Jumat, 9 Okt 2026
light_mode

KPK Awasi Dana BOS 2011

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 26 Des 2010
  • print Cetak


JAKARTA – Guna menghindari penyelewengan dana bantuan operasional sekolah (BOS) 2011, Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengawasi penyaluran serta penggunaannya.

“Bagaimana bentuk perngawasannya, KPK lebih tahu,” kata Menteri Pendidikan Nasional Muhamad Nuh seusai bertemu pimpinan KPK di kantor KPK, Jakarta, Rabu (22/12). Selama ini, dana BOS disalurkan dari Kemenkeu ke Kemendiknas dan disalurkan ke kantor Diknas tingkat Provinsi/Kab/Kota.

Namun, mulai tahun anggaran 2011, dana BOS disalurkan dari Kemenkeu melalui transfer ke kantor diknas daerah melalui dana APBD. “Baru dari APBD itu akan diserahkan ke ke sekolah-sekolah,” kata M Nuh. Selama ini, sebut Nuh, Kemendiknas telah menjalin kerja sama dengan KPK. Dengan mekanisme penyaluran dana BOS baru, pengawasan KPK akan lebih ketat.

“Supaya cerita-cerita lama kalau dana BOS dipakai si X dan si Y, yang tidak jelas, tidak terulang lagi,” katanya. Langkah preventif Kemendiknas yakni mengeluarkan buku pedoman petunjuk teknis laporan penggunaan dan pertanggungjawaban dana BOS untuk para kepala sekolah yang berperan sebagai perwakilan bendahara dana BOS.

“Itu sebabnya kami menggandeng KPK, BPKP, dan seterusnya, supaya make sure dipakai 100 persen untuk apa saja,” jelas mantan Rektor ITS itu. Kepala sekolah wajib memberikan laporan penggunaan dana BOS ke Kantor Diknas Kab/Kota setiap tiga bulan sekali. Jika anggaran dana BOS habis dalam kurun waktu 10 bulan, kepala sekolah wajib menyerahkan laporan ke Kemendiknas Pusat disertai penempalan LPJ di papan pengumuman sekolah.

“Ke manajemen (Kemendiknas) pusat disertai barang bukti kuitansi yang dilampirkan,” paparnya. Setelah itu, KPK bisa masuk untuk memeriksa seluruh LPJ yang masuk ke Kemendiknas. Nuh mempersilakan KPK memeriksa jika ada bawahannya yang terindikasi melakukan tindak pidana korupsi.

“Itu kan uangnya APBN, uang APBD. Berapapun besarnya, kalau ada unsur penyimpangan atau tindak pidana korupsi, yah harus ditindak,” tandasnya. Dengan runutan mekanisme penyaluran dana BOS ini, Nuh melihat bahwa manajemen kantor Diknas tingkat Kab/Kota mempunyai peran dan tugas untuk pengawasan.

Nuh mempersilakan lembaga swadaya masyarakat (LSM) ikut memantau penggunaan dana BOS. “Tapi, tolong dipahami jangan (LSM) hari ini datang ke kepala sekolah tanya mana kuintasinya, besoknya datang lagi,” keluhnya. Sejumlah kasus korupsi dana BOS terungkap ke permukaan di 2010.

LSM Koalisi Anti Korupsi Pendidikan (KAKP) meminta KPK mengambil alih kasus dugaan korupsi BOS di enam sekolah di Jakarta senilai Rp 5,7 miliar, yang selama ini ditangani Kejati DKI Jakarta. LSM ini belum melihat perkembangan kasus yang baik dilakukan oleh kejati.(tribunnews/coz)(*)
Sumber : Tribun

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • 9 Keluarga di Huta Tua Diyakini Miliki Senjata Rakitan

