Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Ribuan Rakyat Penambang Tuntut Pemkab Madina Terbitkan Regulasi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 12 Des 2019
  • print Cetak

 

Unjukrasa rakyat penambang di halaman gedung DPRD Madina.

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekitar 5000 orang rakyat penambang melakukan unjukrasa ke DPRD Madina, Kamis (12/12/2019).

Mereka menuntut Pemkab Mandailing Natal (Madina) melakukan pembinaan tambang rakyat, bukan membinasakan penambang.

Karena ribuan kepala keluarga di Madina telah terbantu oleh rezeki dari tambang emas ditengah kegagalan pemerintah daerah menciptakan lapangan kerja untuk rakyatnya.

Pemkab Madina diminta mengupayakan penerbitan regulasi terkait Wilayah Tambang Rakyat serta yang mengatur hal-hal legalitas agar rakyat yang menambang mendapatkan kenyamanan berusaha.

Pengunjukrasa dalam orasi-orasi di halaman DPRD Madina meminta pemerintah agar tidak hanya memberikan keleluasaan kepada perusahaan kapitalis bertaraf internasional mengeruk emas di Madina sementara rakyat yang menambang dibiarkan dan ditangkapi.

Rakyat penambang yang berunjukrasa ini tergabung dalam Aliansi Masyarakat Penambang Madina (Ampena).

Mereka bergerak ke DPRD Madina sekitar pukul 10.00 WIB.

Orasi pengunjukrasa tertuang surat dalam surat Aliansi Masyarakat Penambang Madina yang ditandatangani Kordinator Aksi, Taufik Pulungan dan Kordinator Lapangan, Ilman Sakti Nasution.

Berdasar catatan Mandailing Online, aktivitas penambangan emas oleh rakyat telah berlangsung lebih 10 tahun di kawasan perbukitan Hutabargot dan Nagajuang.

Aktivitas penambangan secara sederhana itu menjadi mata pencaharian rubuan rakyat Madina ditengah kegagalan pemerintah menumbuhkan lapangan kerja bagi rakyat.

Penambangan emas oleh rakyat itu menjadi dilematis karena pemerintah belum menerbitkan regulasi yang mengaturnya, sehingga rakyat penambang rentan berhadapan dengan hukum.

Ketua DPRD Madina, Erwin Efendi Lubis di hadapan pengunjukrasa menyatakan DPRD akan berupaya melakukan kajian bagi penerbitan regulasi yang mengatur tambang rakyat.

Di sisi lain, Erwin juga meminta penambang agar tidak mendirikan gelondongan emas di kawasan-kawasan pemukiman.

Peliput : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • SK 44 Hambat Pertumbuhan Ekonomi Madina

    SK 44 Hambat Pertumbuhan Ekonomi Madina

    • calendar_month Senin, 20 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Panyabungan (MO) – SK Menhut 44 Tahun 2005 dinilai merampas prospek pertumbuhan ekonomi masyarakat dan memperlambat laju ekonomi kabupaten Mandailing Natal (Madina). Demikian disampikan Kordinator ISEI (Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia) wilayah Sumut dan Aceh (NAD) Syahrir Nasution SE kepada Mandailing Online, melalui telpon selulernya, Minggu (19/2). SK 44 tentang perubahan tata ruang hutan di Sumut […]

  • Seorang Napi LP Sipaga-paga Panyabungan Meninggal

    Seorang Napi LP Sipaga-paga Panyabungan Meninggal

    • calendar_month Rabu, 6 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Diduga terkena serangan jantung, salah seorang Narapidana Lembaga Permasyarakatan Kelas II B Sipaga-paga, Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), meninggal dunia di selnya, Selasa (29/03/2011). Korban meninggal bernama Adreas alias Deras, ditahan di LP Sipaga-paga dalam kasus pembunuhan dengan hukuman 18 tahun penjara. Jenazah Adreas tampak diotopsi di Ruangan Instalasi Jenazah RSUD Panyabungan. (Ist) Sumber : […]

  • Usai Ribuan Massa Blokir Jalan Selama 21 Jam, 62 Warga Dibebaskan

    Usai Ribuan Massa Blokir Jalan Selama 21 Jam, 62 Warga Dibebaskan

    • calendar_month Jumat, 27 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Akhirnya, 62 warga Desa Tolang Jae,Kecamatan Sayur Matinggi,Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), yang ditahan polisi karena diduga membakar 10 rumah di Dusun Adian Goti, dibebaskan. Pembebasan mereka dilakukan setelah ribuan warga dari 3 desa yaitu Tolang Jae, Sipange Godang, dan Sipange Julu, memblokir jalan negara atau Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) antara Tapsel ke Kabupaten Mandailing (Madina) […]

  • CPNS Dimonopoli Keluarga Pejabat?

    CPNS Dimonopoli Keluarga Pejabat?

    • calendar_month Minggu, 26 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tarutung, Dari 203 orang CPNS yang diterima di Pemkab Tapanuli Utara Formasi Tahun 2010, yang diumumkan lulus hanya sebanyak 184 orang. Hal itu tertera pada pengumuman bupati yang dipampangkan di Kantor BKD Taput. Pengumuman Nomor 800/5272/BKD/II/2010 tentang penetapan nomor ujian serta yang dinyatakan lulus seleksi CPNS Daerah Tapanuli Utara TA 2010 tersebut, ditandatangani Bupati Taput […]

  • SBY Siapkan Reshuffle Kabinet

    SBY Siapkan Reshuffle Kabinet

    • calendar_month Selasa, 1 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Politik Daniel Sparingga menegaskan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengadakan pertemuan tertutup dengan sejumlah pihak terkait reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II di kediamannya Cikeas, Senin (28/02/2011), kemarin. “Saya dengar seperti itu (SBY bicarakan reshuffle),” kata Daniel kepada pers di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (01/03/2011). Dengan […]

  • SMSI Madina Rayakan Maulid Nabi Dengan Cara Bagikan 1 Ton Beras dan Al’quran

    SMSI Madina Rayakan Maulid Nabi Dengan Cara Bagikan 1 Ton Beras dan Al’quran

    • calendar_month Jumat, 29 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online )- Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menyalurkan 1 ton beras untuk kaum dhuafa dan masyarakat miskin di sekitaran Panyabungan. Kegiatan ini terlaksana berkat bantuan dari dermawan dan rekan-rekan wartawan SMSI Madina. Pelaksanaan penyaluran beras ini, dilaksanakan usai Sholat Jum’at, (29/9/2023). Ketua SMSI Madina, Jeffry Barata Lubis menjelaskan, kegiatan […]

expand_less