Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Lagi, Pembakar Camp PT ALM Ditangkap

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 24 Jan 2012
  • print Cetak

MADINA- Pelarian Kepala Desa Sukamakmur Khoirun Nasution dan Ketua LSM Badan Investigasi Nasional (BIN) Parlindungan Hasibuan, berakhir. Dua tersangka pembakaran camp PT Anugerah Langkat Makmur (ALM) di Desa Sukamakmur, Kecamatan Muara Batang Gadis, Madina ini, ditangkap petugas dari dua lokasi berbeda di Kota Padangsidimpuan.
“Kita berhasil mengamankan keduanya dari lokasi berbeda di Padangsidimpuan pada Sabtu (21/1) lalu. Dua tersangka ini sudah diburon sejak sebulan lalu,” terang Kasatreskrim Polres Madina AKP SM Siregar, Senin (23/1).
Kasat menjelaskan, Parlindungan Hasudungan ditangkap sekitar pukul 14.00 WIB dari salahsatu rumah warga di kelurahan Pal IV Pijorkoling, Psp, sedangkan oknum kades itu menyerahkan diri ke Polres Tapanuli selatan (Tapsel) pada malam harinya.
“Mereka sudah lama kita cari. Berkat dukungan seluruh pihak termasuk Polres Tapsel dan Psp, akhirnya kita berhasil mempersempit ruang gerak bagi keduanya dan berhasil ditangkap tanpa perlawanan. Untuk sementara keduanya masih diperiksa di Mapolres Madina,” tambahnya.
Sejauh ini, Khoirun Nasution dan Parlindungan Hasibuan belum bisa ditemui mengingat masih menjalani pemeriksaan.
Belum lama ini, dua tersangka lain juga telah diamankan. Keduanya adalah diringkus polisi pada Kamis malam (12/1) sekitar pukul 23.00 WIB, dari salah satu rumah kontrakan di Jakarta Timur.
Oleh polisi, keduanya langsung diboyong ke daerah asal. Mereka tiba di Bandara Polonia, Medan, Jumat (13/1) sore. Lalu, sekira pukul 20.00 WIB berangkat menuju Madina, dan sampai di Mapolres Sabtu (14/1) sekira pukul 12.00 WIB.
Kasat Reskrim Polres Madina AKP SM Siregar menjelaskan, pihaknya telah berhasil mengamankan dua orang dari empat DPO yang terlibat konflik antara PT ALM dengan warga Desa Sukamakmur beberapa waktu lalu.
Sementara dua DPO lagi, Parlindungan Hasibuan yang dikenal sebagai ketua salah satu LSM dan Kepala Desa Sukamakmur Khairum Nasution, masih dalam pengejaran.
“Kami sedang melakukan pengejaran terhadap keduanya di sekitar Tabagsel. Yang sudah tertangkap sedang menjalani proses pemeriksaan di Mako Polres Madina,” ucap Kasat.
Menurut Kasat, atas kasus ini tersangka dijerat dengan pasal 187 subsider pasal 170 KUHP dengan ancaman 10 tahun penjara. “Mereka terlibat dalam aksi pembakaran, untuk itu sementara kita sangkakan dengan pasal 187 subsider pasal 170 KUHP dengan ancaman 10 tahun penjara,” tegas Kasat.
Cari Perlindungan Hukum
Zikron Batubara yang sedang diperiksa di ruang Sidik Satreskrim, mengaku, ia dan Marzuki berangkat ke Jakarta bukan untuk melarikan diri seperti yang disangkakan melainkan meminta perlindungan dan bantuan hukum atas kejadian tersebut.
Diceritakan Zikron, mereka berangkat dari Sukamakmur ke Jakarta Jumat 16 Desember 2011 lalu bersama Parlindungan. Rencana awal, mereka ingin menemui ketua salah satu LSM di Pekanbaru yang sama LSM-nya dengan Parlindungan untuk meminta arahan agar memperoleh perlindungan hukum.
Namun setibanya di Pekanbaru, mereka tak menemui orang yang dimaksud. Lalu, Parlindungan Hasibuan menyarankan agar mereka langsung berangkat ke Jakarta untuk meminta perlindungan dari Komnas HAM dan penegak hukum lainnya.
Dan di Jakarta, kata Zikron, ia bersama rekannya langsung menuju kantor salah satu stasiun televisi swasta dan sempat melakukan talk show . Setelahnya, mereka berangkat mencari penginapan. “Kami berangkat ke sana (Jakarta, red) hanya untuk mencari perlindungan hukum, karena hak-hak kami digarap PT ALM,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, warga Desa Suka Makmur, Kecamatan Muara Batang Gadis, Madina mengamuk dan membakar base camp serta dua alat berat milik PT Anugerah Langkat Makmur (ALM) di Aek Manuncang, Rabu siang (14/12). Aksi ini diduga dilakukan karena warga kecewa atas tindakan perusahaan tersebut yang dinilai warga mencaplok lahan mereka.
Menurut seorang warga yang minta identitasnya dirahasiakan kepada METRO, Kamis (15/12) menuturkan, warga nekat melakukan pembakaran base camp PT ALM dan sejumlah aset yang lain disebabkan kekecewaan warga terhadap perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan sawit itu.
Warga kecewa lantaran perusahaan tidak mendengarkan aspirasi mereka yakni ada lahan perusahaan yang tumpang tindih dengan milik warga. (wan.metrotabagsel)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Tapsel Minta Pejabat Tingkatkan Etos Kerja

