Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

Penempatan di Madina Guru Pincang

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 17 Mei 2016
  • print Cetak
Hosman Hasibuan

Hosman Hasibuan

PANYABUNGAN BARAT (Mandailing Online) – PDI Perjuangan Panyabungan Barat mendesak Dinas Pendidikan untuk segera melakukan pemeratan dalam penempatan guru untuk SD di Kecamatan Panyabungan Barat. Saat ini, rata-rata SD hanya memiliki tiga orang guru kelas atau guru tetap. Sedangkan sisanya, termasuk guru honor.

Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Panyabungan Barat Hosman Hasibuan mengatakan kepada wartawan di Longat, Selasa (17/5/2016), “Jumlah guru kelas di hamir seluruh SD Panyabungan Barat hanya tiga orang. Jelas ini termasuk ketimpangan. Sulitlah kita mengharapakan adanya peningkatan kualitas pendidikan jika guru kelas yang ditempatkan hanya tiga orang per sekolah.”

Jika dibandingkan dengan sejumlah SD di Panyabungan, lanjut Ketua Forum Peduli Panyabungan Barat itu, jumlah guru kelas tidak hanya tergolong cukup tapi justru sudah melebihi jumlah kelas yang ada. Karena itulah, dia berharap Dinas Pendidikan segera menambah jumlah guru kelas untuk SD di Panyabungan  Barat.

“Sesuai dengan visi dan misi Bupati/Wakil Bupati Terpilih yang salah satu partai pengusungnya adalah PDI Perjuangan, pendidikan  tetap menjadi prioritas. Untuk itu, upaya peningkatan kualitas pendidikan itu harus lebih menyentuh dan lebih konkrit. Jika memang guru kelas itu memegang peran penting dalam mamacu gairah belajar siswa dan menyampaikan materi pelajaran dengan lebih baik, jumlah mereka harus proporsional. Setidaknya dapat disesuaikan dengan jumlah kelas yang ada,” papar Hosman Hasibuan.

Hanya saja, dia juga menegaskan, pendapat seperti itu sama sekali tidak muncul karena dia meragukan kualitas guru honor yang ada. “Jelas kok, kita melihat banyak guru honor yang tidak hanya layak mengajar, melainkan juga tergolong kreatif. Bahkan, kita juga sudah sering menemukan fakta bahwa yang mengambil peran utama di sekolah itu justru guru honor. Nah, kalau berbicara tanggungjawab dalam hal proses belajar-mengajar, saya keberatan jika guru honor yang sebagian hanya berganji pas-pasan dengan peluang sertifikasi yang kecil atau sama sekali tidak ada harus mengemban tanggung jawab melebihi guru yang sudah PNS,” ungkapnya.

“Tidak boleh jumlah guru PNS itu menumpuk di Panyabungan. Mereka harus ditugaskan untuk mengisi kekosongan guru kelas di kecamatan lain, seperti Panyabungan Barat. Tidak ada alasan jarak, apalagi hanya soal suka tidak suka, untuk menolak atau mengelak dari penugasan mengajar ke sekolah yang berada di luar Kecamatan Panyabungan. Jangan mangkir dari sumpah, setiap PNS harus bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia,”  desaknya.

Editor  : Ludfan Nasution

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ulama Undang Jokowi ke Madina

    Ulama Undang Jokowi ke Madina

    • calendar_month Selasa, 18 Des 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Sejumlah ulama dari Mandailing Natal bertemu dengan Presiden RI Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Selasa (18/12/2018) pagi. Pertemuan itu dalam rangka menyampaikan undangan para ulama kepada Jokowi untuk menhadiri tabligh akbar pada pertengahan Janurai 2019 di Mandailing Natal (Madina). Rombongan ulama ini didampingi Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution serta Ketua […]

  • Perubahan APBD 2014 Disahkan 900 Milyar

    Perubahan APBD 2014 Disahkan 900 Milyar

    • calendar_month Rabu, 3 Sep 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Perubahan APBD 2014 Mandailing Natal (Madina) disahkan sebesar Rp.999.035.888.922,00. Postur pendapatan tersebut lebih rendah dari postur belanja yang berada di angka Rp.1.077.930.315.878,00. Sedangkan Pembiayaan sebesar Rp.78.894.426.956,00. PAPBD disahkan Senin (1/9/2014) oleh DPRD Madina setelah dievaluasi oleh Gubernur Sumatera Utara. Pengesahan juga persis diakhir masa jabatan anggota DPRD Madina priode 2014-2019. Plt […]

  • Taman Kota Panyabungan akan Dijadikan Pusat Jajanan Malam

    Taman Kota Panyabungan akan Dijadikan Pusat Jajanan Malam

    • calendar_month Sabtu, 14 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA-Taman Kota Panyabungan, Madina di Kelurahan Kayu Jati Pasar Lama tepatnya di depan atau seberang jalan Pos Lalu Lintas Kota akan dijadikan sebagai pusat jajajan malam. Nantinya, para pedagang kaki lima yang selama ini berjualan di sepanjang pinggir jalan protokol pada malam akan dipindahkan atau dilokalisasi ke Taman Kota itu. Hal ini dikatakan Wakil Bupati […]

  • Gedung Malaria belum difungsikan

    Gedung Malaria belum difungsikan

    • calendar_month Rabu, 23 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Gedung Malaria dikecamatan Natal meskipun telah selesai dibangun namun sampai saat ini belum difungsikan padahal, warga masyarakat kecamatan natal sangat membutuhkan pelayanan kesehatan khususnya dalam penanggulangan penyakit malaria (MOL)

  • Proyek Panas Bumi di Mandailing Natal dan Solusinya

    Proyek Panas Bumi di Mandailing Natal dan Solusinya

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh : Asrori Nasution   Latar Belakang Krisis energi merupakan salah satu masalah yang dihadapi negara-negara di seluruh dunia saat ini. Setiap negara berlomba untuk mencari sumber energi yang dinyatakan lebih ramah lingkungan dan dapat mencukupi kebutuhan energinya. Pada sisi yang lain, pemakaian energi fosil yang terus menerus ternyata diperkirakan akan habis alias tidak […]

  • Hilangnya Frasa “Agama”, Peta Pendidikan Semakin Kehilangan Arah?

    Hilangnya Frasa “Agama”, Peta Pendidikan Semakin Kehilangan Arah?

    • calendar_month Kamis, 11 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamat Politik Peta Jalan Pendidikan Nasional 2020-2035 yang diluncurkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menuai polemik.  Pasalnya, dalam draf sementara Peta Jalan Pendidikan Nasional 2020-2035, frasa ‘agama’ dihapus kemudian digantikan dengan akhlak dan budaya. Sekretaris Eksekutif Bidang Keadilan dan Perdamaian Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI), Pendeta Henrek Lokra, turut menanggapi […]

expand_less