Kamis, 16 Apr 2026
light_mode

Silangit Koi: Wisata 3 Dimensi di Kotasiantar Panyabungan

  • account_circle Roy Adam
  • calendar_month Rabu, 8 Sep 2021
  • print Cetak

KOTASIANTAR (Mandailing Online) – Keinginan Pemerintah Daerah Mandailing Natal (Madina) menjadikan Bumi Gordang Sambilan sebagai kota wisata tidak akan tercapai tanpa dukungan masyarakat. Spot-spot wisata dengan pengelolaan secara individual sangat dibutuhkan kehadirannya. Terlebih potensi wisata Madina sangat luar biasa.

Dukungan para pengusaha atau badan-badan usaha desa dalam membentuk spot wisata baru akan memberikan dampak positif tidak hanya untuk terwujudnya Madina Kota Wisata. Namun, juga akan membantu terbukanya lapangan kerja dan munculnya pelaku ekonomi kreatif.

Wisata sawah berbasis ekonomi kreatif dan bina padi dengan mengedepankan kearifan lokal di Kotasiantar Panyabungan bisa menjadi contoh. Wisata dengan konsep tiga dimensi ini sangat layak dikunjungi oleh wisawatan lokal. Tempat wisata yang terletak di Banjar Silangit Kotasiantar ini menawarkan tempat yang nyaman, tenang dan jauh dari kebisingan kota.

Tempat yang dikenal dengan Silangit Koi ini pilihan tepat buat Anda yang ingin menikmati waktu bersama keluarga. Silangit Koi juga sangat cocok menjadi pilihan untuk tempat rapat bersama rekan satu kantor, kolega, rekan bisnis atau sekadar nongkrong.

Para pengunjung akan dimanjakan dengan menu makanan khas Mandailing seperti daun ubi tumbuk, lupis, pecal giling dan aneka masakan ikan air tawar. Beberapa jenis ikan bahkan bisa langsung ditangkap di tempat.

Selain itu, pengunjung juga bisa memberi pakan ikan secara langsung sembari menyentuh ikan mas koi di kolam yang disediakan. Di samping kolam ikan ada satu petak sawah sebagai sarana bina padi. Kemudian ada juga budidaya ikan koi dan ikan mera (jurung). Tempat wisata yang hanya berjarak sekitar 2 Km dari pusat Kota Panyabungan ini memiliki Kampung Tenun sehingga pengunjung bisa secara langsung melihat proses penenunan.

Untuk remaja yang gemar upload foto di media sosial, Silangit Koi menawarkan banyak spot foto bagus. Kombinasi bunga, kolam, pondok beratap ijuk, dan desain modern akan sangat menunjang hasil foto yang instagramable.

Kehadiran Silangit Koi bukan hanya sebagai tempat wisata tetapi juga turut memberi kontribusi bagi pergerakan ekonomi masyarakat dan terbukanya lapangan kerja. Jadi, buat yang ingin melepas penat dari rutinitas atau ingin menikmati suasana yang tenang dan nyaman, Silangit Koi adalah pilihan yang direkomendasikan.

Peliput: Roy Adam

  • Penulis: Roy Adam

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gaji guru SD di Madina disunat

    Gaji guru SD di Madina disunat

    • calendar_month Rabu, 6 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN Gaji guru Sekolah Dasar di Kabupaten Mandailing Natal kembali dipotong oleh dinas terkait. Gaji dipotong sebesar Rp15 ribu, per orang. Pemotongan ini terjadi saat para guru mengambil gaji di Kantor Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan di masing-masing kecamatan. Beberapa guru yang ditemui di beberapa sekolah SD di Kecamatan Kotanopan mengaku kesal dengan pemotongan gaji […]

  • Perhitungan Suara di KPU Madina Rampung, Penanganan Kejadian Khusus Sudah Selesai

    Perhitungan Suara di KPU Madina Rampung, Penanganan Kejadian Khusus Sudah Selesai

    • calendar_month Selasa, 3 Des 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mandailing Natal (Madina) Muhammad Ikhsan Matondang menyebut D-Hasil dari 23 kecamatan dalam rekapitulasi penghitungan suara tingkat kabupaten pada pemilihan bupati dan wakil bupati Madina sudah sesuai dengan rekapitulasi tingkat kecamatan. Ikhsan menyampaikan hal itu pasca rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara tingkat kabupaten selesai dilaksanakan di Kantor […]

  • Pelajaran Membaca Al-Qur’an di SMA Negeri 3 Panyabungan

    Pelajaran Membaca Al-Qur’an di SMA Negeri 3 Panyabungan

    • calendar_month Senin, 2 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kado Untuk Hari Pendidikan Nasional Catatan : Dahlan Batubara Pemimpin Redaksi Mandailing Online  Di Mandailing sejak tempoe doeloe, sudah terkenal dengan keberadaan “pangajian”, “mangaji” dan “guru mangaji”. Sebuah kearifan lokal dalam membina generasi muda sejak usia anak-anak untuk mampu membaca Al-Qur’an. Sehabis Magrib anak-anak akan pergi ke rumah pengajian yang disebut “Pangajian”. Rumah itu adalah […]

  • Timbas: Kami tidak Akan Bayar Honor Kalian

    Timbas: Kami tidak Akan Bayar Honor Kalian

    • calendar_month Sabtu, 23 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Honorer Sat Pol PP Kembali Berorasi BINJAI- Dikarenakan belum ada penjelasan yang memuaskan dari Pemerintah Kota (Pemko) Binjai terkait gaji selama 4 bulan yang belum dicairkan, membuat puluhan honorer Sat Pol PP semakin berang. Akibatnya, mereka kembali melakukan orasi ke kantor Balai Kota Binjai, Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Binjai Kota, Rabu (20/4) sekitar pukul 10.00 […]

  • Bentrok Batang Toru ditunggangi dosen

    Bentrok Batang Toru ditunggangi dosen

    • calendar_month Kamis, 8 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO)- Seorang dosen dari Padang Sidempuan terindikasi menjadi otak pelaku bentrok antar petugas kepolisian dan warga Batang Toru yang memprotes adanya penanaman pipa pembuangan air sisa (limbah) proses penambangan PT Agincourt Resources. Hal itu tercetus dari pemeriksaan pihak Polda Sumut terhadap beberapa warga yang diamankan sebagai tersangka pengrusakan dan pembakaran Mapolsek dan kantor Camat […]

  • Kisah Merapi, Mbah Maridjan, Tutur & Wawan Letusan Merapi bukan sekedar meluluhlantakkan sejumlah kampung di lereng gunung.

    Kisah Merapi, Mbah Maridjan, Tutur & Wawan Letusan Merapi bukan sekedar meluluhlantakkan sejumlah kampung di lereng gunung.

    • calendar_month Kamis, 28 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kinahrejo terlihat lunglai. Desa yang biasanya begitu hijau kini telah layu. Rumah-rumah porak poranda, pohon-tanaman bertumbangan, hewan ternak teronggok tak bernyawa. Sejauh mata memandang, seluruh desa itu bersepuh debu vulkanik. Bangunan masjid terlihat masih berdiri. Di dekatnya, bangunan rumah telah hancur. Di antara puing-puing kayu bangunan itu, sesosok tubuh berhasil ditemukan rombongan tim SAR. Tubuh […]

expand_less