Selasa, 14 Jul 2026
light_mode

Pengangguran Era Gen-Z, Menagih Tanggungjawab Negara Ciptakan Lapangan Kerja

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 3 Jun 2024
  • print Cetak

Oleh: Dewi Soviariani
Ibu dan Pemerhati umat

Potret generasi hari ini dikejutkan dengan berita membludaknya pencari kerja dari golongan Gen-Z. Antrian panjang pencari kerja terlihat hampir di setiap kota. Gen-z yang berusia antara 15-24 tahun banyak menjadi pengangguran atau tanpa kegiatan (not in employment, education, and training/NEET), lantaran sedikitnya peluang lapangan kerja yang tersedia. (Kompas.Com 19-5-2024).

Permasalahan ini semakin serius untuk segera ditangani. Bonus demografi di Indonesia tak berjalan lurus dengan penanganan negara dalam menyediakan lapangan pekerjaan. Pemerintah sendiri menyikapi hal ini disebabkan karena kurang singkronnya pendidikan dan permintaan tenaga kerja. Selain itu turunnya lapangan pekerjaan di sektor formal.

Hal ini diperkuat dengan temuan hasil olahan Tim Jurnalisme Data Harian Kompas terhadap data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Badan Pusat Statistik (BPS) bulan Februari tahun 2009, 2014, 2019, dan 2024 menunjukkan adanya tren penurunan penciptaan lapangan kerja di sektor formal.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah, menyampaikan hasil data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat ada 9,9 juta penduduk Indonesia yang tergolong usia muda atau Gen-Z belum memiliki pekerjaan. Dan penyumbang terbesar pengangguran tersebut dari kalangan lulusan SMA, SMK atau mereka yang lulus perguruan tinggi, dikutip dari Kompas TV, Jumat (24/5/2024).

Berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah untuk menangani ledakan jumlah Gen-Z yang tergategori not in employment, education, and training/NEET. Diantaranya dengan menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 68 Tahun 2022. Perpres ini diyakini dapat mengurangi mismatch dengan merevitalisasi pelatihan vokasi, menyambungkan dan menyinkronkan dengan pasar kerja.

Namun sayang, usaha pemerintah masih belum membuahkan hasil yang signifikan, karena solusi tersebut bersifat tambal sulam. Ledakan pengangguran semakin memprihatinkan. Banyaknya pengangguran menunjukkan adanya keterbatasan lapangan kerja, menunjukkan gagalnya negara menciptakan lapangan.

Penanggulangan pengangguran, tidak berjalan dengan baik. Padahal, sebagaimana amanat konstitusi, pemerintah berkewajiban memajukan kesejahteraan umum berikut mencerdaskan kehidupan bangsa. Dengan kata lain, penguasa di negeri ini tak bertanggung jawab dengan tidak melakukan tugas dan fungsinya sebagaimana yang diamanatkan oleh konstitusi.

Negara salah urus, adanya kebijakan negara memudahkan investor asing dan pekerjanya berusaha di Indonesia, termasuk dalam mengelola SDA. Investasi yang dilakukan perusahaan-perusahaan ialah investasi padat modal, bukan padat karya. Imbasnya, masyarakat akan sulit mendapatkan lapangan pekerjaan.

Akibatnya rakyat sendiri jadi tumbal, Gen-Z jadi pengangguran. Miris jika kondisi ini dibiarkan. Bonus demografi akan menjadi ancaman serta musibah bagi masa depan bangsa.

Jika Gen Z tidak siap atau tidak disiapkan, tak hanya jadi pengangguran saja tapi akan menjerumuskan mereka pada tindak kriminal. Bahkan akan menghambat pertumbuhan ekonomi serta rusaknya tatanan sosial masyarakat. Potret buram ancaman tersebut semakin nyata karena abainya negara dalam mengurus persoalan lapangan kerja ini.

Adapun penyebab lahirnya Gen-Z dengan kondisi not in employment, education, and training/NEET, tak lain akibat pengaruh ekonomi liberal kapitalis. Faktor kemalasan individu, cacat atau uzur, serta rendahnya pendidikan menyumbang penyebab pengangguran. Sekitar 74% tenaga kerja Indonesia adalah mereka yang berpendidikan rendah, yakni SD dan SMP.

