Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

DALIHAN NA TOLU

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 1 Nov 2016
  • print Cetak

Catatan : Askolani Nasution
Budayawan Mandailing

Dalihan Na Tolu grafis (grafis oleh Mandailing Online)

Dalihan Na Tolu grafis (grafis oleh Mandailing Online)

Hubungan kekerabatan antar individu dalam masyarakat Mandailing tercermin dalam konsep Dalihan Na Tolu. Segala aktivitas sosial budaya indovidu tidak dapat dipisahkan dari ikatan kekerabatan ini. Konsep ini diyakini asli kreasi nenek moyang Mandailing karena tidak ditemukan padanannya dalam budaya manapun.

Mereka meyakini bahwa konsep Dalihan na Tolu dapat membentuk suatu sistem kemasyarakatan yang ideal. Masyarakat yang ideal menurut Mandailing adalah massayarakat yang di dalam interaksi sosialnya ditemukan holong (kasih sayang). Holong dijadikan sumber semua kehidupan. Karena itu ada istilah dalam Mandailing: holong do mula ni ugari (kasih sayang awal dari adat), atau holong do maroban domu, domu maroban parsaulian (kasih sayang membawa keakraban, keakraban membawa kebaikan bersama)

Konsep Dalihan na Tolu seperti sebuah segitiga sama sisi. Masing-masing sisi terdiri dari: Mora (pemberi anak gadis), Kahanggi (kerabat satu marga), dan Anak Boru (penerima anak gadis). Setiap orang secara abstrak memolakan diri mereka dalam segitiga itu. Hak dan kewajiban seseorang ditentukan oleh posisinya dalam pola itu. Tetapi sewaktu-waktu posisi itu dapat berubah karena terjadinya perkawinan.

Hubungan masing-masing unsur di dalamnya diatur melalui norma atau etika yang disebut apantunon (adab). Apantunon diyakini mampu menciptakan hidup yang beradab. Karena itu ada istilah pantun hangoluan, teas hamatean. Artinya, dengan beradab kita bisa hidup, kalau tak beradab kita akan binasa.

Anak boru memiliki kewajiban terhadap moranya dengan istilah:

(1) sitamba na urang siorus na lobi (si penambah yang kurang si pengurang yang lebih).
(2) na manorjak tu pudi juljul tu jolo (yang menerjang ke belakang menonjol ke depan). Maksudnya, adanya kewajiban anak boru untuk memuliakan moranya.
(3) si tastas nambur, artinya pihak anak boru berkewajiban sebagai perintis jalan (barisan terdepan) untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapi pihak mora.

Mora berkewajiban kepada anak-borunya dalam istilah elek mar anakboru. Maksudnya, senantiasa menyayangi pihak anak boru.

Selain itu, juga dikenal kelompok kekerabatan tambahan, yakni:

(1) Mora ni Mora, yaitu kelompok mora dari mora
(2) Pisang Raut, yaitu kelompok anak boru dari anak boru
(3) Kahanggi pareban, yaitu kerabat dari beberapa keluarga batih yang berlainan marga, tetapi sama-sama menjadi anak boru dari satu keluarga yang bermarga tertentu.
(4) Koum Sisolkot. Koum merupakan kekerabatan yang terbentuk karena hubungan perkawinan. Sisolkot kekerabatan merujuk kepada adanya pertalian darah. Koum meliputi anggota yang lebih banyak.

Dalam adat mandailing kekerabatan yang diikat oleh Dalihan Na Tolu membentuk satu ikatan rasa sahancit sahasonangan dan sasiluluton sasiriaon. Artinya, sakit senang dirasakan bersama. Karenanya dalam menyikapi berbagai persoalan yang mereka hadapi, orang Mandailing dituntut untuk sahata saoloan satumtum sapartahian. Maksudnya, seia sekata menyatu dalam mufakat untuk sepakat. Juga dikenal istilah mate mangolu sapartahian, atau hidup dan mati dalam mufakat untuk sepakat.

Agar setiap individu mengatahui hak dan kewajibannya dalam relasi kekerabatan Dalihan na Tolu, maka diciptakanlah partuturon. Dengan begitu, pada tutur melekat hak dan kewajibannya pada orang lain. Misalnya, seseorang yang dipanggil mamak, berarti padanya melekat hak dan kewajiban sebagai mora, dan orang yang memanggilnya melekat hak dan kewajiban sebagai anak boru. Anak boru harus menghormati (somba) moranya.

