Rabu, 22 Jul 2026
light_mode

Dugaan Penggelapan Gaji Aparat Desa Hutaraja Pansel Terus Mencuat. Temuan Baru Intensip Guru MDA, Bilal Mayit dan Kader Kesdes Diduga Juga Digelapkan Kades

  • account_circle Muhammad Hanapi
  • calendar_month Jumat, 7 Feb 2025
  • print Cetak

Kantor Desa Hutaraja di Kecamatan Panyabungan Selatan, Madina ( fikri )

MADINA ( Mandailing Online) – Dugaan penggelapan gaji aparat desa oleh Kepala Desa Hutaraja, di Kecamatan Panyabungan Selatan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) terus mencuat. Temuan baru ternyata, Kepala Desa juga diduga menggelapkan gaji BPD, Guru MDA, Bilal mait, BKM Masjid dan Kader Kesehatan desa untuk tahun anggaran 2024 akhir sapai 2025.

Dari keterangan Syafruddin Kepala Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) Desa Hutaraja bahwa sudah 4 bulan intensif Kepala MDA dan Guru tak diberikan oleh Kepala Desa. Intensif yang mereka terima harusnya Rp.300.000 perbulan yang bersumber dari ADD.

“Ya benar, intensif kami belum cair sejak tahun 2024 sampai 2025 ini. Selaku kepala MDA saya merasa heran mengapa belum cair dan tentu guru yang lain juga mempertanyakan itu pada saya. Ya sikapnya tentu disesalkan, karena kan gaji kami tidak seberapa, kalo ada misal intensif itu bisa untuk nambah nambah kebutuhan dapur dan keperluan lainnya,” Terangnya saat dijumpai di Desa pada Jum’at (07/02/2025).

Selain insentif MDA, disampaikannya bahwa 6 orang bilal mayit desa juga belum menerima insentif dari akhir tahun 2024 sampai awal 2025 ini . Tertotal sudah 4 bulan dengan nilai insentif nya Rp. 100.000 per orang setiap bulannya.

Syafruddin juga membenarkan bahwa Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) juga tidak pernah dapat intensif sekitar 1,5jt jangka waktu 4 bulan dan Guru Magrib mengaji 3 orang masing masing 100rb per orang juga belum dicairkan Kepala Desa.

Menyikapi sikap Kepala Desa Hutaraja Rahmad Parmonangan, Syafruddin pun kesal sebab insentif itu merupakan hak mereka dan menjadi tambahan pemasukan.

Sebelumnya diberitakan bahwa 7 rang perangkat desa dan 5 BPD desa hutaraja juga tidak menerima gaji selama 4 bulan terhitung tahun 2024-2025. Atas kebijalan Kepala Desa, perangkat desa hutaraja telah melaporkan dugaan penggelapan gaji tersebut ke Inspektorat Madina.

Sementara itu Camat Panyabungan Selatan Elly Mutiara yang dikonfirmasi mengaku pihaknya telah mengetahui hal itu dan telah memanggil Kades dan perangkatnya

“secara garis koordinatif pihaknya mengetahui Inspektorat akan segera turun ke Desa Hutaraja sesuai dengan wewenangnya,” kata Camat.

Ditempat terpisah, Muhammad Sukur Lubis Inspektur Pembantu (Irban) yang dikonfirmasi pun membenarkan aduan BPD serta Perangkat Desa Hutaraja.

“Ya, sudah diterima dan didisposisi pimpinan agar dilakukan klarifikasi kepada pihak terkait,” jelas  Sukur. ( fikri )

  • Penulis: Muhammad Hanapi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Monumen Jenderal Abdul Haris Nasution Lebih Pas di Mandailing Julu

    Monumen Jenderal Abdul Haris Nasution Lebih Pas di Mandailing Julu

    • calendar_month Selasa, 16 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sejumlah tokoh Madina meminta agar pembangunan monumen Jenderal Abdul Haris Nasution berlokasi di Mandailing Julu, bukan di Panyabungan. Pilihan Mandailing Julu sebagai lokasi monument berpijak pada sejarah kelahiran sang jenderal, karena Ulu Pungkut Jae yang berada di kawasan Mandailing Julu merupakan kampung halaman Jenderal Abdul Haris Nasution. Hal itu disampikan para […]

  • Harga Sembako Terus Naik

    Harga Sembako Terus Naik

    • calendar_month Selasa, 26 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Sepekan menjelang bulan Ramadan, harga sejumlah bahan pokok di Pasar Baru Panyabungan, Mandailing Natal terus merangkak naik. Sementara harga beras hingga saat ini masih stabil atau tidak mengalami kenaikan. H Abdul Fatah (55), pedagang telur ayam ras di Pasar Baru Panyabungan kepada METRO, Senin (25/7) mengatakan sudah menjadi kebiasaan harga sejumlah bahan pokok menjelang […]

  • Nasib Guru Honorer yang Masih Terpinggirkan, Mestinya Setara UMR

    Nasib Guru Honorer yang Masih Terpinggirkan, Mestinya Setara UMR

    • calendar_month Jumat, 2 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    JANJI ANGKAT: Presiden SBY saat menghadiri Kongres PGRI ke-XXI di Istora Senayan Jakarta. Jutaan guru honorer masih belum memperoleh penghasilan atau gaji yang layak. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) memperjuangkan supaya guru honorer itu mendapatkan gaji minimal setara dengan upah minimum kabupaten atau kota. Mereka telah melayangkan surat permintaan itu langsung ke Presiden Susilo Bambang […]

  • Pembaca Malintang Pos Mayoritas Inginkan Yusuf Jadi Bupati Madina

    Pembaca Malintang Pos Mayoritas Inginkan Yusuf Jadi Bupati Madina

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Polling figur favorit pasangan calon bupati/wakil bupati Madina yang dilakukan surat kabar mingguan Malintang Pos kepada pembacanya, menunjukkan mayoritas pembaca Malintang Pos menginginkan pasangan calon Drs.H.M.Yusuf Nasution.M.Si/H.Imron Lubis,MM menjadi bupati/wakil bupati Mandailing Natal (Madina). Demikian diungkapkan Pemimpin Redaksi Malintang Pos, Iskandar Hasibuan yang dilansir media itu pada edisi Senin (17/8). “Dari […]

  • Parbuko Ramadan : Toge Taing Tumpat Masih Dicari Warga

    Parbuko Ramadan : Toge Taing Tumpat Masih Dicari Warga

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Masyarakat  kota Panyabungan, Mandailing Natal setiap bulan Ramadhan selalu ramai mengunjungi tempat-tempat penjualan menu buka puasa (parbuko), baik yang di pinggir jalan maupun di pasar dadakan. Yang paling ramai dikunjungi oleh masyarakat adalah Pasar Baru Panyabungan untuk membeli toge dan pakkat (pusuk ni otang) sebagai makanan yang tidak pernah tinggal jika waktu berbuka tiba. […]

  • PLN Putus Listrik Kantor DPRD Asahan

    PLN Putus Listrik Kantor DPRD Asahan

    • calendar_month Selasa, 4 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KISARAN- Kantor DPRD Asahan yang dibiayai atas nama rakyat kembali tercemar. Pasalnya, di kantor para anggota dewan terhormat itu, PLN melakukan pemutusan listrik sebab menunggak pembayaran listrik sebesar Rp 27 juta selama tiga bulan terhitung Oktober hingga Desember. Hal itu membuat berang Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kabupaten Asahan Darwin Tambunan SH. Kepada Bendahara DPRD Asahan […]

expand_less