Jumat, 9 Okt 2026
light_mode

ARAH POLITIK INTELEKTUAL MUDA

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 14 Okt 2020
  • print Cetak

Oleh : Elvi Hasan, SE
Aktivis Peduli Generasi

 

Pengesahan UU Omnibus Law telah menyentakkan semua pihak terutama para mahasiswa dari tidur panjangnya. Ketukan palu itu seperti suara dentuman gunung Krakatau yang memekakkan telinga yang memalingkan pandangan siapa saja yang selama ini tersibukkan dengan urusan hidupnya. Ancaman itu terasa hingga masuk ke relung hati dan membuat isi kepala mendidih karena marah.

Tak terbendung,  mahasiswa yang baru bangun dari tidur panjangnya seketika bergerak dari segala arah turun ke jalan-jalan, menunjukkan sikap dan kepeduliannya terhadap persoalan bangsa. Meski terkesan terlambat mengingat rancangan UU   Omnibus Law ini sudah lama dibicarakan di gedung DPR. Sikap mahasiswa yang menyuarakan aspirasinya patut diapresiasi. Sekilas terlihatlah seberapa besar kekuatan mahasiswa yang memenuhi jalan jalan yang meninggalkan tugas-tugas kampusnya dan lembaran lembaran kertas makalah yang selama ini jadi alasan kesibukan. Sehingga seruan-seruan untuk peduli bangsa nyaris tak terdengar terlena oleh capaian-capaian akademik. Sekiranya dari awal para intelektual  muda, melakukan aksi ini tentulah palu itu tak sempat di ketuk.

Pemuda-pemudi Indonesia yang jumlahnya 62,6 juta (data BPS 2013) adalah data demografi yang bisa menjadi tolak ukur utama menilai masa depan bangsa ini. Mampukah mereka membawa bangsanya menjadi Negara besar, berdaulat dan berkemakmuran ataukah sebaliknya. Jutaan pemuda terbawa arus  dalam arus politik kapitalisme yang menyengsarakan. Yang menjadikan peran pemuda hanya sebagai iklan atau hiburan dalam percaturan politik yang seolah-olah pemuda itu masih hidup dan demokrasi adalah nafasnya.

Sejarah Indonesia telah mencatat kekuatan dan potensi besar mahasiswa telah berhasil beberapakali  menumbangkan rezim yang kuat, tapi belum berhasil membawa Indonesia menuju lebih baik. Gegap gempita kebahagian dari rakyat atas aksi mahasiswa yang terbuai harapan perubahan tinggallah kenangan. Bila kondisi ini terus berlanjut, baik mahasiswa maupun rakyat sedang digiring kearah keputus asa an. Bukankah ini kondisi yang sangat berbahaya ? Apalagi yang bisa diharapkan dari bangsa yang putus asa untuk melalukan perubahan.

Mahasiswa sejatinya sebagai intelektual muda yang memiliki obyektifitas berfikir, idealisme, semangat dan komitmen tinggi untuk berkonstribusi positif bagi perbaikan bangsa pasti mampu melihat dengan jernih bahwa persoalan penting saat ini bukanlah soal sistem demokrasi yang belum berjalan normal bahkan ideal. Sebaliknya setelah demokrasi dipraktikkan, cacat dan kerusakan demokrasi semakin nyata tak bisa di tutupi . kehidupan masyarakat di negeri ini tak kunjung berubah menjadi lebih baik, bahkan semakin buruk dan menuju kehancuran.

Kaum intelektual adalah magnet tersendiri dalam rangkaian perubahan arah politik di Indonesia. Posisi strategisnya bukan hanya di lingkungan kampus, namun juga mampu mempengaruhi arah opini publik sekaligus menjadi kekuatan pressure bagi pengambil kebijakan. Dengan akses informasi yang luas, daya nalar dan analisanya yang kuat serta kemandiriannya dalam bersikap semestinya mereka memiliki tanggung jawab untuk memberikan arah yang benar pada perubahan yang terjadi di tengah umat guna mewujudkan Indonesia yang lebih baik.

Merespon kondisi ini dan menyadari potensi strategis kalangan mahasiswa, hendaklah para Intelektual Muda menentukan arah politiknya :

1. Hendaklah mahasiswa sebagain intelektual muda menyadari bahwa yang dibutuhkan rakyat tidaklah cukup hanya sekedar pergantian wajah para penguasa dan wakil-wakil rakyat apalagi hanya penolakan UU Omnibus Law , namun perlu mengganti pula sistem demokrasi yang telah nyata-nyata merusak tatanan kehidupan kita serta memporak-porandakan cita-cita dan masa depan generasi.

