Tanpa Demo Bakar Ban, May Day di Madina Potong Tumpeng Bareng Polisi
- account_circle Muhammad Hanapi
- calendar_month 42 menit yang lalu
- print Cetak

Hari Buruh di Madina diwarnai penyerahan santunan anak yatim ( ist )
Panyabungan||Mandailing Online – Tanpa orasi dan bakar ban, Hari Buruh 2026 di Mandailing Natal justru diwarnai tasyakuran. Ratusan buruh F.SPTI-K.SPSI memilih rayakan May Day di Kelurahan Pidoli, Kamis (1/5/2026).
Acara dibuka simbolis. Wakapolres Madina Kompol Aris menyerahkan tumpeng ke Ketua DPC F.SPTI-K.SPSI Samsuddin SH. Jajaran pejabat Polres Madina turut hadir.
Berbeda dari kota besar, buruh Madina pilih tasyakuran dan doa bersama. Puluhan anak yatim piatu juga diberi santunan sebagai bentuk kepedulian sosial.
Momentum Hari Buruh tidak hanya peringatan, tapi mempererat kebersamaan dan kepedulian,” kata Kompol Aris. Ia menegaskan May Day jadi ajang memperkuat sinergi Polri, pekerja, dan masyarakat demi Madina kondusif.
Tempat peringatan hari buruh ini dipadati 618 anggota F.SPTI-K.SPSI se-Madina yang sudah ber-KTA. Satu suara mereka sama minta pemerintah tingkatkan SDM, perlindungan pekerja, dan kesejahteraan.
Ketua DPC F.SPTI-K.SPSI Samsuddin SH menyebut May Day adalah penghormatan untuk buruh. “Kami berharap di momen ini kesejahteraan para buruh dan pekerja diperhatikan oleh pemerintah,” ujarnya.
Anggota F.SPTI-K.SPSI berharap tahun ini ada peningkatan kinerja, loyalitas, dan kesejahteraan. Bukan sekadar tumpeng seremonial tiap 1 Mei.(*)
- Penulis: Muhammad Hanapi

