Selasa, 21 Apr 2026
light_mode

Peralihan UGN Jadi PTN Terganjal

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Kamis, 19 Mar 2015
  • print Cetak

Padangsidimpuan – Rencana peralihan kampus Universitas Graha Nusantara (UGN) Kota Padangsidimpuan menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) masih terganjal, khususnya dukungan politik dari Pemko Padangsidimpuan. Terganjalnya peralihan kampus UGN menjadi PTN, terungkap dalam dialog terbuka penegerian UGN Padangsidimpuan di Kampus II Jalan Sutomo, Sidimpuan, Rabu (18/3).

Dialog langsung dipimpin Ketua Yayasan Darmabakti Pendidikan Indonesia (YADPI), Drs H Azis Fachri Harahap, Drs Soripada Harahap, Rektor UGN Padangsidimpuan, Prof Dr Erwin Masrul Harahap MS, Rustam Efendi Lubis, Drs. Rusman Hasibuan. Upata penegerian UGN sangat panjang dan berliku-liku.

Lantas apa yang harus dilakukan Yayasan dan Rektor UGN Padangsidimpuan? Dalam waktu dekat akan mempersiapkan pembaharuan administrasi termasuk kepanitiaan yang memiliki kompetensi di bidangnya masing-masing. Untuk mendobrak dan melakukan lobi-lobi ke pemerintah termasuk anggaran biaya dalam mensukseskan penegerian UGN.

"Sejarah pendidirian yayasan ini, tujuannya mendirikan PTN. Dengan berbagai liku-liku secara nyata dan jelas sudah diwujudkan," kata Ketua Yayasan Darmabakti Pendidikan Indonesia (YADPI), Drs H Azis Fachri Harahap.

Masalahnya saat ini kata dia, dukungan secara politik dari Pemko dan Pemkab se tabagsel meliputi Pemko Padangsidimpuan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Kabupaten Padanglawas Utara (Paluta) dan Kabupaten Padanglawas (Palas) yang belum diperoleh kata sepakat, untuk menjadi UGN jadi PTN.

Dikatakan, dukungan pemerintah dan DPRD kabupaten dan kota Se-Tabagsel menjadi syarat utama penegerian UGN dan itu sudah kita kantongi.

Untuk itu, Azis Fachri berharap pemerintah dan DPRD dari lima kabupaten/kota se Tabagsel bersedia menampung anggaran pendanaan untuk memuluskan langkah UGN jadi PTN melalui APBD.

Terkait adanya tudingan bahwa pihak YADPI dan Rektorat kurang kompak dan kurang solid Azis Fachri menampik hal tersebut. Bahkan dia menegaskan yayasan ikhlas melepaskan status PTS UGN menjadi PTN UGN.

"Ironi pemberitaan di media justru menyudutkan yayasan yang katanya tidak iklas. Padahal kami dengan pihak rektorat tetap solid dan kompak berjuang ke pemerintah pusat supaya secepatnya UGN ini menjadi PTN," tutur Azis.

Sementara itu Rektor UGN Prof Dr Ir H Erwin Masrun Harahap MS mengatakan, pihaknya terus berupaya ke pemerintah pusat agar UGN secepatnya direkomendasikan jadi PTN di Tabagsel.

"Sejak beberapa tahun terakhir ini, kami tidak pernah berhenti mengupayakan penegerian UGN ke pemerintah pusat dalam hal ini Dirjen Dikti Kemenristek, seluruh persyaratan yang diminta sudah kita lengkapi, mudah-mudahan tidak berapa lama lagi usulan kita direalisasikan pemerintah," katanya.

UGN seperti diketahui, berdiri sejak tahun 1985 lalu, memang sudah sepantasnya menjadi PTN sehingga para tamatan SLTA/sederajat di Tabagsel tidak pergi jauh-jauh untuk kuliah di PTN yang membutuhkan biaya tinggi.

Apalagi lahan seluas 40 hektare yang sudah bersertifikat sebagai salah satu syarat penegerian UGN telah dihibahkan Pemkab Tapsel untuk dijadikan lokasi bangunan kampus UGN, jika menjadi PTN.

