Selasa, 14 Jul 2026
light_mode

Penempatan di Madina Guru Pincang

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 17 Mei 2016
  • print Cetak
Hosman Hasibuan

Hosman Hasibuan

PANYABUNGAN BARAT (Mandailing Online) – PDI Perjuangan Panyabungan Barat mendesak Dinas Pendidikan untuk segera melakukan pemeratan dalam penempatan guru untuk SD di Kecamatan Panyabungan Barat. Saat ini, rata-rata SD hanya memiliki tiga orang guru kelas atau guru tetap. Sedangkan sisanya, termasuk guru honor.

Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Panyabungan Barat Hosman Hasibuan mengatakan kepada wartawan di Longat, Selasa (17/5/2016), “Jumlah guru kelas di hamir seluruh SD Panyabungan Barat hanya tiga orang. Jelas ini termasuk ketimpangan. Sulitlah kita mengharapakan adanya peningkatan kualitas pendidikan jika guru kelas yang ditempatkan hanya tiga orang per sekolah.”

Jika dibandingkan dengan sejumlah SD di Panyabungan, lanjut Ketua Forum Peduli Panyabungan Barat itu, jumlah guru kelas tidak hanya tergolong cukup tapi justru sudah melebihi jumlah kelas yang ada. Karena itulah, dia berharap Dinas Pendidikan segera menambah jumlah guru kelas untuk SD di Panyabungan  Barat.

“Sesuai dengan visi dan misi Bupati/Wakil Bupati Terpilih yang salah satu partai pengusungnya adalah PDI Perjuangan, pendidikan  tetap menjadi prioritas. Untuk itu, upaya peningkatan kualitas pendidikan itu harus lebih menyentuh dan lebih konkrit. Jika memang guru kelas itu memegang peran penting dalam mamacu gairah belajar siswa dan menyampaikan materi pelajaran dengan lebih baik, jumlah mereka harus proporsional. Setidaknya dapat disesuaikan dengan jumlah kelas yang ada,” papar Hosman Hasibuan.

Hanya saja, dia juga menegaskan, pendapat seperti itu sama sekali tidak muncul karena dia meragukan kualitas guru honor yang ada. “Jelas kok, kita melihat banyak guru honor yang tidak hanya layak mengajar, melainkan juga tergolong kreatif. Bahkan, kita juga sudah sering menemukan fakta bahwa yang mengambil peran utama di sekolah itu justru guru honor. Nah, kalau berbicara tanggungjawab dalam hal proses belajar-mengajar, saya keberatan jika guru honor yang sebagian hanya berganji pas-pasan dengan peluang sertifikasi yang kecil atau sama sekali tidak ada harus mengemban tanggung jawab melebihi guru yang sudah PNS,” ungkapnya.

“Tidak boleh jumlah guru PNS itu menumpuk di Panyabungan. Mereka harus ditugaskan untuk mengisi kekosongan guru kelas di kecamatan lain, seperti Panyabungan Barat. Tidak ada alasan jarak, apalagi hanya soal suka tidak suka, untuk menolak atau mengelak dari penugasan mengajar ke sekolah yang berada di luar Kecamatan Panyabungan. Jangan mangkir dari sumpah, setiap PNS harus bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia,”  desaknya.

Editor  : Ludfan Nasution

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Parlindoengan Loebis, Orang Indonesia di Kamp Konsentrasi NAZI

    Parlindoengan Loebis, Orang Indonesia di Kamp Konsentrasi NAZI

    • calendar_month Senin, 14 Agt 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Parlindoengan Loebis berangkat ke Negeri Belanda untuk belajar Kedokteran, setelah lulus Kandidat I di Betawi (begitu dia menuliskannya). Di Leiden, tak lama ia direkrut Perhimpoenan Indonesia. Sepeninggal Hatta cs, PI bersifat kekirian, dengan garis Stalinis yang jelas. Sempat Loebis menjadi ketua, selama 3 tahun, dan membawa PI ke arah yang tak begitu kiri. Kerjasama dengan […]

  • Hewan Qurban dari Ikanas untuk Madina

    Hewan Qurban dari Ikanas untuk Madina

    • calendar_month Jumat, 8 Jul 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebagai bagian dari menjalankan perintah Allah SWT dan menyemarakkan Idhuladha 1443 H, Ikanas (Ikatan Keluarga Nasution dohot Anak Boruna) menyerahkan hewan qurban untuk dibagikan kebeberapa kelurahan dan desa yang ada di Madina. Hewan qurban yang diserahkan berupa 4 lembu dan 18 kambing ini merupakan bentuk kepedulian warga Madina diperantauan untuk dapat […]

  • Lagi, Puskesmas Patiluban Mudik Adakan Imunisasi Gratis

    Lagi, Puskesmas Patiluban Mudik Adakan Imunisasi Gratis

    • calendar_month Jumat, 11 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Untuk mengantisipasi virus polio pada anak di daerah Natal dan sekitarnya, Puskesmas Patiluban Mudik kembali mengadakan imunisasi gratis, Kamis (10/03/2011) di Pasar I dan II Natal, Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal. Kepala Puseksemas Sri Windunmai yang dikonfirmasi wartawan mengatakan, imunisasi dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus polio bagi bayi ada di Natal. Manfaat imunisasi sangat […]

  • Sinabung Aman, Jangan Terprovokasi

    Sinabung Aman, Jangan Terprovokasi

    • calendar_month Rabu, 14 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    Tanah Karo, – Masyarakat Tanah Karo, khususnya yang berdomisili di kawasan kaki perbukitan Gunung Sinabung sekitarnya, dan para wisatawan diimbau tidak terpengaruh provokasi isu miring yang menyatakan gunung yang berada di ketinggian 2.460 m dpl itu, meningkat statusnya. “Sesuai laporan bulanan pihak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan […]

  • Pemerintah Setuju Pembukaan Kantor Imigrasi di Madina

    Pemerintah Setuju Pembukaan Kantor Imigrasi di Madina

    • calendar_month Selasa, 13 Agt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Dirjen Imigrasi Kemenkumham Indonesia menyetujui usulan pembukaan kantor perwakilannya di Kabupaten Mandailing Natal. Pembukaan kantor imigrasi ini bertujuan untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat, utamanya dalam pembuatan paspor dan urusan yang berkaitan dengan keimigrasian. Bupati Mandailing Natal, Dahlan Hasan Nasution usai melakukan pertemuan dengan Direktorat Jendral Imigrasi Kementerian Hukum dan Ham, Ronny […]

  • Tokoh Bergelar Sutan (Willem) Iskander Itu Layak Jadi Pahlawan Nasional (bagian 3)

    Tokoh Bergelar Sutan (Willem) Iskander Itu Layak Jadi Pahlawan Nasional (bagian 3)

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Tim Mandailing Epicentrum   Willem Iskander dan Ironi Tokoh Besar yang Dilupakan Negara   Ada ironi besar dalam sejarah Indonesia: > Tidak semua tokoh besar otomatis masuk ingatan nasional. Sebagian tenggelam. Sebagian terlupakan. Sebagian kalah populer. Dan Willem Iskander mungkin salah satu contohnya. Padahal banyak penelitian menyebut keturunan Sutan Diaru ini termasuk pelopor […]

expand_less