Senin, 20 Apr 2026
light_mode

Mustahil Sumut kuasai 58,88 persen Inalum

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 17 Okt 2013
  • print Cetak

MEDAN (Mandailing Online) – Meski tahap nasionalisasi yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat pada PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) belum menemukan titik terang, Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagub Sumut), Tengku Erry Nuradi mengatakan Pemerintah Privinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) berencana untuk membeli saham PT Inalum hingga 58,88 persen.

Menyikapi pernyataan Tengku Erry, Ketua Komisi D DPRD Sumut, Guntur Manurung mengatakan, hal itu bukanlah sesuatu yang gampang, karena 58,88 persen dari PT Inalum bukanlah nilai yang sedikit, begitupula jumlah uangnya.

“Sumber uangnya dari mana? APBD, hutang, jual ini, atau jual itu? Kalau dari APBD saja mana cukup,” ujarnya kepada Waspada Online, hari ini.

Politisi dari Partai Demokrat ini menyatakan, dalam konteks perencanaan seperti ini, gubernur maupun wakil gubernur harus menjelaskan dari mana asal dananya. Karena menurut Guntur, kalaupun dibantu oleh 10 pemerintah kabupaten/kota yang berada di kawasan Danau Toba dan Asahan, masih belum mencukupi.

Selain itu, lanjutnya, perlu juga dipaparkan, sejauh ini apa yang sudah dilakukan oleh Gubernur untuk merealisasikan rencana itu.

“Memang ini masih rencana, tapi semua itu kan ada mekanismenya, salah satunya itu harus dibicarakan terlebih dahulu oleh DPR. Dan terkait rencana ini, hingga saat ini kita sama sekali belum tahu,” jelasnya.

Pernyataan seirama juga diutarakan oleh anggota Komisi D DPRD Sumut, Tunggul Siagian. Ia mengatakan, kalau rencana ini serius, ini merupakan sebuah prestasi bagi Pempprov Sumut. Akan tetapi, sebut Tunggul, untuk mewujudkan rencana itu bukanlah sesuatu hal yang mudah seperti merencanakan sesuatu.

“Kalau pakai APBD kita gak mungkin, APBD kita gak akan sanggup untuk membelinya. Kalaupun sanggung, kan gak mungkin proses pembangunan di Sumut harus terbengkalai hanya karena hasrat untuk mendapatkan 58,88 persen PT Inalum,” jelasnya.

Anggota Tim Pansus PT Inalum ini mengatakan, ia pessimis jika Pemerintah Pusat bakal mengabulkan apa yang telah direncanakan oleh Wakil Gubernur Sumut, karena dengan saham sebesar 58,88 persen, bisa diartikan lebih dari setengah PT Inalum pengelolaannya dikuasai oleh Pemprov Sumut.

“Apa mungkin dikasi oleh Pemerintah Pusat? Selama ini kita (Pansus Inalum, red) berharap 15 persen aja susah. Jadi rencana ini harus dikaji lagi,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Wakil Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi mengatakan, Pemprov Sumut siap menyediakan dana untuk membeli saham di PT Inalum pasca habisnya kontrak Jepang di perusahaan itu.

“Untuk mendapatkan saham Inalum memang harus ada dana dan Pemprov siap walau besaran dana itu harus dulu dihitung dari total saham keseluruhannya dan sumber dananya,” ujarnya.

Ia menyatakan, kesiapan Pemprov Sumut untuk menguasai saham PT Inalum hingga 58,88 persen juga turut didukung oleh pemerintah 10 kabupaten/kota yang berada di kawasan Danau Toba dan Asahan.

“Seperti yang dinyatakan Gubernur Sumut sebelumnya, Pemprov Sumut dan pemerintah kota/kabupaten itu yah memang berharap dapat 58,88 persen saham di Inalum,” sebutnya.