Rektor mengajak semua pihak khususnya warga Tabagsel yang memiliki kedudukan penting di pusat supaya ikut memperjuangkan penegerian UGN.

Sumber : Medanbisnis

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • ARAH POLITIK INTELEKTUAL MUDA

    ARAH POLITIK INTELEKTUAL MUDA

    • calendar_month Rabu, 14 Okt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Elvi Hasan, SE Aktivis Peduli Generasi   Pengesahan UU Omnibus Law telah menyentakkan semua pihak terutama para mahasiswa dari tidur panjangnya. Ketukan palu itu seperti suara dentuman gunung Krakatau yang memekakkan telinga yang memalingkan pandangan siapa saja yang selama ini tersibukkan dengan urusan hidupnya. Ancaman itu terasa hingga masuk ke relung hati dan […]

  • Lopo Kopi Dotek: Ruang Sosial Serasa Ngampus

    Lopo Kopi Dotek: Ruang Sosial Serasa Ngampus

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Goresan Ringan: Ludfan Nasution Jurnalis/pengamat, tinggal di Kotasiantar, Panyabungan   Di banyak tempat di Mandailing dan Tapanuli bagian selatan lainnya, lopo kopi (lepau/warung kopi) bukan sekadar tempat minum kopi. Ia adalah ruang sosial kecil tempat pikiran bertemu, beradu, lalu berpisah tanpa perlu diputuskan siapa yang benar. Di sana kopi sering disajikan dalam bentuk yang […]

  • Film “ Senandung Willem” Masuk Percetakan.

    Film “ Senandung Willem” Masuk Percetakan.

    • calendar_month Senin, 29 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Film Mandailing “Senandung Willem”, sebuah film sejarah tokoh pendidikan nasioanl Willem Iskander diperkirakan akan rilis akhir Ramadhan dalam bentuk CD. Pihak Tympanum Novem yang memproduksi film ini jika tak ada aral melintang akan menuntaskan keseluruhan proses hari ini Senin (29/7/2013) dan seterusnya masuk masuk percetakan. Film berformat DVD berdurasi dua jam […]

  • Apapun Ceritanya, Gatot Harus Tetap Taati Syamsul

    Apapun Ceritanya, Gatot Harus Tetap Taati Syamsul

    • calendar_month Jumat, 4 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Sebelum Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Syamsul Arifin dinonaktifkan, apapun ceritanya Wagubsu Gatot Pujo Nugroho harus tetap taat terhadap arahan Syamsul. Hal itu dikemukakan Pengamat Politik dan Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Arifin Saleh Siregar melalui telepon, Kamis (03/03/2011). Sebab sesuai ketentuan, Wakil Kepala Daerah tidak memiliki kewenangan penuh, hanya membantu Kepala Daerah. Ini […]

  • HARI INI ADA YANG MATI

    HARI INI ADA YANG MATI

    • calendar_month Minggu, 7 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Askolani Humas DPRD Mandailing Natal Sebut saja namanya “Juang”, lelaki lajang 25-an tahun yang minggu lalu mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Menggantung diri di pintu kamar orang untuk sebuah kematian yang dipilih. Sebutlah ini takdir, suratan, karena rezeki, jodoh dan ajal adalah takdir Tuhan. Tetapi alangkah kejamnya takdir yang disuratkan kepada “Juang” karena […]

  • KTNA dan Pertanian Madina

    KTNA dan Pertanian Madina

    • calendar_month Sabtu, 22 Mar 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pengurus baru Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Mandailing Natal (Madina) telah dilantik pada Kamis (20/3/2014). Tentunya kita berharap peran KTNA ini mampu lebih memperbanyak inovasi di sektor pertanian, baik dari sisi intensifikasi mapun eksentifikasi pertanian dan dunia nelayan. Pada kesempatan itu Plt Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution dan naskah pidatonya menyatakan bahwa saat ini program […]

expand_less