    9 Keluarga di Huta Tua Diyakini Miliki Senjata Rakitan

    • calendar_month Selasa, 20 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Saat ini yang bisa dipastikan yang memilik senjata rakitan jenis senapan angin di Desa Pardomuan (Huta Tua), Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), hanya sebanyak 9 keluarga. Ini diketahui setelah dilakukan musyawarah dengan seluruh masyarakat paska kejadian pembacokan dan penembakan di Desa Gunung baringin sepekan lalu. Hal ini dikatakan Kepala Desa Pardomuan Mahlil […]

  • Yamaha Gandeng Wartawan Rencanakan Touring Tertib Lalu Lintas

    Yamaha Gandeng Wartawan Rencanakan Touring Tertib Lalu Lintas

    • calendar_month Senin, 9 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Padangsidimpuan. Yamaha Padangsidimpuan wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) menggandeng wartawan untuk diikutkan dalam acara touring tertib berlalu-lintas. Ini dilakukan pihak Yamaha guna mendukung pemerintah terutama pihak kepolisian, untuk menyosialisasikan UU No 22/2009 tentang Lalulintas dan Jalan. Pimpinan perwakilan Yamaha wilayah Tabagsel Jhonny Tuerah, kepada MedanBisnis, Minggu (8/1), menyebutkan touring direncanakan melibatkan komunitas wartawan yang ada […]

  • Cewek 17 Tahun Dijual Rp2 Juta

    Cewek 17 Tahun Dijual Rp2 Juta

    • calendar_month Senin, 21 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 4Komentar

    SIDIMPUAN (Mandailing Online) – “Semua ini karena ekonomi Bang. Bapakku sudah tidak ada lagi. Ibuku hanya tukang jahit. Aku ini anak paling besar. Jadi, aku yang menanggung semua biaya kehidupan kami sekeluarga,” ucap WS, cewek 17 tahun yang dijual seharga Rp2 juta. Pengakuan ini disampaikan WS dengan linangan air mata, kepada wartawan Jumat (18/10). WS […]

  • Umak-umak Bilang Saipullah Itu Pria yang Soleh dan Ramah

    Umak-umak Bilang Saipullah Itu Pria yang Soleh dan Ramah

    • calendar_month Selasa, 22 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Bak selebritis, banyak warga meminta swafoto dengan calon bupati Mandailing Natal (Madina) Saipullah Nasution saat keliling menyantuni anak yatim di Sihepeng Raya, Kecamatan Siabu, Madina, Ahad (20/10/2024). Kesederhanaan dan keteduhan wajahnya mungkin menjadi daya tarik tersendiri Bang Ipul, panggilan akrabnya. “Pak Saipullah itu pria yang soleh. Aura soleh itu memancar dari […]

  • Acara Mendengarkan Pidato Kenegaraan Sepi

    Acara Mendengarkan Pidato Kenegaraan Sepi

    • calendar_month Kamis, 16 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Acara mendengarkan pidato kenegaraan di ruang paripurna DPRD Mandailing Natal (Madina), Kamis (16/8) sangat sepi. Hingga pukul 11.00 Wib atau satu jam setelah acara dimulai jumlah anggota dewan yang hadir hanya 12 orang dari total 40 orang jumlah anggota DPRD Madina. Acara dibuka oleh Ketua DPRD Madina, As Imran Kahytami Daulay ini […]

  • LABRN Nilai Tindakan Main Cekik Oknum Sipir LP Natal Pada Pelajar SD Tidak Manusiawi, Polisi Harus Beri Pasal Berat

    LABRN Nilai Tindakan Main Cekik Oknum Sipir LP Natal Pada Pelajar SD Tidak Manusiawi, Polisi Harus Beri Pasal Berat

    • calendar_month Selasa, 29 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ) – Kasus penganiayaan pelajar Sekolah Dasar yang dilakukan Sipir Tahanan LP Kelaa IIB Natal, Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) pada senin siang 28/8/2023 kemaren, menjadi perhatian serius tidak hanya Pemda Madina. Lembaga Adat Budaya Ranah Natal ( LABRN ) juga ikut bersuara. Ali Napiah selaku Ketua LABRN pada […]

expand_less