Kamis, 17 Sep 2026
light_mode

ARAH POLITIK INTELEKTUAL MUDA

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 14 Okt 2020
  • print Cetak

Oleh : Elvi Hasan, SE
Aktivis Peduli Generasi

 

Pengesahan UU Omnibus Law telah menyentakkan semua pihak terutama para mahasiswa dari tidur panjangnya. Ketukan palu itu seperti suara dentuman gunung Krakatau yang memekakkan telinga yang memalingkan pandangan siapa saja yang selama ini tersibukkan dengan urusan hidupnya. Ancaman itu terasa hingga masuk ke relung hati dan membuat isi kepala mendidih karena marah.

Tak terbendung,  mahasiswa yang baru bangun dari tidur panjangnya seketika bergerak dari segala arah turun ke jalan-jalan, menunjukkan sikap dan kepeduliannya terhadap persoalan bangsa. Meski terkesan terlambat mengingat rancangan UU   Omnibus Law ini sudah lama dibicarakan di gedung DPR. Sikap mahasiswa yang menyuarakan aspirasinya patut diapresiasi. Sekilas terlihatlah seberapa besar kekuatan mahasiswa yang memenuhi jalan jalan yang meninggalkan tugas-tugas kampusnya dan lembaran lembaran kertas makalah yang selama ini jadi alasan kesibukan. Sehingga seruan-seruan untuk peduli bangsa nyaris tak terdengar terlena oleh capaian-capaian akademik. Sekiranya dari awal para intelektual  muda, melakukan aksi ini tentulah palu itu tak sempat di ketuk.

Pemuda-pemudi Indonesia yang jumlahnya 62,6 juta (data BPS 2013) adalah data demografi yang bisa menjadi tolak ukur utama menilai masa depan bangsa ini. Mampukah mereka membawa bangsanya menjadi Negara besar, berdaulat dan berkemakmuran ataukah sebaliknya. Jutaan pemuda terbawa arus  dalam arus politik kapitalisme yang menyengsarakan. Yang menjadikan peran pemuda hanya sebagai iklan atau hiburan dalam percaturan politik yang seolah-olah pemuda itu masih hidup dan demokrasi adalah nafasnya.

Sejarah Indonesia telah mencatat kekuatan dan potensi besar mahasiswa telah berhasil beberapakali  menumbangkan rezim yang kuat, tapi belum berhasil membawa Indonesia menuju lebih baik. Gegap gempita kebahagian dari rakyat atas aksi mahasiswa yang terbuai harapan perubahan tinggallah kenangan. Bila kondisi ini terus berlanjut, baik mahasiswa maupun rakyat sedang digiring kearah keputus asa an. Bukankah ini kondisi yang sangat berbahaya ? Apalagi yang bisa diharapkan dari bangsa yang putus asa untuk melalukan perubahan.

Mahasiswa sejatinya sebagai intelektual muda yang memiliki obyektifitas berfikir, idealisme, semangat dan komitmen tinggi untuk berkonstribusi positif bagi perbaikan bangsa pasti mampu melihat dengan jernih bahwa persoalan penting saat ini bukanlah soal sistem demokrasi yang belum berjalan normal bahkan ideal. Sebaliknya setelah demokrasi dipraktikkan, cacat dan kerusakan demokrasi semakin nyata tak bisa di tutupi . kehidupan masyarakat di negeri ini tak kunjung berubah menjadi lebih baik, bahkan semakin buruk dan menuju kehancuran.

Kaum intelektual adalah magnet tersendiri dalam rangkaian perubahan arah politik di Indonesia. Posisi strategisnya bukan hanya di lingkungan kampus, namun juga mampu mempengaruhi arah opini publik sekaligus menjadi kekuatan pressure bagi pengambil kebijakan. Dengan akses informasi yang luas, daya nalar dan analisanya yang kuat serta kemandiriannya dalam bersikap semestinya mereka memiliki tanggung jawab untuk memberikan arah yang benar pada perubahan yang terjadi di tengah umat guna mewujudkan Indonesia yang lebih baik.

Merespon kondisi ini dan menyadari potensi strategis kalangan mahasiswa, hendaklah para Intelektual Muda menentukan arah politiknya :

1. Hendaklah mahasiswa sebagain intelektual muda menyadari bahwa yang dibutuhkan rakyat tidaklah cukup hanya sekedar pergantian wajah para penguasa dan wakil-wakil rakyat apalagi hanya penolakan UU Omnibus Law , namun perlu mengganti pula sistem demokrasi yang telah nyata-nyata merusak tatanan kehidupan kita serta memporak-porandakan cita-cita dan masa depan generasi.

