Kamis, 29 Okt 2026
light_mode

Rakyatlah Yang Selalu Salah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 9 Jul 2020
  • print Cetak

Oleh: Siti Khadijah Sihombing

Pemerintah mengatakan anggaran kesehatan untuk penanganan Covid-19 yang sebesar Rp87,55 triliun tidak akan bertambah hingga akhir tahun walaupun kasus positif Covid-19 saat ini semakin banyak dengan jumlah penambahan rata-rata per hari di atas 1000 kasus.

Melalui Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara Kementerian Keuangan Kunta Wibawa Dasa Nugraha mengatakan kasus positif saat ini memang semakin tinggi karena tes yang semakin banyak, namun rasio kasus sebenarnya sama. Dia juga mengatakan bahwa anggaran tersebut juga sudah mempertimbangkan jumlah pasien yang harus dirawat di rumah sakit untuk penambahan kasus yang mungkin saat ini belum terdeteksi.

Rincian alokasi anggaran kesehatan penanganan Covid-19 yang sebesar Rp87,55 triliun tersebut antara lain untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp65,8 triliun, insentif tenaga medis Rp5,9 triliun, santunan kematian Rp0,3 triliun, bantuan iuran jaminan kesehatan nasional (JKN) Rp3 triliun, anggaran Gugus Tugas Covid-19 Rp3,5 triliun, dan insentif perpajakan di bidang kesehatan Rp9,05 triliun.

Namun katanya realisasi anggaran tersebut masih tersalurkan antara lain insentif tenaga medis baru tersalurkan Rp0,1 triliun dari jumlah Rp5,9 triliun, bantuan iuran JKN belum terealisasi dari jumlah Rp3 triliun, kemudian anggaran Gugus Tugas Covid-19 sudah terserap Rp2,9 triliun dari jumlah Rp3,5 triliun, serta insentif perpajakan di bidang kesehatan baru terserap Rp1,3 triliun dari jumlah Rp9,05 triliun. Berarti melihat pengeluaran tersebut dapat kita simpulkan masih banyak lagi dana yang belum tersalurkan.q

Tetapi ini tidak terlalu penting untuk rakyat. Rakyat hanya ingin penanganan Covid-19 ini ditangani dengan baik dan mendapat perhatian lebih dari pemerintah pusat. Sebab pada kenyataannya untuk penanganan dan pemeriksaan rakyat masih dibebankan uang yang begitu banyak oleh pihak rumah sakit. Jadi hal ini sangat membuat rakyat bingung tentang kemana sebenarnya dana Covid-19 ini disalurkan. Sebab para pekerja medis juga banyak mengeluh karena tidak mendapatkan upah yang setimpal.

Belum lagi pemerintah berdalih bahwa naiknya kasus hanya karena tes yg semakin massif, bukan karena TIDAK diputusnya rantai sebaran. Ini membuktikan kepada rakyat bahwa pemerintah ingin berlepas diri dan menyalahkan rakyat karena sudah melakukan tes. Jadi sebenarnya, lagi-lagi rakyatlah yang salah karena begitu banyak melakukan tes dan ini yang membuat angka terlularkan Covid-19.

Tidakkah pemerintah hari ini sadar bahwa kebijakan program pelonggaran PSBB lah yang justru seharusnya dievaluasi. Dan pemerintah harusnya segera membuat terobosan penanganan termasuk meningkatkan anggaran penanganan. Karena seperti kita lihat kenyataan dimasyarakat bahwa begitu banyak rakyat yang masih harus bekerja keras untuk menghidupi keluarganya walaupun situasi sudah sangat mengancam hidupnya mereka tetap berjuang diluar sana.

Iya memang begitulah jika kita hidup dalam sistem kapitalisme hari ini. Sebab mau bagaimana lagi yang harus diperbuat oleh rakyat, karena jikalau berdiam diri di rumah maka keluarga tidak akan terpenuhi kebutuhannya. Jadi, semua rakyat itu serba salah dengan semua kebijakan pemerintah hari ini.

Hal ini haruslah membuat kita sadar sebagai rakyat yang sudah tidak punya harapan dalam sistem kapitalisme ini segera bergerak maju untuk mengganti sistem kufur ini dengan sistem islam. Sebab hanya sistem islam kaffah lah yang mampu untuk mengatasi persoalan ini sampai ke akar masalahnya.

Kita lihat saja sejarah yang membuktikan bahwa di zaman pemerintahan islam pada saat terjadi wabah khalifah langsung mengambil kebijakan :

1. lockdown di wilayah wabah, tujuannya untuk mengisolasi penyebaran wabahbagar tidak meluas dan seluruh kebutuhan rakyat ditanggung oleh pemerintah;

2. Mencari tahu mekanisme penyakit serta antisipasi pencegahan penyakit berbasis bukti, tujuannya untuk mengobservasi khasiat (qadar) yang telah Allah tetapkan pada spesifisitas virus seperti dampak kematian dan kesakitannya sehingga akan dilakukan langkah-langkah pengobatan;

3. Pengembangan dan produksi vaksin untuk pencegahan virus serta penyalurannya dilakukan secara gratis. Dan dizaman kekhilafahan rakyat tidak pernah diberikan beban pembiayaan saat dirumah sakit, semuanya diberikan secara gratis.

