Sabtu, 18 Jul 2026
light_mode

H. Fahrizal Efendi Nasution, SH, MAP (Sutan Kumala Bongsu Lenggang Alam)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
  • print Cetak

Masuk Radar Calon Ketua Ikanas Madina, Fahrizal Nasution Tawarkan Visi Sinergi Kahanggi Harmoni Anakboru

 

H. Fahrizal Efendi Nasution, SH, MAP Glr Sutan Kumala Bongsu Lenggang Alam

 

Dalam setiap organisasi perantau, ada satu kebutuhan yang selalu hadir dari waktu ke waktu: hadirnya pemimpin yang mampu merangkul, menyatukan, dan menggerakkan seluruh potensi yang tersebar di berbagai lapisan masyarakat.

Di tengah menghangatnya diskusi mengenai kepemimpinan DPC Khusus IKANAS Madina ke depan, nama H. Fahrizal Efendi Nasution, SH, MAP

mulai masuk dalam radar sejumlah kalangan sebagai figur yang dinilai memiliki pengalaman, jejaring dan kapasitas untuk memimpin organisasi tersebut.

Bagi banyak orang, Fahrizal Nasution bukanlah nama baru. Rekam jejaknya terbentang panjang dalam dunia kepemiluan, legislatif, politik, bisnis hingga pemberdayaan masyarakat.

Ia pernah mengemban amanah sebagai Komisioner KPU Mandailing Natal periode 2005–2009, kemudian terpilih menjadi Wakil Ketua DPRD Mandailing Natal periode 2009–2014 dari Fraksi Hanura.

Setelah itu, karier politiknya terus melejit ke tingkat provinsi sebagai Anggota DPRD Sumatera Utara selama dua periode berturut-turut, yakni 2014–2019 dan 2019–2024.

Kemudian, ia juga sempat mengemban amanah sebagai Ketua DPC Partai Hanura Mandailing Natal.

Namun bagi para pendukungnya, nilai utama Fahrizal bukan semata-mata pada jabatan yang pernah diembannya. Yang lebih penting adalah kemampuan membangun hubungan sosial yang luas dan menjaga komunikasi dengan berbagai kelompok masyarakat.

Marsialapari, Filosofi yang Menjadi Visi

Jika diminta merangkum visi yang paling menggambarkan pendekatan tokoh energik ini terhadap organisasi, barangkali ungkapan Mandailing berikut menjadi jawabannya:

Marsialapari Pagodang Kahanggi dohot Anakboru.

Sebuah filosofi yang sederhana, tetapi memiliki makna yang dalam.

Marsialapari bukan sekadar saling membantu. Ia adalah semangat gotong-royong yang lahir dari kesadaran bahwa kemajuan bersama hanya dapat dicapai melalui kebersamaan. Dalam tradisi Mandailing, kahanggi dan anakboru bukanlah dua kelompok yang dipertentangkan, melainkan dua unsur yang saling menguatkan dalam membangun harmoni sosial.

Karena itu, jika diberi amanah memimpin IKANAS Madina (Ikatan Keluarga Nasution dan Anakboru Kabupaten Mandailing Natal), Fahrizal Nasution bergelar Sutan Kumala Bongsu Lenggang Alam diyakini akan mengedepankan pendekatan kolektif, merangkul seluruh unsur keluarga besar Mandailing Natal tanpa membedakan latar belakang profesi, generasi, maupun afiliasi sosial.

Pengalaman yang Membentuk Perspektif

Perjalanan dari penyelenggara pemilu, legislator kabupaten, hingga legislator provinsi telah memberi Fahrizal pengalaman berinteraksi dengan berbagai kelompok masyarakat dan kepentingan.

Pengalaman tersebut membentuk pemahamannya bahwa organisasi yang sehat tidak dibangun oleh satu orang, melainkan oleh kemampuan menghubungkan banyak orang dalam satu tujuan bersama.

Selama menjabat di DPRD Sumatera Utara, ia dikenal aktif memperjuangkan berbagai aspirasi pembangunan untuk Mandailing Natal, mulai dari dukungan terhadap lembaga pendidikan keagamaan, rumah ibadah, infrastruktur desa, hingga kebutuhan masyarakat di berbagai kecamatan.

Modal pengalaman inilah yang dinilai dapat menjadi kekuatan tersendiri jika diterapkan dalam pengelolaan organisasi perantau seperti IKANAS Madina.

Menjembatani Generasi dan Potensi

Tantangan terbesar organisasi kedaerahan saat ini bukan sekadar menjaga eksistensi, melainkan memastikan organisasi tetap relevan bagi generasi muda.

Di satu sisi terdapat generasi senior yang menyimpan pengalaman, jejaring, dan kearifan. Di sisi lain hadir generasi muda dengan energi, kreativitas, serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan zaman.

IKANAS Madina membutuhkan jembatan yang dapat mempertemukan keduanya.

Sejumlah tokoh menilai Fahrizal memiliki karakter komunikasi yang cair dan terbuka sehingga berpotensi menjadi titik temu berbagai kelompok. Pengalamannya berorganisasi dan berpolitik membuatnya terbiasa membangun konsensus di tengah beragam pandangan.

