Sabtu, 22 Agu 2026
light_mode

ARAH POLITIK INTELEKTUAL MUDA

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 14 Okt 2020
  • print Cetak

Oleh : Elvi Hasan, SE
Aktivis Peduli Generasi

 

Pengesahan UU Omnibus Law telah menyentakkan semua pihak terutama para mahasiswa dari tidur panjangnya. Ketukan palu itu seperti suara dentuman gunung Krakatau yang memekakkan telinga yang memalingkan pandangan siapa saja yang selama ini tersibukkan dengan urusan hidupnya. Ancaman itu terasa hingga masuk ke relung hati dan membuat isi kepala mendidih karena marah.

Tak terbendung,  mahasiswa yang baru bangun dari tidur panjangnya seketika bergerak dari segala arah turun ke jalan-jalan, menunjukkan sikap dan kepeduliannya terhadap persoalan bangsa. Meski terkesan terlambat mengingat rancangan UU   Omnibus Law ini sudah lama dibicarakan di gedung DPR. Sikap mahasiswa yang menyuarakan aspirasinya patut diapresiasi. Sekilas terlihatlah seberapa besar kekuatan mahasiswa yang memenuhi jalan jalan yang meninggalkan tugas-tugas kampusnya dan lembaran lembaran kertas makalah yang selama ini jadi alasan kesibukan. Sehingga seruan-seruan untuk peduli bangsa nyaris tak terdengar terlena oleh capaian-capaian akademik. Sekiranya dari awal para intelektual  muda, melakukan aksi ini tentulah palu itu tak sempat di ketuk.

Pemuda-pemudi Indonesia yang jumlahnya 62,6 juta (data BPS 2013) adalah data demografi yang bisa menjadi tolak ukur utama menilai masa depan bangsa ini. Mampukah mereka membawa bangsanya menjadi Negara besar, berdaulat dan berkemakmuran ataukah sebaliknya. Jutaan pemuda terbawa arus  dalam arus politik kapitalisme yang menyengsarakan. Yang menjadikan peran pemuda hanya sebagai iklan atau hiburan dalam percaturan politik yang seolah-olah pemuda itu masih hidup dan demokrasi adalah nafasnya.

Sejarah Indonesia telah mencatat kekuatan dan potensi besar mahasiswa telah berhasil beberapakali  menumbangkan rezim yang kuat, tapi belum berhasil membawa Indonesia menuju lebih baik. Gegap gempita kebahagian dari rakyat atas aksi mahasiswa yang terbuai harapan perubahan tinggallah kenangan. Bila kondisi ini terus berlanjut, baik mahasiswa maupun rakyat sedang digiring kearah keputus asa an. Bukankah ini kondisi yang sangat berbahaya ? Apalagi yang bisa diharapkan dari bangsa yang putus asa untuk melalukan perubahan.

Mahasiswa sejatinya sebagai intelektual muda yang memiliki obyektifitas berfikir, idealisme, semangat dan komitmen tinggi untuk berkonstribusi positif bagi perbaikan bangsa pasti mampu melihat dengan jernih bahwa persoalan penting saat ini bukanlah soal sistem demokrasi yang belum berjalan normal bahkan ideal. Sebaliknya setelah demokrasi dipraktikkan, cacat dan kerusakan demokrasi semakin nyata tak bisa di tutupi . kehidupan masyarakat di negeri ini tak kunjung berubah menjadi lebih baik, bahkan semakin buruk dan menuju kehancuran.

Kaum intelektual adalah magnet tersendiri dalam rangkaian perubahan arah politik di Indonesia. Posisi strategisnya bukan hanya di lingkungan kampus, namun juga mampu mempengaruhi arah opini publik sekaligus menjadi kekuatan pressure bagi pengambil kebijakan. Dengan akses informasi yang luas, daya nalar dan analisanya yang kuat serta kemandiriannya dalam bersikap semestinya mereka memiliki tanggung jawab untuk memberikan arah yang benar pada perubahan yang terjadi di tengah umat guna mewujudkan Indonesia yang lebih baik.

Merespon kondisi ini dan menyadari potensi strategis kalangan mahasiswa, hendaklah para Intelektual Muda menentukan arah politiknya :

1. Hendaklah mahasiswa sebagain intelektual muda menyadari bahwa yang dibutuhkan rakyat tidaklah cukup hanya sekedar pergantian wajah para penguasa dan wakil-wakil rakyat apalagi hanya penolakan UU Omnibus Law , namun perlu mengganti pula sistem demokrasi yang telah nyata-nyata merusak tatanan kehidupan kita serta memporak-porandakan cita-cita dan masa depan generasi.

