Kamis, 11 Jun 2026
light_mode

Pengangguran Era Gen-Z, Menagih Tanggungjawab Negara Ciptakan Lapangan Kerja

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 3 Jun 2024
  • print Cetak

Oleh: Dewi Soviariani
Ibu dan Pemerhati umat

Potret generasi hari ini dikejutkan dengan berita membludaknya pencari kerja dari golongan Gen-Z. Antrian panjang pencari kerja terlihat hampir di setiap kota. Gen-z yang berusia antara 15-24 tahun banyak menjadi pengangguran atau tanpa kegiatan (not in employment, education, and training/NEET), lantaran sedikitnya peluang lapangan kerja yang tersedia. (Kompas.Com 19-5-2024).

Permasalahan ini semakin serius untuk segera ditangani. Bonus demografi di Indonesia tak berjalan lurus dengan penanganan negara dalam menyediakan lapangan pekerjaan. Pemerintah sendiri menyikapi hal ini disebabkan karena kurang singkronnya pendidikan dan permintaan tenaga kerja. Selain itu turunnya lapangan pekerjaan di sektor formal.

Hal ini diperkuat dengan temuan hasil olahan Tim Jurnalisme Data Harian Kompas terhadap data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Badan Pusat Statistik (BPS) bulan Februari tahun 2009, 2014, 2019, dan 2024 menunjukkan adanya tren penurunan penciptaan lapangan kerja di sektor formal.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah, menyampaikan hasil data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat ada 9,9 juta penduduk Indonesia yang tergolong usia muda atau Gen-Z belum memiliki pekerjaan. Dan penyumbang terbesar pengangguran tersebut dari kalangan lulusan SMA, SMK atau mereka yang lulus perguruan tinggi, dikutip dari Kompas TV, Jumat (24/5/2024).

Berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah untuk menangani ledakan jumlah Gen-Z yang tergategori not in employment, education, and training/NEET. Diantaranya dengan menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 68 Tahun 2022. Perpres ini diyakini dapat mengurangi mismatch dengan merevitalisasi pelatihan vokasi, menyambungkan dan menyinkronkan dengan pasar kerja.

Namun sayang, usaha pemerintah masih belum membuahkan hasil yang signifikan, karena solusi tersebut bersifat tambal sulam. Ledakan pengangguran semakin memprihatinkan. Banyaknya pengangguran menunjukkan adanya keterbatasan lapangan kerja, menunjukkan gagalnya negara menciptakan lapangan.

Penanggulangan pengangguran, tidak berjalan dengan baik. Padahal, sebagaimana amanat konstitusi, pemerintah berkewajiban memajukan kesejahteraan umum berikut mencerdaskan kehidupan bangsa. Dengan kata lain, penguasa di negeri ini tak bertanggung jawab dengan tidak melakukan tugas dan fungsinya sebagaimana yang diamanatkan oleh konstitusi.

Negara salah urus, adanya kebijakan negara memudahkan investor asing dan pekerjanya berusaha di Indonesia, termasuk dalam mengelola SDA. Investasi yang dilakukan perusahaan-perusahaan ialah investasi padat modal, bukan padat karya. Imbasnya, masyarakat akan sulit mendapatkan lapangan pekerjaan.

Akibatnya rakyat sendiri jadi tumbal, Gen-Z jadi pengangguran. Miris jika kondisi ini dibiarkan. Bonus demografi akan menjadi ancaman serta musibah bagi masa depan bangsa.

Jika Gen Z tidak siap atau tidak disiapkan, tak hanya jadi pengangguran saja tapi akan menjerumuskan mereka pada tindak kriminal. Bahkan akan menghambat pertumbuhan ekonomi serta rusaknya tatanan sosial masyarakat. Potret buram ancaman tersebut semakin nyata karena abainya negara dalam mengurus persoalan lapangan kerja ini.

Adapun penyebab lahirnya Gen-Z dengan kondisi not in employment, education, and training/NEET, tak lain akibat pengaruh ekonomi liberal kapitalis. Faktor kemalasan individu, cacat atau uzur, serta rendahnya pendidikan menyumbang penyebab pengangguran. Sekitar 74% tenaga kerja Indonesia adalah mereka yang berpendidikan rendah, yakni SD dan SMP.

