Jumat, 28 Agu 2026
light_mode

Penempatan di Madina Guru Pincang

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 17 Mei 2016
  • print Cetak
Hosman Hasibuan

Hosman Hasibuan

PANYABUNGAN BARAT (Mandailing Online) – PDI Perjuangan Panyabungan Barat mendesak Dinas Pendidikan untuk segera melakukan pemeratan dalam penempatan guru untuk SD di Kecamatan Panyabungan Barat. Saat ini, rata-rata SD hanya memiliki tiga orang guru kelas atau guru tetap. Sedangkan sisanya, termasuk guru honor.

Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Panyabungan Barat Hosman Hasibuan mengatakan kepada wartawan di Longat, Selasa (17/5/2016), “Jumlah guru kelas di hamir seluruh SD Panyabungan Barat hanya tiga orang. Jelas ini termasuk ketimpangan. Sulitlah kita mengharapakan adanya peningkatan kualitas pendidikan jika guru kelas yang ditempatkan hanya tiga orang per sekolah.”

Jika dibandingkan dengan sejumlah SD di Panyabungan, lanjut Ketua Forum Peduli Panyabungan Barat itu, jumlah guru kelas tidak hanya tergolong cukup tapi justru sudah melebihi jumlah kelas yang ada. Karena itulah, dia berharap Dinas Pendidikan segera menambah jumlah guru kelas untuk SD di Panyabungan  Barat.

“Sesuai dengan visi dan misi Bupati/Wakil Bupati Terpilih yang salah satu partai pengusungnya adalah PDI Perjuangan, pendidikan  tetap menjadi prioritas. Untuk itu, upaya peningkatan kualitas pendidikan itu harus lebih menyentuh dan lebih konkrit. Jika memang guru kelas itu memegang peran penting dalam mamacu gairah belajar siswa dan menyampaikan materi pelajaran dengan lebih baik, jumlah mereka harus proporsional. Setidaknya dapat disesuaikan dengan jumlah kelas yang ada,” papar Hosman Hasibuan.

Hanya saja, dia juga menegaskan, pendapat seperti itu sama sekali tidak muncul karena dia meragukan kualitas guru honor yang ada. “Jelas kok, kita melihat banyak guru honor yang tidak hanya layak mengajar, melainkan juga tergolong kreatif. Bahkan, kita juga sudah sering menemukan fakta bahwa yang mengambil peran utama di sekolah itu justru guru honor. Nah, kalau berbicara tanggungjawab dalam hal proses belajar-mengajar, saya keberatan jika guru honor yang sebagian hanya berganji pas-pasan dengan peluang sertifikasi yang kecil atau sama sekali tidak ada harus mengemban tanggung jawab melebihi guru yang sudah PNS,” ungkapnya.

“Tidak boleh jumlah guru PNS itu menumpuk di Panyabungan. Mereka harus ditugaskan untuk mengisi kekosongan guru kelas di kecamatan lain, seperti Panyabungan Barat. Tidak ada alasan jarak, apalagi hanya soal suka tidak suka, untuk menolak atau mengelak dari penugasan mengajar ke sekolah yang berada di luar Kecamatan Panyabungan. Jangan mangkir dari sumpah, setiap PNS harus bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia,”  desaknya.

Editor  : Ludfan Nasution

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • ARAH POLITIK INTELEKTUAL MUDA

    ARAH POLITIK INTELEKTUAL MUDA

    • calendar_month Rabu, 14 Okt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Elvi Hasan, SE Aktivis Peduli Generasi   Pengesahan UU Omnibus Law telah menyentakkan semua pihak terutama para mahasiswa dari tidur panjangnya. Ketukan palu itu seperti suara dentuman gunung Krakatau yang memekakkan telinga yang memalingkan pandangan siapa saja yang selama ini tersibukkan dengan urusan hidupnya. Ancaman itu terasa hingga masuk ke relung hati dan […]

  • Pemkab Madina Akhirnya Dapat Jatah 100 CPNS

    Pemkab Madina Akhirnya Dapat Jatah 100 CPNS

    • calendar_month Senin, 23 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 6Komentar

    MEDAN, – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) akhirnya turut mendapat jatah pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2013. Kaiman Turnip, Kabid Pengadaan dan Pembinaan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemprov Sumut mengatakan, Pemkab Madina lamban menerima formasi pengadaan CPNS karena pengusulannya tidak secara barengan dengan 14 kabupaten/kota lainnya. “Hari ini baru turun dari Menpan formasi […]

  • DCS Dapil 1 PKP Madina

    DCS Dapil 1 PKP Madina

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 1 PKP

  • Ekspedisi ke Gunung Sorik Marapi (foto 1)

    Ekspedisi ke Gunung Sorik Marapi (foto 1)

    • calendar_month Kamis, 5 Jun 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Foto: Gunung Sorik Marapi dibidik dari bukit Paya Loting, Panyabungan Tympanum Novem Films, media pemberdayaan sosial yang berbasis Mandailing, pekan lalu mengirimkan tim ekspedisi ke Gunung Sorik Marapi. Ekspedisi bersama dengan Naposo Nauli Bulung Desa Simaninggir Kecamatan Siabu ini bertujuan untuk membuka tabir kawasan eksotis ini. Berada di ketinggian 2.142 meter dan cuaca dikisaran 16 […]

  • Tanggapan Atas Indonesia Vs Malaysia”Berdamai dengan tetangga”

    Tanggapan Atas Indonesia Vs Malaysia”Berdamai dengan tetangga”

    • calendar_month Rabu, 1 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Hubungan Malaysia dan Indonesia kembali memanas setelah insiden penangkapan tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan yang diklaim telah melewati perbatasan Indonesia. Benar atau salah sampai saat ini belum dapat kepastian hukum yang jelas hingga membuat dua pihak saling member tanggapan negative.Aksi demonstrasi pun terjadi unuk membebaskan tiga orang tersebut, namun Malaysia tidak terima atas perlakuan […]

  • Kisruh Pj Kades di Desa Batang Gadis Jae, Dana Desa Tak Kunjung Cair

    Kisruh Pj Kades di Desa Batang Gadis Jae, Dana Desa Tak Kunjung Cair

    • calendar_month Kamis, 15 Jun 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Warga Desa Batang Gadis Jae Kecamatan Panyabungan Barat Kabupaten Mandailing Natal (Madina) meminta kisruh di pemerintahan desa mereka segera dicarikan solusi agar dana desa tahun 2023 tahap pertama dapat dicairkan. Kamis (15/6/2023). Sebelumnya diketahui dari beberapa warga bahwa Pj Kades Batang Gadis Jae Paryati Ningsih Daulay sempat ditolak beberapa perangkat desa […]

expand_less