Minggu, 11 Okt 2026
light_mode

Peralihan UGN Jadi PTN Terganjal

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Kamis, 19 Mar 2015
  • print Cetak

Padangsidimpuan – Rencana peralihan kampus Universitas Graha Nusantara (UGN) Kota Padangsidimpuan menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) masih terganjal, khususnya dukungan politik dari Pemko Padangsidimpuan. Terganjalnya peralihan kampus UGN menjadi PTN, terungkap dalam dialog terbuka penegerian UGN Padangsidimpuan di Kampus II Jalan Sutomo, Sidimpuan, Rabu (18/3).

Dialog langsung dipimpin Ketua Yayasan Darmabakti Pendidikan Indonesia (YADPI), Drs H Azis Fachri Harahap, Drs Soripada Harahap, Rektor UGN Padangsidimpuan, Prof Dr Erwin Masrul Harahap MS, Rustam Efendi Lubis, Drs. Rusman Hasibuan. Upata penegerian UGN sangat panjang dan berliku-liku.

Lantas apa yang harus dilakukan Yayasan dan Rektor UGN Padangsidimpuan? Dalam waktu dekat akan mempersiapkan pembaharuan administrasi termasuk kepanitiaan yang memiliki kompetensi di bidangnya masing-masing. Untuk mendobrak dan melakukan lobi-lobi ke pemerintah termasuk anggaran biaya dalam mensukseskan penegerian UGN.

"Sejarah pendidirian yayasan ini, tujuannya mendirikan PTN. Dengan berbagai liku-liku secara nyata dan jelas sudah diwujudkan," kata Ketua Yayasan Darmabakti Pendidikan Indonesia (YADPI), Drs H Azis Fachri Harahap.

Masalahnya saat ini kata dia, dukungan secara politik dari Pemko dan Pemkab se tabagsel meliputi Pemko Padangsidimpuan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Kabupaten Padanglawas Utara (Paluta) dan Kabupaten Padanglawas (Palas) yang belum diperoleh kata sepakat, untuk menjadi UGN jadi PTN.

Dikatakan, dukungan pemerintah dan DPRD kabupaten dan kota Se-Tabagsel menjadi syarat utama penegerian UGN dan itu sudah kita kantongi.

Untuk itu, Azis Fachri berharap pemerintah dan DPRD dari lima kabupaten/kota se Tabagsel bersedia menampung anggaran pendanaan untuk memuluskan langkah UGN jadi PTN melalui APBD.

Terkait adanya tudingan bahwa pihak YADPI dan Rektorat kurang kompak dan kurang solid Azis Fachri menampik hal tersebut. Bahkan dia menegaskan yayasan ikhlas melepaskan status PTS UGN menjadi PTN UGN.

"Ironi pemberitaan di media justru menyudutkan yayasan yang katanya tidak iklas. Padahal kami dengan pihak rektorat tetap solid dan kompak berjuang ke pemerintah pusat supaya secepatnya UGN ini menjadi PTN," tutur Azis.

Sementara itu Rektor UGN Prof Dr Ir H Erwin Masrun Harahap MS mengatakan, pihaknya terus berupaya ke pemerintah pusat agar UGN secepatnya direkomendasikan jadi PTN di Tabagsel.

"Sejak beberapa tahun terakhir ini, kami tidak pernah berhenti mengupayakan penegerian UGN ke pemerintah pusat dalam hal ini Dirjen Dikti Kemenristek, seluruh persyaratan yang diminta sudah kita lengkapi, mudah-mudahan tidak berapa lama lagi usulan kita direalisasikan pemerintah," katanya.

UGN seperti diketahui, berdiri sejak tahun 1985 lalu, memang sudah sepantasnya menjadi PTN sehingga para tamatan SLTA/sederajat di Tabagsel tidak pergi jauh-jauh untuk kuliah di PTN yang membutuhkan biaya tinggi.

