Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Harga Sembako Terus Naik

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 26 Jul 2011
  • print Cetak


MADINA-
Sepekan menjelang bulan Ramadan, harga sejumlah bahan pokok di Pasar Baru Panyabungan, Mandailing Natal terus merangkak naik. Sementara harga beras hingga saat ini masih stabil atau tidak mengalami kenaikan.
H Abdul Fatah (55), pedagang telur ayam ras di Pasar Baru Panyabungan kepada METRO, Senin (25/7) mengatakan sudah menjadi kebiasaan harga sejumlah bahan pokok menjelang bulan puasa mengalami kenaikan.
Seperti harga telur ayam ras, dalam tiga minggu terakhir ini mengalami kenaikan dari Rp26 ribu per papan (30 butir) atau Rp900 perbutir menjadi Rp27 ribu per papan. Kemudian saat ini harga telur naik lagi menjadi Rp29 ribu per papan.
Naiknya harga telur ayam ras juga berimbas ke harga telur ayam kampung. Jika harga telur ayam kampung sebelumnya Rp1.500 per butir, sejak dua pekan terakhir naik menjadi Rp2.000 per butir.
“Dan 2 hari ini harga telur ayam ras menjadi Rp31 ribu per papan, sedangkan harga telur ayam kampung dari Rp1.500 menjadi Rp2 ribu per butir. Diperkirakan harga ini masih akan naik karena menurut kebiasaan, harga akan terus naik hingga masuk bulan Ramadan,” ungkap Fatah.
Alasan naiknya harga ini, sebut Fatah, akibat meningkatnya kebutuhan konsumen. Selain itu juga disebabkan menurunnya produksi telur ayam ras.
“Biasanya setiap bulan puasa, kebutuhan telur meningkat untuk membuat kue dan lainnya,” ujarnya sembari mengaku sehari bisa menghabiskan 50 papan telur ayam ras.
Kenaikan harga bukan hanya pada telur ayam. Harga minyak goreng juga turut naik, meski tak jauh dari harga biasanya.
”Minyak sayur (goreng, red) juga naik tapi tidak sedrastis harga telur ayam. Harga minyak sayur saat ini Rp11 ribu per kg dari sebelumnya Rp10 ribu per kg,” tambahnya.
Kenaikan harga yang mencolok terjadi pada harga gula merah. Dalam sepekan ini harganya naik mencapai 50 persen atau dari Rp12 ribu per kg menjadi Rp18 ribu per kg.
“Pekan lalu kami masih bisa menjual seharga Rp12 ribu per kg, namun pekan ini harganya sudah Rp18 ribu per kg. Kami bukan hanya menghadapi masalah harga yang melonjak ini, tapi bahan juga sulit kami peroleh karena banyak toke dari luar daerah yang mengambil hasil produksi gula merah di Madina ini,” sebut Suhaimi pemilik toko sembako di Pasar Baru Panyabungan.
Dikatakannya, harga gula merah diyakini akan semakin naik mengingat sulitnya untuk memeroleh bahannya. Diperkirakan harga gula merah akan mencapai Rp20 ribu per kg seperti tahun lalu.
“Sedangkan kenaikan harga gula putih tidak seperti pada gula merah. Harga gula putih hanya naik Rp2 ribu per kg, yakni dari Rp10 ribu menjadi Rp12 ribu per kg,” sebutnya.
Sementara harga beras hingga saat ini masih stabil dan tidak mengalami kenaikan. Hanya ada satu jenis beras yang harganya naik, yakni beras kincir angina, dari Rp9.200 per kg menjadi Rp9.500 per kg.
“Kalau jenis lain harganya masih stabil belum ada yang naik,” kata Rahman pedagang beras di Pasar Baru Panyabungan.
Harga ayam potong juga mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp22 ribu-Rp23 ribu per kg menjadi Rp24 ribu per kg.
“Sejak 3 pekan terakhir harganya terus naik dan naiknya seribu rupiah saja. Dan harga diperkirakan akan terus naik,” sebut Fatimah.
Kadis Perindagkop UKM dan Pasar Madina Drs Ansyari Nasution mengatakan, pihaknya dalam waktu dekat akan turun memonitor harga bahan pokok ke pasar.
“Mungkin hari Kamis (28/7) besok kita akan turun ke lapangan untuk memonitoring kenaikan harga ini,” katanya melalui telepon seluler.
Permintaan Tinggi
Harga sembako di Pasar Sibuhuan, Barumun, Padang Lawas mengalami kenaikan. Naiknya harga sembako tersebut terjadi sejak sepekan terakhir.
Demikian hasil peninjauan pihak Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Padang Lawas, Senin (25/7).
Kadisperindagkop dan UKM Palas Drs H Tobing Hasibuan didampingi Kabid Perdagangan Dingin Rambe serta Iwan Siregar menuturkan, sejumlah harga sembako yang mengalami kenaikan yakni telur dari Rp1.000 per butir menjadi Rp1.200 per butir. Beras sipulo naik menjadi Rp130 ribu per empat tabung dari sebelumnya Rp120 ribu.
Minyak goreng curah menjadi Rp10 ribu per kilogram dari Rp9.000 per kg, gula pasir naik Rp10 ribu per kg dari Rp8 ribu per kg. Sementara daging lembu naik menjadi Rp90 ribu per kg dari Rp80 ribu per kg.
Selanjutnya, cabai merah naik menjadi Rp11 ribu per kg dari Rp9 ribu, bawang merah dari Rp17 ribu per kg menjadi Rp19 ribu, kentang Rp8.000 dari Rp7.000 per kg, tepung gandum Rp6.500 dari Rp6.000 per kg.
Diungkapkan Hasibuan, penyebab naiknya harga sembako tersebut karena tingginya permintaan masyarakat akan kebutuhan pokok tersebut menjelang bulan puasa.
“Kebiasaan warga, sebelum bulan puasa tiba mereka berbondong-bondong membeli kebutuhan dan menyetoknya karena khawatir akan langkanya sembako. Padahal tidak terjadi seperti yang dikira masyarakat,” tuturnya.
Selain Pasar Sibuhuan, sebut Kadisperindagkop, Pasar Ujung Batu, Panyabungan Kecamatan Sosa dan Aek Nabara Barumun juga akan dilakukan peninjauan harga.
“Kita akan terus mengawasinya (sembako, red), agar tidak ada harga miring di pasaran,” pungkasnya. (wan/amr)
Sumber : metrosiantar.com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penjarakan Dahlan Hasan Jika Korupsi