Tidak terserapnya tenaga kerja di negeri ini akibat penerapan ekonomi liberal kapitalis yang menyerahkan lapangan pekerjaan pada mekanisme pasar. Melihat sikap negara menanggulangi pengangguran menunjukkan bahwa kekhawatiran pemerintah atas jutaan Gen-Z yang menganggur akan mengakibatkan perekonomian negara mundur. Bukan semata-mata murni memikirkan masa depan generasi yang bisa terkubur. Inilah cara kerja sistem ekonomi liberal kapitalis yang kejam.

Menagih keseriusan negara untuk mengatasi sempitnya lapangan kerja akankah terwujud jika sistem kapitalisme dengan ekonomi liberalnya yang memegang kendali? Ibarat jauh panggang dari api jika masih terus mempertahankan sistem rusak kapitalisme.

Sudah saatnya merevisi kembali sistem hidup negeri gemah ripah loh jinawi ini. Sebagai negeri mayoritas muslim saatnya kembali bercermin pada kehidupan Islam yang sukses membawa generasi muda pada peradaban dunia yang gemilang belasan abad silam. Kala negara memiliki perhatian besar terhadap kemajuan generasi.

Islam dengan mekanisme terbaik bersumber pada Al-Qur’an dan Sunnah telah membuktikan solusi komprehensif terhadap seluruh problematika kehidupan, termasuk permasalahan pengangguran. Islam menjadi perisai bagi generasi sehingga melahirkan pemuda-pemuda unggul yang membawa kemajuan peradaban dunia.

Melalui Departemen Pendidikan, Islam memberikan pendidikan gratis di semua jenjang pendidikan. Dan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat dengan adil tanpa adanya pilih kasih pelayanan. Pendidikan dalam Islam bertujuan untuk melahirkan pribadi yang berkepribadian Islam dan memiliki peran besar atas ilmunya untuk kemaslahatan umat.

Maka output pendidikan dalam Islam telah membuktikan lahirnya para ilmuwan Polymath yang sangat berperan penting dalam kemajuan teknologi dan budaya dunia. Ilmu yang dihasilkan membawa manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh seluruh penduduk bumi. Pendidikan disesuaikan dengan kebutuhan serapan tenaga kerja tanpa melupakan tujuan mencetak generasi yang berilmu tinggi sebagai pembangun peradaban yang  mulia.

Kemudian negara dalam naungan Islam mendirikan sejumlah industri yang berhubungan dengan harta kekayaan milik umum. Banyak dari kalangan masyarakat, termasuk pemuda, yang diserap untuk bekerja di sejumlah industri tersebut. SDM unggul akan mengelola kekayaan milik umum sesuai aturan Islam dan kemaslahatan umum.

Negara menjamin ketersediaan lapangan pekerjaan berdasarkan syariat. Dalam kepemimpinan Islam (Khilafah) tidak ada istilah pengangguran ataupun proyek mangkrak. Semua lini kehidupan mempunyai regulasi terperinci yang menjadi solusi hakiki bagi permasalahan umat.

Negara juga memandang pemuda sebagai generasi pendobrak masa depan. Sehingga jaminan sistem pendidikan menjadi perhatian penting untuk menjaga generasi, sekaligus melahirkan jiwa pemimpin yang memiliki pandangan seorang negarawan. Pemuda memiliki kekuatan yang produktif serta kontribusi tanpa limit.

Suatu umat tidak akan runtuh selama ada pundak para pemuda yang memiliki kepedulian dan semangat membara. Allah berfirman dalam surat Ali Imran: 110

Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.”

Pada dasarnya umat yang terbaik adalah umat yang beriman. Pemuda jika merujuk pada asal muasal diturunkannya ayat ini karena pemuda memainkan peranan penting sebagai penggerak Islam menuju masa kejayaan serta menjadi para pemimpinnya.

Saatnya selamatkan generasi Gen-Z dari kerusakan kepungan kapitalisme. Dengan melanjutkan kehidupan Islam dalam institusi negara, masalah lapangan kerja akan terurai. Dengan terwujudnya kepemimpinan Islam Gen-Z akan menjadi pemuda unggul, bukan penganggur.