Apalagi lahan seluas 40 hektare yang sudah bersertifikat sebagai salah satu syarat penegerian UGN telah dihibahkan Pemkab Tapsel untuk dijadikan lokasi bangunan kampus UGN, jika menjadi PTN.

Rektor mengajak semua pihak khususnya warga Tabagsel yang memiliki kedudukan penting di pusat supaya ikut memperjuangkan penegerian UGN.

Sumber : Medanbisnis

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • SK 44 Hambat Pertumbuhan Ekonomi Madina

    SK 44 Hambat Pertumbuhan Ekonomi Madina

    • calendar_month Senin, 20 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Panyabungan (MO) – SK Menhut 44 Tahun 2005 dinilai merampas prospek pertumbuhan ekonomi masyarakat dan memperlambat laju ekonomi kabupaten Mandailing Natal (Madina). Demikian disampikan Kordinator ISEI (Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia) wilayah Sumut dan Aceh (NAD) Syahrir Nasution SE kepada Mandailing Online, melalui telpon selulernya, Minggu (19/2). SK 44 tentang perubahan tata ruang hutan di Sumut […]

  • Proyek Asal Jadi

    Proyek Asal Jadi

    • calendar_month Kamis, 2 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Proyek Asal Jadi : Dek jalan di desa Parmompang kecamatan Panyabungan Timur yang baru beberapa minggu selesai kini, sudah terkelupas. Diharapkan kepada Dinas PU dan DPRD Madina untuk meninjau ulang proyek pembangunan jalan di Panyabungan Timur. Foto : MO

  • Poldasu kerangkeng mantan Bupati Palas

    Poldasu kerangkeng mantan Bupati Palas

    • calendar_month Selasa, 5 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO) – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus ( Ditreskrimsus) Kepolisian Dearah Sumatera Utara (Polda Sumut) akhirnya menahan mantan Bupati Padang Lawas (Palas) Basyrah Lubis mulai, hari ini. Sejak siang tadi Basyrah Lubis masih menjalani pemeriksaan penyidik di gedung Ditreskrimsus Polda Sumut terkait korupsi proyek multi years senilai Rp 6 miliar itu berasal dari Dana […]

  • Tempat Pelelangan Karet Terlantar

    Tempat Pelelangan Karet Terlantar

    • calendar_month Senin, 25 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tempat pelelangan karet di Kelurahan Gunung Baringin, Kec.Panyabungan Timur, Madina terlantar dan rusak. Sejak dibangun beberapa tahun lagi sampai sekarang belum pernah difungsikan.(mo/hol)

  • Brimob Padang Sidimpuan Pantau Situasi Lahan Konflik

    Brimob Padang Sidimpuan Pantau Situasi Lahan Konflik

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Palas  – Sedikitnya 20 personel atau satu pleton satuan Brimob Padang Sidimpuan dipimpin Danton Brimob Ipda Maratoga, memantau situasi dan perkembangan yang terjadi di lahan konflik seluas 300 antara masyarakat Desa Aek Tinga Kecamatan Sosa dengan PT Victorindo Alam Lestari (VAL) Aliaga Kecamatan Hutaraja Tinggi (Huragi), Minggu (14/12) lalu. Pantauan MedanBisnis di lokasi konflik, kehadiran […]

  • Buntut Perzinahan, Nasab Berantakan

    Buntut Perzinahan, Nasab Berantakan

    • calendar_month Sabtu, 15 Mar 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Alfisyah Ummu Arifah, S.Pd Pegiat Literasi Islam Kota Medan Pantas jika Allah melarang mendekati zina. Mendekatinya saja pun sudah dilarang. Karena saat mendekatinya, akan menyeret pelakunya pada prilaku yang keji selanjutnya. Kemaksiatan pun terjadi berulang kali, sekian kali hingga memberikan buntut masalah yang makin ruwet. Beberapa hari lalu Kota Medan dikagetkan dengan video yang […]

expand_less