Dengan begitu seseorang harus senantiasa memposisikan dirinya secara konkrit dari partuturon itu. Adab paling mendasar dalam relasi mora, kahanggi dan anak boru adalah tolu apantunon, yaitu somba marmora, elek maranak boru dan manta-manat markahanggi.

 

Dicopy dari : https://askolan.wordpress.com/mandailing/

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Berharap Tanggul Bondar Balian Diperbaiki

    Warga Berharap Tanggul Bondar Balian Diperbaiki

    • calendar_month Minggu, 3 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, (MO) – Masyarakat Gunungtua Raya yang terdiri dari Desa Gunungtua Tonga, Gunungtua Jae, Gunungtua Julu, Gunungtua Iparbondar berharap kepada Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) memperbaiki tanggul Bondar Balian yang rusak. “Rusaknya tanggul Bondar Balian pada sungai (Aek) Rantopuran setelah diterjang banjir pada 26 Pebruari 2012 lalu. Sehingga membuat Bondar Balian tidak dapat lagi […]

  • Timnas Menang Muspida Syukuran

    Timnas Menang Muspida Syukuran

    • calendar_month Rabu, 22 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Bupati Mandailing Natal Aspan Sopian Batubara bersama Muspida Plus Madina mengadakan syukuran atas kemenangan Timnas Indonesia melawan Filipina pada pertandingan laga kedua semifinal Piala AFF, Ahad (19/12/2010) malam, dengan menggelar santap siang sambil makan Durian Montong di Desa Sipaga-paga, Kecamatan Panyabungan Kota, Senin (20/12/2010). Selain Aspan, syukuran sekaligus untuk mempererat tali silaturahim tersebut dihadiri […]

  • Sejarah Terukir Putra Mandailing Natal Menulis Babak Baru PPI Dunia dengan Kemenangan Epik

    Sejarah Terukir Putra Mandailing Natal Menulis Babak Baru PPI Dunia dengan Kemenangan Epik

    • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Jakarta,( Mandailing Online ): 10 September 2025 — Sebuah fajar baru menyingsing di cakrawala kepemimpinan pelajar Indonesia di seluruh dunia. Dalam pertarungan head-to-head yang memukau, Andika Ibrahim Nasution telah mengukir sejarah sebagai Koordinator PPI Dunia 2025/2026. Kemenangan ini bukan sekadar pergantian tampuk pimpinan, melainkan sebuah revolusi senyap, sebab untuk pertama kalinya, PPI Dunia dipimpin oleh […]

  • Tim Gordang Sambila Nilai Saipullah Nasution Zolimi Tim Pemenangannya Saat Pilkada. Somasi pun Melayang

    Tim Gordang Sambila Nilai Saipullah Nasution Zolimi Tim Pemenangannya Saat Pilkada. Somasi pun Melayang

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ): Tim Gordang Sambilan diketahui tim sayap pemenangan paslon Saipullah Nasution- Atika Azmi Utammi saat Pemilihan Kepala Daerah lewat membuat somasi ke Saipullah Nasution yang saat ini menjabat Bupati Mandailing Natal. Somasi ini dilakukan karena menurut mereka, Saipullah Nasution ingkar dan diduga mendzolimi timnya. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Tim Gordang Sambilan, […]

  • Beasiswa Miskin, Kenangan dari Hidayat Batubara

    Beasiswa Miskin, Kenangan dari Hidayat Batubara

    • calendar_month Rabu, 1 Agt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Tahun ini Pemkab Mandailing Natal (Madina) menghapus anggaran dana beasiswa untuk mahasiswa miskin berprestasi. Kebijakan itu sangat pahit. Terutama bagi mahasiswa cerdas dari keluarga miskin. Tak diketahui apa alasan penghapusan itu. Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal belum mengeluarkan statemen alasannya. Bahkan 2 tahun terakhir tak terdengar lagi kabar beasiswa itu. Padahal, sejak digulirkan tahun 2013 lalu, […]

  • Kubu Prabowo-Hatta Optimis Menang di MK

    Kubu Prabowo-Hatta Optimis Menang di MK

    • calendar_month Selasa, 22 Jul 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Tim Pemenangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa mengklaim punya data dan bukti kalau hasil rekapitulasi mereka, Prabowo-Hatta unggul, dari pasangan Jokowi-JK. "Data dan bukti yang kami punya bisa dipertanggungjawabkan," kata Tim Pemenangan Prabowo-Hatta dari Partai Amanat Nasional (PAN), Laurens Bahang Dama, kepada wartawan di Jakarta, Selasa (22/7). Menurut dia, hasil perhitungan suara yang mereka lakukan berbeda dengan […]

expand_less