Tidak terserapnya tenaga kerja di negeri ini akibat penerapan ekonomi liberal kapitalis yang menyerahkan lapangan pekerjaan pada mekanisme pasar. Melihat sikap negara menanggulangi pengangguran menunjukkan bahwa kekhawatiran pemerintah atas jutaan Gen-Z yang menganggur akan mengakibatkan perekonomian negara mundur. Bukan semata-mata murni memikirkan masa depan generasi yang bisa terkubur. Inilah cara kerja sistem ekonomi liberal kapitalis yang kejam.

Menagih keseriusan negara untuk mengatasi sempitnya lapangan kerja akankah terwujud jika sistem kapitalisme dengan ekonomi liberalnya yang memegang kendali? Ibarat jauh panggang dari api jika masih terus mempertahankan sistem rusak kapitalisme.

Sudah saatnya merevisi kembali sistem hidup negeri gemah ripah loh jinawi ini. Sebagai negeri mayoritas muslim saatnya kembali bercermin pada kehidupan Islam yang sukses membawa generasi muda pada peradaban dunia yang gemilang belasan abad silam. Kala negara memiliki perhatian besar terhadap kemajuan generasi.

Islam dengan mekanisme terbaik bersumber pada Al-Qur’an dan Sunnah telah membuktikan solusi komprehensif terhadap seluruh problematika kehidupan, termasuk permasalahan pengangguran. Islam menjadi perisai bagi generasi sehingga melahirkan pemuda-pemuda unggul yang membawa kemajuan peradaban dunia.

Melalui Departemen Pendidikan, Islam memberikan pendidikan gratis di semua jenjang pendidikan. Dan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat dengan adil tanpa adanya pilih kasih pelayanan. Pendidikan dalam Islam bertujuan untuk melahirkan pribadi yang berkepribadian Islam dan memiliki peran besar atas ilmunya untuk kemaslahatan umat.

Maka output pendidikan dalam Islam telah membuktikan lahirnya para ilmuwan Polymath yang sangat berperan penting dalam kemajuan teknologi dan budaya dunia. Ilmu yang dihasilkan membawa manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh seluruh penduduk bumi. Pendidikan disesuaikan dengan kebutuhan serapan tenaga kerja tanpa melupakan tujuan mencetak generasi yang berilmu tinggi sebagai pembangun peradaban yang  mulia.

Kemudian negara dalam naungan Islam mendirikan sejumlah industri yang berhubungan dengan harta kekayaan milik umum. Banyak dari kalangan masyarakat, termasuk pemuda, yang diserap untuk bekerja di sejumlah industri tersebut. SDM unggul akan mengelola kekayaan milik umum sesuai aturan Islam dan kemaslahatan umum.

Negara menjamin ketersediaan lapangan pekerjaan berdasarkan syariat. Dalam kepemimpinan Islam (Khilafah) tidak ada istilah pengangguran ataupun proyek mangkrak. Semua lini kehidupan mempunyai regulasi terperinci yang menjadi solusi hakiki bagi permasalahan umat.

Negara juga memandang pemuda sebagai generasi pendobrak masa depan. Sehingga jaminan sistem pendidikan menjadi perhatian penting untuk menjaga generasi, sekaligus melahirkan jiwa pemimpin yang memiliki pandangan seorang negarawan. Pemuda memiliki kekuatan yang produktif serta kontribusi tanpa limit.

Suatu umat tidak akan runtuh selama ada pundak para pemuda yang memiliki kepedulian dan semangat membara. Allah berfirman dalam surat Ali Imran: 110

Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.”

Pada dasarnya umat yang terbaik adalah umat yang beriman. Pemuda jika merujuk pada asal muasal diturunkannya ayat ini karena pemuda memainkan peranan penting sebagai penggerak Islam menuju masa kejayaan serta menjadi para pemimpinnya.

Saatnya selamatkan generasi Gen-Z dari kerusakan kepungan kapitalisme. Dengan melanjutkan kehidupan Islam dalam institusi negara, masalah lapangan kerja akan terurai. Dengan terwujudnya kepemimpinan Islam Gen-Z akan menjadi pemuda unggul, bukan penganggur.