2. Sebuah tanggung jawab mulia bagi mahasiswa sebagai intelektual muda untuk mengerahkan potensi intelektualitasnya, posisi tawar strategis dan kesempatan dinamisnya untuk mengajak umat menyadari bahwa pangkal persoalan kehidupannya adalah penerepan sistem demokrasi  yang rusak dan merusak

3. Semakin lantang nya suara mahasiswa sebagai intelektual muda untuk menawarkan syariah Islam sebagai pengganti kapitalisme demokrasi menegaskan bahwa jalan menuju perubahan hakiki dengan Islam semakin dekat di depan mata. Karena sesungguhnya penolakan kaum intelektual terhadap demokrasi dan pembelaan mereka terhadap Islam adalah modal strategis segera terwujudnya sIstem politik islam.

Sadarilah bahwa perubahan mendasar hanya ada pada sebuah perjuangan hakiki yaitu “melanjutkan kembali kehidupan Islam” dalam bingkai syariah Islam karena hanya sistem Islamlah yang akan membawa  harapan baru dan perubahan sejati bagi bangsa ini. SIstem pemerintahan Islamlah yang akan menjamin terwujudnya kesejahteraan dan keberkahan dari langit dan bumi bagi bangsa ini.

Sebagaimana firman ALLAH swt :

“Jikalau sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa , pasti kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat kami), maka kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan” [QS. Al-‘Araf:96].***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Madina Musnahkan 65 Kg Ganja

    Polres Madina Musnahkan 65 Kg Ganja

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Polres Mandailing Natal (Madina) melakukan pemusnahan daun ganja kering dan 300 batang ganja di halaman Mapolres Madina, Jum’at (19/8/2014). Kasat Resnarkoba AKP Timbul Sihombing dalam laporannya menyampaikan, barang haram jenis daun ganja kering yang dimusnahkan berjumlah 65 Kg yang disita dari para pengedar narkoba. Lalu 300 batang ganja dari total […]

  • 4 Perampok Bersenpi Dibekuk

    4 Perampok Bersenpi Dibekuk

    • calendar_month Selasa, 24 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAPSEL-Jajaran Polres Tapsel menangkap empat perampok spesialis mobil sales dengan senjata api revolver rakitan, Senin (23/1). Kapolres Tapsel AKBP Subandriya melalui Kasat Reskrim AKP Lukmin Siregar didampingi Kaurbin Ops Reskrim Iptu Sugiri kepada wartawan, Senin (23/1) mengatakan, awalnya polisi menangkap dua tersangka di Desa Huraba, Kecamatan Batang Angkola, Tapsel, dini hari sekira pukul 05.00 WIB. […]

  • PMII Tak Terlibat Demo soal Defisit

    PMII Tak Terlibat Demo soal Defisit

    • calendar_month Minggu, 14 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) membantah PMII terlibat dalam setiap aksi massa yang terjadi beberapa waktu terakhir, yang menuntut pertanggungjawaban defisit anggaran belasan miliar yang terjadi di Pemkab Madina. Bantahan ini disampaikan Ketua Umum PC PMII Madina A Rijal Lubis SPdI, didampingi Sekretaris, Khairul Andi, serta belasan […]

  • Kadin Madina Akan Gelar Rakerda

    Kadin Madina Akan Gelar Rakerda

    • calendar_month Rabu, 19 Feb 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Mandailiing Natal akan menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda). Rakerda dijadwal berlangsung tanggal 22 Pebruari di Hotel Rindang, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina). Ketua Kadin Sumatera Utara, H.Ivan Iskandar Batubara dan pengurus Kadin Sumut lainnya direncanakan hadir. Ivan Iskandar dijadwal akan memberikan arahan arahan menyangkut arah Kadin […]

  • Inilah harta yang wajib dizakati

    Inilah harta yang wajib dizakati

    • calendar_month Senin, 23 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Diantara beragam harta benda yang kita miliki, sebagai umat Islam kita wajib mengeluarkan zakat terhadap 8 jenis harta yang kita miliki. Sehingga, harta kita ‘dicuci’ dari harta yang haram dan kemungkinan-kemungkinan harta dari hasil riba. Berikut delapan jenis harta yang wajib kita zakati; 1. Zakat Perdagangan Setiap harta hasil berniaga atau berdagang wajib dizakatkan meliputi […]

  • Orang Kaya Panyabungan dan Oknum Pejabat Gunduli Hulu Sungai Rantopuran

    Orang Kaya Panyabungan dan Oknum Pejabat Gunduli Hulu Sungai Rantopuran

    • calendar_month Kamis, 1 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Onlne) –  Ribuan hektar hutan kawasan hulu Sungai Rantopuran sudah gundul oleh kerakusan para orang kaya dari kota Panyabungan dan sejumlah pejabat pemerintah. Kawasan yang digunduli itu berada di wilayah Desa Sopo Batu dan Gungun Tua Julu, Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal. Hutan itu masuk dalam kawasan hutan register atau hutan lindung. Tetapi, para […]

expand_less