    Bupati Tapsel Minta Pejabat Tingkatkan Etos Kerja

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Tapsel –  Bupati Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) Sahrul M Pasaribu mengatakan, para pemilik jabatan baru agar meningkatkan etos kerja sehingga capaian target kerja dapat dicapai. "Mari lakukan yang terbaik untuk membangun daerah ini lebih baik," kata Bupati Tapsel, Sahrul Pasaribu saat melantik pejabat eselon III dan IV di Kantor Sipirok, Rabu (11/2). Dikatakan, pelantikan jabatan […]

  • Pemkab Madina Berasalan Berkas Batahan I Belum Diberikan Transmigrasi Sumut

    Pemkab Madina Berasalan Berkas Batahan I Belum Diberikan Transmigrasi Sumut

    • calendar_month Senin, 18 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ini alasan Pemkab Madina soal belum mampu menyelesaikan konflik Warga Batahan I vs PT. Palmaris yang berujung ditangkapnya 12 warga Batahan I.  Pihak Pemkab Madina berasalan belum mendapat berkas dari pihak Dinas Transmigrasi Sumut, makanya belum bisa menyelesaikan persoalan warga Batahan I vs PT. Palmaris. Itu dikatakan Asisten I Pemkab Madina, […]

  • Soal Indomart, Bupati Madina: Agar Pengusaha Taat Aturan

    Soal Indomart, Bupati Madina: Agar Pengusaha Taat Aturan

    • calendar_month Selasa, 4 Feb 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kebijakan penyegelan terhadap toko Indomart di Sipolu-Polu, Panyabungan dilakukan Pemkab Mandailing Natal (Madina) dalam rangka memberikan warning kepada setiap pengusaha agar menaati setiap aturan yang ada. Plt Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution melalui Asisten I Musaddad Daulay, Selasa (4/2/2014) mengatakan penyegelan terhadap toko Indomaret, Jum’at lalu sebagai langkah menertibkan perusahan- perusahaan […]

  • Heboh Foto Naskah Ujian Sekolah di Madina

    Heboh Foto Naskah Ujian Sekolah di Madina

    • calendar_month Rabu, 15 Jun 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYBUNGAN (Mandailing Online) – Kehebohan silih berganti menerpa Kabupaten Mandailing Natal, Sumut. Hebohnya bukan heboh positif, melainkan heboh yang memalukan. Belum reda heboh dugaan pengutipan Rp 1.700.000 kepada para kepala desa, kini muncul lagi materi ijian sekolah dasar yang diduga tidak sinkron antara pertanyaan dengan jawaban. Dalam 2 hari terakhir, foto-foto naskah ijian sekolah dasar […]

  • Satu Rumah Terbakar di Panyabungan

    Satu Rumah Terbakar di Panyabungan

    • calendar_month Minggu, 17 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Satu rumah permanen milik Saniah (50), di Kelurahan Panyabungan III, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) musnah terbakar bersama isinya, di antaranya 2 sepeda motor, Kamis (14/7), sekitar pukul 02.30 WIB. Saksi mata menyebutkan, rumah tersebut tiba-tiba terlihat mengeluarkan asap besar. Warga sekitar pun langsung berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, api cepat […]

  • Warga Desa Bangun Sejati “Culik” Cawabup Atika

    Warga Desa Bangun Sejati “Culik” Cawabup Atika

    • calendar_month Sabtu, 26 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      HUTABARGOT (Mandailing Online) – Sejumlah warga Desa Bangun Sejati, Kecamatan Hutabargot, “menculik” calon wakil bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2, Atika Azmi Utammi Nasution, usai menyerahkan santunan kepada anak yatim dan piatu di desa itu, Jumat (24/10/2024). Mereka yang sejak awal penyantunan sudah berada di luar rumah bertindak seperti warga lain, menonton kegiatan […]

expand_less