2. Sebuah tanggung jawab mulia bagi mahasiswa sebagai intelektual muda untuk mengerahkan potensi intelektualitasnya, posisi tawar strategis dan kesempatan dinamisnya untuk mengajak umat menyadari bahwa pangkal persoalan kehidupannya adalah penerepan sistem demokrasi  yang rusak dan merusak

3. Semakin lantang nya suara mahasiswa sebagai intelektual muda untuk menawarkan syariah Islam sebagai pengganti kapitalisme demokrasi menegaskan bahwa jalan menuju perubahan hakiki dengan Islam semakin dekat di depan mata. Karena sesungguhnya penolakan kaum intelektual terhadap demokrasi dan pembelaan mereka terhadap Islam adalah modal strategis segera terwujudnya sIstem politik islam.

Sadarilah bahwa perubahan mendasar hanya ada pada sebuah perjuangan hakiki yaitu “melanjutkan kembali kehidupan Islam” dalam bingkai syariah Islam karena hanya sistem Islamlah yang akan membawa  harapan baru dan perubahan sejati bagi bangsa ini. SIstem pemerintahan Islamlah yang akan menjamin terwujudnya kesejahteraan dan keberkahan dari langit dan bumi bagi bangsa ini.

Sebagaimana firman ALLAH swt :

“Jikalau sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa , pasti kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat kami), maka kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan” [QS. Al-‘Araf:96].***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fraksi Golkar : Bupati Harusnya Mencopot Tersangka Koruptor

    Fraksi Golkar : Bupati Harusnya Mencopot Tersangka Koruptor

    • calendar_month Rabu, 10 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Madina harusnya tak menjamin pejabat tersangka koruptor yang berakibat polisi tak bisa melakukan penahanan. “Seharusnya bupati mencopot jabatan, bukan memberikan jaminan,” kata Ketua Fraksi Golkar DPRD Mandailing Natal (Madina) As. Imran Khaitamy Daulah SH kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Selasa (9/2). Itu dikatakan Imran terkait kegagalan Polres Madina menahan […]

  • Madina Persiapkan MTQ Tingkat Kabupaten

    Madina Persiapkan MTQ Tingkat Kabupaten

    • calendar_month Rabu, 19 Feb 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menggelar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXIV tingkat kabupaten. Berlangsung dari 21 hingga 24 Februari 2025, dan menjadi bagian dari peringatan HUT ke-26 Madina serta persiapan menyambut bulan suci Ramadan. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Madina, Bahrudin Juliadi, mengatakan bahwa MTQ merupakan agenda tahunan untuk menanamkan nilai-nilai […]

  • Belajar di Luar Ruangan, TK Satap SDN 048 Malintang Kunjungi Silangit Koi

    Belajar di Luar Ruangan, TK Satap SDN 048 Malintang Kunjungi Silangit Koi

    • calendar_month Kamis, 18 Nov 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Belajar tidak hanya bisa dilakukan di dalam kelas, tapi juga bisa dilaksanakan di luar rungan. Bahkan belajar di luar ruangan bisa memberikan stimulus positif bagi anak-anak. TK Satu Atap (Satap) SDN 048 Malintang mengunjungi wisata Silangit Koi Hutasiantar di Kotasiantar, Panyabungan pada Kamis (18/11). Setidaknya ada 29 murid, 5 orang guru, […]

  • Pemerintah Desa Aek Botung: Selamat Pelantikan Sukhairi Atika

    Pemerintah Desa Aek Botung: Selamat Pelantikan Sukhairi Atika

    • calendar_month Jumat, 23 Jul 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar
  • Terkait Jambore PKK Siabu, Inspektorat Madina Tahap Klarifikasi

    Terkait Jambore PKK Siabu, Inspektorat Madina Tahap Klarifikasi

    • calendar_month Kamis, 11 Jan 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online )– terkait kegiatan jambore TP.PKK Kecamatan Siabu tahun 2023 yang dikerjakan kegiatannya awal tahun 2024, Kepala Inspektur Pemkab Mandailing Natal Rahmad Daulay mengaku kasus ini masih pensalaman dan sedang dilakukan klarifikasi ke Camat Siabu Syukur Soripada. ” terkait jambore TP.PKK Siabu, kami sedang klarifikasi ke camat nya,” kata Rahmad Daulay lewat […]

  • Dampak Kelangkaan Gas 3 Kg di Panyabungan, Sejumlah Pedagang Makanan Tutup

    Dampak Kelangkaan Gas 3 Kg di Panyabungan, Sejumlah Pedagang Makanan Tutup

    • calendar_month Sabtu, 29 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ) Langkanya tabung LPG 3 kilogram di kota Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal beberapa minggu terakhir membuat sejumlah pedagang makanan tutup dari biasanya. Seperti warung makan, penjual gorengan, sate, warung kopi, dan mie ayam. Seminggu belakangan, mereka mengaku masih bisa mengirit penggunaan gas agar bisa memperpanjang durasi penjual. Sekarang mereka justru tidak bisa […]

expand_less