    • calendar_month Jumat, 7 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    LEMBAH SORIK MARAPI (Mandailing Online) – Meski dengan nada berkelakar, Wakil Bupati Mandailing Natal Dahlan Hasan Nasution meminta agar dirinya diawasi bahkan dipenjarakan jika dia berbuat korupsi. Itu diungkapkannya dalam pidato sambutannya pada pelantikan santri kelas VII Angkatan VI Pesantren Roihanul Jannah, Lembah Sorik Marapi, Kamis (6/6/ 2013). Bahkan wakil bupati juga dengan nada kelakar […]

  • Warga Berharap Tanggul Bondar Balian Diperbaiki

    Warga Berharap Tanggul Bondar Balian Diperbaiki

    • calendar_month Minggu, 3 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, (MO) – Masyarakat Gunungtua Raya yang terdiri dari Desa Gunungtua Tonga, Gunungtua Jae, Gunungtua Julu, Gunungtua Iparbondar berharap kepada Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) memperbaiki tanggul Bondar Balian yang rusak. “Rusaknya tanggul Bondar Balian pada sungai (Aek) Rantopuran setelah diterjang banjir pada 26 Pebruari 2012 lalu. Sehingga membuat Bondar Balian tidak dapat lagi […]

  • MASUKKAN BERKAS

    MASUKKAN BERKAS

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sejumlah pelamar yang ingin memasukkan berkas di Kantor Pos Panyabungan terlihat kondusif dan santai tanpa harus antri panjang serta menunggu waktu lama seperti yang terjadi selama ini jika lamaran tersebut langsung di antar ke Kantor Badan Kepegawaian Daerah Madina. ( medanbisnis / henri)

  • Sofwat-Zubeir Masih yang Tersolid

    Sofwat-Zubeir Masih yang Tersolid

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – “Diantara semua balon yang kini diperbincangkan publik saya berkeyakinan bahwa balon yang paling siap dari berbagai sisi adalah pasangan Sofwat – Beir”. Itu ungkapan Zulkifli Lubis, perantau Mandailing di Jakarta yang lama berkecimpung di dunia jurnalis, saat bincang-bincang dengan Mandailing Online via WhatsApp, Kamis (11/6/2020). “Dan sangat wajar partai politik patut […]

  • DCS Dapil 4 GOLKAR Madina

    DCS Dapil 4 GOLKAR Madina

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 4 GOLKAR Madina

  • Pengungsi Rohingya di India Kondisinya Memprihatinkan

    Pengungsi Rohingya di India Kondisinya Memprihatinkan

    • calendar_month Selasa, 7 Jan 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    HYDERABAD – Hampir setahun mengungsi di tanah Hyderabad, India, 1.500-an kaum minoritas Muslim Myanmar dari etnis Rohingnya menghadapi situasi serba kekurangan. Kaum Muslim Rohingya tiba di India setelah terusir dari tanah airnya, Myanmar, pascaserangan sektarian bertubi-tubi yang dilakukan terhadap mereka oleh etnis mayoritas Rakhine yang beragama Budha. Sebagaimana dilansir Al Jazeera, kondisi para pengungsi Rohingnya […]

expand_less