Jumat, 25 Sep 2026
light_mode

MAMBAYU YANG MAKIN SEDIKIT

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 26 Mei 2013
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Omline) – Meski jumlahnya tak banyak, masa sekarang aktivitas “mambayu” (mengayam tikar) di kalangan kaum ibu di Mandailing masih dijumpai di beberpa desa.

Faktor ekspansi produk-produk tikar pabrikan, aktivitas mambayu di kalangan wanita Mandailing juga berfaktor mulai berubahnya pola hidup dan pola pandang masyarakat Mandailing secara umum kepada hal-hal yang bersifat pragmatis.

Berbeda dengan masa sekitar 20 tahun lalu dimana kaum perempuan yang masih gadis hingga usia tua sering terlihat di halaman, atau di kolong rumah mengayam tikar bersama-sama.

Pada masa itu, pasaran tikar pandan masih luas yang digunakan untuk alas duduk di rumah-rumah penduduk maupun untuk alas hamaparan menjemur padi di kawasan Mandailing.

Saat ini, ditengah gempuran tikar plastik buatan pabrik, tikar pandan pun semakin kurang peminantnya, sebab para petani saat ini sudah memakai tikar plastik untuk alas menjemur padi. Sementara alas lantai rumah sudah memakai karpet plastik.

Di Desa Pintu Padang Julu, Kecamatan Bukit Malintang, seorang pengrajin ayaman tikar, Bu Kholilah (50) masih setia menjalankan usahanya meski sudah di usia tua. Dia sudah sekitar 5 tahun menjalankan aktivitas “mambayu” pandan berlokasi di depan rumahnya yang nyaman.

Dari hasil usaha anayaman tikar ini, Bu Kholilah mengaku sangat membantu menambah penghasilan dirumah tangganya, sehingga sangat meringankan bagi suaminya yang berprofesi sebagai peyadap karet.

Meski lesu pasarannya, pemandangan kaum ibu juga masih ditemui di Desa Manyabar, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Hampir setengah kaum ibu-ibu di sana menganyam tikar dengan bahan baku daun pandan.

Eliarni (50) misalnya. Perempuan ini mengaku, pekerjaan menganyam tikar sudah dilakukannya sejak puluhan tahun silam. Dan akitivitas menganyam dilakukan pada waktu luang atau kalau pekerjaan pokok mereka (bertani) lagi kosong. Bahkan, tak jarang pula menganyam juga dilakukan pada malam hari.

“Sejak puluhan tahun silam saya bersama ibu rumah tangga yang lain melakoni pekerjaan ini. Disamping bisa menambah penghasilan keluarga, menganyam ini juga sudah menjadi hobi kami untuk mengisi waktu luang apalagi pekerjaan tani lagi kosong semisal selesai menanam padi atau yang lain,” terangnya kepada wartawan, baru-baru ini.(idw/dab)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Iskandar Hasibuan Diteror

    Iskandar Hasibuan Diteror

    • calendar_month Rabu, 28 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    MADINA, (MO) – Kerap menyerukan agar seluruh masyarakat Mandailing Natal (Madina) sama-sama menjaga kondusifitas dan stabilitas sosial serta tidak terprovokasi, Ketua Komisi 1 DPRD Madina, Iskandar Hasibuan malah dihujani pesan singkat bernada “teror” dan ancaman. Namun Iskandar menegaskan tidak akan gentar. Sebab menurut dia apa yang dia sampaikan adalah suatu hal yang normatif demi menjaga […]

  • Pengusaha Penggilingan Padi Sebut Harga Gabah di Madina Normal

    Pengusaha Penggilingan Padi Sebut Harga Gabah di Madina Normal

    • calendar_month Sabtu, 25 Jan 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ) Pengusaha penggilingan Padi di Kabupaten Mandailing Natal bicara harga gabah. Dari Januari 2025 sampai hari ini belum ada kenaikan, namun dipastikan tak ada penurunan harga. Stok gabah dan beras di awal tahun melimpah. Diketahui Tahun 2025 ini Harga Gabah Basah (HGB) stak di harga Rp.5.600 perkilonya, sementara Harga Gabah Kering […]

  • MARSIDAO-DAO (episode 36)

    MARSIDAO-DAO (episode 36)

    • calendar_month Senin, 15 Agt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

     Novel Mandailing Nanisuratkon : Dahlan Batubara I ari Kamis i, maradian do alak mangomo. Soni muse Si Siti ngada kehe marsidao-dao. Jaru pe songoni, na kehe do ia tu saba pambaenan ni alai i, paampe aek harana nangkan manajak boti manyabur ma alak parsaba. Nibaen nangkan namanajak i, nangkan manajak do ia tingon ancogot santak […]

  • Kabag Keuangan Langkat Ditahan

    Kabag Keuangan Langkat Ditahan

    • calendar_month Minggu, 26 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Kepala Bagian (Kabag) Keuangan Pemkab Langkat Taufik, secara resmi ditahan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara, sebagai tersangka kasus korupsi pematangan lahan di Taman Wisata Bukti Lawang senilai Rp 1,7 miliar, Selasa (21/12/2010) sore, usai diperiksa selama 7 jam di Kantor Kejatisu. Kajatisu Sution Usman Adji mengatakan, setelah pihaknya menetapkan Taufik sebagai tersangka dalam […]

  • Pupuk Bersubsidi Langka, Petani Madina Resah

    Pupuk Bersubsidi Langka, Petani Madina Resah

    • calendar_month Jumat, 25 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pupuk bersubsidi zenis ZA dan Ponska kembali langka di Mandailing Natal (Madina). Akibatnya para pertani resah. Sejumlah petani Kecamatan Siabu, Panyabungan dan beberapa wilayah lainnya mengaku pusing memasuki musim tanam saat ini. “Kita kesulitan untuk mendapatkan pupuk subsidi terutama jenis ZA, Ponska pada kios-kios pengecer, karena barangnya tidak ada,” ujar Erwin […]

  • Lahan Eks PT M3 Linggabayu Jadi Sarang PETI

    Lahan Eks PT M3 Linggabayu Jadi Sarang PETI

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    LINGGABAYU|| Mandailing Online— Puluhan unit ekskavator diduga bebas beroperasi siang dan malam di lokasi bekas lahan PT M3, Dusun Pulo Padang, Kecamatan Linggabayu, Kabupaten Mandailing Natal. Aktivitas tersebut diduga kuat merupakan Pertambangan Emas Tanpa Izin atau PETI. Informasi ini disampaikan warga Kelurahan Tapus kepada wartawan, Jumat (12/9/2026). Menurut warga, aktivitas alat berat sudah berlangsung lama […]

expand_less