Jangan biarkan harapan generasi masa depan bangsa terkubur oleh cengkeraman kapitalisme penjajah. Gen-Z adalah mutiara umat yang harus terbebas dari penjara busuk Kapitalisme. Mereka harapan umat kedepan yang akan membawa bangsa ini menuju masa depan gemilang.

Wallahu A’lam Bishawwab

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bawaslu Harus Revisi Panwaslu

    Bawaslu Harus Revisi Panwaslu

    • calendar_month Selasa, 11 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan,Ketua DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) As Imran Khaitami menyatakan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) harus merevisi seluruh anggota Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kepala Daerah (Panwaslukada) Madina, sebelum pemungutan suara ulang dilaksanakan. “Saya khawatir, apabila Bawaslu tidak merevisi anggota panwaslu dalam menghadapi pemiluka ulang nanti, kemungkinan besar hasilnya kembali tidak baik dan lagi-lagi merugikan masyarakat […]

  • OTP Gheothermal Bantu Kejuaraan Bulu Tangkis Madina

    OTP Gheothermal Bantu Kejuaraan Bulu Tangkis Madina

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kejuaraan bulu tangkis beregu memperebutkan Piala Bupati Madina Tahun 2015 berlangsung dari tanggal 5 hingga 7 Juni lalu di gedung PB Mutiara, Panyabungan III.  Peserta yang mengikuti ajang pertandingan ini berasal dari 23 kecamatan. Kejuaraan ini mempertandingkan pola beregu putera bebas (minimal 6 orang per regu) dengan format 3 ganda. […]

  • Mendagri: Pembahasan Pemekaran Tak Mendesak

    Mendagri: Pembahasan Pemekaran Tak Mendesak

    • calendar_month Selasa, 4 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    57 Pemekaran tak Ada Masuk Kategori Baik JAKARTA-Mendagri Gamawan Fauzi menjelaskan, grand design penataan daerah yang akan dijadikan acuan pemekaran daerah, telah dimasukkan dalam draf rancangan revisi UU Nomor 32 Tahun 2004. Hal ini dianggap penting agar ada payung hukum bagi grand design sebagai acuan pemekaran. “Karena ketika grand design akan diaplikasikan, maka harus ada […]

  • DPRD Tidak Terima Alasan Dinas PU

    DPRD Tidak Terima Alasan Dinas PU

    • calendar_month Kamis, 5 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Soal Pembatalan Tender Proyek Panyabungan (MO) – DPRD Mandailing Natal (Madina) tidak bisa menerima alasan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Madina dalam hal pembatalan tender proyek di instansi itu. Rapat dengar pendapat yang digelar di ruang Komisi III DPRD Madina, Kamis (5/7) pun ditunda untuk dilanjutkan besok. Pihak PU menyatakan pembatalan tender proyek pada 26 Juni […]

  • Marhata-Hata Dalam Upacara Marhorja di Nagari Kota Nopan, Rao Utara, Pasaman (2-selesai)

    Marhata-Hata Dalam Upacara Marhorja di Nagari Kota Nopan, Rao Utara, Pasaman (2-selesai)

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      2) Pelengkap dalam Marhorja (Pernikahan) Ada empat jenis bahan dan hewan penting di dalam perlengkapan marhorja yaitu: pira manuk na nihobolan (telur ayam), manuk (ayam), hambeng (kambing), dan horbo (kerbau). Tingkat mangupa dalam marhorja kecil dan mendasar paling sedikit harus memenuhi bahan penting sebutir telur ayam, tingkat kedua harus mengandung ayam, tingkat ketiga harus […]

  • Ekspo Ekonomi, Warga Bisa Tukar Sampah dengan Beras

    Ekspo Ekonomi, Warga Bisa Tukar Sampah dengan Beras

    • calendar_month Jumat, 12 Agt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Event Madina Expo Ekonomi Kreatif, UMKM, dan IKM berlangsung semarak di pelataran parkir Masjid Agung Nur Ala Nur, Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, Jumat (12/8). Sejumlah stan pada pameran untuk menyemarakkan HUT ke-77 Kemerdekaan RI itu menampilkan beragam produk unggulan dan khas Mandailing Natal. Bahkan, stan […]

expand_less