Harmoni sebagai Tujuan Bersama

Pada akhirnya, kepemimpinan dalam organisasi perantau bukanlah soal siapa yang paling kuat, melainkan siapa yang paling mampu menyatukan.

Karena itu, visi “Marsialapari Pagodang Kahanggi dohot Anakboru” sesungguhnya tidak hanya berbicara tentang gotong royong. Visi tersebut berbicara tentang membangun rumah bersama yang nyaman bagi seluruh keluarga besar Mandailing Natal.

Rumah yang mampu memelihara silaturahmi, memperkuat identitas budaya, membuka ruang kolaborasi ekonomi, serta menjadi wadah pengabdian bagi kampung halaman.

Di tengah kebutuhan akan figur pemersatu itulah, nama Fahrizal Efendi Nasution kini mulai diperbincangkan.

Dengan pengalaman panjang di ruang publik dan gagasan tentang sinergi yang berakar pada nilai-nilai Mandailing, ia menawarkan satu pesan sederhana namun kuat: Jika kahanggi dan anak boru berjalan bersama, maka harmoni bukan sekadar harapan, melainkan kenyataan yang bisa diwujudkan. (Muhammad Ludfan Nasution – penggiat di Mandailing Epcentrum)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Dia Kronologis LKPJ Bupati Madina Yang Gagal Dibahas

    Ini Dia Kronologis LKPJ Bupati Madina Yang Gagal Dibahas

    • calendar_month Jumat, 22 Jul 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – LKPJ Bupati Mandailing Natal TA 2015 dan LKPJ akhir masa jabatan bupati akhirnya sudah gagal dibahas. Mengapa dua Laporan Keterangan Pertanggungjawaban bupati bernasib begitu? Ini kronologisnya. Berdasar surat Ketua DPRD Mandailing Natal (Madina) Lely Artati kepada gubernur Sumatera Utara nomor 170/185/DPRD/2016  tertanggal 12 Juli 2016 yang melaporakan kegagalan LKPJ tahun anggaran […]

  • Itak Poul-poul Tradisi “Pamijur Danak”

    Itak Poul-poul Tradisi “Pamijur Danak”

    • calendar_month Jumat, 16 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – Warga Mandailing memproduksi itak poul-poul biasanya ketika hajatan “pamijur danak” (harfiahnya menurunkan bayi-suatu tradisi di Mandailing membawa bayi pertama kali keluar rumah). Sang bayi belum boleh digendong ke luar rumah sebelum usia seminggu. Acara “pamijur danak” dipestakan dengan memproduksi itak poul-poul oleh para gadis dan dibagikan kepada tetangga keluarga si bayi. […]

  • Indonesia Tidak Siap Menyonsong Endemi?

    Indonesia Tidak Siap Menyonsong Endemi?

    • calendar_month Minggu, 26 Jun 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh:  Ummu Umar Anggota Komunitas Madina Menulis Beberapa waktu lalu, pemerintah menyiapkan roadmap proses transisi dari pandemi ke endemi. Namun, peralihan status pandemi ke endemi tampaknya akan terganjal setelah terdapat kenaikan kasus positif Covid-19 bulan ini. Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19, kasus Covid-19 di Indonesia mengalami penambahan setelah pada awal pekan kedua bulan ini 930 […]

  • AKBP Fathori segera disidang

    AKBP Fathori segera disidang

    • calendar_month Senin, 20 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Mantan Kapolresta Pematangsiantar AKBP Fathori segera disidang etika profesi terkait kasus penganiayaan terhadap Andi Siahaan wartawan Trans TV. “Saat ini yang bersangkutan (AKBP Fathori-red) dikenakan etika profesi,” kata Kapoldasu Irjen Oegroseno, tadi malam Ditanya kembali tentang tindak pidana penganiayaan dilakukan AKBP Fathori terhadap Andi Siahaan, Kapolda mengatakan belum mengecek kelanjutan proses penyidikan. “Tetapi […]

  • 6 Plt Kadis di Pemkab Madina Diprediksi Jadi Kandidat Kuat di Lelang Jabatan

    6 Plt Kadis di Pemkab Madina Diprediksi Jadi Kandidat Kuat di Lelang Jabatan

    • calendar_month Selasa, 18 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ) Pasca keluarnya 21 nama yang lulus administrasi peserta lelang jabatan di 6 Dinas di Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal, diprediksi ada 6 nama kandidat kuat yang bakalan mendapatkan posisi jabatan Kepala Dinas tersebut. Ke enam nama itu adalah mereka yang saat ini menjadi Pelaksana Tugas ( Plt ) di enam Dinas […]

  • Isu Hantu Kolor Resahkan Warga

    Isu Hantu Kolor Resahkan Warga

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

        Para Anak Gadis Diungsikan ke Kota PALUTA – Warga desa yang berada di Kecamatan Padang Bolak dan Halongonan, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) sejak tiga bulan belakangan ini resah dengan maraknya isu hantu kolor. Akibatnya sejumlah keluarga yang memiliki anak gadis pun langsung mengungsikannya ke luar kota, sebab keluarganya tidak ingin anak gadisnya […]

expand_less