Untuk itu, pada pertemuan dengan Komisi VI DPR RI yang dijadwalkan di Jakarta, 17 Oktober, Pemprov Sumut akan membicarakan keinginan itu dengan berbagai alasan tentang harapan mendapatkan saham mayoritas tersebut.(wasp)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • SUKA 39,0%, Dahwin 38,8%

    SUKA 39,0%, Dahwin 38,8%

    • calendar_month Minggu, 25 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Website Sirekap KPU telah memperbaharui perolehan suara pasca PSU Pilkada Madina, kemarin. Pada pembaharuan pukul 16:04:29 tanggal 24 April 2021 perubahan telah dilakukan pada diagram maupun tabulasi untuk masing-masing pasangan calon (paslon) dengan input data 100 persen. Paslon Sukhairi-Atika memperoleh 79.018 suara atau 39,0 persen. Paslon Dahlan-Aswin memperoleh 78.770 suara atau 38,8 persen. Paslon Sofwat-Beir […]

  • Kerusakan Lingkungan Oleh Eksploitasi Panas Bumi Masih Sebatas Issu

    Kerusakan Lingkungan Oleh Eksploitasi Panas Bumi Masih Sebatas Issu

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Hingga saat ini kerusakan lingkungan secara massif dalam eksploitasi panas bumi untuk pembangkit listrik, masih sebatas issue. “Sehingga tidak ada alasan yang kuat untuk menolak upaya pemanfaatan panas bumi itu,” kata Direktur Pusat Studi & Bantuan Informasi Pembangunan – CSAID (Centre for Studies & Aid of Information Development), Joko A […]

  • Pembalakan Liar

    Pembalakan Liar

    • calendar_month Sabtu, 28 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jejeran rel pengangkut kayu yang dibuat pembalak liar terlihat dari udara di tengah area hutan Pulau Padang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, Jumat (27/1). Akibat terjadinya konflik antara sebagian warga dengan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dalam pengelolaan kawasan hutan itu, aktivitas pembalakan liar semakin meningkat di hutan Pulau Padang. (n ant/fb Anggoro)

  • Masih ada harapan untuk Gus Irawan

    Masih ada harapan untuk Gus Irawan

    • calendar_month Rabu, 7 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO) – Perkembangan Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) 2013 saat ini sudah mencapai tahap verifikasi. Untuk melakukan verifikasi kartu tanda anggota (KTA) adalah tugas komisioner dibantu dengan sekretariat KPU Medan, dimana KPU Medan telah membagi wilayah kecamatan untuk 5 (lima) tim untuk memverifikasi 14 partai politik di 21 kecamatan. Partai Demokrat sudah mulai melirik […]

  • Banyak Kontraktor di Madina Belum Layak Dapat Paket

    Banyak Kontraktor di Madina Belum Layak Dapat Paket

    • calendar_month Rabu, 2 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 5Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pembuatan dokumen penawaran paket proyek fisik melibatkan PNS di Dinas PU Mandailing Natal (Madina) diakui salah satu pejabat di instansi itu. “Sepanjang tidak menganggu tugas, bisa pegawai buat dokemen penawaran proyek,” kata Sahruddin salah seorang PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) menjawab wartawan pada Jum’at (27/9/2013) lalu usai mengikuti rapat di ruang Sekda […]

  • Rembug Harian KTNA Madina : Penyebaran Inovasi dan Mendorong Segmen Bisnis Pertanian

    Rembug Harian KTNA Madina : Penyebaran Inovasi dan Mendorong Segmen Bisnis Pertanian

    • calendar_month Selasa, 8 Agt 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Penyebarluasan inovasi pertanian kepada petani harus terus digalakkan dalam upaya menjawab tantangan dan peluang sektor tanaman pangan, perkebunan, peternakan dan perikanan. Topik itu menjadi salah satu poin yang dihasilkan Rembug Harian KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) bertempat di Desa Gunung Tua Julu, Panyabungan, Minggu (6/8/2017). Rambug […]

expand_less