Jangan biarkan harapan generasi masa depan bangsa terkubur oleh cengkeraman kapitalisme penjajah. Gen-Z adalah mutiara umat yang harus terbebas dari penjara busuk Kapitalisme. Mereka harapan umat kedepan yang akan membawa bangsa ini menuju masa depan gemilang.

Wallahu A’lam Bishawwab

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Selamatkan Peralatan Bengkel

    Selamatkan Peralatan Bengkel

    • calendar_month Sabtu, 18 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Seorang pria penduduk Desa Balimbing, Kecamatan Natal, Mandailing Natal, menyelamatkan peralatan bengkelnya dari genangan banjir, Sabtu (18/12/2021). Sekitar 200 rumah terbenam di desa ini menyusul luapan Sungai Batang Natal akibat curah hujan yang kontiniu dalam beberapa hari terakhir. Foto: Muhammad Yusuf

  • Pungli Marak di Balai Pengujian Kendaraan

    Pungli Marak di Balai Pengujian Kendaraan

    • calendar_month Kamis, 25 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LUBUK PAKAM- Pungutan liar (Pungli) resahkan warga yang berurusan di kantor Balai Pengujian Kendran Bermotor Dinas Perhubungan Pemkab Deli Serdang. Bahkan sejumlah petugas disana tidak segan-segan meminta uang puluhan kali lipat dari restribusi resmi. Salah satu contoh, untuk memperpanjang speksi angkutan barang jenis Pick Up Panther, pemilik kendaran harus mengeluarkan uang hingga ratusan ribu rupiah. […]

  • Tinggalkan Aceh

    Tinggalkan Aceh

    • calendar_month Sabtu, 14 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sejumlah pekerja asal Pulau Jawa yang bekerja di Aceh tiba di stasiun bus Kurnia Medan untuk transit ke Jakarta, Jumat (13/1). Sejumlah pekerja pendatang yang mengerjakan sejumlah proyek pembangunan di sejumlah wilayah provinsi Aceh berbondong-bondong pergi meninggalkan Aceh dengan alasan keamanan dan keselamatan jiwa terkait pembunuhan yang terjadi belakangan ini.(antara)

  • Mahasiswa minta Saipullah Mundur Apabila Persoalan Perkebunan di Madina tak Selesai

    Mahasiswa minta Saipullah Mundur Apabila Persoalan Perkebunan di Madina tak Selesai

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – seratusan Mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Pemuda dan Masyarakat Reformasi Mandailing Natal (AMPMRM) demo di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Madina. Mereka menyampaikan 15 tuntutan aksi. Dari 15 tuntutan Mahasiswa tersebut salah satu poinnya meminta Bupati Madina Saipullah Nasution untuk mundur apabila tidak mampu menyelesaikan permasalahan perkebunan di wilayah Pantai […]

  • Ridwan Lubis Daftar Calon Ketua PWI Madina Periode 2022-2025

    Ridwan Lubis Daftar Calon Ketua PWI Madina Periode 2022-2025

    • calendar_month Kamis, 1 Sep 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Muhammad Ridwan Lubis memastikan diri maju sebagai calon Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) masa bakti 2022-2025. Ridwan mendaftar di sekretariat PWI Madina, jalan Willem Iskandar Kelurahan Pidoli Dolok, Panyabungan, Kamis (1/9). Ridwan tiba di sekretariat PWI Madina pada pukul 15.30 Wib didampingi penasehat PWI Madina Sarmin Harahap, […]

  • Sidang Bupati Nias ditunda

    Sidang Bupati Nias ditunda

    • calendar_month Selasa, 17 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Sidang Tipikor (Tindak Pidana Korupsi) Bupati Nias Binahati Benediktus Baeha ditunda hingga Minggu depan. Rencanya persidangan Tipikor pertama kali di Pengadilan Negeri (PN) Medan ini diselenggarakan pada Senin (16/5) hari ini. Tetapi dikarenakan keputusan pemerintah yang menetapkan hari ini sebagai hari libur bersama, maka persidangan ditunda. Kepala Humas PN, Johny Sitohang sampai saat […]

expand_less