2. Sebuah tanggung jawab mulia bagi mahasiswa sebagai intelektual muda untuk mengerahkan potensi intelektualitasnya, posisi tawar strategis dan kesempatan dinamisnya untuk mengajak umat menyadari bahwa pangkal persoalan kehidupannya adalah penerepan sistem demokrasi  yang rusak dan merusak

3. Semakin lantang nya suara mahasiswa sebagai intelektual muda untuk menawarkan syariah Islam sebagai pengganti kapitalisme demokrasi menegaskan bahwa jalan menuju perubahan hakiki dengan Islam semakin dekat di depan mata. Karena sesungguhnya penolakan kaum intelektual terhadap demokrasi dan pembelaan mereka terhadap Islam adalah modal strategis segera terwujudnya sIstem politik islam.

Sadarilah bahwa perubahan mendasar hanya ada pada sebuah perjuangan hakiki yaitu “melanjutkan kembali kehidupan Islam” dalam bingkai syariah Islam karena hanya sistem Islamlah yang akan membawa  harapan baru dan perubahan sejati bagi bangsa ini. SIstem pemerintahan Islamlah yang akan menjamin terwujudnya kesejahteraan dan keberkahan dari langit dan bumi bagi bangsa ini.

Sebagaimana firman ALLAH swt :

“Jikalau sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa , pasti kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat kami), maka kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan” [QS. Al-‘Araf:96].***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPAID Sumut Sesalkan Ucapan Kadis

    KPAID Sumut Sesalkan Ucapan Kadis

    • calendar_month Selasa, 1 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Sumatera Utara Zahrin Piliang kepada METRO, Kamis (24/2) malam, sangat menyesalkan pernyataan Pj Kadisdik Madina Imron SPd MM yang akan memberhentikan Aura dari sekolahnya. “Jika itu terjadi, berarti korban ‘diperkosa’ untuk kedua kalinya. Pertama, dia diperkosa abangnya, kedua dia diperkosa dalam artian diberhentikan dari sekolahnya,” kata Piliang. Dijelaskannya, […]

  • Organda Sumut Minta Tuntaskan Jalan Lingkar Kotanopan

    Organda Sumut Minta Tuntaskan Jalan Lingkar Kotanopan

    • calendar_month Selasa, 28 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (MO) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) didesak agar segera menuntaskan pembangunan jalan Lingkar Barat Kotanopan sepanjang lebih kurang 7 Km yang sampai saat ini masih terbengkalai. Desakan ini di keluarkan untuk mengurangi kemacetan yang sering terjadi di pusat Pasar Kotanopan. Desakan ini dinyatakan Ketua I DPD Organda Sumut, H. Ikhwan Efendi Lubis di […]

  • Penghujan, Produksi dan Harga Karet di Madina Turun

    Penghujan, Produksi dan Harga Karet di Madina Turun

    • calendar_month Jumat, 15 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    Foto seorang penyadap karet di Desa Gunung Tua Julu, Panyabungan PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Musim penghujan dalam beberapa minggu terakhir berakibat pada penurunan produksi dan harga penjulan getah karet tingkat pengumpul di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Muklis, petani karet di Panyabungan, Jum’at (15/11/2013) menyatakan harga getah karet pada penjualan hari Kamis berada di kisaran 9.000 […]

  • Aparat Didesak Analisa Mengapa Vihara jadi Target Bom

    Aparat Didesak Analisa Mengapa Vihara jadi Target Bom

    • calendar_month Senin, 5 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    JAKARTA, – Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin mengatakan, pihak Kepolisian dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) harus segera menganalisa bom di Vihara Ekayana, Kebon Jeruk. Menurut Hasanuddin, penyelidikan kasus itu harus fokus terhadap dua hal yakni sasaran dan lokasi bom. “Mengapa yang jadi target justru Vihara Ekayana di Kebon Jeruk? Bukankah ada Vihara […]

  • 10 Orang Penambang Liar Di Tangkap

    10 Orang Penambang Liar Di Tangkap

    • calendar_month Kamis, 19 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Polres Mandailing Natal bersama Detasemen C Brimob Polda Sumatera Utara Kamis-Jumat (12-13/7/2012) menangkap 10 orang penambang liar tanpa izin (Peti).Penangkapan ini dilakukan pasca terjadinya kerusuhan dan pembakaran Base Camp PT Sorikmas Mining (SM) pada hari sabtu (7/7/2012) yang lalu di wilayah kontrak karya Sork Mas Mining perbukitan Sambung, Kecamatan Naga Juang. Selain warga Madina, pelaku […]

  • 181 Calon Siswa SMAN 2 Plus Sipirok Jalani Test

    181 Calon Siswa SMAN 2 Plus Sipirok Jalani Test

    • calendar_month Rabu, 1 Jun 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIPIROK- Sebanyak 181 calon siswa SMAN 2 Plus Sipirok Kabupaten Tapsel sejak Senin (30/5) mulai mengikuti tes Penerimaan Siswa Baru (PSB). Rencananya test akan berlangsung sampai Rabu (1/6) untuk menentukan 125 siswa baru (sesuai dengan daya tampung sekolah). Untuk menjadi siswa SMAN2 Plus Sipirok yang berstandart Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (R-SBI), tidaklah semudah memasuki sekolah […]

expand_less