Semua pembiayaan ini dibebankan kepada negara melalui baitul mal. Dan dalam baitul mal ada 3 pos pemasukan yaitu fa’i dan kharaj, hasil kepemilikan umum dan shodaqoh.

Jadi pada saat khilafah dilanda bencana seperti wabah keperluan masyarakat akan dibiayai oleh pos fa’i dan kharaj serta hasil kepemilikan umum. Sedangkan untuk biaya pelayanan kesehatan dan pengembangan teknologi seperti vaksin akan dibiayai melalui hasil kepemilikan umum dan wakaf rakyat.

Begitulah sistem islam kaffah menyelesaikan persoalan wabah yang melanda negerinya. Dan pemimpinnya akan senantiasa memikirkan kemaslahatan rakyatnya dan tidak akan pernah pemimpin dalam sistem islam menyalahkan rakyatnya. Karena sejatinya untuk menyelesaikan persoalan negeri hanya bisa diselesaikan oleh kebijakan pemimpinnya saja. Kalah kebijakannya pro rakyat maka seluruh rakyat akan sejahtera.

Wallahu’alam bishowab.***

Penulis tinggal di Tapanuli Tengah

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Manto Berpeluang Jadi Ketua KWRI Madina

    Manto Berpeluang Jadi Ketua KWRI Madina

    • calendar_month Minggu, 7 Nov 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – DPD Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) Kabupaten Mandailing Natal berencana melangsungkan Musyawarah Daerah (Musda) bulan ini. Ketua Panitia Musda, Muhammad Rusdi Batubara didampingi Sekretaris Panitia, Hendri Husein menjawab Mandailing Online di Panyabungan, Minggu (7/11/2021) menyatakan Musda direncanakan berlangaung pada 25 November 2021. Selain merumuskan program organisasi ke depan, Musda ini juga […]

  • Kapal Api Minta Kopi Mandailing Dari Ulu Pungkut 20 Ton Per Minggu

    Kapal Api Minta Kopi Mandailing Dari Ulu Pungkut 20 Ton Per Minggu

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) –Berdasar penelitian labolatorium terhadap 30 jenis kopi dari Mandailing menunjukkan bahwa kualitas kopi Mandailing masuk peringkat kelas 1 dengan rata-rata diatas 80 %, sedangkan standar hanya 80%. Demikian diungkapkan Kasi Perkebunan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Mandailing Natal (Madina), Ahmad Yasir Lubis, Senin (10/11). “Dari hasil penelitian labolatorium dari 30 jenis kopi […]

  • Pastikan Kenaikan BOS Rp 16,8 Triliun

    Pastikan Kenaikan BOS Rp 16,8 Triliun

    • calendar_month Senin, 6 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA-Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) mulai merealisasikan rencana kenaikan dana Bantuan Operasional Siswa (BOS). Mulai awal 2011 mendatang, dana BOS yang sebelumnya berjumlah Rp 12 triliun naik sebesar 12 persen menjadi Rp 16,8 triliun. Kemendiknas kini merancang mekanisme anyar untuk mengubah penyaluran dana bantuan kepada masyarakat. “Ini telah dirancang sejak lama dan kini sudah […]

  • Beras Bansos Diklaim Biangkerok Dagangan Penjual Beras Numpuk

    Beras Bansos Diklaim Biangkerok Dagangan Penjual Beras Numpuk

    • calendar_month Selasa, 22 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Akibat bantuan beras yang digelontorkan oleh Pemerintah, daya jual beras di Madina anjlok. Pedagang beras di Madina mengaku dagangan beras sepi Jelang Pilkada Tahun 2024, akibatnya stok menumpuk digudang. Zahira pedagang beras di Desa Gunung Tua, Panyabungan mengungkapkan, biang kerok beras tidak laku meski harga beras saat ini cendrung murah gegara […]

  • Inilah Tiga Masalah Kader Demokrat yang Akan Dibela SBY

    Inilah Tiga Masalah Kader Demokrat yang Akan Dibela SBY

    • calendar_month Senin, 29 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA- Dalam pidato politiknya, Ketua Dean Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan kadernya untuk pandai-pandai menjaga diri dari tindakan yang menyimpang seperti korupsi. SBY menginginkan kalau semua kadernya selamat dari jerat pidana tindak korupsi. “Ingat juga semua, untuk pelanggaran hukum saya tidak bisa menyelamatkan dan tidak boleh membelanya,” kata SBY di Hotel Crowne […]

  • OTK Aniaya Empat Warga Tabuyung

    OTK Aniaya Empat Warga Tabuyung

    • calendar_month Sabtu, 9 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Sekelompok orang tak dikenal (OTK) menganiaya empat orang warga Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Kamis (07/04/2011) dinihari sekira pukul 02.00 WIB. Akibatnya, 1 orang kritis, 2 luka berat, 1 luka ringan. Korban pengeroyokan yakni Zarubaton (50), Istri Zarubaton, Nur Asmi (60) dan Zulham (25), harus dirawat di RS Panyabungan. […]

expand_less