  • Oprit Jembatan Nagajuang Terancam Amblas

    Oprit Jembatan Nagajuang Terancam Amblas

    • calendar_month Kamis, 28 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oprit Jembatan Nagajuang Terancam Amblas :  Oprit jembatan Nagajuang  (Jembatan Abdul Hakim Ritonga) di Desa Jambur Padang Matinggi, Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal, yang dibangun pada 2005-2007 terancam hamblas akibat luapan sungai Batang Gadis. Bagi pengguna kenderaan roda 4 dihimbau untuk lebih berhati-hati.(MO).

  • Sumut Wajar Dimerkarkan

    Sumut Wajar Dimerkarkan

    • calendar_month Senin, 28 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online)- Pengamat hukum tata negara Universitas Sumatera Utara (USU) Faisal Akbar, menilai wajar Sumut melepas beberapa daerahnya. Dilihat dari sisi pelayanan pemerintahan, kesenjangan pembangunan yang terjadi, maka selayaknya, kata Faisal, Sumut dipecah menjadi provinsi baru. “Sebenarnya juga kan sudah pernah ada rencana pembentukan provinsi dan kabupaten yang ada di Sumut. Dan rencana itu […]

  • Tilang parkir diplomat Indonesia di New York belum dibayar

    Tilang parkir diplomat Indonesia di New York belum dibayar

    • calendar_month Rabu, 28 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      New York – Perutusan Tetap RI untuk PBB (PTRI) di New York belum berniat membayar tunggakan tilang atau denda –di Amerika Serikat disebut “tiket”– parkir berjumlah puluhan ribu dolar AS. Alasan PTRI, hingga kini belum tercapai kesepakatan antara anggota PBB, pemerintah federal Amerika Serikat dan Dewan Kota New York mengenai pembayaran “tiket” maupun fasilitas […]

  • Sejumlah Desa Banjir di Siabu

    Sejumlah Desa Banjir di Siabu

    • calendar_month Rabu, 23 Okt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      SIABU (Mandailing Online) – Sejumlah desa di Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal dilanda banjir pada Selasa (22/10) malam. Dari informasi yang didapat desa-desa yang terkena banjir tersebut adalah Desa Lumban Dolok,Tangga Bosi I,III hingga Tanggabosi IIII, Muara Batang Angkola, Kelurahan Simangambat dan Desa Huraba I dan II, Malintang dan Huta Puli. Hujan yang melanda […]

  • Guru di Siantar Pertanyakan Pencairan Dana Insentif dan Tunjangan Profesi

    Guru di Siantar Pertanyakan Pencairan Dana Insentif dan Tunjangan Profesi

    • calendar_month Minggu, 31 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PEMATANGSIANTAR : Hingga saat ini dana insentif dan tujangan profesi tahun anggaran 2011, belum ada diterima para guru di Kota Pematangsiantar. Harusnya triwulan pertama dan kedua (Januari-Juli), dana itu sudah dicairkan. Namun hingga saat ini belum ada kejelasan dari Pemko Pematangsiantar, untuk segera membayarkan hak para guru yang telah mendapat sertifikasi tersebut. Untuk mempertanyakan kejelasan […]

expand_less